Friday, April 25, 2014

Rencana Penutupan Lokalisasi Dolly

Baru-baru ini saya membaca sebuah running text tentang rencana penutupan Dolly di Surabaya. Sebenarnya rencana penutupan lokalisasi tersebut sudah lama, tetapi sejak era kepemimpinan Ibu Risma, rencana itu digalakkan kembali. Menurut kabar malah sebelum Ramadhan tahun ini, tempat tersebut akan ditutup.

Berbicara mengenai Dolly memang tidak ada habisnya. Kawasan pelacuran yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang, Kota Surabaya itu kabarnya termasuk lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Para wanita penghibur dipajang di dalam ruangan berdinding kaca, mirip etalase. 

Nama Dolly diambil dari nama noni keturunan Belanda, Dolly Van Der Mart. Perempuan itulah yang mengelola kawasan tersebut sejak zaman Belanda. Keturunan Dolly sampai sekarang masih di Surabaya, namun mereka sudah tidak mengelola bisnis tersebut. Kawasan Dolly makin lama makin berkembang sehingga tidak hanya menjadi lahan rejeki untuk para PSK tetapi juga masyarakat sekitarnya.

Rencananya tempat tersebut akan diproyeksikan menjadi sentra bisnis dan perdagangan. Memang, pemerintah setempat telah melakukan berbagai pendekatan dan pembinaan kepada warga yang tinggal di situ. Warga yang tinggal di Dolly diberi berbagai pelatihan ketrampilan. Dengan cara ini, diharapkan mereka dapat mencari rezeki yang lebih baik dan halal.

Tentu saja rencana penutupan lokalisasi ini berdampak besar baik dari sisi ekonomi dan sisi sosial. Dari sisi ekonomi, banyak warga yang bingung jika nanti mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan baik karena selama ini mereka menggantungkan rezekinya di lokalisasi. Namun, yakinlah, jika kita mau berusaha maka selalu saja ada jalan untuk mendapatkan rezeki. Lalu, apakah masyarakat pernah berpikir akan dampak sosial yang diakibatkan?

Penutupan lokalisasi tentu akan berdampak sosial yang besar. Para PSK yang sebelumnya terwadahi di satu tempat, maka jika tempat itu ditutup, mereka tidak ada tempat bernaung lagi. Bisa saja, mereka yang belum mendapat rezeki akan berkeliaran dimana-mana. Bahkan dengan kemajuan teknologi saat ini, maka transaksi pemuas nafsu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Coba bayangkan, jika mereka terinfeksi virus HIV/AIDS, maka berapa banyak orang yang akan tertular. Konon, adanya para PSK dikarenakan permintaan yang juga tak kalah besar dari pria berhidung loreng. Dan, sebagian besar pria tersebut tidak mau memakai kondom ketika jajan sembarangan.

Gabungan antara kemajuan teknologi dan menjamurnya bisnis hotel, spa, salon, pijat plus-plus membuat prostitusi tidak hanya terfokus pada satu tempat tetapi akan menyebar di mana-mana. Hal ini sangat berbahaya karena pemerintah akan sulit memantau perkembangan dan penyebaran penyakit kelamin, terutama HIV/AIDS, yang masih menjadi momok di masyarakat.

Para pelaku prostitusi ada karena permintaan untuk mereka juga ada. Maka tidak ada cara lain kecuali membentengi diri dan keluarga dengan ajaran agama yang kuat, agar dapat terhindar dari perbuatan yang tercela dan merugikan diri sendiri seperti sex bebas, zina, dan selingkuh, karena penularan penyakit kelamin dapat terjadi bila berhubungan badan dengan orang yang terinfeksi, meski hanya sekali.

Semoga saja rencana pemerintah untuk menutup lokalisasi Dolly dimudahkan berbagai pihak. Bagaimanapun, semua elemen turut berperan sesuai porsinya masing-masing. Sejatinya, tidak ada wanita yang mau melacur, mereka pasti ingin hidup bahagia bersama keluarganya.



*Informasi mengenai Dolly saya ambil dari sini






13 comments:

  1. kunjungan perdana, salam perkenalan, silahkan berkunjung balik ketempat saya, barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran untuk anak2, siapa tau anda mempunyai adik,keponakan atau mungkin anak yang masih kecil, vcd ini sangat membantu sekali dalam mengasah kecerdasan dan kemampuan otak anak, serta bagus untuk membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila tdk berkenan, trm kasih ^_^

    ReplyDelete
  2. berkunjung dihari jumat yang cerah ini, salam persahabatan

    ReplyDelete
  3. Semoga segera direalisir
    Nggak usum ach ada komplek seperti itu
    Kasihan penduduk setempat
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  4. Sering denger cerita tentang lokalisasi ini. Yang bikin saya miris adalah anak-anak yang tumbuh di sana. Benar-benar ga sehat untuk mereka. Semoga bisa terealisasi dengan cepat penutupan ini. Dan semoga ada solusi yang bisa menyelesaikan semuanya. Baik untuk penghuni anak-anak atau pun juga pemda. TFS, Mak. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kabarnya lokasinya kumuh..
      Sama-sama ya, Mak ^.^

      Delete
  5. baru saja aku diskusi sama teman tentang penutupan Dolly. Aku sih setuju meskipun nanti malah eks pekerja di Dolly malah membuka "cabang" di daerah lain :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga mereka mendapatkan rejeki yang lebih baik dan halal, ya..
      Aamiin :)

      Delete
  6. aamiin, semoga Dolly dan Dolly2 lain cepat ditutup

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com