Thursday, January 29, 2015

Saya Bukan Kamu

Iya, saya bukan kamu. Plis, jangan disamain, ya.

Manusia itu kodratnya untuk bersosialisasi entah di lingkungan rumah atau di tempat kerja. Tapi kalau ternyata lingkungan tempat untuk bersosialisasi tidak memberikan dampak yang baik ke diri kita bagaimana? Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus membohongi diri sendiri agar diterima oleh mereka?

Mengenal lingkungan yang asing atau pertama kali pasti butuh penyesuaian. Pun begitu yang saya lakukan. Mencoba membaur dengan mereka secara keseluruhan untuk mengetahui karakter orang di sekitar saya. Menurut saya ini penting karena mereka yang nantinya akan berhubungan dengan kita sehari-hari. Mengetahui cara mereka berbicara atau melihat penampilan mereka, kadang saya tahu bagaimana watak orang tersebut. Dengan dasar ini membuat saya untuk lebih berhati-hati menghadapi orang.

Berbaur dengan orang lain lambat laun pasti kita akan merasakan nyaman atau tidaknya berkomunikasi dengan mereka. Banyak orang yang baik dan suka membantu dengan ikhlas. Kadang juga ada perasaan nyaman dan sepaham dengan mereka. Atau ada aja orang yang kadang bikin bete karena sikap dan omongannya yang sering nyakitin. Menghadapi orang seperti itu lebih baik saya menjaga jarak. Berusaha menghindari percakapan dengan orang-orang yang berada di barisan suka nyinyir. Di sini, saya akan menjadi diri sendiri. Bukan apa-apa, saya takut terkena dampak negatif dari omongannya. Hati cepet panas soalnya, hihihi. 

Bergaul tanpa meninggalkan kenyamanan diri sendiri rasanya enak banget. Lah, kalau kita berpura-pura menjadi orang lain buat apa? Toh, lama-lama yang namanya sikap dan watak pasti akan ketahuan juga kok aslinya. Bila saya dihadapkan pada situasi yang kurang nyaman, saya lebih banyak diam. Saya ingin berdamai dengan diri saya sendiri. Saya nggak mau terlibat pembicaraan yang membuat hati nggak nyaman lebih jauh. Pelan-pelan saya akan menjaga jarak dan ngomong seperlunya dengan orang tersebut.

Meski kadang serba salah dengan keadaan itu, tapi saya lebih mencintai diri sendiri. Bukan egois, lho. Lebih baik membaur dengan cara yang positif misalnya ikut pengajian atau arisan daripada ikut nimbrung obrolan yang nggak jelas muaranya. Bahkan beberapa diantaranya pada minta hutangan, kakaaaaak. Mumet kalau sudah berada di situasi ini. Sebisa mungkin saya menolak. Bukan apa-apa karena ujung-ujungnya saya yang nodong ke suami dan malah ditanya macem-macem. Daripada urusan dalam negeri berantakan, lebih baik say NO untuk urusan luar yang seperti itu. Kalau ada kegiatan yang positif, saya usahakan untuk ikut terlibat. Tapi untuk urusan yang membuat hati nggak nyaman, maaf saya harus bilang TIDAK!

Menjadi diri sendiri dan selalu bersyukur atas apa yang ada akan membuat kita jauh lebih nyaman. Bersosialisasi tanpa pilih kasih dengan cara positif masih bisa dilakukan kok. Bukan pencitraan tapi kenyamanan. Dan saya memilih demikian karena saya bukan kamu. 








21 comments:

  1. iya,saya juga lebih sering enjoy dengan diri sendiri. nggak begit suka kumpul2 yang banyak gosip dan kurang manfaatnya..

    ReplyDelete
  2. Kalau bergaul, kumpul2 bermanfaat sih boleh sih mak ya, tp kalau kumpul2nya cuma bikin hati jd tambah nelangsa, mending gk ush ikutan kumpul2. Terserahlah mereka mau berkata apa, yg penting "because iam happy.....iiiiii..iii....iiiiii..."

    ReplyDelete
  3. Tidak mudah menjadi diri sendiri ketika hidup kita masih ingin selalu 'dibersamai' orang lain. Entah itu berharap penilaian baik, pujian, follower, dan lain-lain.
    Jadi diri sendiri harusnya adalah sebuah sikap, dan mereka harusnya menghargai

    salam hangat dari Bandung, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul juga, kita selalu ingin menyamakan diri dgn orang lain, dan selalu terpengaruhi u jdi orang lain. klo gak gitu y mungkin tinggal kitanya aja yg harus pd n lebh kreatip :D


      salah kenal y mb. :)
      blogwalking ke orangbiasaji.net dong :)

      Delete
    2. @Gulunganpita : Kata2nya dalem, nih :)

      @Orangbiasaji : PD dan kreatif, siip.

      Delete
  4. On process ni mb widya.. Menjadi diri sendiri di tengah orang2 yg kebanyakan masih sibuk ngurusi orang lain.. Semoga senantiasa dikumpulkan dan dipertemukan dengan orang orang yg bermanfaat... Salam kenal ^_^

    ReplyDelete
  5. mending jadi diri sendiri daripada jadi orang lain tapi ga nyaman ya mbak :-)

    ReplyDelete
  6. aku jarang mbak berbaur ama tetangga soalnya kalo udah ngumpul ngomongnya ngalor ngidul,,,,hehe

    ReplyDelete
  7. Saya bukan kamu, tapi saya setuju dengan Mbak Pipit. :D

    Jadi diri sendiri dalam berinteraksi dengan orang lain. Masalah disukai atau tidak, terserah yang memutuskan. Bukan begitu? ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, begitu.
      Makasih ya Mak Yanet :)

      Delete
  8. diam-diam kabur, pura-pura ada keperluan darurat gitu ya mbak kalo pembicaraan mulai bikin nggak nyaman.

    ReplyDelete
  9. ada yang bilang, siapa kamu terlihat dari teman-temanmu. mungkin benar juga ya :). kalau temannya auranya negatif, bisa jadi kita kebawa negatif. kalau teman auranya positif, kita ikutan positif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba.
      Semoga ya kita selalu mendapat teman yg positif. Aamiin.

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Blog Archive

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com