Friday, January 16, 2015

Tumis Oncom - Leunca, Makanan Murah Meriah yang Nikmat dan Bergizi

Pertama kali belanja di abang sayur yang berada di Jakarta, saya sempat heran dan jijik ketika melihat barang dagangan berwarana oranye. Kalau dilihat sekilas, mirip gembus yang berjamur. Berbulan-bulan saya tetap menganggap itu adalah dagangan yang basi. Anehnya, kok ada yang beli ya. Biar nggak tambah penasaran, saya bertanya kepada abang sayur perihal dagangan tersebut. Ternyata namanya oncom.

Oalaaaah, sering banget dengar tentang oncom sebagai makanan khas dari Jawa Barat tapi baru itu saya tahu wujud aslinya sebelum dimasak. Maklum, di daerah ini saya termasuk perantauan dan tidak ada penjual oncom di daerah asal saya, Semarang. Bertahun-tahun saya kalau melihat oncom masih merinding, kayak tega nggak tega mau memasak. Sampai suatu hari di tahun 2012, saya bertanya ke asisten perihal oncom. Saya bertanya bagaimana rasa oncom dan cara mengolahnya. Katanya oncom enak banget kalau ditumis, apalagi dicampur leunca. Karena penasaran, beberapa hari kemudian saya membeli oncom di pasar.

Credit

Betapa kagetnya saya ketika tahu harga oncom ternyata murah banget. Satu papan cuma seribu rupiah. Kemudain saya menumis oncom dicampur leunca. Hhhhmmm, rasanya memang nikmat. Sejak saat itu saya suka banget sama tumis oncom - leunca, apalagi yang rasanya pedes. Sayang, suami sampai sekarang nggak doyan oncom, baik ditumis ataupun digoreng. Suami masih gilo sama bentuknya yang asli hihihi.

Nah, hujan-hujan seperti saat ini, enak banget kalau makan oncom. Kebetulan tadi saya memasak tumis oncom campur leuca dan teri. Bumbunya sedikit pedes. Dan, saya makannya pakai pete. Wuih, dijamin enak banget, deh. Apalagi pakai nasi anget, tumisnya juga anget. Bakalan bikin nambah nasi, nambah, dan nambah lagi hihihi. 

Lauk Enak Saat Musim Hujan


Yuk, kenalan dulu sama si oncom dan leunca. 

#Oncom

Oncom adalah makanan asli Indonesia dan identik dengan Orang Sunda. Oncom merupakan hasil fermentasi makanan yang unik karena menggunakan kapang Neurospora sp yang tidak pernah digunakan dalam pembuatan makanan, kecuali pada oncom. Ada dua jenis oncom, yakni oncom merah dan oncom hitam. Oncom merah biasanya dibuat dari bungkil tahu. Bungkil tahu yaitu ampas kedelai yang telah diambil proteinnya dalam pembuatan tahu. Sedangkan oncom hitam dibuat dari bungkil kacang tanah yang dicampur ampas singkong atau tepung tapioka agar teksturnya lebih lunak. Bungkil kacang tanah yaitu ampas kacang tanah yang diambil minyaknya. Walaupun oncom terbuat dari bungkil tahu atau bungkil kacang tanah yang notabene adalah limbah, tapi kandungan gizinya masih cukup tinggi untuk dikonsumsi manusia. Di pasaran, oncom merah lebih banyak dijumpai dibanding oncom hitam. 

Sebagian besar masyarakat masih kurang suka dengan oncom dibandingkan tempe dan tahu. Anggapan tersebut keliru karena oncom sebenarnya mempunyai kandungan gizi yang baik akibat proses fermentasi. Senyawa yang tadinya bersifat komplek akan diurai menjadi senyawa sederhana yang mudah diserap oleh tubuh. Proses fermentasi kapang juga menghasilkan cita rasa tersendiri yang membuat oncom menjadi gurih dan disukai masyarakat. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa fermentasi Neurospora sp dapat mencegah perut kembung karena adanya enzim yang dapat menguraikan kedelai menjadi senyawa yang sangat sederhana sehingga tidak berdampak pada pembentukan gas.

Kandungan gizi pada oncom yaitu :

  • Air 87,46%
  • Protein 4,37%
  • Karbohidrat 3,05%
  • Lemak 0,92%
  • Serat Kasar 1,65%
  • Mineral : Zat Besi, Kalium, dan Natrium


#Leunca

Leunca termasuk dalam tumbuhan terung-terungan. Tanaman leunca berasal dari Eropa dan Asia Berat. Tanaman ini sudah dimanfaatkan sebagai obat-obatan sejak 2.000 tahun lalu. Di Indonesia, leunca sering dikonsumsi untuk lalapan dan dibuat campuran sayur.

Meski buahnya kecil tapi manfaatnya besar. Secara empiris leunca dapat mengobatai campak atau cacar air, gastritis, ketergantungan alkohol, dan bekas luka bakar. Di beberapa negara bahkan sudah memanfaatkan leunca sebagai obat-obatan. Diantaranya :

  • Meksiko : daun dan buahnya utk obat pusing
  • India : menyembuhkan rabies
  • Tiongkok : mengurangi radang ginjal dan kandung kencing
  • Nigeria : mengurangi rematik dan asam urat
  • Korea : mengurangi encok pinggang dan nyeri sendi

Meski demikian, beberapa penelitian menyebutkan bahwa leunca berefek negatif pada pria karena dapat menurunkan jumlah sperma, sehingga mengganggu kesuburan.


-Semoga Bermanfaat-



















33 comments:

  1. belum pernah makan 22nya,oncom sama leunca..penasaran aja,eh penasarn bangettt^^
    duh petenya,mana nasi mana nasi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. oncom itu jodohnya leunca enak loh miss :).
      Waktu itu akngasih makan oncom ke mertua heran dan bertanya emang boleh dimakan? dipikirnya tempe yang sudah busuk

      Delete
    2. @Hm Zwan : *sodorin nasi.
      Yuk maem bareng, Mba..

      @Lidya : Iya, Mba..Kupikir awalnya jg gitu.
      Hehehe kalo orang baru lihat pertama juga gitu, dikira makanan busuk :)

      Delete
  2. Harganya sm kyk tempe menjes mak, 1000 satu papan. Sy sm nih sm mak hanna. Blm pernah 22nya.. tapi kayaknya mak nyuss bgd y mak. Petenya segeer beneeeerrre

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy baru denger kata 'tempe menjes'.
      Tempe dari mana Mak?

      Delete
  3. Makan pakai nasi anget, hmmm, nikmat.

    ReplyDelete
  4. saya penyuka olahan ini semenjak jadi anak perantauan di Jabodetabek *lumayan lama
    dan baru sekali pernah mencoba memasak keduanya, lebih enak makan yg udah matang *belum nemu triknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya mah tinggal nyampur2rin aja, Mbak :)

      Delete
  5. Saya pernah dapet oleh-oleh oncom dari tetangga
    Dan memang enak ya meski tampilannya nakutin....hehehe

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Adanya di seputaran Jabodetabek sama Jabar kayaknya.
      Belum merambah daerah lain.

      Delete
  7. Saya juga suka mak sm oncom...digoreng tepung juga enak bgt. Tp harus dimakan hangat kalo udah lama jd lemes soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaah, enak banget itu, Mba.
      Anget2 dimakan sama cabe rawit.

      Delete
  8. Wow leunca bisa buat cacar ya? Baru tahu ...

    Kalo oncom, saya tidak pernah coba Mak, leunca pun begitu soalnya kami di sini tidak mengenalnya. Andai dekat, mau deh nyicipin masakan Mak Pipit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak sy jg baru tahu.
      Hihihi ayo Mak, maen ke sini ;)

      Delete
  9. wih ajdi kangen sambel oncom bikinan mamaku. Di cirebon sulit dapetin oncom yang kayak di bandung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak, oncom di Cirebon kayak gimana ya?
      Sambel oncom? Widiw, sy belum pernah bikin, seringnya cm ditumis.

      Delete
  10. enak banget yah, mbak. wa, saya mau percaya saja deh sama mbak. soalnya belum pernah makan :D. kalau terinya sukaa, biasanya bude sering ngasik dimasak pedas kering dan ada kacang tanahnya cuma digoreng gitu mbak. jadi campurannya saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe makasih Mas bwt kepercayaannya.
      Menurut sy enak, kalo suami ga doyan jadi ya ga enak :)

      Delete
  11. wah saya jadi lapar mbak pipit hehe boleh dah dikirim ke jogja haseehh hehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikirim virtualnya mau?
      Hehehe malu, fotoku ga sebagus fotonya njenengan.

      Delete
  12. kayaknya boleh dicoba nichhh... mbk pipit :D

    ReplyDelete
  13. Ini saya suka banget, Piiiittt...jadi kepengen!
    :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sila masak, Bu.
      Gampil ini dan bahannya juga mudah didapat di rumah Bu Irma :)

      Delete
  14. Mbak, leunca itu apa ya?
    Aku belum pernah makan dua2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayuran kecil bulet2 warnanya ijo, Mba.
      Biasanya utk lalap atau tumis.
      Kalo di Jawa namanya cepokak.

      Delete
    2. masih penasaran mbak...hihihi
      googling juga sudah, tapi tetep ndak paham...
      moga2 suatu saat aku dipertemukan sama leunca dan oncom ini yaa

      Delete
  15. saya orang sunda tapi ga berani nyobain oncom... geli geli gitu gatau kenapa XD

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Blog Archive

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com