Friday, January 30, 2015

Pengalaman Membangun Rumah Sendiri

Mempunyai rumah pasti seneng, dong, apalagi kalau rumah pertama. Hal ini pasti dirasakan semua orang. Untuk menentukan rumah yang kami tinggali ini, awalnya saya dan suami sempat bingung. Mau beli rumah ready stock di komplek, beli rumah second, atau beli tanah lalu dibangun sendiri. Semua tahap tersebut sudah kami jabanin satu per satu dan akhirnya kami memutuskan untuk membeli tanah. Banyak banget pengalaman yang kami dapat saat membangun rumah sendiri.

Pilihan membangun rumah sendiri bukannya kami sok-sokan, apalagi baik saya maupun suami tidak punya ilmu arsitek atau sipil sama sekali. Tapi suami pernah ikut seminar tentang properti dan kami juga bermimpi suatu saat akan mempunyai usaha di bidang properti *aamiin. Karena ini pula, mau nggak mau suami belajar otodidak mengenai dasar membangun rumah. Sedang saya, bagian doa dan penggembira aja, hihihi. Sumpah, saya diterangin berkali-kali soal teknik tetep aja nggak mudeng. Tiap orang berbeda kan ya *ngeles. Nah, pilihan kami ini terbilang nekat dan berani karena membangun di daerah rantau yang jauh dari saudara. Meski ada kendala tapi kami dapat mengambil pelajaran dari kendala tersebut.

Kalau ingat kendala sewaktu membangun rumah tahun 2011 lalu, ada yang membuat kami geleng kepala dan sedih tapi itu semua menjadi cerita yang nggak bakal dilupakan hihihi. Memang benar, tiap rumah itu ada ceritanya. Dan, cerita atau kendala yang kami hadapi saat itu buanyak buanget, secara kami memang mulai dari NOL, kakaaak *kayak petugas SPBU. Ah, nggak usah diceritain ya kendalanya. Biar saya, suami, dan Tuhan aja yang tahu hihihihi.

Kalau di daerah asal saya, sebenarnya membangun rumah sendiri merupakan hal biasa. Tinggal memanggil tukang langganan, bilang pengen ini-itu, langsung dikerjain. Tapi ketika saya berada di rantau yang mana sekarang lebih banyak membeli rumah jadi di komplek, mungkin pilihan membangun sendiri menjadi hal yang jarang karena mungkin nggak ada waktu atau nggak mau repot untuk mengurusi ina-ini-itu. Membangun rumah sendiri walaupun ribet dan butuh kesabaran ekstra tapi secara keseluruhan kami puas meski masih ada kekurangannya. Kepuasan tersebut karena kami bisa mewujudkan rumah sesuai harapan yang mana hal ini jarang didapat kalau membeli rumah jadi. 

Dari pengalaman saya dan suami, hal-hal yang perlu diperhatikan saat membangun rumah sendiri antara lain :

1. Amankan Lokasi

Jika jarak waktu membangun rumah masih lama dengan waktu membeli tanah, katakanlah minimal sekitar 3 bulan lagi, sebaiknya tanah atau lokasi yang akan dibangun, diberi pagar pembatas agar tanah tersebut tidak disalahgunakan orang lain. Atau bisa juga dititipkan orang yang tinggal di situ agar dirawat. Kalau nggak, bisa-bisa tanah tersebut ditanami atau didirikan bangunan yang mana saat kita mau bangun, mereka minta ganti rugi. Padahal mungkin saja mereka nggak lapor ke kita dan jelas-jelas mereka salah tapi susah banget mengatasi hal ini. Hhhmm, ini kejadian yang kami alami dan membuat kami harus merogoh uang untuk ganti rugi. 

2. Kontraktor atau Tukang

Jika teman-teman punya kenalan kontraktor, lebih baik menggunakan jasa kontraktor tersebut. Kalau kita kenal dengan baik, sharingnya pun akan enak. Kalau nggak punya kenalan, bisa minta tolong teman untuk membantu mencarikan. Bisa juga mencari kontaktor atau tukang dari daerah asal. Hal ini bisa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau misalnya membawa tukang dari daerah asal, pikirkan juga tempat tinggal mereka. Apakah tinggal di bedeng atau dikontrakkan sementara.

Nah, kontaktor atau tukang ini harus jelas perjanjiannya di awal. Apakah hanya memakai jasanya saja atau semua diserahkan ke kontraktor, mulai dari design, jasa, dan bahan bangunan. Diskusikan segala hal dan buatlah perjanjian yang jelas dan baik. 

Untuk design, sebaiknya kita juga aktif bertanya agar bangunan dan ruangan yang ada nantinya sesuai harapan. Jangan sampai salah dalam peletakan ruang, kudu detail termasuk soal saluran pipa dan listrik. Jujur, saya angkat tangan masalah ini palingan komen soal bentuk bangunan dan penataan ruang aja sedang yang detail serahkan ke suami.

Saya dan suami awalnya menghubungi kontraktor yang juga kenalan sewaktu seminar properti karena beliau sibuk dan telat merespon jadi kami cari kontaktor lain di internet. Kami hanya pakai jasanya saja.


3. Surat-surat

Sebelum membangun sebaiknya surat-surat dilengkapi dulu. Cek SHM sudah dibalik nama atau belum, cek PBB-nya sudah lunas atau belum, cek IMB-nya sudah dibikin belum. Surat-surat ini penting banget karena merupakan senjata ampuh kita kalau ada yang memprotes atau melarang pembangunan rumah tersebut. Nggak mau dong, sudah keluar uang banyak ternyata ada surat yang bermasalah. 

Pada kasus saya, hanya IMB yang prosesnya lama karena ada pergantian pejabat atau gimana, nggak jelas. Waktu itu IMB sudah diurus tapi keluarnya lamaaaa banget. Hal ini nggak mungkin kami tunggu karena akan menghambat proses pembangunan itu sendiri. Kejadian saat membangun, lokasi sering didatangi petugas yang mengira bahwa kami belum mengurus IMB. Berbekal surat sementara dari pihak yang mengurus, kami tunjukkan surat tersebut dan dinyatakan aman. 


4. Keuangan

Nggak ada uang, nggak jalan. Iya, betul banget. Keuangan yang mepet membuat kami harus mencari bank yang mau menerima ajuan kredit kami. Semua ajuan kredit pembangunan rumah diusahakan sendiri. Mulai  googling syarat dan ngelist bank, telepon bank dan menemani survey dari bank. Kami mencari bank yang bunganya flat. Untung ada bank yang mau menerima meski saat itu masih terkendala IMB. 

Membangun rumah itu kok rasanya uangnya kuraaang terus padahal waktu itu kami ditarget dari bank untuk pencairan dana selanjutnya. Kalau uang habis nggak tiba-tiba telepon bank langsung cair. Dana cadangan kami siapkan yakni nyari hutangan ke saudara, hihihi. Meski awalnya berat mau nggak mau itu sudah menjadi kewajiban. Alhamdulillah dari jangka waktu kredit 10 tahun, kami bisa melunasi di tahun ke-3. Endingnya ya ngos-ngosan lagi karena kami ngosek tabungan sampai resik hihihi. Alhamdulillah, tahun bebas KPR bisa dilaksanakan. 

Pengelolaan keuangan yang baik wajib diperlukan karena sewaktu-waktu harga bahan bangunan bisa berubah, misalnya saat kenaikan BBM. Kejadian seperti itu tiba-tiba tapi efeknya luar biasa, harga bahan bangunan naik sedikit saja, efeknya sudah lumayan, karena bahan bangunan itu pengalinya banyak. Saat membangun rumah, masa-masa pedih dan irit dinikmati dulu, nggak papa, wajar kok. Ingat saja akan hasilnya dan jangan lupa cicilannya, hihihi.


5. Bahan Bangunan

Masalah bahan bangunan, kami tidak menyerahkan ke kontraktor jadi suami yang sibuk kesana kemari mencari info toko mana yang harganya lebih murah. Satu toko nggak semua murah. Ada yang murah di bagian bata, pasir, dan semen tapi mahal di harga besi. Pun begitu saat mencari kusen. Alhamdulillah, suami dapat toko bangunan yang dekat rumah dan bisa ngutang hihihi. Meski bisa ngutang, tapi kami nggak menyalahgunakan kepercayaan tersebut. Alhamdulillah sampai sekarang silaturahim masih baik dan kami sering diberi harga murah dan dapat bonus kalau beli di sana.

Oia, untuk menghindari belanja bahan bangunan yang berlebih, kita harus bekerja sama dengan toko bangunan. Pastikan order hanya dari kita bukan tukang. Jadi kalau ada tukang order ke toko tersebut, kami minta jangan dilayani. Hal ini untuk memonitoring pengeluaran. Kumpulkan nota-nota bahan bangunan karena terkadang pemilik toko salah memberi harga, jadi kita bisa cek harga-harganya. Lumayan lho, kalau ada selisih harga karena ya tadi, bahan bangunan itu pengalinya banyak. 

Kalau diajak ke toko bangunan yang nggak bisa kredit dan tempatnya bagus, saya kadang seneng karena melihat keramik dan printilan rumah yang dijual kok bentuknya lucu-lucu. Kalau pengin, lihat harga, dan kembali ke tujuan semula saja, hihihi. Takut jebol soalnya. Ingat, pengelolaan keuangan harus dijalankan dengan baik. 

Itu pengalaman saya membangun rumah sendiri. Hhhmmm, saya yakin setiap rumah mempunyai cerita yang berbeda. Setiap rumah pasti mempunyai kenangan yang tak dilupakan pemiliknya. Dan, tiap rumah perlu usaha untuk mewujudkannya. Jika teman-teman berniat membangun rumah sendiri, jangan lupa poin-poin di atas, ya, siapa tahu bisa membantu.


Update Januari 2017 :
Maaf, kolom komentar saya tutup karena banyaknya komentar spam yang masuk. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa lewat email di 'kontak' atau 'about me', ya. Terima kasih.^-^

























Continue Reading…

Thursday, January 29, 2015

Saya Bukan Kamu

Iya, saya bukan kamu. Plis, jangan disamain, ya.

Manusia itu kodratnya untuk bersosialisasi entah di lingkungan rumah atau di tempat kerja. Tapi kalau ternyata lingkungan tempat untuk bersosialisasi tidak memberikan dampak yang baik ke diri kita bagaimana? Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus membohongi diri sendiri agar diterima oleh mereka?

Mengenal lingkungan yang asing atau pertama kali pasti butuh penyesuaian. Pun begitu yang saya lakukan. Mencoba membaur dengan mereka secara keseluruhan untuk mengetahui karakter orang di sekitar saya. Menurut saya ini penting karena mereka yang nantinya akan berhubungan dengan kita sehari-hari. Mengetahui cara mereka berbicara atau melihat penampilan mereka, kadang saya tahu bagaimana watak orang tersebut. Dengan dasar ini membuat saya untuk lebih berhati-hati menghadapi orang.

Berbaur dengan orang lain lambat laun pasti kita akan merasakan nyaman atau tidaknya berkomunikasi dengan mereka. Banyak orang yang baik dan suka membantu dengan ikhlas. Kadang juga ada perasaan nyaman dan sepaham dengan mereka. Atau ada aja orang yang kadang bikin bete karena sikap dan omongannya yang sering nyakitin. Menghadapi orang seperti itu lebih baik saya menjaga jarak. Berusaha menghindari percakapan dengan orang-orang yang berada di barisan suka nyinyir. Di sini, saya akan menjadi diri sendiri. Bukan apa-apa, saya takut terkena dampak negatif dari omongannya. Hati cepet panas soalnya, hihihi. 

Bergaul tanpa meninggalkan kenyamanan diri sendiri rasanya enak banget. Lah, kalau kita berpura-pura menjadi orang lain buat apa? Toh, lama-lama yang namanya sikap dan watak pasti akan ketahuan juga kok aslinya. Bila saya dihadapkan pada situasi yang kurang nyaman, saya lebih banyak diam. Saya ingin berdamai dengan diri saya sendiri. Saya nggak mau terlibat pembicaraan yang membuat hati nggak nyaman lebih jauh. Pelan-pelan saya akan menjaga jarak dan ngomong seperlunya dengan orang tersebut.

Meski kadang serba salah dengan keadaan itu, tapi saya lebih mencintai diri sendiri. Bukan egois, lho. Lebih baik membaur dengan cara yang positif misalnya ikut pengajian atau arisan daripada ikut nimbrung obrolan yang nggak jelas muaranya. Bahkan beberapa diantaranya pada minta hutangan, kakaaaaak. Mumet kalau sudah berada di situasi ini. Sebisa mungkin saya menolak. Bukan apa-apa karena ujung-ujungnya saya yang nodong ke suami dan malah ditanya macem-macem. Daripada urusan dalam negeri berantakan, lebih baik say NO untuk urusan luar yang seperti itu. Kalau ada kegiatan yang positif, saya usahakan untuk ikut terlibat. Tapi untuk urusan yang membuat hati nggak nyaman, maaf saya harus bilang TIDAK!

Menjadi diri sendiri dan selalu bersyukur atas apa yang ada akan membuat kita jauh lebih nyaman. Bersosialisasi tanpa pilih kasih dengan cara positif masih bisa dilakukan kok. Bukan pencitraan tapi kenyamanan. Dan saya memilih demikian karena saya bukan kamu. 








Continue Reading…

Wednesday, January 28, 2015

Waspada Buah Impor

Kemarin saya menonton berita yang bikin kaget. Kabarnya apel impor dari AS yaitu Granny Smith dan Gala terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Meskipun Kementan menjamin bahwa apel impor yang saat ini beredar di pasaran aman dari Listeria tapi hendaknya kita harus waspada. Apalagi bagi ibu sebagai gerbang utama masuknya pangan di rumah. Untuk amannya, lebih baik kita waspada terhadap buah impor dan mengonsumsi buah lokal saja. 

Sampai dengan Januari 2015, berdasarkan data dari Center of Disease Control (CDC) AS, puluhan warga AS dilaporkan terinfeksi Listeria dari apel tersebut bahkan beberapa diantaranya meninggal. Di Malaysia pun apel dari AS sudah dilarang peredarannya.

#Bakteri Listeria monocytogenes

Bakteri ini ditemukan pertama kali pada tahun 1926 oleh E. G. D. Murray pada kasus kematian anak kelinci.  Berbentuk batang dan dapat hidup sampai suhu 3 derajat celcius. Makanya bakteri ini dapat hidup di almari pendingin atau pembekuan. Tahun1981 dilaporkan adanya wabah listeriosis sebanyak 41 kasus dan 18 diantaranya meninggal. Wabah ini kebanyakan menyerang wanita hamil dan neonatal. Sampai sekarang L. monocytogenes dikenal sebagai bakteri yang berbahaya di industri makanan.

Bakteri listeria bisa ditemukan pada susu mentah dan produk olahannya, sayuran mentah, buah-buahan, daging merah, dan ikan mentah. Jadi bisa saja bakteri listeria ditemukan pada susu, daging, dan sayuran yang telah disimpan di lemari pendingin dalam waktu lama. 

Gejala listeriosis berlangsung sekitar 7-10 hari dengan tanda umum seperti demam dan nyeri otot. Bisa juga disertai mual dan diare. Bila menyebar ke sistem saraf dapat menyebabkan meningitis. Disebutkan bahwa listeria lebih berbahaya daripada Salmonella. Bakteri Salmonella menyebabkan kematian 1%, sedangkan Listeria 25%. 

Bakteri Listeria Monocytogenes termasuk bakteri yang kerap menempel pada kulit apel. Jika suka mengonsumsi apel dengan kulitnya, sebaiknya dicuci secara menyeluruh sampai bersih di air mengalir. Akan tetapi mengupas kulit apel merupakan cara yang terbaik untuk menghindari infeksi bakteri ini. Pencegahan total terhadap bakteri ini tidak bisa dilakukan. Lebih baik mengonsumsi buah yang benar-benar matang karena bakteri ini baru bisa mati pada suhu 75 derajat celcius.

#Buah Lokal

Dengan semakin terbukanya pasar perdagangan bebas, saat ini buah impor jumlahnya berlimpah bahkan melebihi jumlah buah lokal. Hal ini menyebabkan harga buah lokal terkadang lebih mahal dibanding buah impor. Sebenarnya mengonsumsi buah lokal adalah cara terbaik untuk menghindari infeksi bakteri yang saat ini masih menjadi momok. Meski tampilan buah lokal tak semenarik buah impor, tapi buah lokal rasanya lebih unggul, lebih segar dan lebih lezat. Hal ini karena negara kita beriklim tropis dengan tanahnya yang subur dapat menghasilkan buah yang rasanya lebih kuat dan lebih enak dibanding buah impor. 

Selain itu kandungan gizi buah lokal lebih baik dibanding yang impor karena tidak memerlukan waktu penyimpanan dan proses pengawetan yang lama. Asal tahu, buah impor terkadang membutuhkan waktu penyimpanan selama 6 bulan sampai setahun. Proses penyimpanan dan pengawetan yang terlalu lama akan mengurangi kandungan gizi dalam buah baik vitamin maupun mineral. 

Buah Lokal di Rumah

Mengonsumsi pangan lokal dapat mengurangi resiko terkena penyakit degeneratif, seperti jantung, diabetes, kanker, dan stroke. Buah lokal dapat bertindak sebagai detoksifikasi, mencegah peningkatan kolesterol, dan tidak ada racun di dalamnya. Konsumsi buah impor bisa saja beresiko terhadap kesehatan lebih besar karena buah tersebut mungkin saja disemprot pestisida atau dilapisi fungisida untuk mencegah pembusukan. 

Meskipun demikian, ada beberapa buah impor yang tidak bisa ditanam di Indonesia karena masalah iklim padahal manfaat buah tersebut sangat bagus untuk kesehatan. Misalnya buah kurma, kiwi, dan pear. Jadi, buah-buah impor memang masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang terus melonjak apalagi petani kita sendiri belum mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. Diperlukan upaya yang panjang agar buah lokal dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi konsumsi buah di Indonesia masih rendah sekitar 35kg/kapita/tahun dibandingkan dengan Jepang yang sudah 150kg/kapita/tahun. 


Sumber :



















Continue Reading…

Tuesday, January 27, 2015

Memakai Domain Sendiri Bagi Pemula

Kalau saya ditanya mengapa domain berubah yang dulunya ada blogspot-nya sekarang hanya pakai .com alasan cuma satu, agar mudah diingat. Ya, itu alasan yang utama mengapa saya memakai domain sendiri. Hihihi maklum, alamat saya waktu itu agak alay, padahal saya sama sekali nggak alay, lho. Awalnya cuma pengin menyamakan nama email, nama blog, dan nama akun sosmed. Eeee ternyata persepsi saya salah. Ternyata pemikiran kita nggak bisa disamakan dengan pemikiran orang lain. Penginnya satu nama untuk semua ternyata malah susah diingat dan diucapkan.

Iya, domain saya dulunya pi23tz.blogspot.com sekarang menjadi pipitwidya.com. Mudah yang mana mengingatnya? Mudah yang mana mengucapkannya? Saya menyewa domain di Qwords. Sewa domain ternyata nggak mahal dan prosesnya cepat banget. Kalau dihitung sebulan kita cuma mengeluarkan uang sepuluh ribu aja, kok. Banyak banget web yang menyediakan jasa domain dan hosting. Tinggal cari saja yang cocok dengan teman-teman.

Biasanya kalau sewa domain itu sekalian dengan hosting. Waduh, saya nggak ngerti banget masalah ini. Awalnya sempat maju-mundur dan googling sana-sini soal hosting. Jujur, kalau sewa hosting saya masih berat nodong ke suami hihihi. Maklumlah, saya bukan blogger, saya hanya orang yang suka menulis di blog dan belum bisa mendapatkan penghasilan melalui blog. Saya ngeblog karena suka menulis dan ingin berbagi. Itu motivasi saya ngeblog.  Soal hosting, saya pernah bertanya kepada Mba Shintaries, salah satu pengisi acara Fun Blogging. Kata beliau, untuk blogspot nggak pakai hosting nggak papa. Kata teman saya yang jago IT, hosting itu perlu. Nah lo, bingung kan? Karena saya pemula dan nggak mau ribet dan pengin irit, jawaban dari Mba Shintaries bagaikan minum air putih saat buka puasa *halah. Saya seakan mencari pembenaran atas pemikiran sendiri. Kalau masih tidak perlu hosting, ya sudah nggak usah dulu nggak papa. Yang penting, nama blog saya sudah berubah dan gampang diingat, nggak seperti anak alay lagi hihihi. Dan, saya masih bisa menulis di blog kan? *tsaaah.

Bagaimana dengan platform yang lain? Jangan tanya saya, kakaaaaak. Lebih baik bertanya kepada yang lebih tahu dan lebih berpengalaman. Saya nggak mudeng masalah beginian hihihi. Maaf. 

Namun meski sudah domain sendiri, isi postingan tetap yang terpenting. Ada yang bilang content is the king, itu memang benar. Nggak percaya? Ada lho, blogger yang memakai domain gratis tapi mereka sering mendapat job karena tulisan mereka yang bagus. Mereka tetap profesional menulis di blog dengan gaya tulisan sendiri dan pembahasannya juga mendalam sehingga menarik untuk dibaca. 

Kalau teman-teman termasuk pemula di dunia blog dan mau memiliki domain sendiri, sebaiknya memilih domain itu yang :

1. Gampang diingat dan diucapkan

Carilah nama domain yang mudah diingat dan diucapkan. Sebaiknya nama domain jangan terlalu panjang dan rumit yang kadang membuat orang lain susah mengingat dan menuliskannya. Bagi kita mungkin nama tersebut unik dan mudah, tapi pemikiran kita belum tentu sama dengan pemikiran orang lain. Ini mirip kasus saya yang telah dibahas di awal paragraf.

2. Tidak multi tafsir

Penggunaan angka, kata yang mirip, atau penggunaan tanda strip (-) bisa menimbulkan salah tafsir bagi orang lain. Sebaiknya hindari penggunaan itu dalam memilih domain. Misalnya pipit2.com bisa diucapkan pipitdua.com atau malah dikira pengulangan kata 'pipit' jadinya pipitpipit.com. 

Penggunaan kata yang mirip dan (-) sebaiknya dihindari karena hal itu membingungkan kita untuk mengucapkannya atau membuat orang lain susah mengingat dan bisa terjadi salah tafsir dengan alamat domain kita. Rugi dong kalau begini, sudah membayar domain tapi malah menimbulkan persepsi alamat yang berbeda. Iya kan?

3. Bisa untuk branding 

Pilihlah domain yang bisa menjadi branding bagi diri kita. Bisa saja memakai nama sendiri tapi jangan terlalu panjang atau mencari nama yang menjadi ciri khas blog kita. Misalnya kalau suka memasak bisa memberi nama dapurpipit.com. Nah, hal-hal yang menjadi branding blog, akan memudahkan orang untuk mengingat dan kalau beruntung bisa dilirik oleh agency atau pihak lain yang ingin bekerja sama dengan kita. 

Itu cerita saya mengenai domain sekaligus tips bagi teman-teman yang mau memakai domain sendiri. Semua kembali ke diri kita masing-masing. Apakah teman-teman sudah puas dan nyaman memakai domain gratis? Atau pengin memiliki domain sendiri?













Continue Reading…

Monday, January 26, 2015

Saya Ingin Sehat

Mungkin beberapa teman yang mampir ke blog saya, akhir-akhir ini sering banget menemukan postingan tentang kesehatan, utamanya tentang gizi dengan hastag #10HariNonstopNgeblogGizi. Baiklah, saya akan cerita bagaimana awalnya saya yang sok-sokan menulis tentang gizi. Karena apa? Saya ingin sehat dan ingin berbagi tentang gizi. 

Awalnya tidak sengaja membaca info dari grup yang saya ikuti. Info tersebut menyebutkan bahwa dalam menyambut hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari, akan ada tantangan menulis tentang gizi selama 10 hari. Wah, kebetulan banget, nih. Saya merasa tertantang. Bukan soal hadiahnya. Tapi, karena saya kebetulan pernah nyicipi ilmu kesehatan, terutama peminatan gizi. Setelah kuliah, saya bekerja selama 6 tahun tapi nggak ada hubungannya dengan gizi. Tiga tahun bekerja pada rumah sakit plat merah di Semarang tapi selalu utak-atik data, biasanya anggaran dan pencapaiannya. Sedangkan pas pindah di Jakarta, nggak beda jauh meski bukan di bagian yang sama. Lagi-lagi, saya ngutek-utek angka yang njlimet bin pusing.

Nah, sejak suka menulis di blog memang saya mempunyai keinginan untuk menulis tentang gizi minimal satu postingan saja. Lah, siapalah saya ini. Mahasiswa juga biasa saja, ilmu juga masih cetek banget. Maka dengan adanya info mengenai menulis tentang gizi, saya menyambut dengan antusias. Seakan keinginan tersalurkan lewat tantangan ini. Meski awalnya telat, tapi katanya saya masih bisa ikutan. Eh, saya juga pernah telat posting, tapi cuek. Yang penting nulis tanpa tahu apakah saya sudah kena diskualifikasi atau belum hihihihi. Saya melakukan ini karena saya suka, karena saya ingin berbagi. Meski begitu, saya nggak asal-asalan mencari referensi, lho. Saya googling dan membaca dulu referensi tersebut serta dilihat darimana sumbernya. Soalnya saya takut kalau memberikan informasi yang kurang akurat. Seeebisa mungkin, saya sampaikan informasi yang saya peroleh dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami karena pembaca blog ini beragam, bukan hanya orang yang tahu tentang ilmu kesehatan.

Lalu, apakah yang saya tulis itu hanya teori saja? Meski hanya teori, pasti nggak asal teori, dong. Teori tersebut dibuat pasti sudah melalui beberapa penelitian dan bertujuan baik bagi pembaca. Tapiii, dalam kehidupan sehari-hari, saya nggak plek jiplek teori. Jujur, saya dan suami menerapkan beberapa ilmu kesehatan yang umum karena kami sadar, kesehatan itu investasi dan dampaknya panjang bukan sulapan yang hasilnya bisa dilihat saat ini juga. Hal-hal yang biasa saya lakukan antara lain :

1. Air putih

Saya suka air putih. Bangun tidur langsung minum air putih yang sudah diinapkan semalam di gelas. Saya termasuk orang yang sangat sensitif tenggorokannya. Minum yang nggak jelas di jalanan, pasti malamnya batuk. Saya juga tidak suka es, makanya di kulkas nggak ada botol air putih atau minuman kecuali susu. Kalau jajan pasti saya pesannya minuman hangat atau air mineral. Pun begitu di resoran cepat saji. Saya juga tidak suka soda. Pokoke air putih ajalah. Ada air putih? *niru komennya Mas Adi Pradana hihihi.

Saya minum air putih banyak karena tenggorokan suka kering. Kalau mau tidur biasanya minum, tapi setelah tahu minum air putih sesaat sebelum tidur kurang baik, saya akan usahakan minum maksimal 15 menit sebelum tidur. Paling males kalau pas tidur tiba-tiba harus ke kamar mandi untuk pipis. Lagian, saya orangnya beser. Orang yang dekat dengan saya pasti tahu, deh. Mereka sudah hapal kalau kemana-mana saya pasti mampir ke toilet hihihi.

2. Makanan

Kalau soal makanan, saya lebih suka masak sendiri. Jajan sesekali, biasanya pas suami libur atau pas saya pengen banget. Jujur, saya fans berat bakso, mie ayam, dan bakmi Jawa *mulai ngiler hihihi. Duh, makanan favoritnya kok nggak sehat, ya. Kalau masak, saya biasanya masak yang simple dan sederhana. Terlalu sering tumis atau ca dan lauk digoreng, tenggorokan langsung kumat. Makanya saya suka lauk yang dikukus, tapi agak ribet membuatnya, apalagi kalau bangun kesiangan.

Saya biasanya punya aturan sendiri yaitu kalau sarapan seeebisa mungkin makan buah atau sayur tanpa nasi, kalau lapaaaar banget baru pakai oatmeal. Kenapa? Soalnya berat badan saya masih kelebihan 5 kg. Saya mau menjaga berat badan ideal karena itu salah satu faktor agar saya lekas hamil. Alhamdulillah BB sekarang sudah berkurang meski sesekali kalau nimbang, angkanya bergerak ke kanan sedikit.

Buah dikonsumsi sebelum makan. Makanya kebiasaan di masyarakat yang menyatakan buah sebagai pencuci mulut, saya kurang setuju. Karena kandungan gizi pada buah akan diserap dengan baik saat perut kosong.  

Kalau masalah masakan, alhamdulillah suami juga nggak rewel asal bukan lalapan dan sayur yang pahit seperti pare. Huhuhu padahal saya suka banget lalapan dan semua sayuran. Lauknya biasanya tahu, tempe, dan ikan. Ya, saya sering banget masak ikan. Kurang suka daging. Kalau bosen masak ikan, biasanya beli ayam itupun nggak pakai kulit. Jadi, punya langganan di pasar yang sudah tahu kebiasaan saya. Masak daging kalau pas pengen aja, maklum harganya juga mahal ya hihihi. Dan, telur selalu ada di kulkas. Bangun kesiangan dan lupa mengeluarkan ikan, masak deh itu telur. Praktis. 

Alhamdulillah, saya dan suami sudah mengonsumsi beras merah. Saya termasuk orang yang beresiko tinggi terkena diabetes karena bapak penderita diabetes dan saya satu-satunya anak perempuan di keluarga. Makanya asupan gula mulai dijaga, ingat umur juga sih hihihi.

Oia, saya biasanya tidak mencampurkan lauk dari hewan darat dan hewan laut. Misalnya, masak telur campur ikan atau masak ayam campur udang. Seeebisa mungkin saya menghindari campuran tersebut. Kalau lauk ikan ya ikan saja atau dikombinasi dengan lauk nabati. Pun begitu dengan lauk daging. Saya mengikuti anjuran diet ala Rasulullah meski belum bisa plek banget, sih. 

3. Mencuci tangan

Iya, ini wajib. Saya selalu membiasakan untuk selalu cuci tangan di kran. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan itu wajib, kalau nggak, perut saya bisa sakit. Apalagi jika kuku saya panjang dan makan muluk (tidak pakai sendok) waduh, perut bisa sakit. Beneran! 

Kalau saya habis membunuh nyamuk dan nggak langsung cuci tangan, pasti deh mata saya pedes dan sakit padahal nggak kucek-kucek mata. Makanya saya selalu cuci tangan terutama habis membunuh nyamuk.

Cuci tangan dilakukan kalau mau memasak, habis buang sampah, mau memegang makanan, habis bersih-bersih, atau habis nyapu. Saya sadar, tidak ada benda yang benar-benar bebas kuman. Apalagi, kalau berhubungan dengan makanan. Lebih baik melakukan hal yang sepele daripada berabe hehehe. 

4. Olahraga

Jujur nih, saya tidak bisa basket, badminton, atau volley tapi sejak kelas 2 SMA sampai seminggu sebelum menikah saya rutin jogging bersama bapak. Setiap hari Minggu, sehabis shubuh biasanya saya dan bapak jogging sampai jam 7 atau setengah 8. Enak banget rasanya habis jogging. Istirahat sebentar lalu keramas, duuuh suegernyaaa.

Nah, setelah menikah saya hampir nggak pernah olahraga. Apalagi saat itu masih bekerja. Biasalah, kalau weekend pengennya malas-malasan di rumah atau jajan di luar makanya berat badan mulai membengkak. Sejak menjadi IRT tahun 2013 lalu, saya mulai rutin olahraga lagi. Olahraga pakai Air Climber di rumah, gerak sesukanya tapi teratur. Meski begitu, saya pasti melakukan pemanasan dan pendinginan, lho. Kalau lupa pemanasan, biasanya ada otot yang sakit. 

Oia, ada pengalaman menarik nih. Jadi, saya dan suami sedang jalan di mall. Di situ ada stand produk untuk meningkatkan kalsium, halah C*R itu, lho. Nah, SPG-nya memberi tes kalsium gratis, caranya kaki diolesi semacam gel lalu diletakkan di alat pengukur kalsium. Nggak lama, akan muncul hasil kalsium kita di layar, ada grafiknya. Si SPG akan membacakan hasil tersebut. Sewaktu periksa, suami saya kalsiumnya rendah sedangkan saya bagus. Herannya, SPG itu bilang gini, 'Ibu rajin olahraga ya?'

Saya jawab, 'Sekarang jarang sih, mbak.' Karena memang kenyataannya seperi itu.

Lalu SPG itu bertanya apakah saya dulunya rajin olahraga dan saya mengiyakan. Ternyata kegiatan jogging yang saya rutinkan dulu, bisa dilihat efeknya bahkan orang yang nggak kenal sama saya tahu kalau dulu saya rajin olahraga. Nah, sejak itu semangat olahraga muncul lagi. Alhamdulillah, sekarang saya merutinkan olahraga setiap sore meski di rumah. Kadang ya bosen juga, tapi lebih sering olahraganya kok. Yang saya rasakan, efek olahraga memang bagus banget. Badan enak dan tidur nyenyak.

5. Berpikir positif

Ini yang penting. Semua hal-hal di atas tidak akan berhasil dengan baik kalau saya tidak berpikir positif. Saya akan berusaha untuk menjadi orang yang positif karena pikiran berdampak besar sekali terhadap rutinitas sehari-hari. Kalau berpikir positif, mood pun ikutan enak mau ngapa-ngapain. Namanya IRT pasti kadang jenuh juga ya, makanya saya juga butuh refreshing dan melihat dunia luar biar mendapat suasana baru. 

Nah, itu yang saya terapkan di rumah. Eemmhh, ini hanya sekedar sharing. Saya juga manusia biasa yang kadang susah untuk plek jiplek menjalankan teori yang ada. Tapi sebisa mungkin saya akan terus melakukan hidup sehat karena saya ingin sehat, kesehatan itu investasi. 







Continue Reading…

Sunday, January 25, 2015

Aktivitas Fisik yang Cukup dan Dampaknya terhadap Kesehatan

Indonesia saat ini mempunyai beban ganda masalah gizi. Masalah gizi buruk atau kurang belum juga teratasi, di sisi lain kejadian gizi lebih, jumlahnya meningkat. Yang menyedihkan, prevalensi gizi lebih pada anak-anak dan orang dewasa setiap tahun terus naik. Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat memudahkan masyarakat melakukan aktivitas tanpa bersusah payah mengeluarkan tenaga. Padahal melakukan aktivitas fisik yang cukup berpengaruh pada kesehatan.

Saat ini, mungkin banyak anak yang kurang suka olah raga. Bagaimana tidak, mereka lebih suka bermain game daripada beraktivitas fisik lainnya. Padahal bermain game bukan termasuk aktivitas fisik yang cukup. Hal ini diperparah dengan konsumsi makanan atau camilan yang kurang sehat. Pun begitu dengan orang yang bekerja. Meski ada yang melakukan aktivitas fisik yang cukup tapi jumlahnya masih sedikit dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Dengan aktivitas rutin setiap hari tanpa diimbangi kegiatan fisik yang cukup, sebenarnya kegiatan tersebut tidak membakar kalori yang kita konsumsi. 

Aktifitas fisik yang cukup sangat disarankan agar tubuh sehat, namun banyak yang beranggapan bahwa aktivitas yang sehari-hari dilakukan sering dikatakan olahraga. Antara olahraga dan aktivitas fisik memang berkaitan tapi sebenarnya berbeda. Olahraga termasuk aktivitas fisik, namun tidak semua aktivitas fisik adalah olahraga.

Aktivitas fisik dibedakan berdasarkan intensitasnya. Aktivitas fisik ringan tidak perlu usaha yang banyak, cenderung mudah dilakukan, dan tidak termasuk olahraga. Aktivitas ringan misalnya menyapu, mengepel, dan mencuci. Kalau intensitasnya sedang, disebut juga latihan fisik. Contoh latihan fisik yang tidak terlalu sulit yaitu berjalan dan bersepeda santai. Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi disebut olahraga karena membutuhkan usaha yang cukup besar, misalnya berlari dan bersepeda cepat. 

Setiap aktivitas fisik yang intensitasnya berbeda membutuhkan waktu yang berbeda pula. Dalam sehari, anjuran untuk melakukan aktivitas fisik selama 3 sampai 5,5 jam. Sedangkan olahraga lebih baik dilakukan rutin setiap hari. Bisa juga dilakukan tiga kali seminggu dengan alokasi waktu masing-masing 50 menit.  

Berat badan erat kaitannya dengan aktivitas fisik. Orang yang beraktivitas sehari-hari tapi kurang berolahraga bisa saja terkena obesitas atau penyakit lainnya. Karena apa? Akan terjadi ketidakseimbangan energi masuk dan yang keluar sehingga sisa energi yang menumpuk akan diubah menjadi lemak. Perlu diketahui bahwa orang yang obesitas mempunyai resiko tinggi terhadap penyakit degeneratif. 

Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh setelah melakukan aktivitas fisik yang baik dan benar serta dilakukan secara teratur, diantaranya :

*Memperbaiki dan meningkatkan mood
*Tidak mudah terserang penyakit
*Menjaga berat badan
*Memperbaiki kualitas tidur
*Meningkatkan kualitas hubungan suami-istri
*Meningkatkan daya tahan tubuh

Melakukan aktivitas fisik yang berhubungan dengan kesehatan tidak harus mahal. Kita bisa melakukannya di lingkungan dekat rumah misalnya jogging, bersepeda, atau senam. Bahkan, sekarang banyak sekali komunitas yang memfasilitasi kegiatan tersebut sehingga beraktivitas fisik dapat dilakukan secara fun. 


Sumber :





Continue Reading…

Saturday, January 24, 2015

Pentingnya Mencuci Tangan

Mencuci tangan termasuk hal yang sangat sepele hingga banyak orang yang mengabaikan masalah ini. Padahal mencuci tangan termasuk tindakan mudah dan murah yang mampu mencegah penyakit. Tangan justru menjadi perantara banyaknya bakteri yang masuk ke tubuh. Pentingnya mencuci tangan diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat untuk hidup lebih sehat. 

Apabila memegang uang, sebelum uang tersebut sampai ke diri kita, tahukah uang itu sudah mampir ke siapa saja? Bisa saja uang tersebut mampir ke kernet atau sopir yang tangannya terkena oli atau uang tersebut mampir ke abang sayur yang sedang flu dan menutup hidungnya saat bersin.  Apabila uang tersebut terkena bakteri dan berpindah ke tangan kita lalu kita memegang hidung atau mulut, bisa saja bakteri tersebut masuk ke tubuh kita. Kita tak kan pernah tahu jelajah uang tersebut sudah ke mana saja. Itulah gambaran bagaimana kuman dengan mudahnya berpindah dari satu orang ke yang lainnya. Beberapa penyakit seperti diare, cacingan, ISPA, TBC, bahkan SARS, flu burung dan flu babi dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang benar. 

Mencuci tangan bukan hanya membersihkan tangan pakai air tapi juga perlu menggunakan sabun dan mengetahui cara mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan hanya menggunakan air belum efektif dalam menjaga kesehatan dibanding mencuci tangan pakai sabun. Penggunaan sabun dalam mencuci tangan lebih efektif karena lemak dan kotoran akan terlepas saat tangan digosok dan saling bergesekan. Sebaiknya mencuci tangan menggunakan sabun dilakukan di air yang mengalir. Hal ini bertujuan agar kuman yang terlepas ikut terbuang bersama air. 

Lalu, bagaimana langkah mencuci tangan yang benar?

1. Basahi kedua tangan sampai pertengahan lengan memakai air mengalir. Ambil sabun, usap dan gosok kedua telapak tangan. 



2. Usap dan gosok kedua punggung tangan secara bergantian.



3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.



4. Bersihkan kedua ujung jari secara bergantian dengan cara mengatupkan tangan.



5. Gosok kedua ibu jari secara bergantian.



6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok pelan-pelan. Lakukan bergantian.



7. Bersihkan kedua pergelangan tangan bergantian dengan cara memutar. Bilas dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan. 



Kebiasaan mencuci tangan hendaknya diajarkan sejak anak masih kecil karena anak-anak suka sekali menyentuh segala sesuatu yang ada di sekitarnya tanpa tahu apakah benda tersebut kotor atau tidak. Kemudian mereka memasukkan tangannya ke dalam mulut tanpa dicuci terlebih dulu. Akibatnya anak menderita penyakit. Menurut penelitian, pembunuh anak nomor 1 di Indonesia adalah diare padahal penyakit tersebut dapat dicegah melalui hal yang sangat mudah dan murah yaitu dengan mencuci tangan. 


Sumber :




   
Continue Reading…

Cara Membaca Label Makanan

Jadilah konsumen yang pintar dengan cara mengetahui informasi makanan tersebut  pada label makanan. Membaca label makanan sangat penting karena pada label tersebut konsumen tahu apakah makanan tersebut layak untuk dibeli atau tidak. Tidak hanya soal halal, kadaluarsa, dan komposisi makanan saja yang perlu dibaca tapi juga informasi nilai gizi yang tertera. Lalu bagaimana cara membaca label makanan tersebut? 


Credit

Biasanya orang kalau membeli makanan membaca informasi gizi pada label makanan seperti gambar di atas tapi kurang paham artinya. Padahal informasi gizi pada makanan sangat penting. Jangan-jangan makanan yang kita makan bukannya menyehatkan dan membuat langsing tapi malah sebaliknya. Nggak mau seperti itu kan?

# Takaran Saji

Setiap nutrition fact (NF) mencantumkan informasi takaran saji, maksudnya informasi yang tertera pada label tersebut dihitung per takaran saji bukan per kemasan. Misalnya NF banyaknya kalori yang tertera pada biskuit, bukan untuk sebungkus biskuit tapi untuk beberapa keping saja. Pada jus buah yang beratnya 2 liter, NF yang tertera untuk sajian per gelas bukan per botol. Jika mengonsumsi lebih dari satu kali penyajian atau takaran saji maka asupan kalori dan nutrisi pada produk tersebut juga lebih tinggi. Misal pada gambar di atas, informasi gizi yang tertera untuk satu kali konsumsi sebesar 35 gr. 

Sedangkan jumlah sajian per kemasan artinya bahwa satu kemasan dapat mengandung lebih dari satu takaran penyajian. Gambar di atas berarti dalam satu kemasan ada 6 kali penyajian. 

# Energi Total (Kalori)

Artinya banyaknya energi yang didapat dari satu porsi makanan. Jika mengonsumsi lebih dari satu kali, berarti energinya juga bertambah. Informasi ini sangat membantu dalam program pengaturan berat badan. Ukuran untuk mengetahui bahwa produk yang akan dibeli mengandung kalori tinggi atau tidak adalah :

*Rendah : 40 kal
*Sedang : 100 kal
*Tinggi : 400 kal atau lebih

Gambar di atas artinya jumlah energi yang diperoleh dalam setiap satu sajian sebesar 140 kkal dan termasuk dalam golongan makanan berkalori sedang.

#Energi dari Lemak

Menunjukkan banyaknya kalori yang berasal dari lemak. Setiap gram lemak mengandung 9 kalori. Sebaiknya dalam sehari mengonsumsi 3 gram lemak atau 30 kalori lemak per 100 kalori makanan. 

# Lemak Total

Jumlah lemak total dalam makanan. Ketika membandingkan produk makanan sejenis, lihatlah kalori, lemak total dan lemak jenuh dalam tiap sajian. Pilihlah yang jumlahnya paling sedikit. Biasanya lemak total dibagi  lagi menjadi beberapa bagian yakni :

*lemak jenuh : ini adalah lemak jahat yang terkandung dalam makanan. Sebaiknya hindari atau batasi makanan yang mengandung lemak jenuh. Asupan lemak jenuh sebaiknya tidak lebih dari 10% dari asupan kalori sehari (kurang dari 1 gram per 100 kalori).

*lemak trans : lemak jahat yang terbentuk selama proses memasak atau pengolahan. Lemak ini sering ditemui pada produk makanan dan harus dihindari dalam diet.

*Kolesterol : banyaknya kolesterol yang terkandung dalam makanan. Sebaiknya konsumsi kolesterol tidak lebih dari 300 mg per hari. Pilihlah produk yang jumlah kolesterolnya sedikit atau malah yang tidak mengandung kadar kolesterol. 

Protein 

Artinya jumlah protein yang terkandung dalam satu sajian. tiap gram protein setara dengan 4 kalori. Protein adalah zat yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk pemeliharaan sel. Jika makanan tersebut tidak mengandung protein, cobalah mencari asupan protein dari makanan lain yang berprotein. 

# Karbohidrat Total

Jumlah karbohidrat dalam makanan yang berasal dari gula dan serat. Pilihlah makanan yang mengandung rendah gula dan tinggi serat. Dalam melihat karbohidrat total, semakin dekat nilai gram gula dengan nilai gram karbohidrat, maka seratnya semakin sedikit, sehingga rasa kenyang juga sedikit. 

# Natrium 

Banyaknya natrium dalam makanan tersebut. Pilihlah makanan yang jumlah natriumnya sedikit. Sebaiknya konsumsi natrium tidak melebihi 2.400 mg per hari. 

# Kalium

Menunjukkan jumlah kalium dalam makanan tersebut. Kebutuhan kalium per hari 3.500 mg baik pria maupun wanita dewasa. Apabila makanan tersebut rendah kalium, sebaiknya mencari makanan lain yang mengandung kalium seperti pada kentang, bayam, tomat, dan pisang.

# Vitamin dan Mineral

Banyaknya vitamin dan mineral yang ada pada makanan. Untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral, asupan dari sayuran dan buah-buahan tetap pilihan terbaik. Namun jika dirasa kurang, mengonsumsi multivitamin juga dianjurkan.

# %AKG

Artinya persentase angka kecukupan gizi harian dari makanan tersebut. Hal ini berdasarkan diet 2.000 kalori. Pada label makanan jika nilai AKG 5% dianggap rendah dan nilai AKG 20% dianggap tinggi. 

Walaupun banyak sekali makanan yang beredar diklaim rendah lemak atau rendah kalori bukan berarti kita bebas mengonsumsinya. Takaran penyajian tetap diperhatikan untuk mengetahui jumlah kalori dan lemak yang dikonsumsi. 

Cara memilih makanan yang sehat melalui label makanan :

*Rendah kalori, khususnya kalori dari lemak
*Rendah lemak total
*Rendah lemak jenuh (saturated fat)
*Rendah kolesterol
*Rendah garam
*Rendah gula
*Kaya serat
*Cukup protein
*Kaya vitamin dan mineral

Untuk menjaga kesehatan tidak hanya pada makanan saja. Diperlukan juga pola makan yang sehat, olahraga teratur, istirahat cukup, dan menghindari stress. Membeli makanan bukan hanya dari kemasannya yang menarik tapi juga perlu mengetahui nilai gizi yang terkandung di dalamnya. 

Sumber :







Continue Reading…

Thursday, January 22, 2015

Aturan Minum Air Putih

Masih ingat dengan iklan air mineral yang sering muncul di televisi? Iklan tersebut menceritakan seseorang yang kehilangan konsentrasi karena kurang minum air putih. Terlepas dari tujuan komersialnya, iklan tersebut seakan menggambarkan kehidupan sehari-hari tentang banyaknya orang yang mengabaikan minum air putih. Padahal konsumsi air putih bisa memperbaiki mood yang tidak enak, membantu mengurangi stress dan rasa cemas. Alangkah baiknya jika kita mengetahui aturan minum air putih. 

Air putih merupakan salah satu zat yang penting bagi tubuh karena air menyusun komposisi tubuh manusia sebesar 70%, sehingga air sangat diperlukan untuk proses metabolisme, pemeliharaan fungsi tubuh termasuk menjaga kelembaban kulit. Kondisi tubuh yang kekurangan air tentu tidak baik dan bisa menimbulkan penyakit. Pencernaan yang kurang air membuat makanan sulit dicerna sehingga menumpuk dan sulit dikeluarkan. Kita menjadi sembelit dan kalau hal terus menerus terjadi bisa mengakibatkan wasir atau ambeien. 

Mungkin ada sebagian orang yang berpikir bahwa mengonsumsi minuman seperti teh, kopi, susu, soda, dll dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Anggapan seperti itu salah karena yang diperlukan tubuh adalah air putih yang tidak berasa, tidak berbau, dan berwarna jernih. Kendati asupan air bisa juga didapat dari buah-buahan dan sayuran, namun asupan air putihlah yang tetap dibutuhkan. 

Kebutuhan air setiap orang berbeda, tergantung umur dan jenis kelamin. Kebutuhan air pada perempuan lebih banyak 1 liter dibanding pada pria. Kebutuhan ini akan semakin bertambah jika perempuan tersebut sedang hamil atau menyusui. 

Sedangkan kebutuhan air pada bayi dan anak yang sehat sekitar 10-15% dari berat badan. Namun anak di atas 10 tahun kebutuhan airnya sudah mirip dengan orang dewasa. Sementara pada kelompok manula kebutuhan airnya lebih sedikit dari bayi dan orang dewasa. 

Ada banyak sekali rumus penghitungan anjuran air yang harus dikonsumsi. Saya termasuk orang yang tidak mau pusing dengan rumus-rumus tersebut. Yang saya terapkan jika merasa haus, saya akan minum, tidak menunggu sampai bibir kering. Saya juga menggunakan indikator air kencing untuk mengetahui cukup tidaknya asupan air putih. Kalau air kencing berwarna kuning berarti konsumsi air putih masih kurang. Sebaliknya, kalau kencing berwarna jernih, bisa jadi kebutuhan air kita sudah terpenuhi. Jadi, jika teman-teman minum cukup cairan sehingga jarang merasa haus, memproduksi urin 1,5 liter (6,3 cangkir) dan urin berwarna jernih, berarti asupan air memadai. 

Meskipun air mempunyai banyak manfaat, namun konsumsi yang berlebihan mempunyai efek negatif yakni terjadinya hiperhidrasi atau keracunan air. Hiperhidrasi adalah kelebihan cairan tubuh yang disebabkan berlebihnya asupan cairan dibandingkan jumlah keringat yang keluar. Hal ini terjadi akibat terlalu banyak minum dalam jangka waktu tertentu. Tanda-tanda hiperhidrasi diantaranya mual, muntah, sesak, dan kejang.  Meskipun begitu, banyak juga orang yang mengabaikan tanda-tanda tersebut. Dampak buruk keracunan air dapat hilang kesadaran. Pada penderita penyakit jantung dan ginjal keadaannya bisa lebih parah dan berbahaya karena adanya pembatasan asupan dan pengeluaran cairan yang harus dihitung dan tidak berlebihan.

Cara minum air putih yang baik tidak langsung sekaligus, namun bertahap. Yang penting, sesuai dengan anjuran minum minimal per hari yaitu sekitar 2 liter. 

Waktu yang baik untuk minum air putih :

a. Bangun tidur, 1-2 gelas
b. 1 jam sebelum makan siang
c. 1 jam sebelum makan malam

Disela-sela waktu tersebut tetap dianjurkan minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi karena waktu di atas adalah waktu yang dianjurkan untuk minum. 

Waktu yang dihindari untuk minum air putih :

a. Sesaat sebelum makan karena akan mengurangi nafsu makan dan mempersulit proses penyerapan makanan oleh enzim.

b. Sesaat sebelum tidur karena jika air bercampur dengan asam lambung bisa masuk ke tenggorokan dan terhirup ke paru-paru, bisa terjadi resiko pneumonia. Lebih baik minum 1 jam sebelum tidur. 

c. Saat makan dan setelah makan karena air akan mengganggu proses pengolahan makanan. Jika memang sangat membutuhkan air, sebaiknya minum sedikit sambil dikumur-kumur. Berilah jeda beberapa menit setelah makan baru minum air putih. 


Sumber :










Continue Reading…

Wednesday, January 21, 2015

Jangan Lupa Sarapan

Mungkin banyak sekali orang yang melewatkan sarapan. Waktu yang terbatas biasanya menjadi faktor utama. Takut macet, takut telat, atau banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan terkadang membuat banyak orang mengesampingkan sarapan. Padahal sarapan itu waktu yang paling penting, lho. Sebaiknya jangan lupa sarapan, luangkan waktu sebentar untuk sarapan pagi karena banyak manfaatnya. 

Saat tidur, tubuh tetap membakar kalori meski jumlahnya kecil sekitar 65 kkal/jam. Sarapan adalah makanan yang pertama kali kita makan setelah tidur. Sarapan membuat otak dan tubuh yang tadinya tidak mendapat asupan nutrisi kembali terisi sehingga otak tahu kalau kita siap melakukan aktivitas seharian. Pun sebaliknya, jika melewatkan sarapan maka otak tidak tahu kalau sebenarnya kita sudah siap beraktivitas sehingga proses metabolisme tubuh kurang berjalan sempurna.

Saya dan suami setiap hari pasti sarapan. Jika melewatkan sarapan, perut saya melilit banget. Kalau suami malah pusing jika telat sarapan. Sewaktu awal-awal menjadi istri, kalau weekend saya inginnya santai, masak agak siang. Eh, tak tahunya suami marah dengan sikap saya ini karena kepalanya pusing jika pagi tidak diisi hihihi. Makanya selalu ada lauk untuk keadaan darurat di rumah, biasanya saya sedia telur di kulkas. 

Anggapan yang menyatakan bahwa sarapan dapat membuat gemuk adalah salah. Logikanya jika kita tidak sarapan, tubuh akan lapar apalagi menjelang jam-jam rawan makan siang. Kalau rasa lapar sudah tak bisa ditahan, kita makan siang lebih awal dari biasanya dan menghabiskan porsi makan yang lebih banyak. Kalau sudah kenyang, kadang malah ngantuk banget dan hal ini mempengaruhi mood dan kinerja setelahnya. 

Beberapa manfaat yang bisa kita dapat dari sarapan antara lain :

#Menjaga BB ideal dan mencegah obesitas

Sarapan dapat mengurasi rasa lapar sampai jam makan siang. Dengan demikian, saat siang kita dapat makan secukupnya tanpa menghabiskan porsi yang lebih banyak. Asupan kalori yang berlebihan saat makan cenderung menjadikan obesitas/kegemukan.

#Mengurangi resiko diabetes

Jika kita makan dalam jumlah besar dalam satu waktu hal ini akan memperberat kerja pankreas karena harus  bekerja ekstra mengeluarkan insulin untuk mengatur kadar gula dalam darah. Apabila hal ini terus menerus terjadi, pankreas tidak akan mengeluarkan insulin secara maksimal sehingga kadar gula darah meningkat dan menyebabkan diabetes.

#Mencegah hipertensi dan menjaga kolesterol

Berdasarkan jurnal dari Asosiasi Jantung di Amerika dan penelitian seorang profesor ahli gizi, dengan mengonsumsi makanan dari gandum seperti oatmeal, sereal, dan roti akan menurunkan resiko hipertensi, menjaga kadar kolesterol, menurunkan terjadinya obesitas dan diabetes. 

#Mencegah terjadinya polip dan kanker usus besar

Makanan yang kaya serat seperti sereal, buah-buahan, dan roti gandum memudahkan kerja organ dan sistem di dalam tubuh untuk mencernanya. Logikanya, pagi hari organ-organ tersebut belum bisa beraktivitas secara normal jadi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh sebaiknya yang tidak memperberat organ tersebut. Hal ini dapat mengurangi terjadinya polip dan kanker usus besar. 

Mengingat terbatasnya waktu di pagi hari, sebaiknya menyiapkan sarapan yang simpel tapi sehat yang bahannya mudah didapat di pasaran, seperti :

#Gandum : roti dari gandum utuh, sereal gandum, dan biskuit dari gandum.
#Produk susu rendah lemak : susu skim, yogurt, dan keju rendah lemak
#Buah-buahan dan sayuran : bisa dimakan langsung atau dibuat jus. Jika untuk jus, jangan tambahkan gula.
#Sup : makanan pembangkit selera makan yang lezat disantap selagi hangat, seperti sup kacang merah, sup jagung.

Bahan makanan di atas dapat dikombinasikan dengan beberapa bahan lain menjadi makanan yang menarik seperti sandwich, roti gandum selai kacang, roti bakar, milkshake, atau smoothie. Umumnya makanan tersebut adalah makanan yang tidak membutuhkan waktu lama. Jika agak repot, bahan-bahan tersebut dapat disiapkan malam sebelumnya, jadi pagi hari tidak terlalu ribet.

Yang perlu diperhatikan, porsi sarapan masing-masing orang berbeda dan disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Semakin berat aktivitasnya, maka porsi sarapan lebih banyak. Sedangkan orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, sebaiknya sarapan dengan porsi kecil agar jumlah kalori tidak berlebihan sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. 

Nah, bagi teman-teman yang tidak suka sarapan atau sering melewatkan sarapan, mulai sekarang usahakan sarapan, ya. 


Sumber :

Pahami Seberapa Pentingnya Sarapan Pagi di http://www.tanyadok.com/kesehatan/pahami-pentingnya-sarapan-pagi pada tanggal 21 januari 2015





Continue Reading…

Tuesday, January 20, 2015

Batasi Konsumsi Makanan Penyebab Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif bukanlah penyakit menular. Dulu degeneratif disebut penyakitnya orang tua karena mengiringi proses penuaan dan menyerang lansia di atas 50th. Sekarang, kejadian penyakit ini sangat pesat bahkan melebihi penyakit menular. Hal yang mempengaruhi perkembangan penyakit degeneratif yaitu olah raga dan pola makan. Penyakit degeneratif terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan yang dikeluarkan. Apalagi masyarakat sekarang kurang berolahraga dan cenderung menyukai makanan yang asin, manis, dan berlemak. 

Sebenarnya takaran yang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan asin, manis, dan berlemak per hari yaitu :

  • 5 gram garam, setara 1 sendok teh
  • 50 gram gula, setara 4 sendok makan
  • 67 gram lemak, setara 5 sendok makan minyak

Makanan asin biasanya mengandung natrium (Na). Konsumsi pangan asin yang berlebihan menyebabkan tekanan di dalam darah tinggi. Banyaknya garam di dalam tubuh akan mengikat terlalu banyak air, padahal keberadaan air di dalam tubuh akan memperlebar pembuluh darah. Jadi jika kekurangan air maka tubuh akan bekerja lebih keras sehingga tekanan darahnya meningkat. Adanya peningkatan tekanan darah membuat jantung bekerja lebih keras, sehingga efek yang ditimbulkan juga semakin besar. Tekanan darah tinggi mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan berakibat stroke. 

Begitu juga dengan konsumsi makanan manis. Rasa manis diperoleh dari gula atau pemanis buatan. Meskipun gula merupakan karbohidrat sederhana tapi dapat meningkatkan kadar gula di dalam darah. Selain  menyebabkan diabetes melitus, konsumsi gula berlebih dapat beresiko :
  • Obesitas
  • Menurunkan kadar lemak baik (HDL) dalam darah
  • Meningkatkan kanker
  • Mengakibatkan penuaan dini

Lemak di dalam suatu makanan atau masakan akan menambah rasa gurih dan nikmat sehingga banyak sekali orang yang suka mengonsumsi makanan berlemak. Bahan makanan seperti santan, jeroan, atau lauk hewani yang mengandung lemak tinggi harus dibatasi karena beresiko menyebabkan obesitas, penyakit jantung koroner, dan stroke. 

Tapi, perlu diingat bahwa konsumsi bahan pangan asin, manis, dan lemak untuk anak berusia 6-24 bulan tidak perlu dibatasi karena mereka sedang dalam pertumbuhan. Zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut masih diperlukan agar organ-organ di dalam tubuh berfungsi dengan baik. 

Sebagai masyarakat awam, kita harus sadar akan pentingnya kesehatan. Tidak usah takut dengan ancaman penyakit yang diam-diam menghanyutkan ini. Untuk mengurangi resiko terkena penyakit degeneratif sebaiknya kita melakukan hal-hal berikut :
  • Mengetahui angka kecukupan gizi harian
  • Kurangi konsumsi makanan instan dan dalam kemasan
  • Memasak makanan sendiri agar kita tahu banyak garam, gula, dan lemak yang dimakan
  • Jangan lupa membaca label pada makanan untuk mengetahui kadar gizinya
  • Olahraga secara teratur

Jelas sekali bahwa kesehatan sangat berhubungan dengan asupan makanan. Asupan yang berlebihan akan menyebabkan penyakit degeneratif atau penyakit yang tidak menular apalagi jika tidak diimbangi dengan olahraga. Benar kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau sudah sakit, biaya yang dikeluarkan untuk sembuh lebih banyak daripada biaya untuk menjaga hidup sehat. Jadikan kesehatan adalah investasi kita di hari tua. 


Sumber :




Continue Reading…

Sumber Pangan Alternatif

Belum kenyang kalau belum makan nasi. Begitu yang biasa diucapkan oleh sebagian besar orang Indonesia karena makanan sehari-harinya adalah nasi. Padahal untuk bisa kenyang, kita tidak harus mengonsumsi nasi. Sumber karbohidrat bisa didapat dari makanan lain, utamanya dari bahan pangan lokal. Ketergantungan terhadap beras bisa saja menyebabkan rapuhnya ketahanan pangan nasional. Untuk itu diversifikasi sebagai sumber pangan alternatif bisa dimulai dengan cara mengenalkan dan membuang anggapan bahwa bahan pangan ini hanya untuk masyarakat kelas bawah. Padahal potensi bahan pangan lokal di masing-masing daerah sangat besar.

Sayangnya, upaya diversifikasi pangan di Indonesia belum dikembangkan dan dikelola dengan baik. Upaya penganekaragaman sumber pangan dapat menunjang pemenuhan gizi masyarakat karena tidak ada satupun  bahan makanan yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh secara ideal. Untuk itu, masyarakat sebaiknya mulai mengonsumsi sumber karbohidrat selain beras. Yang mendorong perlunya hal ini dilakukan karena mengonsumsi beras dalam porsi yang tidak sesuai bisa menyebabkan diabetes melitus. 

Contohnya upaya Walikota Depok yang mencanangkan gerakan 'one day no rice' setiap hari Selasa belum mampu menggerakkan masyarakat untuk mendukung keberhasilan upaya tersebut. Slogan tersebut setahu saya berlaku bagi PNS utamanya yang berada di lingkungan kantor walikota. Padahal di sebelah kantor walikota terdapat mall dan aneka jajanan yang masih menjual nasi setiap Selasa. Agak susah untuk  benar-benar menerapkan program ini.

Bahkan tidak mungkin kalau hanya sedikit masyarakat yang tahu tentang program ini. Masalahnya Pemerintah Kota Depok sendiri kurang gencar mempromosikan program sehari tanpa nasi. Apalagi kurang dibarengi upaya yang konkrit yang membuat masyarakat tidak tahu harus kemana mencari pengganti nasi atau bagaimana cara mengolah bahan pangan pengganti nasi agar bisa menjadi bahan makanan pokok yang mengenyangkan.

Diversifikasi pangan sebagai sumber makanan alternatif yang bisa dikembangkan di Indonesia antara lain :

1. Jagung

Tanaman jagung dapat tumbuh subur di Indonesia karena karateristiknya yang dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Hasil olahan jagung yang sering dimakan berupa nasi jagung. Biasanya nasi jagung dijual di pasar sebagai jajanan tradisional lengkap dengan lauk pauknya berupa urap dan peyek teri. Nasi jagung mempunyai kandungan zat yang lebih kaya vitamin, mineral, dan serat dibandingkan nasi dari beras. Jagung juga cukup populer di kalangan anak muda sebagai bahan pembuat pop corn. Jagung juga dapat diolah menjadi bahan non pangan misalnya untuk pupuk, bahan pembuat kertas, dan kayu bakar.

2. Sagu

Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan tanaman sagu sebagai pangan alternatif karena 60% produksi sagu dunia ada di negeri ini. Bahan makanan sagu cukup populer di Indonesia Timur dan sebagian Sumatera. Selain sebagai sumber karbohidrat, sagu bisa diolah menjadi tepung, bahan perekat, sirup, dan bahan baku etanol.

3. Umbi-umbian

Tanaman umbi-umbian banyak sekali jenisnya. Mulai dari kentang, singkong, talas, dan ubi jalar. Pemanfaatan masing-masing jenis tersebut juga sangat banyak, bisa diolah sebagai bahan makanan pokok atau menjadi camilan lezat dan bergizi sebagai makanan tradisional. Kandungan gula pada umbi-umbian lebih sedikit bila dibanding dengan bahan makanan dari nasi. 

Sudah saatnya Indonesia memikirkan sumber pangan penghasil karbohidrat selain beras. Mengingat tanahnya yang subur dan banyaknya tanaman tersebut yang belum diolah secara maksimal diharapkan mampu mencukupi kebutuhan pangan penduduknya yang tiap tahun meningkat. 



Sumber :











Continue Reading…

Monday, January 19, 2015

Mengonsumsi Lauk Pauk yang Mengandung Protein Tinggi dengan Harga Terjangkau

Sumber protein ada dua yakni hewani dan nabati. Sumber protein hewani ada di dalam daging, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya. Sedangkan protein nabati dijumpai dalam kacang-kacangan dan hasil olahannya. Biasanya harga lauk pauk hewani lebih mahal dibanding lauk nabati. Hal ini umumnya menjadi dilema bagi masyarakat yang berpenghasilan kecil. Mereka ingin memberikan kebutuhan gizi yang cukup kepada anaknya tapi terbentur biaya. Tapi, apakah mereka tetap bisa mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi dengan harga terjangkau? Bagaimana caranya?

Sumber pangan protein hewani dan nabati masing-masing mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Lauk hewani mempunyai asam amino yang lebih lengkap dan mudah diserap tubuh. Kekurangannya, jumlah kolesterol dan lemaknya lebih tinggi serta harganya relatif mahal. Biasanya kandungan kolesterol dan lemak jenuh yang tinggi sering ditemui pada daging dan sedikit pada ikan. Sebenarnya anak-anak masih memerlukan kedua zat ini untuk pertumbuhan tapi akan berakibat tidak baik pada orang dewasa. Untuk itu alangkah baiknya bila orang dewasa membatasi konsumsi kolesterol dan lemak jenuh. 

Sedangkan bahan pangan protein nabati mempunyai keunggulan dibanding hewani karena kandungan lemak tak jenuhnya lebih tinggi daripada bahan pangan hewani. Kandungan isoflavonnya, terutama pada kedelai menjadi daya tarik karena manfaatnya yang sangat banyak. Isoflavon ini tidak ada dalam bahan pangan hewani. Keuntungan lainnya, bahan pangan ini harganya jauh lebih murah dibanding hewani. Namun demikian, kelemahan bahan pangan nabati yaitu kurang higienisnya proses pembuatan lauk pauk yang berasal dari kacang-kacangan. Biasanya pabrik pengolahan tahu dan tempe kurang memperhatikan kebersihan tempat dan wadah yang digunakan selama proses produksi. Padahal itu salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan baik buruknya lauk-pauk yang banyak penggemarnya ini. 

Ibu-ibu yang kondisi ekonominya kurang lebih banyak mengonsumsi bahan pangan nabati sebagai temannya nasi. Biasanya saya sering bertanya kepada asisten soal menu sayur dan lauk yang dimasak di rumahnya. Hampir setiap hari, jawabannya adalah tahu dan tempe. Bila hari ini tahu digoreng, besok tempe ditumis dengan sayuran. Kadang sedih ketika mengetahui bahwa asisten belum bisa menerapkan gizi seimbang di rumahnya. Tapi apakah anggapan saya ini benar? 

Berdasarkan Tabel Nutrisi bahan Pangan Indonesia, diperoleh informasi bahwa :

Dalam 100 gr tempe terdapat :
  • Energi 201 kkal
  • Protein 20,8 gr
  • Lemak 8,8 gr
  • Karbohidrat 13,5 gr
  • Serat 1,4 gr


Sedangkan dalam 100 gr daging terdapat :
  • Energi 273 kkal
  • Protein 17,5 gr
  • Lemak 22 gr

Dari data di atas menunjukkan bahwa tempe mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi dan mempunyai zat-zat yang lebih banyak daripada daging. Dengan demikian, masyarakat bisa mengonsumsi lauk pauk berprotein tinggi dengan harga terjangkau. Kondisi ini menyebabkan tingginya minat masyarakat untuk mengonsumsi bahan pangan nabati yang kaya akan nutrisi. 

Untuk protein hewani, ibu-ibu jangan bersedih hati. Meski harga lauk hewani relatif mahal tapi beberapa masih ada yang murah, koq. Salah satunya ikan kembung. Selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa ikan salmon mempunyai kandungan omega-3 yang paling tinggi diantara ikan-ikan yang lain. Anggapan ini telah disanggah oleh beberapa ahli yang menyebutkan bahwa ikan kembung ternyata mempunyai kandungan omega-3 yang tertinggi. Ikan salmon menduduiki peringkat keempat setelah ikan kembung, tuna, dan sarden. Padahal ikan ini sangat mudah dijumpai di pasar dengan harga murah. 

Kebutuhan protein hewani yang diperlukan manusia ada di dalam protein ikan karena mengandung asam-asam amino yang hampir semuanya diperlukan oleh tubuh manusia. Kandungan protein ikan yang relatif besar ada di dalam ikan kembung sebesar 15-25% untuk 100 gram daging ikan.

Ikan kembung mengandung sumber gizi yang diperlukan oleh tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar termasuk lemak tak jenuh yang mudah dicerna dan langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Sedangkan kandungan omega-3nya paling tinggi. Asam lemak ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, jadi harus dikonsumsi dari luar. Pada masa perkembangan otak, omega-3 sangat dibutuhkan karena 50% asam lemak pada jaringan sel otak adalah DHA dan EPA. Sedangkan ikan laut atau semua hidangan dari laut mempunyai kandungan EPA dan DHA yang tinggi. 

Beberapa penelitian di Amerika menunjukkan akibat kekurangan omega-3 dapat menyebabkan keterbelakangan mental, penyakit pada jantung dan komplikasi terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu konsumsi ikan kembung sangat baik bagi ibu hamil dan anak-anak.



Sumber :


2. Ikan Kembung Sebagai Sumber Omega yang Baik untuk Perkembangan Otak Janin di  http://lakesma.ub.ac.id/2014/06/ikan-kembung-sebagai-sumber-omega-3-yang-baik-untuk-perkembangan-otak-janin/










Continue Reading…

Saturday, January 17, 2015

Biasakan Banyak Makan Sayuran dan Buah

Alhamdulillah, saya punya suami yang suka sayuran dan buah-buahan. Kebiasaan suka makan sayur dan buah mungkin karena ajaran orang tua kami sejak kecil. Orang tua selalu membiasakan anak-anaknya agar suka sayuran dan buah. Meski demikian suami tidak suka sayuran yang dimakan mentah untuk lalap atau yang rasanya agak pahit. 

Kebiasaan saya tidak jauh dari aktivitas ibu di rumah. Setiap hari ibu selalu masak sendiri meski ada asisten di rumah, kebiasaan ini masih terus dilakukan sampai sekarang dan mempengaruhi kebiasaan saya setelah berumah tangga. Ibu selalu menyediakan sayur dan buah di rumah. Alasan ibu, menyediakan sayur dan buah di rumah lebih irit dan sehat dibanding harus membelikan anak-anak jajanan cepat saji. Semua juga pasti tahu ya, zat yang terkandung dalam sayuran dan buah dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Jadi ibu ingin agar makanan di rumah tidak hanya mengenyangkan tapi juga menyehatkan.

Sebenarnya mudah untuk membiasakan agar anggota keluarga suka sayuran. Mau tak mau ibu sebagai tukang masak di rumah harus pandai mengolah sayuran agar anggota yang lain tidak bosan. Ibu dapat membuat menu sebulan di rumah. Hal ini sangat membantu ketika berbelanja dan mempersiapkan menu yang bervariasi karena ibu sudah punya patokan bahan apa yang mau dibeli dan diolah. Pengalaman saya, kalau pergi ke pasar dan bingung mau masak apa, biasanya bingung sendiri di pasar dan malah menghabiskan banyak waktu karena tidak efisien, harus bolak-balik beli bahan. 

Gampang-gampang susah untuk menerapkan menu yang telah disusun. Rasa malas ketemu sayuran itu lagi-itu lagi membuat ibu kadang jenuh juga mengurusi masalah domestik di dapur. Tapi jika kita ingat pada keluarga biasanya rasa itu memudar perlahan. Atau bisa jadi dengan mengolahnya menjadi lebih bervariasi membuat si ibu semangat memasak. Misalnya sayur bayam hari ini dimasak sayur bening, minggu depan bisa diolah menjadi tumis atau sayur bobor. 

Begitupun dengan buah. Ibu sebaiknya menyediakan buah di rumah. Selalu dilihat stok buahnya apakah masih cukup atau kurang. Saya rasa untuk mendapatkan buah di pasaran sangat banyak dan mudah apalagi harganya juga terjangkau karena masih bisa ditawar. Kalau saya pribadi, lebih suka buah lokal karena rasa buah lokal lebih enak dibanding yang impor. Lagi pula, buah lokal kualitasnya juga tidak kalah sama yang impor. Hanya perlu ketelitian dalam membeli buah. Pilihlah buah yang masih bagus bentuk fisiknya. Kalau untuk dimakan beberapa ke depan, bisa membeli buah yang setengah matang agar tidak cepat busuk. 

Untuk membiasakan keluarga suka sayuran dan buah saat ini malah sangat mudah. Ibu bisa memanfaatkan internet untuk mencari tahu menu yang sehat dan gampang penyajiannya. Yang sedang ngetrend saat ini yaitu menggabungkan sayuran dan buah dalam bentuk juice, yang lebih terkenal dengan sebutan smoothie. Cara ini terbukti efektif membuat keluarga suka sayuran dan buah tanpa melihat bentuk aslinya. Saya pernah melihat tayangan televisi yang menampilkan publik figur dengan produk smoothienya. Awal beliau membuat smoothie karena tidak sengaja. Suaminya tidak suka sayuran sedangkan beliau tidak suka buah. Agar mereka berdua suka sayuran dan buah maka kedua bahan tersebut diolah menjadi juice. Dengan cara ini kebutuhan nutrisi dari sayuran dan buah terpenuhi. Pasangan tersebut mengonsumsi smoothie setiap hari. Karena kebiasaan ini lama-lama mereka mengembangkan menjadi bisnis yang menguntungkan dan menyehatkan.



#10HariNonstopNgeblogGizi











Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Blog Archive

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com