Thursday, April 24, 2014

Museum Doraemon di Kawasaki

Hayooo siapa yang enggak kenal doraemon?? Engga ada yang angkat tangan? Berarti kenal semua dong, ya *maksa ^.^

Ini sebenarnya cerita bersambung selama di Kawasaki. Setelah puas di Daishi Park, saya dan suami buru-buru ke stasiun Kawasaki karena rencananya mau ke museum Doraemon. Museum ini tergolong baru karena dibuka tahun 2011. Sebenarnya nama museum ini bukan Doraemon Museum melainkan Fujiko F. Fujio Museum, diambil dari pencipta Doraemon.

Karena inilah, di dalam museum tidak hanya Doraemon saja yang dipamerkan tetapi juga tokoh kartun ciptaan Fujiko F. Fujio lainnya seperti P-Man, dan ada lagi yang saya tidak tahu namanya.

Waktu berjalan menuju stasiun, kami berdua tak henti-hentinya tengak-tengok mencari Lawson sebab untuk dapat masuk ke museum ini, tiketnya hanya bisa dibeli di Lawson seluruh Jepang. Harga per tiket 1000 Yen. 

Deg-degan karena tidak ada Lawson sampai di St.Kawasaki Daishi. Kami takut kehabisan tiket lagi  karena pernah waktu pulang kerja, suami mampir beli tiket untuk kunjungan jam 10.00 ternyata habis. So, buat teman-teman yang pengen banget ke sana, ada baiknya jika beli jauh-jauh hari. Dilihat juga jam kunjungannya yang masih ada karena museum ini menyediakan kunjungan jam 10.00, 12.00, 14.00, dan 16.00. Oia, museum Doraemon tutup setiap Selasa kecuali pas Golden Week (29 April - 5 Mei) dan Summer Holidays (20 Juli - 3 September).

Untunglah ketika di Kawasaki Keikyu, ada Lawson dan langsung deh beli 2 tiket. Belinya pakai mesin khusus dan semuanya berbahasa Jepang. Tentu saja kami minta tolong pegawai toko untuk membantu mengurus tiket. Karena sudah siang, kami membeli tiket kunjungan jam 16.00.

Mesin Untuk Beli Tiket

Setelah tiket di tangan, kami langsung ke St.Kawasaki. Suami mengajak jalan-jalan sebentar di sekitar stasiun. Bangunan di sekitarnya gedung-gedung pencakar langit. Di sekitar stasiun juga ada mall dan hall musik. Yang membuat takjub di sini yaitu adanya taman di atap mall. Tamannya lumayan lebar. Banyak anak-anak dan orang dewasa beristirahat di situ. Bahkan ada tempat berdoanya juga lho. Jadi jika lelah berbelanja, bisa istirahat dan berdoa di situ.

Taman di Roof Top
Istirahat di Taman

Bagaimana, takjub enggak? Ya sudah, kembali ke topik. Untuk sampai ke museum Doraemon, dari St.Kawasaki langsung ke Nambu Line, dan turun di St. Noborito. Keluar dari stasiun, naiklah bis yang gambarnya Doraemon. Ketika masuk bis, langsung menyerahkan uang ke pak sopir sebesar 210 Yen per orang.

Di dalam museum ini, pengunjung akan diberi alat semacam radio untuk mengetahui sejarah dan cerita yang ada. Radio ini terdiri dari berbagai bahasa antara lain Jepang, Inggris, Korea, dan China. Jadi teman-teman dapat melihat berbagai koleksi dan menikmati karya Fujiko F. Fujio sambil mendengarkan cerita melalui radio tersebut. 

Museum ini menceritakan kehidupan Fujiko F. Fujio dari kecil sampai beliau meninggal, memajang benda-benda miliknya yang digunakan untuk menggambar kartun, serta menampilkan karya-karya kartunnya yang terkenal itu. Di beberapa ruangan tertentu, ada peraturan yang harus ditaati pengunjung, diantaranya dilarang menggunakan kamera. Jangan khawatir, begitu di lantai 3, kita bebas berfoto ria.




Bioskop Doraemon juga ada di lantai ini. Film yang diputar merupakan cuplikan film Doraemon berbahasa Jepang. Selain itu, di tempat rekreasi ada kafe, toko suvenir dan miniatur dari benda-benda yang sering nongol di Doraemon. Jangan lupa untuk membeli dorayakinya, enak juga lho.





So, buat teman-teman yang mau ke Jepang, jangan lupa mampir ke Museum Doraemon, ya..






6 comments:

  1. wah keren mak, jd pengeeen kesana juga :)

    ReplyDelete
  2. Ada museumnya? Waaaaah.... aku dan keluarga harus ke sana nih. Kami pencinta Doraemon. ^^

    ReplyDelete
  3. Aaaaaak... Kapan bisa ke sana yak? Jualan mie ayam kali ya mbak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yakin aja, Mbak..
      Jualan mie ayam tu untungnya lumayan lho :)

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com