Thursday, July 02, 2015

Bapak Pensiun

Hubungan saya dan bapak cukup dekat meski tak tiap hari kami berkomunikasi lewat HP. Tapi, setiap ada kejadian yang agak penting, pasti bapak SMS atau bahkan telepon. Seperti semalam, tiba-tiba bapak SMS seperti ini : 

SMS dari Bapak
Nggak hanya ini. Suatu kali bapak tiba-tiba telepon dan mengabarkan dengan gembira kalau beliau nggak jadi ketua RT lagi. Semua kejadian pemilihan RT di rumah diceritakan detail karena pemilihan tersebut dilakukan dua kali. Pertemuan pertama nggak ada warga yang datang padahal ibu sudah menyiapkan aneka sajian. Nah, pemilihan kedua akhirnya warga datang tapi ibu nggak menyiapkan apa-apa, karena trauma takut mubazir lagi. Akhirnya ada juga yang mau menggantikan bapak sebagai ketua RT. Hahahaha, plang RT yang selalu disimpan di gudang sudah dioper. Bapak memang nggak pernah mau rumahnya dipasang plang tulisan "Ketua RT...". Kebiasaan itu dari dulu dilakukan jadi plang RT ya ngendon di gudang. 

Bulan ini merupakan bulan terakhir beliau mengabdi di instansinya. Berpuluh-puluh tahun bapak mengabdi. Saya jadi teringat cerita ibu. Dulu, bapak dan ibu pernah mengalami LDM beberapa lama, bapak di Banjarnegara sedangkan ibu di Semarang. Mereka harus berpisah sementara karena demi karier bapak. Setelah bisa mengajukan pindah, bapak dan ibu akhirnya bisa satu atap lagi.

Bapak sangat menikmati hidupnya, sifat ini yang menurun ke saya. Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor pasti mendengarkan musik dari radio, pokoknya tiada hari tanpa musik. Padahal suaranya fals banget kalau nyanyi. Plek ketiplek sama anak perempuannya ini. Saya dan bapak hanya penikmat musik. Kalau sedang libur, pasti bapak tiap pagi olah raga. Dulu jogging, sekarang cukup jalan kaki. Hal ini juga yang menurun ke saya. Semua itu dilakukan untuk menikmati hidup, mengisi waktu dengan happy. Hidup nggak usah dibikin susah, itu yang sering diucapkan bapak. 

Bapak juga bukan orang yang ambisius. Saya tahu dari ibu ternyata bapak menolak tawaran sekolah 'cakim'. Bapak nggak mau sekolah tersebut karena tanggung jawabnya berat dan bisa berpindah-pindah dinas. Bapak lebih memilih menjadi staff biasa. Meski demikian, bapak termasuk orang yang bertanggung jawab. 

Sewaktu masih SD, saya ingat betul bapak sering lembur sampai malam di rumah. Mengetik memakai mesin manual dengan banyak kertas dan pita. Suara mesin ketiknya terdengar seperti alunan yang teratur. Bapak seorang panitera yang sangat teliti. Kata demi kata selalu dieja dan diketik dengan rapi. Saking telitinya, berkali-kali kata-kata di undangan pernikahan saya sempat dikoreksi dan bolak-balik masuk percetakan *serius. Sempat terjadi debat dengan saya, akhirnya bapak mengalah, hihihihi.

Diantara anak-anaknya, saya yang paling besar, perempuan sendiri, dan yang paling jauh tinggalnya. Mungkin karena itu pula bapak dekat dengan saya. Kedua adik laki-laki saya dianggap lebih kuat dan mandiri. Sewaktu masih SD, saya ingat betul kebiasaan kami kalau mau tidur. Bapak pasti menggendong saya ke kamar mandi buat pipis. Nggendongnya di belakang sambil goyang-goyang layaknya saya naik kuda. Bapak miring ke kiri dan ke kanan. Saya waktu itu ketawa-ketiwi kalau bapak jalan sambil miring. Sampai sekarang mungkin saya masih anak kecil baginya. 

Sebelum pensiun, ada hal unik yang bapak lakukan. Saya baru tahu setelah membelikan sepatu. Waktu itu niat saya dan suami membelikan sepatu biar untuk gonta-ganti kalau ngantor. Ternyata jawaban bapak saya adalah sepatu akan dipakai setelah pensiun. Kenyataannya, sepatu tersebut akhirnya dipakai ngantor juga meski hanya sesekali, hihihi. Sebelum pensiun, bapak ternyata sudah punya stok baju, kaos, celana jeans, dan sepatu. Semua itu jumlahnya lebih dari satu. 

"Hah? Buat apa?, " tanya saya waktu itu. 
Katanya biar nanti kalau kumpul teman-teman bisa tetap necis. Mumpung masih punya duit sendiri dan bebas beli ini-itu. Oalaaah, ada-ada saja bapakku ini. Maklum, bapak memang selalu rapi kalau ke mana-mana. 

Lah, segitunyaaa. Memang, kedua orangtua saya nggak pernah minta ini itu ke anak-anaknya. Prinsip mereka, kalau masih bisa memberi ke anak, kenapa harus minta? Hhhhmmm, mereka belajar prinsip itu dari kakek-nenek saya. Turun temurun gitu.

Sepertinya bapak sudah siap memasuki masa pensiun. Nggak sedih dan nggak bingung mau ngapain. Saya penginnya bapak tetap beraktivitas di rumah, yang ringan dan yang bikin beliau happy saja. Saya hanya ingin bapak dan ibu saya selalu sehat di usia senjanya. Aamiin.

Selamat pensiun ya, Pak. Tetep sehat. Tetep happy, ya ^.^





10 comments:

  1. waaah ga kerasa yaa dulunya orang tua masih muda sekarang udah pensiun aja .. kitanya dulu di gendong gendong sekarang udah nikah .. proses hidup memang seperti ini yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, berasa cepet banget ya, Mba.

      Delete
  2. sekarang ketika orang tua sudah pensiun,mungkin gantian kita yang membahagiakan mereka dihari tuannya

    ReplyDelete
  3. wah, keren. ketua RT, pasti seru tuh yak jadi ketua rt. pasti pengalamannya udah banyak banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahu gosip tentang tetangga, Mas. Hahahaha.

      Delete
  4. Insya Allah tetap hapy ya di waktu pensiunnya. Bener mbak kalau undangan untuk penggantian RT biasanay gak ada yang datang, makanya ditempatku kemarin pakai sistem vote door to door

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba Lid, pada ga mau jadi Pak RT.

      Delete
  5. Amiiin...mudah-mudahan bapak dan ibi selalu sehat dan bahagia...
    Terharu saya baca kedekatan Pipit dengan bapak. Kebayang. Sms-an aja sampe segitu akrabnya. Bapak saya sudah almarhum, dan jaman dulu belum ada hp, jadi paling saya dan bapak telpon-telponan aja, Pit.
    Kayaknya anak saya sama bapaknya juga bakalan gini deh.
    Kalo saya baca tulisan ini, ada sifat dan kebiasaan bapak Pipit yang plek banget sama suami saya...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, Bu Irma doanya. Aamiin.
      Kebiasaan yang mirip apa nih, Bu? :)

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com