Wednesday, May 18, 2016

Menginap di Red District Singapura, Siapa Takut?

"Nanti pas di Singapur, kita nginepnya di red district, lho," kata pak suami. 
Saya pun membalas agak sedikit sewot, "What?? Nggak ada yang lebih enak dikit emangnya?"
"Itu udah yang paling murah dan udah fix pesen," jawab pak suami datar. Lalu saya pun pasrah. 

Sedikit percakapan antara saya dan pak suami sekitar dua tahun lalu saat kami mau jalan-jalan ke Singapura. Saya dan pak suami menginap di Fragrance Hotel Ruby tepatnya di distrik merah Singapura yaitu di kawasan Geylang.

Geylang merupakan kawasan prostitusi legal di Singapura. Iyap, prostitusi di kawasan ini dilegalkan oleh pemerintah setempat. Pekerja se*s komersial (PSK) di kawasan ini berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, India, Vietnam, Filipina, bahkan Indonesia. 

Kegiatan prostitusi di Geylang konon kabarnya dimulai sejak kedatangan Stamford Raffles pada tahun 1819. Daerah ini awalnya kerap didatangi pria dari berbagai negara. Raffles sadar akan potensi pelacuran di kawasan ini maka ia membiarkan Geylang menjadi pusat prostitusi. 

Meski pemerintah Singapura nggak pernah mempromosikan kawasan Geylang sebagai daerah pariwisata namun banyak wisatawan yang datang ke sini. Mereka yang sengaja datang ke sini biasanya suka dengan hiburan malam. Atau mungkin yang ingin menikmati suasana malam yang berbeda di Singapura *halah.

Etapi meski saya dan pak suami sengaja menginap di Geylang bukan berarti kami suka hiburan malam, lho *pencitraan. Boro-boro suka, melihat saja belum pernah, hahahaaha. Kami sengaja ke sini karena budget travelling yang mefet, Kakaaaak. Huahahaahaha.

Para PSK di Geylang ada yang legal dan ilegal. Mereka yang legal biasanya ada di bar dan motel berizin. Di tempat yang dilegalkan ini, para PSK diawasi secara ketat terutama kondisi kesehatannya. Pengawasan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan penyakit kelamin. Sedangkan PSK yang ilegal ada yang menjajakan sendiri atau lewat mucikari di sepanjang lorong reman-remang. 

#Kenapa Memilih Red Distirict?

Sekali lagi, karena biaya menginap di kawasan ini murah. Saya dan pak suami menginap di Fragrance Hotel Ruby (maaf tarifnya lupa). Fasilitas yang ada di hotel ini cukup bagus dan bersih. Ada wifi di lobby, kamar yang cukup untuk 2 orang. Oia di kamar ini ada TV flat, AC, dan kamar mandi dalam yang airnya bisa pilih panas atau dingin. 

Di dekat lobby juga ada toilet umum yang bersih dan cukup luas, sehingga membantu aktivitas cuci muka setelah tiba di hotel. Untuk pelancong yang budgetnya mepet seperti kami, biasanya tiba di hotel sebelum waktu check in dan kami cuma menitipkan tas lalu mbolang. Saat travelling, alokasi waktu sangat dibutuhkan supaya itinerary yang sudah dibuat dapat terlaksana. Betul, kan?

Fragrance Hotel Ruby di Geylang dekat dengan stasiun MRT Aljunied. Jarak dari stasiun ke hotel sekitar 10 menit. Dan, di dekat hotel banyak banget tempat makan yang murah meriah. Kalau saya dan pak suami langganan sarapan di tempat makan yang dekat banget sama hotel. Mirip warteg lah. Pegawainya juga ada yang dari Indonesia. Kalau nggak salah ingat, pegawainya ada yang berasal dari Surabaya. Karena sering sarapan di sini, Si Mbak sampai hapal lho dengan kami. 

#Kesan Terhadap Geylang

Sewaktu pak suami bilang kalau kami akan menginap di red district, saya sempat shock dan agak takut karena image red district bagi saya agak menyeramkan. Namun ketika saya sudah sampai di Stasiun Aljunied dan berjalan menuju hotel, hal-hal yang menyeramkan tersebut hilang. 

Saat keluar dari stasiun Aljunied, kesan pertama yang saya rasakan yaitu rame dan banyak orang India. Sambil berjalan menuju hotel, saya melihat sekeliling kawasan ini. Seperti kota tua. Pikiran saya tentang Geylang pertama kali karena gedung-gedung di kawasan ini memang sudah tua namun terawat. 

Lalu banyak tempat makan atau restoran China. Iyap, selain orang India, kawasan ini banyak juga dihuni orang China. 

Di sepanjang jalan dari Aljunied ke hotel banyak sekali lorong. Saya sendiri nggak hafal, hotel yang kami tempati ada di lorong berapa. Yang kami hafalkan saat itu hanya arah menuju stasiun terdekat saja.

Pagi Hari di Geylang

Pagi itu saya dan pak suami sampai di Stasiun Aljunied dan bergegas menuju hotel. Kami melewati lorong demi lorong. Saya berjalan penuh penasaran karena ingin ketemu para PSK di sini. Dan, saya pun tersenyum ketika melihat ada mbak-mbak amoy yang cantik berdiri di pinggir lorong. Pak suami sempat dilirik lho, dikira mau mencari jasa mereka, hahahahaha. 

Kesan saya terhadap para amoy di Geylang yaitu cantik, seksi, dan bermake-up sederhana. Seperti halnya para PSK, tubuh mereka langsing, rambut lurus, dan pakaian mereka seksi. Namun riasan yang sederhana nggak mengurangi kecantikan mereka. Sebagian dari mereka ada yang sudah mangkal sejak pagi. Yah, namanya juga red district, kan?

#Geylang di Malam Hari

Nah, ini dia yang saya tunggu. Melihat Geylang di malam hari. Kenapa saya penasaran? Karena ini red district yang pasti akan rame kalau malam sudah tiba. Saya hanya penasaran dengan suasana di sini. Saya hanya ingin menikmati suasana yang berbeda selama di Singapura.

Setelah city sight seeing di Singapura dari pagi sampai malam, saya antusias ketika langkah kaki keluar dari stasiun Aljunied. Suasana malam di luar stasiun rame sekali. Kebetulan, di dekat stasiun ada acara yang banyak didatangi orang India. Saya nggak tahu acara tersebut. Selain hiruk pikuk nya acara tersebut, di luar stasiun ada juga pedagang yang menjual buah dan aneka dagangan. Ah, hampir mirip dengan Indonesia.  

Langkah kaki melambat karena saya benar-benar ingin menikmati suasana malam di Geylang. Di berbagai resto yang saya lewati, banyak banget orang kumpul dan tertawa terbahak-bahak. Sebagian besar dari mereka beretnis China. Mereka makan sambil menghabiskan waktu dengan ngobrol. Di dekat mereka juga ada gadis-gadis yang seksi. Saya hanya melirik dan melihat sekeliling.

Geliat Geylang di malam hari lebih rame dibanding pagi atau siang. Meski malam, ada juga toko sayur yang masih buka. Bahkan, pedagang pinggir jalan yang menjual aksesoris untuk se*s juga ada. Namanya juga red district, saya pun maklum dengan kondisi ini.

Namun mata saya tertuju salah satu sudut yang rame. Saya sengaja melangkah ke situ. Area pertokoan yang masih buka sampai malam. Di sepanjang trotoar dan pinggir toko banyak banget orang yang berkumpul di situ. Saya memberanikan diri lewat toh di belakang ada body guard yang siap melindungi, hahahahaha. 

Mata saya tak mau kehilangan untuk melihat apa yang terjadi di sana. Oh, di salah satu sudut saya melihat ada yang bertransaksi. Yang pria berperawakan India sedangkan yang wanita beretnis China. Sepertinya mereka sedang melakukan tawar menawar *sotoy, hahahahaha. 

Ya ya ya saya hanya tersenyum. Setelah agak jauh dari lokasi tersebut, saya berbisik ke pak suami,
"Berani nawar berapa, Bang?". Hahahahahahaha. Yang saya godain hanya tersenyum sambil menyuruh berjalan lebih cepat.

Saya dan pak suami nggak sampai ke lorong yang remang-remang. Badan sudah capek dan penginnya langsung rebahan dan mandi di hotel. Pliket banget soalnya. 

#Apakah Geylang Aman untuk Wisatawan?

Karena pernah menginap di kawasan ini dan nggak terjadi apa-apa, saya bisa mengatakan kalau kawasan ini aman bagi wisatawan. Mungkin orang-orang yang biasa ngumpul di sana tahu mana yang turis dan yang bukan. Selama kita bisa membawa diri dengan baik, orang-orang di kawasan Geylang juga baik kok. 

Oia, saya juga terkesan dengan orang Singapura di kawasan ini. Saat akan menyeberang jalan, pengendara mobil tetap mengutamakan pejalan kaki, lho. Saya kira mereka akan seenaknya saja kalau ada di red district. Ternyata enggak, mereka juga masih tertib. 

Jadi, kamu masih takut untuk menginap di red district Singapura? 


Fragrance Hotel-Ruby 
10 Lorong 20 Geylang Singapore 398730
Phone : +65 6841 3888

  
















18 comments:

  1. mungkin semacam Kalijodo itukah mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhhhmm, mungkin ya.
      Belum pernah ke Kalijodo, hahahaha.

      Delete
  2. Piiiit,...

    Memang kalo travelling mah, budget jadi pertimbangan utama yah, selama tempatnya aman dan bersih mah, hajar ajaaa hehehe...

    Mungkin aku kebanyakan nonton TV kali yah, kalo di kawasan begitu aku kebayangnya banyak preman tato-an yang suka cari gara2 hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha kebanyakan nonton drakor kali.
      Ga ketemu preman yg tatoan cz ga keliatan tatonya :))

      Delete
  3. pengalaman temanku yg menginap di wilayah situ juga aman katanya mbak

    ReplyDelete
  4. jadi tahu yang dimaksud Geylang

    ReplyDelete
  5. Dari situs traveling, tempat ini disarankan juga tapi kalau bawa anak, sebaiknya jangan.

    ReplyDelete
  6. Tempatnya kayaknya sepi dan bersih, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepi karena masih pagi, Mba.

      Delete
    2. Pernah dibilang sama guru agama dulu utk menghindari tempat2 yg dekat begitulah krn kita ga tahu kpn tempat itu kena musibah...krn kl kena yg ga ngapa2in juga keikut....masuk berita pula...memang bnyk hotel & apartemen yg disewakan murah tapi ya kl ingat jd kata2 itu jd takut jg..haha#gampangdipengaruhi

      Delete
    3. Terima kasih, Mba Fee, sudah diingatkan :)

      Delete
  7. Mbak,aku baca ini lg nginep di geylang.. Tapi sama suami, awalnya gak tau kalo ini red district, krn bajet sih emang yg membawa kesini. Masih beberapa jam disini, dan nyampek hotel malem, sempet juga nyari makan jam 12 malam. Amaan kok, dan semlet lihat beberapa PSK yg terang2an. Tapi, Mereka gak gangguin, mgkn kalo pasutri bener bisa aman krn ada bodyguard, tp emang gak di saranin buat cewek2 single, takut di tawar ye kan.. Makasih uda sharing mbak.. Salam kenal dari medan :)

    ReplyDelete
  8. Hi mba, mau tanya, di hotel fragrance ruby ada deposit g saat check in?
    Soalnya saya sudah book kamar disana, untuk jaga2 dana aja kalau ada depositnya. Saya rencana ke sing dan stay di hotel itu tanggal 18 agustus nnti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu yg pesen paksu dan pake CC, kayaknya ga ada deposit. Tapi alangkah baiknya kalo nyiapin utk jaga2 deposit.

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com