Thursday, November 27, 2014

Garuda Indonesia, Ajib!

Pengalaman pertama kali terbang dengan Garuda Indonesia bulan Februari kemarin saat ikut suami dinas ke Jepang. Campur aduk deh suasana hati saat itu. Seneng, pasti. Deg-degan, iya. Nggak sabar, tentu. Penasaran, banget! Gimana enggak penasaran, tiap suami pulang dinas pakai Garuda pasti ceritanya bikin mupeng. Saya yang menjadi pendengar kala itu hanya bisa berdoa dalam hati, semoga saya bisa terbang dengan Garuda Indonesia. Alhamdulillah, Tuhan mendengar doa saya :)

Suami mendapat tugas bersama satu orang temannya. Teman suami sudah terbang duluan memakai maskapai asing dengan rute yang sama dengan kami, yakni Jakarta-Narita. Kalau acara dinas pastinya semua akomodasi suami ditanggung kantor tetapi hal ini nggak berlaku untuk keluarga yang ikut. Jadi semua akomodasi milik saya praktis harus merogoh uang pribadi. Semula pihak kantor akan memesankan tiket maskapai asing yang sama dengan teman suami saya. Dasar kami pasangan yang ekonomis, ceki-ceki dulu dong ya tiket maskapai tersebut. Duwenk, mahal bo'. Setelah browsing sana-sini, akhirnya suami sreg dengan tiket Garuda Indonesia. Bisa dibandingkan tiket pesawat murah milik Garuda dengan maskapai lain dengan rute yang sama. Selisihnya lumayan banget. Bisa buat biaya hidup sebulan di sana loh. 

Kenangan Milik Suami

Pengalaman terbang dengan Garuda Indonesia tak kan saya lupakan. Saya masih ingat saat tas ransel diperiksa di bagian bea cukai. Sempat ditahan karena ada barang yang katanya nggak boleh dibawa. Lah, terus terang saya dan suami bingung karena merasa barang yang dibawa sesuai aturan. Dikeluarinlah barang kami satu per satu dari tas. Ternyata eh ternyata dua buah bumbu inti bergelaslah penyebabnya. Kami mempertahankan bawaan kami karena bagi kami itu bukan liquid tapi padatan. Teteeeep saja nggak boleh dibawa sama petugas bea cukai. Akhirnya petugas tersebut menyuruh suami untuk bertanya kepada staf Garuda. Setelah menunggu beberapa menit, suami datang bersama staf Garuda yang sayang saya lupa namanya. Staf yang masih muda tersebut bertanya ke kami dengan sopan,

 'Maaf, bapak, ibu, apakah nanti di Jepang lama?' 

Spontan kami menjawab, 'Lumayan, Mas, minimal tiga bulan.' 

Seketika itu pula staf yang tinggi tersebut memperbolehkan bumbu tersebut kami bawa. Yeay, baik banget staf Garuda. Daaaaan selama menuju ke lounge-nya Garuda, barang kami dibawakan loh sama mas tersebut. Ccccckkk, belum naik pesawatnya saja petugasnya sudah baik banget, yak. Pasti deh, petugas yang lain nggak kalah baiknya.

Benar saja, saat kami naik ke pesawat, sejumlah petugas yang kece-kece sudah menyambut kami dengan ramah. Mereka berpakaian rapi jali. Yang laki-laki berjas dan berdasi sedang yang perempuan memakai baju mirip kebaya dengan bawahan rok batik panjang. Wah, Indonesia banget. Mereka dengan sopan menanyakan kami seat nomor berapa dan langsung menunjukkan arah kemana kami harus menuju. Kami duduk di kelas ekonomi. Yang namanya ekonomi, beuh nggak kayak ekonomi maskapai lain. Sumpah nih, tempatnya lumayan luas dan penumpang dijamin nggak bakalan bosan karena ada banyak hiburan di Garuda. Mau ndengerin musik, oke. Mau nonton film, bisa banget. Mau ngegame, apalagi. Komplit banget deh hiburannya. Mau ndengerin lagu sampai diulang-ulang berapa kali pun, penyanyinya oke-oke saja tuh :)

Saya salut dengan pramugarinya. Mereka cantik-cantik. Yang patut diapresiasi, selain menugaskan pramugari Indonesia, pihak Garuda Indonesia juga menugaskan pramugari sesuai negara tujuan. Perpaduan yang pas. Pramugari asingnya tetap cantik kok memakai rok batik. Tak henti-hentinya mereka menawarkan minuman kepada kami. Saya juga melihat sendiri dengan sopan dan pelan mereka merapikan selimut penumpang lain agar nggak kedinginan. Di dalam pesawat tersebut saya dan suami duduk bersama satu orang Jepang. Sepanjang perjalanan, orang tersebut duduk tegak, tangan dilipat di dada, dan kepala menunduk. Tenang sekali orang tersebut. Saat pramugari mengambil sisa makanan di orang tersebut, gerakannya pelan dan hati-hatiii banget jadi nggak mengganggu aktivitas penumpang tersebut. Saat itu, saya sempat mikir pasti training pegawainya keren banget nih.

Kata suami saya yang sudah beberapa kali naik Garuda bilang kalau di Garuda jangan khawatir kelaparan. Makanan dan minumannya banyak kok. Mau minta tambah juga boleh. Bener loh, suami ternyata nggak bohong. Mau nambah minum, permen atau snack, boleh banget! Yang bikin saya takjub ternyata permen yang kondang di pasaran saja bungkusnya khusus untuk Garuda. Olalaaaaa, keren kan?

Sumber dari sini

Garuda Indonesia memang Indonesia banget, deh. Selain pramugarinya yang memakai batik, lagu-lagu yang diputar di pesawat juga lagu daerah Indonesia loh. Bahkan makanannya juga. Khusus untuk makanan Indonesia ternyata banyak disukai penumpang. Buktinya saya yang duduk di belakang nggak kebagian makanan Indonesia. Antara senang dan sedih sih. Senang karena makanan Indonesia sangat diminati baik penumpang lokal ataupun penumpang asing. Sedih karena saya sangat suka dengan makanan Indonesia dan nggak terbiasa dengan makanan asing. Sumpah ya, saya nggak henti-hentinya mengagumi maskapai terbaik Indonesia ini. Dari awal memang maskapai ini ingin memberikan kesan kepada penumpang bahwa kalau naik Garuda itu ya serasa di Indonesia. 

Pengalaman yang sama saya rasakan sewaktu kembali ke Indonesia. Jujur, ketika di Bandara Narita dan mengantri di bagian loket Garuda ada perasaan bangga dalam diri saya. Bangga karena saya naik maskapai negeri sendiri. Bangga karena banyak turis asing yang naik Garuda juga. Apalagi ada tulisan 'Indonesia'-nya, semakin melambungkan nama negeri ini di mata internasional. 

Beruntungnya kami naik Garuda Indonesia dari Narita ke Jakarta. Kenapa? karena pengurusan imigrasi dilakukan di pesawat, ciiiinnn. Jadi nggak usah capek antri ketika turun nanti. Petugas imigrasi akan keliling dan menghampiri kita. Prosesnya juga cepet banget. Pelayanan ini sangat memudahkan dan menguntungkan penumpang karena membuat waktu lebih efisien. Hal ini berbeda dengan yang dialami teman suami saya. Dia yang naik maskapai asing harus ngantri dulu di imigrasi setibanya di Jakarta. Top banget deh, maskapai terbaik Indonesia ini. 



Lah, kok saya cerita tentang penerbangan ke luar negeri ya? Emang penerbangan domestik gimana ya? Duh, jangan ditanya ya. Semua penerbangan baik dalam maupun luar negeri sama enaknya kok. Bapak saya saja dengan bangga cerita kalau sudah pernah naik pesawat meski sekali, sewaktu Bapak dinas ke Jakarta  dari Semarang. Beliau tuh ya kalau cerita terdengar ada rasa senang, kagum, dan bangga bisa naik Garuda. Ih, ini beneran loh, nggak lebay. Coba deh, sampai sekarang kalau kita terbang dan ditanya 'naik apa' lalu kita menjawab 'Garuda' pasti deh ada perasaan bangga dan si penanya juga bilang 'oooohh Garuda' dengan maksud 'wah'. 

Bener nggak?

Diiyain aja ya *maksa*

Nah, untuk meramaikan penerbangan domestik kini Garuda Indonesia membuka penerbangan rute baru di kota Kalimantan diantaranya ke Balikpapan dengan Garuda Balikpapan. Pembukaan rute baru ini merupakan komitmen Garuda Indonesia untuk meningkatkan penerbangan dalam negeri dan mempercepat konektifitas antar kota di Indonesia. Wow, komitmennya tinggi untuk kemajuan Indonesia. Salut!! Eh ada berita bagus nih, harga tiket Garuda Balikpapan diskon 25% sampai 15 Desember 2014. So, buruan dapetin tiketnya!!

Terbanglah terus Garudaku, terbanglah tinggi. Tunjukkan kepada dunia kegagahanmu itu. Garudaku, Engkau memang kebanggaan Indonesia. Aku bangga terbang bersamamu. 



Postingan ini diikutkan dalam Lomba Blog Garuda Indonesia

2 comments:

  1. Kalau pergi Garuda tetep pilihan pertama. Kalau nggak memungkinkan baru deh hunting maskapai lain :)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com