Monday, September 07, 2015

Sereh dan Sirih

Setiap Sabtu saya dan pak suami pasti belanja ke pasar untuk membeli stok sayuran dan lauk. Sebelum pergi, pak suami mengingatkan saya untuk membeli "sereh." Rencananya daun yang dimaksud pak suami akan digunakan untuk mengobati matanya yang sakit. Ya sudah, saya manut toh harganya juga murah.

Ketika sampai di budhe langganan di pasar, pak suami mengingatkan lagi sudah beli sereh apa belum. Oiya, saya baru ingat langsung buru-buru membeli "sereh" yang dipesan. Setelah membeli yang dipesan tersebut, saya melanjutkan belanja ke penjual ayam langganan. Di depan penjual ayam, terjadilah keributan antara saya dan pak suami :

Suami (S) : "Mana daun serehnya?"
Saya (M) : "Nih." (Sambil menunjukkan yang dipesan)
S : "Kok ini sih? Mana daunnya?"
M : (Agak bingung) "Maksudnya?? Ini kan sereh yang kau maksud. Daunnya ya ini." (sambil menunjuk batang yang hijau)
S : "Bukan ini!! (Pak suami agak emosi dan mulai ngotot). Coba kamu tanya yang jual, ini bisa untuk mengobatai mata atau enggak."
M : "Lhoh? Lha mana tahu penjualnya soal begituan."

Situasi agak panas karena beberapa pedagang dan pembeli mulai melihat kami.

M : (Tanya ke penjual ayam) "Bang, ini namanya sereh kan? Daunnya ini kan ya?" (Sambil menunjuk batang yang hijau)

Si abang penjual ayam mengangguk dan menjawab iya. Tuh kaaan..Sementara itu pak suami masih dengan pendapatnya dan mulai browsing, tanya kepada ahlinya yaitu mbah google. Sementara itu saya melihat jawaban mbah google dan ternyata yang dimaksud DAUN SIRIH BUKAN SEREH!!

Sereh dan Sirih

Langsung saja saya spontan menjawab, "Kalau itu mah SIRIH (pakai I) bukan SEREH. Beda keles."
Pak suami masih dengan ngototnya bilang, "Kan beda pengucapan doang, kupikir sama."

M : "Ya Elah..beda pengucapan tapi artinya beda banget, ciiiinnn.."
Saya menjawab antara jengkel dan geli. Sementara itu abang penjual ayam ikut tersenyum.

Pak suami dongkol dan meninggalkan saya sendirian beserta belanjaan yang nggak sedikit di depan abang penjual ayam. *7$%#@*^%$* 
Oalah to bojoooo...bojoooo...antara daun sereh dan daun sirih kok ya nggak tahu bedanya. Dikira dengan beda bunyi antara "E" dan "I", daun sereh dan sirih artinya sama. Saya masih tertawa cekikian sendiri sambil melanjutkan belanja. Iya, sepanjang saya belanja dan tertawa sendiri dilihatin pedagang. Hahahahaha. 

Pak suami salah satu matanya bintitan. Sebenarnya sakit ini sudah diderita sejak di Jepang. Waktu itu matanya merah dan ketika periksa di dokter setempat, kata dokter penyebabnya bakteri. Kalau masih sakit dan membesar kemungkinan harus dioperasi. Dokter tersebut memberi beberapa obat mata. 

Setelah kembali ke Indonesia, mata tersebut kadang bintitannya muncul kadang enggak. Sewaktu mudik kemarin, matanya pernah kumat karena sewaktu bangun tidur matanya merah dan bengkak. Pak suami periksa ke rumah sakit, lagi-lagi mendapat beberapa resep obat. Beberapa minggu kemudian, bintitannya kalau pagi kempes tapi kalau sore kelihatan besar. Sewaktu konsultasi ke dokter, memang kalau mau sembuh baiknya dilakukan operasi minor. 

Sambil memakai obat dokter, pak suami juga browsing dan mencari obat herbal untuk sakit mata. Dari hasil browsing, pak suami mendapat info tentang manfaat daun sirih untuk sakit mata. Tapi ada juga info yang mengatakan kalau daun sirih bisa menyebabkan kebutaan. Nah lo. Info lengkapnya silakan dibaca sendiri ya.  

Karena pak suami sudah merasa terganggu dengan bintitan ini, rencana mau ketemu dokter lagi dan kemungkinan akan dilakukan operasi kecil. Gara-gara ini akhirnya suami saya tahu bedanya daun sereh dan sirih, hahahahaha. Sepertinya pak suami kurang piknik, tuh. ^,^.



















18 comments:

  1. Hahahhaha....lucu juga, sering juga ni salah nangkep 2 benda yang hampir sama pelafalannya

    ReplyDelete
  2. Hehehe... jadi inget dulu saya juga pernah salah bedain antara sereh dan sirih

    ReplyDelete
  3. hahhaha sereh dan sirih beda tipis pengucapannya tapi tetep aja beda :D

    ReplyDelete
  4. bedaaa banget padahal hihihii...semoga skrg sudah sembuh taaa

    ReplyDelete
  5. Maklum lah kalo bapak-bapak, mana hapal bumbu-bumbu :D

    ReplyDelete
  6. saya juga baru tau... ada sirih dan sereh... :) biasanya sereh itu untuk apaan ya?

    ReplyDelete
  7. untungnya aku nggak bingung membedakan keduanya..hehehe

    ReplyDelete
  8. Oiya, dulu di Pekabaru pertamanya juga bingung, padahal masakan minang nyaris semua pakai sereh. Lama2 paham tanpa tanya, dr mengamati orang belanja aja :D

    ReplyDelete
  9. heheh beda huruf beda arti ya. Aku udah biasa sih sereh berarti buat masak

    ReplyDelete
  10. kalau bahasa jawa : sereh itu sere, kalau sirih itu suruh/suroh... :)

    ReplyDelete
  11. memang bener mba suka ketuker kalo cara ngucapin nya padahal beda benda:) kalau di bahasa sunda sereh sama seureuh jadi beda baca nya :)

    ReplyDelete
  12. dulu pas kecil sampai warung bingung tadi disruh beli sereh apa sirih ya ?? taunya sampai rumah salah, hahaha

    ReplyDelete
  13. hahahaha..iya juga sih,sereh...sirih...jadi ikut2an bingung habis baca ini^^

    ReplyDelete
  14. iya kadang ketuker itu beda huruf dikit beda makna :D

    ReplyDelete
  15. Nah lhooooo...
    Gara2 si sereh dan si sirih hampir saja keharmonisan rumah tangga jadi terganggu deh Piiit...hehehe...

    Duh, kenapa mata sang suami bisa parah begitu yah Piiiit, mudah2an bisa cepet sembuh kembali aja yaaaah :))

    ReplyDelete
  16. dulu jg saya suka susah bedain dua daun & batang itu hihihi...
    daun sirih banyak manfaatnya ya, bisa ngobatin mata jg ternyata...

    ReplyDelete
  17. namanya mirip sih :D hehee~ gimana lagi~

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com