Sunday, January 04, 2015

Jalan-jalan Sebentar di Osaka

Osaka merupakan tujuan akhir saya dan suami setelah berkeliling Kyoto dan Nara. Tak banyak tempat yang kami kunjungi karena harus memperhitungkan waktu ke pemberhentian Willer Bus di Umeda Sky Building. Apalagi waktu itu hari Minggu, esoknya Pak MJ harus ngantor.

#Osaka Castle

Kurang afdol kalau kami tidak ke sini. Setelah keluar stasiun Osakajokoen kami makan siang dulu di taman yang ada di situ. Karena musim semi, taman di sekitar Osaka Castle rame banget. Semua orang melakukan aktivitasnya masing-masing. Ada yang duduk di taman, ada yang bersepeda, bermain otopet, dan anak-anak bermain di kolam. Semua bersenang-senang. Semua bergembira. Semua gratis di taman ini. 


Menuju ke kastilnya ternyata kami masih berjalan kaki dan menaiki tangga yang bikin capek, sumpah tinggi banget. Kastil ini merupakan kebanggaan warga Osaka. Masuk ke gerbang kastil, kami dihadang sebuah tembok batu yang gedhe banget. Dinding ini masih asli konon digunakan sebagai alat untuk melindungi kastil pada zaman dulu. 

Setelah memasuki dinding batu, saya dan suami menuju kastilnya. Untungnya Osaka Castle dibuka untuk umum. Kami membeli tiket kemudian petugas menyuruh kami menitipkan tas. Osaka Castle dibuka hanya sampai jam 5 sore. 

Osaka Castle yang ada saat ini bukanlah bangunan asli. Bangunan ini sudah beberapa kali direnovasi. Meski demikian masih ada kok bangunan asli yang masih tersisa di kastil ini yaitu sumur Kinmeisui. 



Di bagian museum dipajang berbagai barang-barang kerajaan zaman dulu. Sebagian besar benda-benda untuk berperang. Yang menarik di sini adanya diorama yang menceritakan kehidupan Hideyoshi Toyotomi, pendiri kastil ini. Diorama ini cukup menghibur pengunjung. Setelah itu saya dan Pak MJ naik ke Obsevation Deck. Dari lantai ini kami bisa melihat pemandangan kota Osaka yang dipenuhi gedung-gedung tinggi. Dari atas kastil ini, saya sempat membayangkan betapa megahnya kastil ini. Musuh yang akan menyerang sudah kelihatan dari jarak jauh. Dan, pengamanan kastil yang berlipat-lipat bisa dilihat dari Observation Deck. Lewat lantai paling atas ini pula kami dapat melihat pucuk Osaka Castle yang terbuat dari emas. 


Salah Satu Diorama dan Pemandangan dari Atas

#Universal City Walk

Sebenarnya saya yang ngebet pengin ke sini. Hanya penasaran saja. Meski kesorean, tak apalah mampir sebentar, toh kami memang tidak berniat masuk ke theme parknya. Tiketnya lumayan mahal, yang penting kan sudah foto di bola dunia yang super gedhe itu, hihihi iya saya memang norak. City walknya di sini enak banget karena banyak tempat belanja dan tempat makan sebelum masuk ke wahananya. Alhamdulillah beberapa bulan kemudian akhirnya kami bisa masuk theme parknya meski di USS hihihi.



#Dotonbori


Sewaktu menunggu kereta ke Dotonbori, saya dan suami sempat kaget karena ada kereta yang unik banget. Sampai sekarang kami tidak tahu itu kereta apa. Shinkansen juga bukan. Bentuk gerbong depannya itu bulat dan warna keretanya gonjreng banget. Bahkan orang Jepang yang berdiri di dekat kami juga antusias memfoto kereta tersebut. Mereka sampai lari-lari melihat keretanya lho. Saya dan suami, agak cool sedikitlah. Jaim di negeri orang, noraknya dalam hati saja hihihi.  

Kereta Apa Ini?

Di Dotonbori, sebenarnya kami agak buru-buru karena waktu sudah malam, kami takut ketinggalan bus. Sumpah ya, daerah ini ramenyaaaa minta ampun. Ramenya itu mulai dari Shin Sai Basi Suji. Maklumlah di sepanjang jalan itu isinya toko semua. Daerah ini sejak Zaman Edo memang sudah menjadi pusat perbelanjaan yang rame sampai sekarang. 

Shin Sai Basi Suji

Landmark Dotondori

Dotonbori sendiri merupakan pusat makanan. Toko-toko di sana unik banget. Hampir semua toko punya identitas masing-masing yang malah menjadi landmark Dotonbori. Ada yang memasang cumi raksasa, kepiting raksasa, atau boneka badut raksasa. Jangan lupa foto di Glico-man ya. Lambangnya Glico, pembuat permen dan snack yang terkenal itu. Oia, cobain deh makan takoyaki di sini yang terkenal enak.  Takoyaki itu camilan dari adonan terigu yang dalamnya diisi potongan gurita. Takoyaki menjadi jajanan khas dari Osaka. Hmmm, memang enak makan takoyaki asli Osaka, apalagi masih anget-anget. Karena kami sangat lapar, ternyata makan takoyaki yang seporsi belum nendang. Akhirnya mampir makan malam di salah satu resto. Makan malam sambil menikmati Dotonbori yang rame dan melihat kapal yang melintas di bawah. 


Setelah kenyang, kamipun bergegas menuju ke Umeda Sky Building. Menunggu armada yang telah dipesan dan menghabiskan sisa malam di dalamnya. Sampai di Kawasaki esok pagi, oper kereta ke Kannai dan kami berlari pontang-panting ke apartemen karena Pak MJ mau ngantor dan agak terlambat sedikit. 




7 comments:

  1. Aduh, Pipit...senengnyaaa!
    Menikmati liburan dengan suami pasti happy-nya berlipat ganda, hehe..ngomong-ngomong, saya juga suka banget dengan takoyaki yang isi gurita itu. Dua porsi baru nendang kayaknya...
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bu Irma seneng banget..
      Hehe belum kenyang klo blm makan nasi..

      Delete
  2. Aaaa.. Mbak Pit uda maen ke sini.. Mana foto sama Charlie Brown lagiiii.. T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suatu saat smg Beby jg bisa ke sini ya..
      Aamiin..

      Delete
  3. Subhanallah itu Osaka ya??keren banget ya....mau juga donk naik kereta api yg begituan...kerasan banget aku disana asalkan ada suami hehehe

    ReplyDelete
  4. Waah jalan-jalan ke Jepaang ya. Mupeng dot.kom

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Blog Archive

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com