Saturday, January 03, 2015

Menikmati Kunonya Kyoto

Dari daerah Arashiyama saya dan suami melanjutkan perjalanan ke Higashiyama. Daerah Higashiyama lebih terasa tradisionalnya dibanding Arashiyama. Bangunan-bangunan kunonya masih dipertahankan oleh masyarakat. Kami naik bus ke Kiyomizudera Temple, berhenti di halte Kiyomizumichi. 

#Kiyomizudera

Kami jalan kaki menuju lokasi. Lumayan capek jalannya karena kami harus mendaki untuk sampai ke kuil. Di sepanjang jalan banyak banget toko yang menjual makanan serta souvenir. Beberapa toko bahkan menyediakan makanan gratis untuk dicicip. Di daerah ini saya menjumpai wanita yang banyak memakai baju ala maiko.

Ketika sampai di kuil kami memasuki gerbang utama yang besar berwarna oranye. Di sini ada beberapa kuil.  Kuil-kuil di Kiyomizudera kelihatan kuno tapi tampak terawat. Tempat yang rame dikunjungi biasanya Kiyomizu Hall. Sebelumnya kami membeli tiket masuk dulu. Bangunan Kiyomizu Hall terkenal dengan panggungnya yang menjorok. Panggung ini terbuat dari kayu setinggi 13 meter. Kayu-kayu untuk panggung ditata tanpa memakai paku. Di Kiyomizu Hall pengunjung dapat melihat pemandangan Kyoto dari kejauhan. Bentuk panggung yang unik ini bisa dilihat dari Koyasu Pagoda. 



Kemudian kami ke Jishu Shrine. Anak muda banyak yang datang di kuil ini. Yang bikin rame di sini karena adanya batu cinta. Batu ini ada dua letaknya berjauhan. Jika seseorang berjalan melewati batu tersebut dengan mata tertutup tanpa berbelok sampai ujung dipercaya akan mendapatkan jodoh. Saya jadi teringat wisata di Yogyakarta yang melewati pohon besar dengan makna yang hampir sama. Lucu juga melihat anak-anak sekolah yang beramai-ramai mencoba peruntungan ini. 




Setelah itu kami turun ke Otawa Waterfall. Tempat ini sangat ramai karena banyak pengunjung yang ingin minum dari air ini. Otawa waterfall terdiri dari tiga sumber mata air yang dipercaya dapat memberikan kesehatan, kesuksesan, dan panjang umur. Katanya sih ada aturan minumnya yakni air diminum dari bejana langsung. Kedua, pengunjung tidak boleh minum dari tiga sumber sekaligus, harus salah satu. Tenang, bejana di sini steril kok karena begitu dipakai minum, langsung disterilkan dengan sinar UV di tempat yang disediakan. 

Otawa Waterfall dan Tempat Sterilisasi

Sewaktu kami turun untuk pulang secara tak sengaja kami melewati jalan yang berbeda saat berangkat. Suasana di jalan tersebut lebih sepi dan sangat vintage dibandingkan jalan utama sewaktu berangkat. Bangunan-bangunan kuno beserta jalan yang dipaving dengan aksen batu-batunya membuta daerah ini terasa banget kunonya. Dan, secara tak sengaja kami bertemu dengan maiko. Orangnya ramah sekali dan tidak menolak untuk difoto. Saya kagum dengan pakaian dan cara dandannya. Memakai baju yang agak nyrimpet kok ya mau apalagi berjalan di tempat yang naik turun. 



Jujur, saya capek banget dari Kiyomizudera. Perjalanan dilanjut ke sebuah kuil dan ke Gion. Benar-benar tidak ada tenaga dan sudah tidak semangat. Gion terkenal dengan geishanya. Saya akui, daerah ini sangat vintage. Orang yang datang ke Gion berharap ingin beretmu dengan geisha. Memang ada beberapa geisha yang bersliweran tapi tidak banyak. Habis dari Gion saya dan suami makan di Yoshinoya kemudian kembali ke Kyoto melanjutkan perjalanan ke Nara




18 comments:

  1. Kalo melihat geisha, imajinasi saya ke kreasi kanzashi dari pita yang kutekuni mbak. hihi....
    Asyik ya menikmati wisata di kyoto. Kota ini memang kota budaya (pernah baca di buku)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba, maaf itu kreasi yg spt apa ya? Baru denger #ndeso.
      Klo hal2 yg berhub dgn kerajinan tangan, sy nyerah.

      Delete
  2. Anakku kayaknya mau ke Jepang mak, rombongan sekolah. Tapi gataulah itu karena gurunya belum ngasih fix plannya. Aku senang dg hal2 yg klasik begitu. Kalau anakku beda, dasar ABG, dia ngarep bgt rencana itu jadi krn pengin lihat pernak pernik lucu ala ABG & teknologinya saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih hebat ya Mak bisa study tour di Jepang..

      Delete
  3. pengen juga mbak kesitu, keren banget ya, melihat bunga sakura apalagi pas ada dibawahnya,,,ah berasa mimpi aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Mba Dwi bisa kesini ya..
      Semangat dan yakin Mba!!

      Delete
  4. Di Indonesia juga masih ada masyarakat yang ribet pakai jarit sambl dagang mak :D salut dengan maiko

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak masih ada kok mbah2 yang pake jarit..

      Delete
  5. Kyoto tetap terawat dengan baik kotanya ya.
    Padahal Jepang menguasai teknologi terkini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itulah uniknya Jepang Mba..

      Delete
  6. biar rumah kayu jaman dulu tapi kesannya kokoh ya di kyoto :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas, orang zaman dulu hebat2 ya..

      Delete
  7. Pipit, banyak banget tempat yang dikunjungi...hebat ih, sampe hafal semuanya...hehe, saya aja bingung ngebayanginnya. Tapi begitu ada nama Gion dan Nara disebut, saya langsung inget buku tentang Geisha yang udah saya baca...
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini ngedraft lamaa Bu..
      Berdasarkan urutan foto ceritanya :)

      Delete
  8. Wah, udah pernah ke Jepang ya Mbak?
    Dari dulu aku pengen banget main ke negara Sakura ini, tapi belum kesampaian. :D


    Halo Muda Teknologi Dunia

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Blog Archive

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com