Wednesday, December 03, 2014

Tips Naik Kopaja 63 Biar Dapat Duduk

Kopaja itu bus kota warna hijau yang bersliweran di Jakarta. Angkutan ini sangat murah makanya fansnya banyak banget meski bentuk dan mesinnya sudah nggak layak. Kalau di Depok, adanya kopaja 63, satu-satunya kopaja yang menghubungkan Depok ke Jakarta, tepatnya Blok M. 

Selama tiga tahun saya menjadi fansnya. Biyuh-biyuh, jangan ditanya deh gimana rasanya. Perjuangan untuk naik kopaja 63 itu gilak banget. Bayangin ya, kalau mau mendapat tempat duduk di jam-jam sibuk, harus berangkat pagi dari rumah. Sampai terminal kalau sudah jam enam lewat, pasti penuh apalagi jam setengah tujuh sampai sampai delapan pagi. Belum lagi hari Senin-Rabu, penuh buanget!! Nyampai terminal, harus ikutan antri di depan pintu terminal untuk bisa naik kopaja 63 yang baru datang. Kalau si ijo udah kelihatan dari jauh, ada yang rela menyebrang dan lari-lari demi mendapatkan tempat duduk. Kalau udah di terminal, beuh pada rebutan tuh, nggak mikir dia laki atau perempuan, yang ada hanya siapa cepat dia dapat.

Saya udah rebutan untuk dapat duduk, tetep nggak dapat. Akhirnya berdiri. Mana lama lagi ngetemnya. Padahal di terminal masih ada kopaja 63 yang lain loh. Kenapa nggak dipake aja sih? Daripada nganggur kan? Toh ini untuk penumpang juga. Nggak habis pikir deh, apa ini akal-akalan sopir dan krunya biar kejar setoran.

Memang, kopaja ini selalu penuh, manusia disuruh berbaris sampai mepet pet dan nggak ada sela untuk gerak. Mana panas pula. Mirip ikan yang dipanggang. Gilak banget deh. Belum lagi macetnya. Dari UI terus Pancasila, kadang LA dan Tanjung Barat macetnyaaa amit-amit. Ini masih nyambung sampai tol terus Ampera dan Antasari loh. Apalagi setelah Pasar Inpres ada fly over, biasanya kopaja ini putar baliknya jauh banget. Ckckckck, kalau ingat itu ya, saya kadang tertawa. Menertawakan diri sendiri yang berjuang keras di ibukota *tsaaahh*. Soalnya cuma itu angkutan yang melewati kantor saya. Pernah sih nyoba rute lain, naik Deborah terus nyambung kopaja 615, ujung-ujungnya sama, muacet, malah lebih lama dan lebih mahal jatuhnya. 

Baru-baru ini saya naik kopaja 63 loh tapi nggak pas jam sibuk. Jam 9 nyampai terminal. Alhamdulillah nggak ada drama rebutan tempat duduk sih. Meski naiknya siang, banyak juga loh penumpang yang berdiri. Umumnya mereka turun di Cilandak. Saya sangat menikmati perjalanan tersebut. Bernostalgila masa-masa mengabdi dulu, bernostalgila menyapa gedung-gedung lama yang masih saya hapal dan menyapa gedung-gedung baru yang cantik dan tinggi.  Heran, pesona kopaja 63 dari dulu sampai sekarang nggak pudar. Padahal mesin-mesin yang ada sudah pudar semua. 

Berdasarkan pengalaman ini, saya punya tips untuk naik kopaja 63. Simak ya :

1. Kalau mau mendapat tempat duduk, berangkat kudu pagi. Kalau perlu berangkat subuh. Saya pernah lihat tuh, kopaja 63 jam 05.15 sudah ada yang jalan, masih sepi.

2. Kalau kesiangan, siap-siap ikutan antri di pintu terminal (sebelum pos). Kalau ada banyak orang berdiri disitu biasanya mereka pada ngantri kalau nggak Deborah ya kopaja 63. Kedua bus ini primadona banget di Depok. 

3. Kalau melihat bus warna hijau di kejauhan dan mau masuk terminal, pasti itu kopaja 63. Nah, buruan deh samperin, lari sekencang-kencangnya, rebutan tempat duduk.

4. Jangan antri di dalam terminal, pasti nggak dapat tempat duduk kecuali kalau berangkat siang banget.

5. Siapin ongkosnya di tempat yang mudah dijangkau, seperti di kantong tas, saku depan. Jangan taruh ongkos di dalam dompet karena itu bisa bahaya dan bakalan ribet, kopaja 63 penuh banget, ciiiin. Lebih baik waspada dan ambil praktisnya saja. Oia hati-hati sama barang bawaan terutama dompet. Mendingan dompet taruh di dalam tas. 

Sepertinya itu dulu deh, tips naik kopaja 63. Maap ye, saya ngasih tips nggak keren.


9 comments:

  1. Belom pernah naik 63 euy. Palingan 620. Hihihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiyaaaa sama, belum pernah juga naik 620.
      Sampai sekarang saya cuma hapal rute rumah-kantor doeloe

      Delete
  2. Eaaaa judulnya. Kadang memang orang gitu, ngikut aja bergerombol, rebutan, padahal ada banyak cara, seperti tips ini. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walah tipsnya juga liat kanan-kiri maaakk :)

      Delete
  3. Sebagai laki-laki, saya hobi buat mengalah. Jadi meski udah dapet tempat duduk, pasti ga bakal bertahan lama.
    Ini kasusnya di bus damri, tapi setipe lah sama kopaja mungkin.

    ReplyDelete
  4. @Arif : wah, makasih atas sikapnya Mas Arif. Kadang ada beberapa orang yang cuek meski dia laki2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi seringnya kalau naik kendaraan pasti ga bisa kalau ga tidur. Baru beberapa menit bisa langsung bobo ganteng. Kalau udah gini ya maaf pasti bakal cuek. Cuek fisiologis. :D

      Delete
  5. tips'y keren mak... ^_^,oiya dlu wkt sy ngontrak dicawang sy pernah tuh naik kopaja,ampunnn deh badan "gemeter" krn mesin'y yg gedebrak gedebruk ituloh,blm lgi klo pas belokan,siap2 pegangan yg kenceengg... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halah maaak tips kayak gini kok keren. Hahaha seru kan ya naik kopaja. Tapi kalau fasilitasnya lbh baik pasti akan lbh byk lagi yg naik

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com