Monday, January 04, 2016

Anak Kecil Penyuka Seni Budaya

Saat ini sangat lumrah ketika melihat anak kecil sangat piawai bermain gadget. Mereka cekatan menggerakkan tangan ke kanan-kiri dan ke atas-bawah memainkan piranti tersebut. Sudah biasa. Tapi, ketika ada anak kecil penyuka seni budaya, bagaimana reaksi kita? Pasti agak aneh kan? Beneran tuh ada anak balita yang suka sama seni budaya?

Minggu siang tepatnya setahun lalu di Anjungan Yogyakarta Taman Mini Indonesia Indah, saya janjian dengan sahabat untuk menemani membeli souvenir khas Indonesia. Maklum, suaminya bekerja di anjungan tersebut jadi saya berharap beliau dapat memberi masukan barang yang bagus untuk dijadikan souvenir. Saat tiba di depan galeri yang menjual pernak-pernik khas Yogyakarta, hati saya sumringah melihat dua anak kecil sedang bermain. Salah satu dari mereka yaitu anak sahabat saya yang bernama Daffa, anak kecil penyuka seni budaya.

Daffa anak yang lucu. Tahun ini Daffa memasuki usia yang kelima dan masih belum bersekolah. Wajahnya bulat, pipinya tembem, dan ukuran tubuhnya termasuk besar untuk anak seusianya. Maklum, bentuk tubuhnya mewarisi sang ayah yang tinggi dan besar. Setiap kata yang keluar dari bibirnya membuat saya tertawa karena celotehannya masih cadel khas anak kecil.

Bagi saya, Daffa termasuk anak yang unik. Ibunya sering cerita kalau Daffa suka hal-hal yang bersifat tradisional. Saat umur 2 tahunan, Daffa akan berhenti menangis kalau didengarkan lagu campursari. Daffa juga suka wayang. Saat asyik nonton wayang, dia akan diam memperhatikan permainan dalang. Ketika ada babak komedi pewayangan, dia akan tertawa meski nggak paham dengan apa yang diucapkan dalang. Namanya juga anak kecil, nalurinya seakan tahu apa yang sedang dilihat dan didengarnya. 

Waktu ke anjungan Yogyakarta dan bertemu Daffa secara langsung, saya melihat kakinya refleks berayun disertai goyangan kepala saat mendengar lagu campursari yang diputar di galeri. Saya tersenyum melihat polah lucu si anak tembem itu. Ah, dia memang anak kecil penyuka seni budaya.

Orangtua Daffa merupakan keturunan Jawa. Ayahnya lahir di Klaten dan besar di Jakarta. Sedangkan ibunya lahir dan besar di Solo. Seperti ibunya, Daffa kecil lahir di Solo. Dia hanya numpang lahir saja di sana. Berhubung kedua orangtuanya bekerja di Jakarta maka anak tersebut diboyong ke ibu kota. Wajar kalau anak tersebut kurang fasih berbahasa Jawa karena di lingkungan tempat tinggalnya sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia.

Kebiasaan Daffa yang suka seni dan budaya mungkin ada pengaruh kebiasaan orangtuanya. Maklum, ayah Daffa juga suka mendengarkan lagu campursari. Ringtone di handphone-nya saja lagu khas dari daerah Jawa tersebut. Ayahnya juga suka melihat wayang atau menonton ludruk Kirun di youtube. Sedangkan ibunya sangat piawai membatik. Dia sering diundang ke berbagai acara untuk memeragakan proses membatik. Berdasarkan ceritanya, acara besar yang nggak bisa dilupakan yaitu saat dia membatik di pernikahan akbar Raffi Ahmad-Nagita Slavina. Di acara tersebut, dia bisa keluar-masuk ruangan menggunakan kartu khusus. Pengalaman bertemu para pesohor negeri ini membuatnya bangga karena nggak semua orang bisa punya pengalaman seperti itu.

Daffa suka pernak-pernik yang bernuansa seni budaya. Beberapa mainannya yaitu wayang dan topeng ondel-ondel. Yup, Daffa kecil suka bermain wayang sendiri di rumah. Kalau bermain wayang, meski hanya berkaos dalam, dia nggak pernah lupa memakai blangkon. "Biar kayak pak dalang," katanya. Saya selalu kagum kalau ibunya memasang foto Daffa yang selalu berkostum tradisional sebagai profile picture di whatsapp. 

Dalang Cilik Daffa 

#Bertemu Idola

Baru-baru ini di kesempatan yang berbeda, ibunya cerita kalau Daffa lagi ngefans sama Dimas Tedjo. Teman-teman tahu nggak siapa Dimas Tedjo? Saya juga nggak tahu tapi terus googling karena penasaran. Hayooo, siapa coba? 

Dimas Tedjo adalah penyanyi campursari kelahiran Yogyakarta. Pria muda ini sangat dikenal di daerah Yogyakarta dan Solo. Muda, cakep, dan punya ciri khas. Itu yang saya ketahui sedikit tentang Dimas Tedjo. Iya, usianya yang baru 30-an, tampang cakep, dan penampilannya yang modern membuatnya terkenal sebagai penyanyi campursari di daerah Yogyakarta dan Solo. Satu lagi, kebiasannya memakai blangkon menjadi ciri khasnya untuk manggung di mana-mana sehingga dia juga dikenal dengan sebutan "Dimas blangkon." Kalau penyanyi campursari, saya sih tahunya cuma Didi Kempot, hahaha.

Kesukaan Daffa pada Dimas Tedjo bermula dari ayahnya yang rajin mendengarkan lagu campursari milik penyanyi tersebut. Saking sukanya, ayahnya Daffa juga beli VCD Tedjo. Ayah Daffa punya hampir semua VCD Tedjo. Nah, dari sering melihat dan mendengar lagu-lagu campursari tadi, Daffa jadi tahu Dimas Tedjo dan hafal dengan beberapa lagunya. Menurut ibunya, Daffa suka menyanyi menirukan gaya Tedjo lengkap dengan blangkonnya. Karena kecintaannya pada idolanya pula, saat itu kalau pergi ke mana-mana Daffa pasti memakai blangkon.

Lihat tuh Cincin Akiknya ^-^

Lucunya lagi, Daffa tahu detail penampilan si Tedjo yang ibunya sendiri malah nggak tahu. Suatu hari, tiba-tiba Daffa membeli mainan cincin akik seharga seribu rupiah dan dipamerkan ke ibunya. Tentu saja saat itu ibunya kaget dan menanyakan kenapa beli cincin akik. Kata Daffa, "Biar kayak Om Tedjo." Ketika ibunya ngeh, setelah diperhatikan detail ternyata Tedjo suka memakai cincin. Hahaha, ada-ada saja ya tingkah lucu anak ini.

Saking ngefansnya sama Tedjo, Daffa bilang ke orangtuanya kalau dia pengen bertemu idolanya tersebut. Setiap hari dia menanyakan kapan bisa ketemu sama Om Tedjo. Hati orangtua mana yang tega membiarkan keinginan anaknya nggak keturutan? Dengan segala usaha sana-sini maka ayah dan ibunya mencoba mewujudkan keinginan anaknya tersebut. Usaha orangtua Daffa untuk bertemu Tedjo penuh cerita seru. Mulai dari follow facebook, instagram, sampai telepon ke manajernya. Semua itu dilakukan hanya untuk mengetahui jadwal manggung Dimas Tedjo di Jakarta. Informasi yang didapat secuil apa pun akan ditindaklanjuti tanpa kenal putus asa! Hingga akhirnya ibunya Daffa dapat menelepon langsung Dimas Tedjo. Saat itu reaksi Dimas Tedjo kaget dan tertawa seakan nggak percaya kalau fansnya ada anak kecil yang belum sekolah. 

Usaha keras dan dukungan semesta *halah* akhirnya dapat mempertemukan artis dan fansnya dalam acara hajatan di Ciledug. Semula mereka pesimis karena acara tersebut cukup jauh dari rumahnya yang berada di sekitar TMII. Apalagi orangtuanya Daffa nggak terlalu paham daerah Ciledug karena itu bukan wilayah jelajahnya. Yang namanya usaha keras dan didukung semesta, pasti ada saja jalan. Akhirnya jarak yang cukup jauh TMII-Ciledug dilakoni berkat bantuan seorang teman. Si kawan yang baik hati tersebut mau menemani dari berangkat sampai pulang dan untungnya dia hafal daerah Ciledug.  

Saat hari-H bertemu idolanya, tangis bahagia ibu Daffa pecah ketika melihat anaknya bisa foto bareng dengan Om Tedjo. Daffa juga bisa satu pentas dengan idolanya. Dan, Daffa bisa bersalaman dan nggak penasaran dengan Dimas Tedjo. Plong, lega, gembira, dan haru. Jadi satu perasaan orangtua Daffa ketika berhasil mewujudkan keinginan putranya itu.

Daffa dan Idolanya

Banyak hal yang saya pelajari dari keluarganya Daffa. Perjuangan orangtuanya mengajarkan saya untuk terus berusaha dan nggak menyerah mencapai tujuan. Jungkir balik usaha tersebut nantinya akan menjadi cerita yang menyenangkan. Dan, dari anak kecil yang lucu tersebut membuat saya untuk terus menyukai Indonesia dan seni tradisionalnya.



*Semua foto adalah dokumentasi keluarga Daffa.
Makasih ya Mak buat foto-fotonya.^-^.

















24 comments:

  1. Iya mbak Pipit saya suka nyesek melihat anak yang tiap hari pegang hape terus..termasuk anak saya sendiri..

    *Semoga Daffa bisa menjadi inspirasi buat anak-anak lain supaya mencintai kebudayaan Indonesia yang sangat beragam ini

    Dan pastinya peran orang tua sangat penting untuk memperkenalkan bidaya kita ya mbak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, peran orangtua penting bgt utk anaknya sendiri.

      Delete
  2. Wah keren, sy punya anak masih kecil. Sy udah tanya kanan kiri sih utk mengikutkan belajar seni beladiri pencak silat, kalau urusan nari biar ibunya yg nyariin :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa, hebat nih anaknya jg sudah diaktifkan di kegiatan seni.

      Delete
  3. ini perlu ditiru ya mbak anak-anak dari kecil diajarkan tentang seni & budaya

    ReplyDelete
  4. Ya Allah! Lucuk amat si Daffa, gemes pun aku liat pipinya. Pengen dimakan. :))

    ReplyDelete
  5. Inspiratif banget kisah Daffa ini, semoga deh bisa ditiru oleh anak-anak sebayanya. Btw, untuk sosok sinden ciliknya sudah ada atau belum, mba? Semoga deh ada dan bisa digali juga kisah inspiratifnya. :D

    Salam kenal, mba Pipit. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal.
      Hehe belum nemu sinden cilik.

      Delete
  6. wwo;;keren..saat ini untuk menemukan anak yang sperti Delfia..sudah susah banget...anak sekarang lebih doyan gadget dan hal-hal yang berbau luar negeri sperti K-Pop daripada senibudaya dalam negeri....
    empat jempol untuk Delfia
    keep happy blogging always...salam dari Makassar-Banjarbaru :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Pak Hariyanto.
      Smg makin banyak anak yg suka seni budaya sendiri, ya.

      Delete
  7. lucu, semoga lebih maju lagi kedepanya :D

    ReplyDelete
  8. Jarang banget ya ada anak-anak yang sudah suka dengan kebudayaan, harus dimulai dari keluarga sendiri yang memberi contoh kepada anak, jadi anak-anak bakal suka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kebiasaan orangtua ngaruh ke anak.

      Delete
  9. Daffa kereeennn, hebat!! Pasti suatu saat jadi penerus pelestari budaya tradisional kita. Harus didukung dan difasilitasi ini ya Mbak pipit. Alhamdulillah ortunya juga support ya.
    Eniwei, pengen nowel pipinya Daffa hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Jkt biar bisa nowel pipinya Daffa :)

      Delete
  10. Daffa spertinya anak yang berbakat, dia suka seni dan budaya, sebaiknya orangtua memberikan kebebasan untuk berekspresi dan mewujudkan cita citanya,,, Semoga berhasil meraih cita cita ya Daffa,,, Sip dua jempol dah buat Daffa!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..
      Iya, anaknya suka sm seni dan ortunya support.

      Delete
  11. Anak hebat.... keren & super sekali.
    Sukses, Nak. Lega masih ada penerus budaya seusiamu

    ReplyDelete
  12. Yang seperti ini harus dipertahankan kesukaanya ya mbak biar jadi penerus bangsa yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara :-)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com