Monday, October 05, 2015

Pindah Rumah


Sudah 16 hari saya tinggal di rumah baru. Yup, saya pindah dari rumah yang lama dengan berbagai alasan. Salah satunya ingin suasana baru yang semula tinggal di kampung sekarang di komplek. Pindah rumah ini sudah saya rencanakan sejak bulan puasa lalu. Segala sesuatunya sudah kami rencanakan mulai sebelum pindahan sampai setelahnya. 

Banyak banget ya cerita pindahan dari renovasi rumah, packing, dan pindahan tanpa saudara sama sekali. Hahahahaha gegara ini tetangga baru sampai nanya ke saya lho apa saya nggak ada saudara di Jakarta. Lah memang saya dan suami nggak ada saudara. Hanya ada satu sepupu yang tinggal di Bekasi itu pun dia ada acara sehingga nggak bisa membantu pindahan. Hahahaha sudah biasa apa-apa dilakukan berdua antara saya dan pak suami, jadi dinikmati saja. Oh ya karena pindah rumah pula, jadwal ngeblog dan blogwalking jadi nggak karuan. Maaf ya teman-teman. 

Ngomongin pindah rumah, pasti yang ada cerita capek, capaek, dan capek ya. Hahaha memang bener sih capek banget. Sampai sekarang rumah masih agak berantakan. Belum rapi banget karena masih ada beberapa hal yang perlu dicicil. 

Barang yang Masih Berantakan :(

Kalau pindahan memakai jasa pindah rumah enak banget, tuh. Tuan rumah tinggal leyeh-leyeh dan nunjuk sana-sini maka dalam sekejap rumah sudah rapi. Berhubung keuangan mepet banget jadi pindahan ini semua dilakukan sendiri. Secara saya pindahnya nggak jauh-jauh banget dari rumah lama jadi agak santai. Meski demikian tetep loh kudu merencanakan pindahan dengan baik supaya pindahannya lancar. Apa saja sih yang dilakukan sebelum dan sesudah pindahan?

*Sebelum pindahan

1. Packing

Packing ini kadang butuh keahlian khusus biar barang-barang bisa tertata dengan baik dan muat masuk ke dalam koper atau kardus. Tapi kalau waktunya sudah mepet biasanya ya asal masuk aja, hahahaha. Hal-hal yang diperhatikan saat packing :

- Packing sebaiknya dilakukan paling mepet seminggu sebelum pindahan.
- Tata barang dan pakaian mulai dari yang jarang dipakai.
- Masukkan ke dalam kardus atau koper.
- Jangan lupa memberi nama pada kardus, misal kadus baju, peralatan dapur, buku, dll.
- Buang/tinggal barang-barang yang sudah tidak diperlukan.

2. Transportasi

Mencari transportasi selain untuk memindahkan barang perhatikan juga transportasi untuk mobile tuan rumah. Berhubung saya pindahannya dekat, saya dan pak suami pesan truk ke pemilik toko bahan bangunan langganan agak mepet sih. Kalau pesan truk, perhatikan kira-kira truk tersebut mau berapa kali bolak-balik mengangkut barang. Hal ini mempengaruhi harga sewa truk tersebut. 

Sedangkan transportasi untuk tuan rumah, saya dan pak suami tinggal naik motor. Hal ini berbeda kalau pindahannya jarak jauh bisa antar kota atau antar provinsi. Nah, kalau pindahan jarak jauh transportasi perlu diperhatikan secara detail. 

3. Pamit

Sebelum pindah sebaiknya pamit ke Pak RT dan tetangga terdekat. Pamitan ke Pak RT perlu untuk memberi tahu soal keberadaan kita karena pasti berdampak pada data RT misal untuk pilkada, sensus penduduk, iuran RT, dll. 

Berhubung kami pindahnya sore sampai malam, yang pamitan sementara yaitu pak suami. Sedangkan esoknya baru kami berdua keliling ke tetangga untuk pamitan satu per satu 

*Setelah pindahan

Setelah di tempat baru, mau nggak mau ya harus menata barang. Nggak usah dilakukan sekaligus karena malah bikin capek. Sebaiknya dicicil sesuai peruntukannya. Kalau kardus sudah diberi label maka hal ini akan memudahkan kita dalam mencari barang yang dibutuhkan. 

Saya mulai menata baju yang sering dipakai misal baju sehari-hari di rumah atau untuk ke kantor. Lalu menata peralatan dapur karena kita kan butuh makan. Kalau jajan terus ya boros kan? Peralatan dapur ini saya tata ketika dibutuhkan jadi kalau butuh tinggal mencari kardusnya, mencuci barang lalu taruh di tempatnya. Dengan cara seperti ini, pasti dapur tertata dengan sendirinya. 

Oiya, setelah pindahan usahakan untuk sesekali ngobrol dengan tetangga. Kalau ada tetangga di luar rumah, natanya bisa dihentikan sebentar untuk ngobrol. Yah, itung-itung silaturahmi awal lah ya. 

*Nengok Rumah Lama

Rumah lama meski sudah nggak ada penghuninya sebaiknya tetap ditengokin. Ini jaraaaang banget saya lakukan karena saya fokus mengurus tempat baru *alesan hahahaha. Pak suami sih yang sering ke rumah lama karena ada beberapa hal yang harus dicek. Maklum ikatan batin pak suami dengan rumah lama sangat kuat karena rumah itu merupakan rumah pertama yang dibangun sendiri. Pak suami juga yang pontang-panting mencari beberapa bahan bangunan. Ah, rumah itu banyak ceritanya bagi kami tapi kan kami nggak boleh terpaku ke masa lalu. Hidup jalan terus, euy. 

Etapi meski sudah ditengokin tapi tetep aja rumah acak adut. Taman yang dulu rapi sekarang pada kering dan nggak terawat sama sekali. Saya jadi kangen sama taman yang rapi dan terawat sepeti dulu. 
Kangen Kebun Belakang
Rumah Kenangan
Pindah rumah memang capek banget tapi lakukan itu pelan-pelan sesuai kemampuan kita dan nggak usah ngoyo. Kalau capek ya berhenti dulu, istirahat sebentar. Kalau memang butuh cuti untuk menata tempat baru sebaiknya ambil cuti. Hal ini selain bisa memaksimalkan menata rumah, cuti juga bisa dipakai untuk istirahat. 






















Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com