Friday, October 31, 2014

Terasi Enak dan Gurih

Saya suka terasi. Iya, terasi yang bau itu. Eh, enak tauk. 

Jujur, saya nggak suka terasi yang dijual di Jakarta dan sekitarnya. Pernah nyobain, tapi nggak se-maknyus terasi yang biasa dimasak ibu di Semarang. Sewaktu nemu terasi di sini, kok aneh ya, terasinya ada yang bentuknya bulat seperti koin coklat. Di Semarang sepertinya nggak ada atau jarang terasi yang bentuknya seperti itu. Biasanya sih terasinya yang lonjong, gedhe, kalau beli biasanya diiris.

Meskipun terasi semacam itu ada di sini (Jabodetabek) tapi kok saya kadang berpikiran negatif ya. Jangan-jangan terasinya dikasih pewarna, jangan-jangan dari ikan busuk, jangan-jangaaann.... Aaaarrrgghh...

Nah, daripada bingung dan parno, setiap mudik saya selalu membawa oleh-oleh terasi. Untungnya budhe saya jualan, jadi tahu terasi yang enak dan super. Dan, saya suka banget sama terasi ini. Baunya enak dan rasanya gurih, sumpah enak! Kalau saya baca bungkusnya terasi ini diproduksi di daerah Pati, Jawa Tengah. Dari bentuknya saja sudah meyakinkan, kardus kecil berbentuk balok dan di dalamnya ada terasi yang dibungkus plastik. Apalagi rasanya. Beh!! saya nggak bohong, aroma dan rasanya gurih, enak bok! Para pecinta terasi, sebaiknya mencoba terasi ini.

Pernah suatu kali asisten saya kasih terasi seiris, duh senengnya! Kata asisten nih, saking enaknya, dia pernah makan nasi anget pake terasi ini loh. Hih, aneh ya?? Karena penasaran, saya nyobain dan aneh banget makan lauk terasi. Memangnya nggak ada lauk lain apa yak? Hihihihiii...

Sampai sekarang saya masih setia memakai terasi ini. Terasi Super. Terasi Enak. Higienis.  Dijamin mutu, dah! *lebay

Ini bukan promosi loh, tapi ini postingan emak IRT yang lagi nguprek isi dapur untuk dibuat postingan. Daaan demi postingan ini, saya memfoto terasi kesukaan saya ini *biarin lebay


Apa terasi kesukaanmu kawan?
Continue Reading…

Nggak Usah Ragu dan Malu Membawa Bekal


Namanya juga emak-emak yang nggak ada kerjaan, jadi ya posting hal-hal yang geje. Maap ya kalau ada yang merasa aneh atau mungkin memasukkan saya dalam daftar orang lebay. Saya ikhlas kok, haahaha..

Sewaktu pertama kali di Jakarta sebagai pengantin baru empat tahun lalu, mau nggak mau saya harus tahu tempat belanja di sekitar tempat tinggal. Demi irit dan sehat, sejak manten baru sampai sekarang, alhamdulillah suami selalu bawa bekal meski lauknya sederhana. Beliau nggak malu sama sekali loh, malah senang karena nggak perlu antre atau kehabisan makanan seperti teman-temannya. Apalagi buatan istri, katanya beda *halah. Ya iyalah beda, pasti enakan masakan embak-embak yang punya warung-lah. 

Setiap hari sebisa mungkin saya usahakan untuk memasak. Bangun pagi lalu usrek di dapur sudah biasa. Alhamdulillahnya suami pengertian, beliau selalu membantu meski cuma mengupas si kembar, bawang merah dan bawang putih. Etapi sekarang Pak MJ punya tugas baru, membuat jus. Hehehe iya, Pak MJ mengupas wortel dan dijus sama tomat. Moga-moga nggak bosen ya, Ayah. Setelah rutin mengonsumsi selama beberapa bulan terakhir, kulit terasa halus dan bercahaya, badan terasa segar. Asli, ini beneran! Manfaatnya sudah terasa. Dulu sih, tiap pagi kami minum madu karena harga madu kesukaan naik terus, ya beralih ke jus dulu. 

Dirunut ke belakang, sebenarnya kebiasaan membawa bekal ini turunan dari keluarga saya. Bener ya, kebiasaan anak nggak jauh dari orang tuanya. Awalnya bapak saya terkena tipus. Hampir sebulan bapak istirahat total di rumah. Nah, sewaktu agak sehat dan ngantor, ibu berinisiatif membawakan bekal biar bapak nggak telat makan. Karena tiap hari membawa bekal, bapak terbiasa dan menjadi kebiasaan kalau ngantor.  Ibu saya lalu ikut-ikutan membawa bekal ke kantor. Bahkan adik saya juga membawa bekal ke kantor. Jadi bapak-ibu-adik kalau ngantor membawa bekal dengan sayur dan lauk yang sama. Kebiasaan ini sudah berjalan 7 tahunan-lah sampai sekarang. Sewaktu saya masih kerja di Semarang, saya juga mbekal. Tapi pas ngantor di Jakarta, saya mendapat jatah maksi, jadi nggak mbekal. Itu dulu, sewaktu masih kerja. 

Etapi kebiasaan suami saya ini kebawa loh sewaktu kami tinggal di Jepang. Sebulan pertama sih, suami nggak bawa bekal karena ingin tahu kebiasaan dan tempat makan sekitar kantor. Nah, baru bulan berikutnya, minta dibawain bekal. Sewaktu kami jalan-jalan pun, nggak lupa bawa bekal. Masyarakat Jepang juga banyak yang mbekal sewaktu mereka jalan-jalan. Jadi ya kami pede aja.

Kalau masak saya suka yang simpel aja ya, seperti sayur bening, ngesop, tumis, goreng ikan, sup ikan, mbacem atau gule ikan. Jujur sih, kadang saya juga bosen sama aktivitas memasak sehari-hari. Kok ketemunya itu lagi-itu lagi. Kalau nggak seminggu ya dua minggu ketemu sayur dan lauk yang sama. Kadang mengutuk diri sendiri, SKM macam apa saya ini. Padahal ya kuliah gizi dan KKL di bagian gizi. Tapi kok?? Ah, teori! Praktiknya lebih susah, bok! *ngeles.

Menurut saya, membawa bekal dari rumah itu banyak manfaatnya. Irit dan sehat pasti ya. Setelah menjadi IRT saya baru merasa ternyata nggak mudah muter otak biar uang belanjaan cukup. Kalau dulu tiap pengen sesuatu, tinggal beli pakai uang sendiri. Kalau sekarang kan beda, udah dijatah. 

Membawa bekal itu bisa sebagai ungkapan tanda cinta *uhuk. Iya, itu sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada orang yang kita cintai. Disadari atau tidak, kadang saya merasa bahagia dan puas bisa menyiapkan bekal. Meski rumah berantakan, meski bangun kesiangan, asal sarapan dan bekal siap, dan suami sudah berangkat kerja membawa bekal, plong banget rasanya! Atau indah banget kalau ingat sahabat seruangan dulu melihat bekal yang saya bawa. Pastinya, bekal itu dimakan berdua. Asoy, itu tanda cinta saya kepada sahabat seruangan. Heheheehe, saya nggak akan lupa hal itu.

Nah, kalau semisal saya kesiangan dan membawakan bekal ala kadarnya biasanya saya tambah camilan yang ada di rumah. Atau kadang saya bawakan makanan kesukaan suami, yakni kerupuk. Hahaha itu ampuh banget. Kalau masakan biasa tapi ada kerupuk, beh nikmat rasanya, itu kata suami loh. Yah, bisa dikatakan misi itu sebagai bentuk ucapan maaf. 

Kadang sih, saya nggak menargetkan harus tiap hari bawa bekal ya karena saya juga memberi kelonggaran kepada suami untuk membawa bekal atau nggak. Misal beliau ada meeting, biasanya sih nggak bawa. Atau kalau sesekali kangen jajanan kantor, ya nggak papa. Apalagi kalau kesiangan, yo wes lah jajan wae. Apa bekalmu hari ini temans? 




Continue Reading…

Tuesday, October 28, 2014

Belanja Bulanan Nggak Capek Antre

Sudah akhir bulan nih, biasanya para emak udah mulai menghitung pos-pos anggaran untuk belanja. Setiap belanja bulanan, utamanya di supermarket atau mall, pasti deh weekend akhir bulan atau awal bulan bakalan rame banget. Kalau sudah begini, biasanya males banget belanja, capek antrenya!

Doeloe, saya juga begitu. Maleees banget kalau ngantre. Tapi sekarang saya mempunyai cara belanja bulanan yang nggak bikin capek antre. Cara ini sudah saya terapkan beberapa tahun lalu. Gini nih tips belanja bulanan ala saya :

1. Weekend Sebelum Tanggal 25
Kalau bisa emak-emak belanja pas weekend sebelum tanggal 25. Mengapa? Karena tanggal 25 biasanya pegawai swasta gajian, sedangkan PNS di awal bulan. Jadi emak belanja saat pegawai swasta dan PNS belum gajian. Itu solusi untuk emak yang bekerja. Sedangkan kalau emak IRT, bisa saja belanja seperti itu atau memilih di hari kerja setelah tanggal 25. Biasanya kalau belanja pas hari dan jam kerja nggak serame weekend. 

2. Membuat Daftar Belanja
Ini penting banget karena daftar barang yang ingin dibeli bisa mempercepat waktu belanja selain itu agar apa yang dibutuhkan bisa tersedia dan nggak lupa untuk dibeli. Nggak asyik dong ya kalau pas sampai di rumah ternyata sabunnya kurang satu atau lupa beli pasta gigi.

3. Lewati Lorong yang Nggak Perlu
Biasanya nih, kalau kita sudah belanja bulanan di suatu tempat, biasanya kita hapal letak barang-barang yang biasanya kita beli. Nah, karena hapal dan terbiasa maka kita bisa menentukan atau membuat arah belanja, mau dari mana dulu terus mau lanjut kemana lagi. Kalau melewati lorong yang sekiranya nggak ada di daftar belanja, skip saja, lanjut ke lorong lain yang lebih dibutuhkan. 

4. Manfaatkan Promo
Dengan memanfaatkan promo, kita bisa belanja lebih murah dan barang tersebut bisa dijadikan simpanan. Contohnya yang sering promo tuh minyak goreng. Nggak ada salahnya membeli minyak goreng melebihi dari kebutuhan toh masih bisa disimpan untuk bulan berikutnya. Jadi kalau dirasa cukup, bulan berikutnya nggak usah beli minyak goreng. Kalau uangnya hanya cukup untuk membeli minyak sesuai kebutuhan, kita bisa dapat harga lebih murah kan? Lumayan ada sisa dari belanja bulanan. 

5. Kerja Sama 
Kerja sama ini bisa dengan suami atau asisten. Jika sekiranya belanja sudah mau selesai dan hanya tinggal beberapa barang saja, emak bisa minta tolong kepada suami /asisten untuk mengantre dulu di kasir. Setelah semuanya terbeli, emak bisa nyusul. Antre di kasir juga butuh waktu kan? Nah, memanfaatkan waktu tersebut nggak ada salahnya dong, daripada bengong.

Oia kalau bulan puasa biasanya lebih rame kan ya, entah itu weekend keberapa. Saya punya prinsip kalau bisa bulan puasa nggak jalan-jalan, males banget rasanya. Biasanya saya berusaha belanja sebelum puasa. Saya rekap semua termasuk THR untuk asisten dan baju untuk sanak saudara, lalu saya dan Pak MJ membeli barang-barang tersebut sebelum puasa. Khusus untuk barang bulanan seperti sabun, minyak goreng, dll biasanya saya membeli 2x lipat, maksudnya untuk persediaan bulan selanjutnya. Jadi pas puasa, saya nggak belanja atau belanja yang kurang saja dan setelah mudik biasanya masih punya persediaan barang bulanan.

Nah, itu sedikit tips dari saya. Semoga bermanfaat :)







Continue Reading…

Menteri Perempuan Merokok, Yay or Nay?

Lagi anget-angetnya membicarakan Kabinet yang baru, dong. Kabinet Kerja, itu namanya. Nama yang sesuai dengan harapan Pak Presiden biar bapak dan ibu menteri banyak kerjanya. Hari Minggu diumumkan dan esoknya langsung dilantik. Saya nggak mempersoalkan siapa-siapanya yang menjabat menteri, karena saya nggak terlalu suka politik. Bagi saya, para menteri kerja untuk Indonesia yang lebih baik itu sudah cukup.

Oia pasti kenal dong sama ibu menteri yang kayaknya jadi hits. Namanya Ibu Susi Pudjiastuti. Saya nggak tahu itu siapa kalau nggak baca berita yang menyebut beliau pemilik maskapai 'Susi Air'. Bu Susi menjadi hits karena pendidikannya yang nggak lulus SMA. Beliau dikeluarkan pas kelas 2 SMA karena waktu itu mengajak golput. Jiaaaahh, zaman segitu kan zamannya orde baru yang main stream ya. Berani bener! Meski nggak lulus SMA, pengalaman beliau di bidang perikanan sudah 33 tahun dan seorang pekerja keras. 

Daaaan sudah dua hari ini di halaman facebook saya banyak komentar tentang ibu tersebut gegara foto ini 



Ya, Ibu Menteri merokok di depan jurnalis usai pengumuman kabinet baru. Bu Susi yang casual dan kayaknya nggak betah dengan baju dan forum resmi langsung duduk dan mengeluarkan rokok saat wartawan sedang wawancara usai acara tersebut. Beliau dengan santainya merokok. Mungkin juga ini menandakan beliau yang apa adanya, sih. Kabar yang saya baca menyebutkan juga kalau ibu ini juga punya tato. Nah, lo. Nyentrik banget kan? 

Saya tidak suka rokok tapi bapak dan adik-adik saya perokok. Alhamdulillah sih Pak MJ, suami saya, nggak merokok. Masalah merokok, bagi saya sah-sah saja tapi sayang banget kesehatan dan duitnya. Sayang aja gitu melihatnya. Ibaratnya tuh kayak kita mencari uang susah payah terus dibakar. Yah, sayang banget kan? Padahal kalau dikalkulasi saat skripsi saya doeloe, uang merokok sebulan itu bisa untuk beli susu anak. Lumayan kan? Nah, kalau harga rokoknya yang mahal, bisa untuk membeli sesuatu yang lebih daripada susu anak kan?

Dalam kasus ibu menteri tadi, menurut saya sah-sah saja beliau merokok tapi mbok yao jangan pas wawancara atau di tempat umum. Sekarang kan beliau menteri, otomatis sekarang beliau menjadi panutan staf-stafnya dan masyarakat pasti banyak banget yang melihat itu dan komentarnya beragam. Sebaiknya kalau merokok sesuaikan dengan waktu dan tempat. Apalagi sekarang, Pak Presiden sedang melakukan revolusi mental. Lha apa kata dunia nanti? 

Pandangan dan komentar dari masyarakat pasti beragam. Ada yang bilang 'lebih baik perokok daripada korupsi' atau 'yang penting kerjanya, bukan penampilannya' atau 'Nggak panteslah jadi menteri. Lulus SMA aja enggak, perokok, tatoan lagi.' Macem-macemlah komentar mereka. Kalau menurut saya sih, lebih baik nggak merokok dan nggak korupsi *ambil enaknya saja haahaha*. Memang sih, manusia nggak ada yang sempurna. Meski di luar sana juga banyak perempuan yang merokok seperti Ibu, tapi alangkah baiknya jika Ibu Menteri dapat bersikap dan bertingkah laku sesuai tempatnya. Selamat bekerja ya, Bu. Semoga bisa membawa bahari Indonesia seperti di Jepang syukur-syukur bisa lebih baik *aamiin*. 

Kalau menurut teman-teman, menteri perempuan merokok, yay or nay?









Continue Reading…

Wednesday, October 15, 2014

Dibalik Kesakralan Daun Kelor

Gara-gara postingan teman tentang mie daun kelor, saya jadi tertarik untuk mencari informasi tentang daun kelor. Setahu saya, daun kelor dianggap daun sakral karena banyak mitos yang berkembang di baliknya. Pohon kelor dianggap sakral oleh sebagian masyarakat karena dianggap dapat dijadikan tolak bala, daunnya digunakan untuk mengusir setan, memandikan jenazah, atau menghilangkan kekuatan magis yang ada pada seseorang.

Pohon kelor (Moringa Oleifera) dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Pohon ini banyak dijumpai di pekarangan rumah atau kebun. Tumbuhan ini tingginya sekitar 5-7 m. Daunnya kecil-kecil berbentuk bulat telur dan bersusun majemuk. Bunganya dapat keluar sepanjang tahun dengan bau semerbak berwarna putih kekuningan. Buahnya berbentuk segitiga memanjang, disebut kelentang. Sejak tahun 1980, penelitian terhadap daun, bunga, kulit batang, buah sampai bijinya telah dilakukan.

Pohon Ajaib yang Kaya Manfaat

Di beberapa negara seperti Etiopia, Somalia, Sudan tanaman kelor sudah lama menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari untuk dibuat sayur, bahan obat-obatan, atau diperdagangkan. Tanaman ini juga bisa digunakan sebagai penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering.

Beberapa penelitian menyebutkan manfaat daun kelor ternyata banyaaak banget. Beberapa diantaranya sebagai berikut :




  • Hepatoprotektor atau pelindung hati. Daun kelor mengandung zat antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan pencernaan
  • Anti inflamasi
  • Meningkatkan daya tahan dan metabolisme tubuh
  • Menurunkan kolesterol
  • Menjaga kadar gula dalam darah
  • Mengurangi kerutan dan mempercantik kulit
  • Menyegarkan mata dan otak
  • Dll


  • WHO menyebut pohon kelor sebagai pohon ajaib karena beberapa studi menyebutkan bahwa pohon ini sangat berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun di negara-negara termiskin di dunia. Daun kelor sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Bahkan bayi dan anak-anak sangat dianjurkan mengonsumsi daun kelor karena perbandingan gram pada daun kelor yaitu :



  •  7 x vit C pada jeruk
  • 4 x kalsium pada susu
  • 4x vit A pada wortel
  • 2 x protein pada susu
  • 3 x potasium pada pisang


  • Dengan banyaknya kandungan gizi dan manfaat pada tanaman kelor, maka tak heran saat ini tanaman tersebut dimanfaatkan untuk olahan pangan untuk kapsul, sereal balita, mie, dan teh.

    Nah, setelah tahu manfaatnya ternyata pohon kelor memang sakral ya sebab banyak banget manfaatnya. Kalau untuk konsumsi di rumah, jika ada daun kelor bisa juga lho dimasak sayur asem. Hahaha saya baru ingat kalau pas kecil pernah dimasakin sayur asem daun kelor kakak sepupu sewaktu liburan di rumah budhe. Rasanya seger, seperti sayur daun katuk.


    -Semoga Bermanfaat-

    Continue Reading…

    Investasi Menguntungkan di Graha Raya Bintaro


    ''Memiliki hunian di kawasan Bintaro berarti Anda telah melakukan investasi yang menguntungkan. Mengingat nilai investasi di daerah tersebut yang terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan fasilitas dan aksebilitasnya.''

    Mendengar kata 'Bintaro' pasti yang ada di kepala serentetan kata yang bikin hati tentram yakni elit, keren, elegan, dekat tol, dan komplit. Semua orang pasti tahu kawasan Bintaro Jaya yang dibangun dan dikembangkan oleh PT. Jaya Real Property. Perusahaan real estate yang sudah berpengalaman sejak 35 tahun lalu merupakan bagian dari PT. Pembangunan Jaya, yang mengurusi bidang konstruksi, retail, konsultan, perdagangan, hiburan, dan real estate. Prestasi yang patut dicatat yakni PT. Jaya Real Property adalah perusahaan pertama yang memperkenalkan konsep 'kota taman' di Indonesia. Bahkan kawasan Bintaro Jaya termasuk perumahan elit yang jadi hits di Jabodetabek sampai sekarang.


    Saat ini PT. Jaya Real Property sedang mengembangkan komplek baru bernama Graha Raya Bintaro, perumahan baru di Tangerang. Graha Raya mengusung konsep hunian modern yang dekat dengan alam. Di sepanjang jalan di komplek tersebut masih banyak pepohonan rimbun. Selain adem, pepohonan yang hijau dan subur sangat enak dipandang. Jika Anda membeli produk yang ditawarkan berarti pilihan Anda sangat tepat, Anda telah melakukan investasi yang menguntungkan. Mengapa menguntungkan? Karena hunian di kawasan Graha Raya Bintaro berada di lokasi segitiga emas Serpong-Jakarta Selatan-Jakarta Barat. Tahu kan ya, kawasan Serpong-Bintaro pertumbuhannya sangat pesat sehingga harga properti di sana setiap tahun meningkat.


    Segala fasilitas yang dibutuhkan masyarakat ada di kawasan ini, mulai sekolah internasional, pasar segar, rumah sakit internasional, dan berbagai fasilitas umum untuk bersosialisasi dengan tetangga juga ada. Segala fasilitas tersebut didukung oleh mudahnya akses untuk menuju ke sana. Top banget, deh! Berbagai fasilitas yang  memuaskan tersebut antara lain :


    • Transportasi / Akses : tol, KRL, angkot
    • Shopping : pasar segar, Giant supermarket, Mall Living World
    • Olah raga : kolam renag dan klub keluarga
    • Bisnis : Bank BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Windu
    • Pendidikan : Sekolah Abdi Siswa dan Universitas Pembangunan Jaya



    • Mudahnya akses ke Graha Raya didukung banyaknya cara menuju ke sana, bisa lewat tol, naik KRL, atau bahkan menggunakan angkutan umum. Berikut ini cara menuju ke Graha Raya :


      • Hanya 15-20 menit dari Stasiun Sudimara
      • Lokasinya berdekatan dengan Stasiun Jurangmangu
      • Hanya 10 menit dari Rest Area Karang Tengah, bisa naik kendaraan pribadi, ojek, atau angkot
      • Dari Slipi atau Grogol, bisa lewat tol Jakarta-Tangerang, melalui jalan tembus ke Alam Sutera





      • Selain berbagai kenyamanan dan kemudahan yang sudah ada, Graha Raya Bintaro masih memiliki berbagai keistimewaan yang wajib ada dalam list mencari rumah, diantaranya :


        • Hanya 10 menit dari Exit Tol Alam Sutera
        • Akses Tol JORR W2N langsung ke bandara dan pusat kota Jakarta
        • Hanya 5 menit dari Mall Living World dan Rumah Sakit Internasional
        • Terletak di jalan utama Bintaro-Graha Raya
        • Adanya shuttle bus Graha Raya-Sudirman-Graha Raya
        • Adanya klub keluarga yang memudahkan sosialisasi antar warga


        • Sedangkan angkutan umum yang menuju ke Graha Raya antara lain :


          • Angkot D27 ke Alam Sutera 
          • Angkot B02 ke Poris Plawad
          • Angkot B02A ke Ciledug
          • Metromini S69 ke Blok M
          • Kopaja P16 ke Tanah Abang
          • Bianglala Metropolitan AC44 patas ke Senen
          • Mayasari Bakti AC73 patas ke Kampung Rambutan



          • Lihat, betapa mudahnya akses yang ada di Graha Raya. Berbagai alternatif transportasi tersedia dan sangat beragam. Apabila Anda ingin ke pusat perekonomian di Jakarta juga sangat mudah. Beragam fasilitas untuk memudahkan aktivitas Anda sehari-hari juga ada. Ini semua untuk Anda, penghuni Graha Raya. 

            Salah satu hunian yang saat ini dikembangkan di Graha Raya yakni Fortune Terrace. Distrik ini dibangun di atas lahan seluas 40 ha dengan akses langsung ke Jalan Boulevard Graha Raya. Dengan kualitas bahan bangunan yang tinggi, dijamin distrik ini sangat memuaskan selain lokasinya tepat di samping club house Distrik Fortune. Fortune Terrace menyediakan rumah dua lantai dengan design minimalis modern dengan beragam inovasi. Harga yang ditawarkan sekitar 900jutaan. Berbagai tipe yang ditawarkan di distrik ini antara lain :


            • New Blossom,  rumah dua lantai dengan tipe 67/72 yang memiliki 3 kamar
            • Blossom, rumah dua lantai tipe 73/73, yang memiliki 3 + 1 kamar
            • Sierra, rumah dua lantai tipe 85/84, dengan 4 + 1 kamar



            • Eh, ada yang seru lho! Pada tanggal 18 Oktober nanti akan diadakan launching Fortune Terrace pukul 16.00 di BxPark, Bintaro Xchange Mall. Acara ini dimeriahkan oleh music performance dan games seru. Beragam hadiah sudah menanti diantaranya 1 unit mobil Honda Mobilio. WOW!!

              So, buruan datang, dapatkan hadiahnya, dan lakukan investasi di Graha Raya Bintaro sekarang juga!!



              Tulisan ini diikutkan dalam Blog Writing Contest yang diselenggarakan oleh Graha Raya Bintaro



              Continue Reading…

              Tuesday, October 14, 2014

              Memanfaatkan Google Doodle untuk Bahan Tulisan

              Susah cari ide untuk menulis? Yah, sama dong *toooss*. Banyak yang bilang kalau menulis itu bisa dari mana saja, misalnya dari hal-hal kecil di sekitar kita sebenarnya bisa menjadi bahan tulisan menarik kalau kita mampu meraciknya. Tapi kenyataannya susah banget ya *hiks*. Saking banyaknya ide kadang malah nggak bisa keluar tulisan. Adanya nulis judul lalu nulis narasi lalu simpan sebagai draft lalu lama-lama dihapus *hahaha ini gue banget*. Banyak nggak sih yang mengalami seperti itu? 

              Etapi kalau kita jeli, sebenarnya kita bisa memanfaatkan google doodle lhoh. Apaan tu? *mata merem satu*. Jadi, google doodle itu logo google yang dimodifikasi dan ditampilkan kalau ada peringatan atau event tertentu di negara yang support google. Ada tim khusus untuk menggambar logo ini. 

              Kalau kita buka google.com biasanya ada gambar-gambarnya kan? Nah, itu dia namanya google doodle. Biasanya sih yang menjadi google doodle tokoh dunia yang karyanya sangat dikagumi. Seperti saat ini google doodle memperingati ultahnya Hannah Arendt. Kadang gambar mainan atau event-event penting dunia bisa menjadi logo di google doodle. 

              Dari google doodle tersebut kita bisa search tentang tema yang muncul pada hari itu. Dengan referensi sana-sini maka bisa dijadikan bahan tulisan di blog kita. Bahkan dengan membaca referensi tersebut dari yang semula nggak tahu sesuatu atau nggak kenal tokoh dunia, kita bisa tahu. Intinya selain bisa dijadikan bahan tulisan, dengan google doodle kita bisa menambah wawasan. 


              -Semoga bermanfaat-

              Continue Reading…

              Google Doodle : Hannah Arendt Ulang Tahun ke-108

              Tanggal 14 Oktober 2014, hari ulang tahun ke-108 Hannah Arendt, tokoh wanita teoritikus politik asal Jerman, diperingati oleh Google dan dijadikan sebagai logo Google Doodle. 

              Hannah Arendt lahir di kota Linden, Hanover pada tanggal 14 Oktober 1906 dari keluarga Yahudi sekular. Kota Linden waktu itu merupakan kota independen tapi sekarang bagian dari Hanover. Arendt dibesarkan di Konigsberg dan Berlin. 



              Hannah Arendt belajar filsafat di bawah Martin Heidegger di Universitas Marburg. Ia sering dianggap sebagai seorang filsuf namun ia selalu menolak label itu dengan alasan filsafat berurusan dengan 'manusia dalam pengertian singular.' Sementara Arendt menggambarkan dirinya seorang teoritikus politik karena hasil karyanya menyatakan bahwa 'manusia bukan singular tapi suatu himpunan yang hidup di bumi dan menghuni dunia.'

              Hasil karya-karya Hannah Arendt membahas topik tentang politik, hakikat kuasa dan wewenang serta totalitarianisme. Tulisan-tulisannya banyak yang terpusat pada konsepsi tentang kebebasan yang identik dengan aksi politik aktif. Dalam argumennya terhadap asumsi libertarian, ia menyatakan bahwa 'kemerdekaan dimulai ketika politik berakhir.'

              Dalam menyusun teori tentang kemerdekaan yang bersifat publik dan asosiatif, ia mengadopsi dari berbagai politisi dari berbagai negara antara lain Yunani, kota-kota di Amerika, komunis Paris, dan gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960-an untuk menggambarkan konsepsi tentang kemerdekaan.

              Buku berjudul Eichmann in Jerusalem yang bermula dari laporannya mengenai pengadilan Eichmann untuk The New Yorker, membahas tentang 'kejahatan itu bersifat radikal atau akibat dari keluguan.' Hal ini didasari karena orang biasa cenderung menaati peraturan dan mengikuti pandangan masyarakat tanpa berpikir secara kritis akibat dari tindakan atau kelalaian yang mereka perbuat.

              Bukunya yang fenomenal berjudul The Origins of Totalitarism, membahas tentang akar-akar komunisme dan nazisme serta hubungan mereka dengan anti-semitisme. Buku ini kontroversial karena membandingkan dua pokok yang sebagian orang percaya tidak dapat ditemukan. 

              Pada tanggal 14 Desember 1975 Hannah Arendt wafat dalam usia 69 tahun karena serangan jantung. Ia dimakamkan di Bard College, Annandale on Hudson, New York, tempat suaminya mengajar. 



              Continue Reading…

              Monday, October 13, 2014

              Susahnya Menyeberang di Margonda

              Margonda adalah jalan utama yang menghubungkan Depok-Jakarta. Di kanan-kiri jalan tersebut banyak banget tempat nongkrong, ruko, mall, apartemen, dan kampus, sehingga jalan ini menjadi pusat perekonomian utama. Dari pagi sampai malam Jalan Margonda tak pernah sepi.

              Dengan banyaknya kegiatan ekonomi yang ada di sana seharusnya hal ini memudahkan warga untuk melakukan aktivitasnya, terutama bagi pejalan kaki. Jika ingin mencari sesuatu mereka tinggal jalan kaki sebentar atau cukup menyeberang. Tapi apakah benar semudah itu?

              #Akses Minim
              Kenyataannya akses untuk para pejalan kaki sangat minim. Untuk jalan saja susah karena trotoar banyak yang beralih fungsi menjadi tempat mangkal PKL. Bahkan yang membuat saya merasa takjub ketika melihat kondisi di depan terminal Depok. Meski ada mobil satpol PP di sana, tetap saja banyak pedagang yang berjualan di trotoar bahkan sebagian jalan digunakan untuk jualan. Duh, mana hak pejalan kaki?

              #Kurangnya JPO
              Selain itu, saya yakin banget kalau teman-teman menyeberang di Margonda pasti susah. Terang saja dengan jalan yang panjang dan lebar seperti itu hanya memiliki 3 JPO (Jembatan Penyeberangan Orang), yakni Margo City-Detos, ITC-Ramayana, dan yang baru tapi belum jadi di depan kantor walikota. Minimnya jumlah JPO ini sangat menyusahkan warga untuk menyeberang.

              #Jalan Lebar
              Parahnya lagi, jalan Margonda yang lebar terdiri dari beberapa jalur membuat warga harus sabar karena mereka harus bertahap menyeberangnya. Inipun masih mengharap belas kasihan para pengendara motor dan mobil. Saya takut banget kalau menyeberang di Margonda. Jika kondisi jalan rame, saya harus sabar menunggu sampai agak lengang, bisa sampai lima menit untuk mau menyeberang saja. Itupun masih harus menggunakan isyarat tangan agar pengendara mengurangi kecepatannya. Penderitaan masih berlanjut karena saya harus menyeberang lagi melalui jalur selanjutnya.


              Lebarnya Jalan Margonda-Sumber di Sini
              #JPO untuk Mall
              JPO yang lama kalau dilihat hanya menghubungkan antar mall saja sedangkan JPO yang memudahkan pejalan kaki menyeberang tidak ada sama sekali. Kondisi ini tentu menyebabkan kemacetan belum lagi ditambah banyaknya angkot yang ngetem. Lihat saja di depan Margo City, Detos, dan Ramayana. Banyak banget angkot yang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

              Saya berharap agar Pemkot Depok dapat mencari solusi terbaik untuk masalah ini. Bagaimanapun juga, hak pejalan kaki harus diperhatikan. 






              Continue Reading…

              Menyikapi Bekasi yang 'di-Bully'

              Belakangan ini kota Bekasi menjadi bulan-bulanan masyarakat di media sosial. Bekasi macet dan panas, itu intinya. Saya yang bukan orang Bekasi tergelitik untuk bertanya kepada seorang kawan yang lahir dan tinggal di Bekasi tentang kebenaran berita tersebut. Kata teman saya sih, berita-berita itu lebay. Nah lo! Mungkin kebanyakan orang yang lain mengatakan meme yang ada di media sosial hampir mendekati kenyataan.

              Jujur ya, saya suka dengan meme-meme tersebut. Gambar yang menyatakan kritikan tapi dikemas secara cerdas dan penuh canda. Penyampaian galau yang tepat. Meme-meme tersebut mengena lho, sampai-sampai pemkot Bekasi turun tangan dan mengadakan gerilya menghadapi serangan meme. Pemkot mengajak warga Bekasi menyuport kotanya melalui tweet dengan hastag tertentu. 

              Saya senang dengan adanya fenomena ini. Mengapa? Karena masyarakat sekarang sudah pintar dan kritis  pada masalah yang sedang terjadi. Mereka juga pintar mengapresiasikan kegalauannya terhadap sesuatu. Masyarakat sudah menggunakan media sosial dengan benar dan dampaknya bisa dilihat. Banyak sekali aksi di media sosial yang membuat gerah para pejabat atau banyaknya bantuan mengalir karena solidaritas yang didukung lewat media sosial. 

              Sebenarnya permasalahan yang dihadapi oleh Bekasi itu sama dengan kota-kota besar lainnya, macet dan panas. Nggak hanya di Bekasi saja, saya yang tinggal di Depok juga merasakan hal sama. Bahkan, saat saya dinas (sewaktu masih kerja) di kota kelahiran saya, Semarang, juga mengalami hal sama. Masalah macet, jalan berlubang dan rusak dimana-mana serta banyaknya kendaraan pribadi sudah menjadi hal yang sangat lumrah di kota-kota besar. 

              Mungkin masyarakat saat ini butuh yang namanya penghijauan. Sudah banyak mall, apartemen, dan perumahan yang dibangun sebagai identitas kemajuan suatu kota tetapi sangat minim taman untuk rehat sejenak. Beberapa perumahan elit memang menyediakan sarana tersebut tetapi untuk kotanya sendiri masih sangat kurang, tak sebanding dengan jumlah gedung yang ada. Kebutuhan batin masyarakat juga perlu diperhatikan agar mereka dapat bersosialisasi dan merasa dekat dengan lingkungannya.

              Adanya kritikan melalui media sosial ini hendaknya menjadi sinyal bagi pemegang kekuasaan bahwa saat ini masyarakat sangat kritis terhadap permasalahan sosial yang ada. Seandainya kota yang dipimpin menunjukkan hasil positif pasti masyarakat akan woro-woro mempromosikan hal-hal menarik yang ada di kotanya melalui media sosial juga. Curhat-curhat para pembuat meme yang notabene mewakili masyarakat yang lain merupakan harapan bagi pemerintah setempat agar lebih baik lagi memajukan kota, tempat tinggal kita semua. Semoga harapan-harapan para pembuat meme tak sia-sia. Dan kita, sebagai warga kota harus menjaga kotanya dengan baik. Jangan hanya bisa menuntut saja. 







              Continue Reading…

              Friday, October 10, 2014

              Hasil Inseminasiku

              *Bismillaahirrohmaanirrohiim*
              *Tarif nafas sambil beristighfar*

              Saya akan mengingat hari ini, tanggal 10 Oktober 2014. Saya tidak akan melupakan bulan Oktober, bulan yang aduhai buat saya dan Pak MJ. Bulan yang penuh berkah sekaligus cobaan bagi kami. Mungkin Tuhan sedang benar-benar menguji kami saat ini, setelah diberi kenikmatan lalu seakan diberi cobaan yang aduhai dan sukses membuat saya klepek-klepek .

              Setelah dua minggu yang lalu saya melakukan inseminasi dengan usaha waktu, materiil, dan mental, kami lalui hanya berdua karena keluarga besar berada di luar kota dan tinggal besok penantian hasil testpack yang membuat dag dig dug..Ya, besok itu Sabtu, tanggal 11 Oktober.

              Jujur selama melalui masa-masa penantian dua minggu tersebut, rasanya saya nggak karuan. Dari deg-degan, malas ngapa-ngapain, dan cenderung lebay. Saya hanya membaca dan menulis di blog, padahal tulisan juga amatir, standart banget. 

              Beberapa hari ini saya uring-uringan nggak jelas, pengen ini-itu, pengen belanja ini-itu, pengen makan ini-itu, pengen kesana-kemari. Tapi itu cuma keinginan, yang dituruti hanya makanan yang saya pengen. Badan rasanya maleeees banget mau ngapa-ngapin. Ternyata ini suatu pertanda.

              Dengan sedih, saya memberitahukan kalau hasil insem saya gagal karena saya baru saja menstruasi. Padahal besok, tanggal 11 Oktober, jadwal testpack yang dianjurkan perawat. Kalau belum haid, bisa jadi hasilnya positif, tergantung test packnya. Tapi apalah daya, saya mens tepat sehari sebelum waktu yang ditentukan. T.R.A.G.I.S

              Hanya menangis, menangis, dan menangis yang saya lakukan. Curhat ke Pak MJ dan sahabat terkasih dengan berurai air mata *lebay*. Lha kok pas buka komputer dan play lagu, kok ya pas lagu pertamanya itu lagu borongannya D'masiv, Ariel, Momo, Giring yang Esok kan Bahagia. Nujeb banget lagunya, paaaaasssss banget!! Mewek deh pas nulis ini di awal-awal.

              Tuhan, saya tak tau apa yang menjadi rencana-Mu. Yang saya yakini, Engkau Maha Baik, Maha Besar, dan Maha Pengampun. Apabila ada dosa-dosa yang menghalangi saya dalam mendapatkan anugrah ini, ampunilah dosa saya. Hanya kebesaran-Mu yang saya harapkan. Hanya pertolongan-Mu melalui mereka yang saya pinta. Terimakasih Tuhan, atas bulan Oktober ini. Bulan yang manis dan agak pahit buat saya dan suami. Bimbinglah saya dan suami untuk selalu dekat dengan-Mu sehingga dapat melihat semua ini lebih bijaksana. Aamiin




              Continue Reading…

              Thursday, October 09, 2014

              So[k]sialita

              Kemarin sore sewaktu saya sedang gonta-ganti channel televisi, secara kebetulan ada Mas Moamar Emka menjadi bintang tamu di salah satu acara yang host-nya layaknya ndoro dengan dua orang asisten. Wah, topiknya pasti seru nih, pikir saya saat itu, mengingat Mas Emka salah satu penulis buku yang bisa dibilang kontroversial waktu itu. 

              Saya nggak mengikuti acara tersebut dari awal. Jujur saja, saya kurang suka dengan acara infotainment yang hanya memamerkan kekayaan dan banyak lebay-nya. Menurut saya kurang mendidik dan terlalu banyak porsinya, dari pagi sampai malam masyarakat dijejali kehidupan selebritis. 

              Hohoho dari perbincangan yang saya ikuti selama lima belas menit terakhir ternyata topiknya tentang kehidupan sosialita. Pasti penonton dibuat terkejut dengan gaya hidup mereka yang memang di atas rata-rata banget.

              Menurut Emka, sosialita ada tiga macam. Pertama, mereka yang hidupnya mewah tetapi tidak butuh media untuk memamerkan kemewahannya. Kedua, mereka yang selalu pamer kemewahan di media sosial agar eksis. Ketiga, mereka yang sebenarnya biasa saja tetapi mencari sensasi di media sosial dan berlagak seperti sosialita. *kemudian berpikir siapa ya yang masuk kategori 1,2,atau 3*

              Pasti teman-teman tahu kan ya dengan kehidupan kaum jet set tersebut. Kaum yang sangat mudah membelanjakan uang tanpa banyak pikir. Mereka biasanya berkelompok mengadakan kegiatan di tempat mewah seperti arisan yang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta. Yang membuat saya mengelus dada, arisan berondong ternyata benar adanya. Jadi siapapun yang menang arisan, akan mendapat hadiah berondong untuk diajak kencan. It's true!

              Tapi kan sosialita juga sering mengadakan kegiatan amal? Memang. Biasanya kegiatan amal yang mereka lakukan sesuai dengan kelas mereka. Misalnya saja penggalangan dana dengan konser musik atau peragaan busana. Berapa uang yang dibutuhkan untuk acara tersebut? Kenapa mereka nggak mengadakan acara yang sederhana saja agar dana bantuan yang terkumpul lebih banyak.

              Sebenarnya sosialita itu nggak salah, karena hanya merupakan gaya hidup yang mengikuti zaman agar terlihat eksistensinya. Masing-masing dari mereka nggak mau kalah dengan penampilan dan kepemilikan teman segroupnya. Kehidupan mereka mengarah ke arah hedonis. Ini yang berbahaya. Mereka mengutamakan harta kemewahan untuk hidupnya seakan-akan nggak bisa hidup tanpa barang mewah. Hei, apakah jika mereka kelak meninggal, harta tersebut akan menolongnya? 

              Saya jadi teringat ketika beberapa minggu lalu datang ke acara suatu yayasan yang peduli pada masalah kesehatan di sebuah mall elit di Jakarta Selatan. Tentu saja saya berpenampilan biasa sesuai dress code. Saya heran karena di acara itu ibu-ibu dari yayasan tersebut berpenampilan wah. Wah bajunya dan wah dandanannya. Acara dimulai dengan fashion show anggota yayasan. Duh duh mereka berlenggak-lenggok sambil berpose bak model terkenal. Hhhhmmm berapa duit yang digunakan untuk dandan dan perawatan mereka ya? Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan menampilkan 3 nara sumber yakni ketua yayasan, penulis buku kesehatan, dan praktisi fashion. Sang ketua yayasan hanya bicara sekian menit saja dibandingkan dengan dua narasumber lain yang tidak ada hubungannya dengan yayasan yang beliau pimpin. Duh,,

              Dari situ saya bergumam dalam hati, 'Ooooo gini to gaya hidup sosialita itu.' Saya ikuti jalannya acara tersebut. Satu jam acara berjalan tampak beberapa orang ada yang meninggalkan tempat duduknya dan nggak kembali lagi. Mengingat jam setengah lima saya belum sholat ashar, maka saya meninggalkan tempat tersebut dan mencari musholla. Lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang berdandan molek dan cantik tersebut? Apakah mereka juga mengingat Tuhan ketika panggilan itu datang? Atau mereka lebih sayang dengan dandanan mereka? Sampai saya selesai sholatpun, acara tersebut belum selesai. Dan ketika saya menunggu angkutan di depan mall, terlihat beberapa peserta keluar mall, mungkin acara tersebut baru saja usai.

              Lalu apa yang salah dengan kaum sosialita? Apalah artinya pakaian mahal, perhiasan blink-blink dimana-mana, serta berdandan cantik jika iman mereka kosong dan nggak peka dengan keadaan sosial di sekitarnya. Mereka secara tidak sadar telah menciptakan kesenjangan sosial yang sangat jauh. Seakan-akan hidup kita seperti terkasta bak langit dengan bumi. 

              Di akhir acara televisi yang saya tonton tersebut si host bertanya kepada salah satu bintang tamu yang seorang sosialita, kurang lebihnya begini, 'Apa pesan Anda kepada kaum sosialita yang lain?' Kemudian bintang tamu seksi tersebut menjawab, ' Ya kalau udah narik arisan jangan menghilanglah ya, kasian bandarnya, kalau arisan 5juta per bulan sih biasa tapi kalau ratusan juta, puyeng juga bandarnya.'

              Hahahaha ternyata dari mereka ada juga yang so[k]sialita toh. Kaum yang so[k]sialita kabur setelah mendapat uang banyak dan ketika si bandar mendatangi rumahnya ternyata hanya rumah sewaan. Apakah hidup mereka yang seperti itu akan tenang?

              Lebih baik hidup sederhana. Sederhana bukan berarti tak mampu. Sederhana bukan berarti nggak bisa beli barang branded. Sederhana berarti menyadari bahwa masih banyak yang membutuhkan dan menyadari bahwa semua itu milik-Nya.




              Continue Reading…

              Tuesday, October 07, 2014

              Soto Ayam Barokah, Segeeerr dan Murah

              Menemukan makanan yang murah, enak, dan seger di Depok kalau mau sebenarnya banyak tempatnya. Seperti soto ayam Barokah yang letaknya dekat dengan Detos, nggak jauh kok tinggal cari saja tempat yang ada gerobak soto bertuliskan nama soto tersebut.

              Sebenarnya saya dan Pak MJ nggak sengaja makan di situ, sekitar dua tahun lalu. Dulu sehabis jalan-jalan niatnya mau makan yang enak dan mengenyangkan. Setelah hunting nggak jelas akhirnya mampir di situ. Waktu itu sempat kepikiran harganya pasti mahal mengingat tempatnya di Margonda, dekat mall pula. Eh, ternyata nggak juga loh, nggak bikin bokek untuk kenyang. Dan, saya suka dengan soto yang kuahnya bening, cocok deh!



              Warung yang lapaknya permanen ini nggak kecil-kecil amat tempatnya. Pegawainya semuanya pria dan cukup cekatan jadi pas bagi yang kelaparan mau makan di sini. Seperti saya dan pak MJ, bulan lalu mampir ke sini sehabis berpanas-panasan di daerah Sawangan. 

              Saya lihat harga sotonya ternyata masih cukup amanlah untuk kantong. Soto yang nasinya dicampur dan dipisah selisih harganya tiga ribu rupiah. Tenang, pembeli bisa melihat daftar harganya yang ditempel di dinding dan di gerobak kok. 



              Hhhhhhmmmm, Margonda memang surganya kuliner..




              Continue Reading…

              Wednesday, October 01, 2014

              Alas Kaki Serat Bambu

              Bambu tentunya tak asing bagi kita karena di Indonesia tanaman ini sangat melimpah. Dimana-mana bisa ditemukan bambu dari ujung barat sampai ujung timur. Tanaman yang tak mengenal musim ini banyak sekali manfaatnya, diantaranya bisa dibuat menjadi serat. Bambu-bambu pilihan diproses dengan teknologi tinggi dengan mengambil serat dalam bambu lalu dicampur dengan bahan-bahan lain sehingga terbentuklah serat bambu.

              Serat inilah yang kemudian dipintal menjadi benang. Nah, bahan dasar inilah yang bisa dibuat menjadi aneka produk tekstil dan fashion, diantaranya handuk, baju, sapu tangan, celana, kaos kaki, bahkan sepatu. 

              Ya, sepatu dari bambu telah diproduksi di Indonesia. Kurangnya produksi secara massal, membuat harga alas kaki ramah lingkungan ini masuk kategori premium. Meski bahannya masih impor, tapi minat pembeli akan produk ini cukup tinggi. 

              Sepatu Serat Bambu dari Sumber

              Alas kaki dari serat bambu memiliki bentuk dan corak yang unik karena dibuat dengan cara dirajut. Serat bambu yang sudah dipintal menjadi benang lalu dirajut sesuai corak yang diinginkan kemudian diberi alas di bagian bawahnya.

              Dengan bahan alami maka sepatu serat bambu ini mempunyai kelebihan diantaranya :

              #Anti Bakteri

              Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bakteri dalam jumlah sama yang diletakkan pada kain katun dan serat bambu akan didapatkan hasil berbeda. Pada kain katun, bakteri akan berkembang biak dalam jumlah yang besar sedangkan pada serat bambu akan terbunuh dalam waktu 24 jam sekitar 75%.

              # Tidak Bau

              Permukaan serat bambu yang banyak cekungan dan lubang-lubang menandakan bahwa serat bambu memiliki daya kapilaritas yang tinggi sehingga mempercepat proses penguapan atau mengurangi kelembaban. Di samping itu, struktur pori-pori kecil khusus dalam serat mampu menyerap dalam kapasitas tinggi berbagai zat yang tidak sedap seperti formaldehid, benzene, amonia.

              #Anti UV

              Alas kaki ini dapat dipakai saat musim panas karena daya tembus serat bambu hanya 0,6% dibanding katun yang mencapai 25%. Ini berarti bahwa memakai alas kaki serat bambu tidak terasa panas atau sejuk.

              Mengingat banyaknya manfaat yang positif dari serat bambu seyogyanya pemerintah dapat mendorong industri pembuatan serat bambu agar tidak bergantung pada produk impor. Toh jumlah bambu di negeri ini sangat banyak.


              Referensi serat bambu silakan klik di sini








              Continue Reading…

              Mall Hewan Kurban

              Kalau mau membeli hewan kurban biasanya tempatnya di pinggir jalan dengan tenda seadanya. Kali ini ada tempat penjualan hewan kurban yang unik, berada di Jalan Akses UI, Kelapa Dua, Depok. Lapak ini milik H. Doni, yang juga pemilik showroom mobil. 

              Ide membuka mall unik ini berawal dari pengalamannya yang seorang importir sapi dari Australia sejak tahun 2000. Tempat penjualan sapi di Australia yang bersih dan nyaman membuatnya untuk membuka usaha serupa di tanah air. Maka, mulailah beliau membuka lapak sapi yang dirawat dan dijaga kebersihannya. Sapi-sapi yang ada di mallnya dirawat dengan baik. Bahkan, di setiap sudut ruangan dilengkapi AC. Jadi pengunjung dijamin tidak kepanasan.

              Layaknya mall, lapak kurban ini juga ada SPG-nya. Begitu pengunjung masuk akan disambut oleh mbak-mbak SPG yang cantik. Mereka membawa tablet yang terkoneksi dengan alat RFID (Radio Frequency Identification), berisi data-data mengenai sapi yang dijual di mall tersebut. Misalkan saja pengunjung mau membeli sapi A, SPG akan memasukkan angka yang tertera di telinga sapi tersebut. Tak lama, pengunjung akan mengetahui data mengenai sapi A meliputi jenis, harga, dan statusnya apakah sudah terjual apa belum. Canggih ya?

              Sumber dari sini 

              Sapi-sapi yang dijual di sini dilengkapi dengan asuransi. Hal ini tentu saja menguntungkan pembeli karena bila sapi yang dibeli sakit atau mati, maka sapi tersebut akan diganti. 

              Usaha milik H. Doni ini patut diacungi jempol karena beliau sangat kreatif dalam mengembangkan bisnisnya yang unik dan berbeda dengan yang lain. Hal ini tentunya membuat konsumen nyaman dan terlayani dengan baik sehingga keuntungan yang diraih juga tidak sedikit.


              Continue Reading…
              Powered by Blogger.

              Recent Posts

                Follow Me

                Page Views

                Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
                Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com