Tuesday, November 29, 2016

Mengunjungi Bulir-bulir Budaya dan Sejarah di Yogyakarta

Yogyakarta, akrab disebut Yogya, merupakan salah satu tempat yang cukup populer untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata. Selain karena sejarah panjang yang sempat menjadikan Yogyakarta menjadi Ibukota negara, kebudayaan di Yogyakarta juga turut menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke sini. 

Bagi Teman-teman yang belum sempat menikmati tempat-tempat wisata di Yogya, ayo segera buat planning untuk berkunjung ke sini. Namun jika aktivitasmu cukup padat dan memiliki waktu liburan yang minim, sebaiknya lewat jalur udara saja, yakni naik pesawat.

Untuk menghemat budget, Teman-teman bisa menggunakan maskapai penerbangan yang menawarkan tiket murah. Salah satunya dengan harga tiket Citilink yang cukup terjangkau, kamu bisa sampai Yogya dengan murah dan cepat. Agar lebih mudah, sebaiknya sih memesan hotel sekaligus booking tiket Citilink murah secara online.  Namun perlu diingat, pastikan website yang Teman-teman  kunjungi terpercaya.

Nah, sebelum berpergian pastikan Teman-teman telah mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dulu secara matang. Hal-hal yang perlu kamu siapkan diantaranya itinerary perjalanan, barang-barang apa saja yang akan dibawa, hotel untuk menginap, dan tiket perjalanan untuk pulang-pergi. 

Sumber : fariantoal-farizy.blogspot.com


Untuk itinerary, kamu bisa browsing terlebih dahulu agar nanti tidak kebingungan saat sudah sampai Yogya. Memang ada apa saja sih di Yogyakarta sehingga sering dijadikan destinasi yang wajib dikunjungi? 

Salah satunya karena ada objek budaya yang cukup populer, bahkan terkenal sampai ke mancanegara, yakni Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Meskipun Candi Borobudur sebenarnya sudah masuk area Magelang, namun kebanyakan orang masih beranggapan bahwa Candi Borobudur berada di Yogyakarta.

Sumber : halokawan.com


Candi Borobudur termasuk ke dalam salah satu keajaiban dunia, sedangkan Candi Prambanan diklaim sebagai candi tercantik di dunia, lho! Luar biasa kan? 

Candi Prambanan sendiri merupakan ikon dari kisah Roro Jongrang. Kisahnya dimulai ketika Roro Jongrang meminta kepada laki-laki yang mencintainya membuat candi dengan 1000 arca hanya dalam waktu 1 malam saja. Namun alasan sebenarnya, Roro Jongrang tidak mencintai laki-laki tersebut, sehingga Roro Jongrang meminta hal yang menurutnya tidak mungkin bisa dilakukan. Nama lelaki itu adalah Bondowoso. 

Menurut cerita, ternyata Bondowoso hampir selesai memenuhi permintaan Roro Jongrang dan telah membuat 999 arca. Namun Roro Jonggrang tak menyerah untuk bisa menggagalkannya. Akhirnya Roro Jongrang meminta seluruh warga membuat api yang cukup besar untuk membentuk suasana pagi. Karena mengetahui kondisi tersebut, Bondowoso kecewa dan mengutuk Roro Jongrang sehingga ia menjadi arca yang ke-1000.

Nah, kembali ke kisah nyata, Candi Prambanan memiliki 3 bagian, yakni Candi Wisnu, Candi Brahma dan Candi Siwa. Di masing-masing candi terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan zaman dulu ataupun dongeng-dongeng masa lalu. Relief di candi ini juga menceritakan tentang kisah Ramayana, lho! Bahkan, Candi Prambanan ini pernah menjadi latar film Hollywood The Philosopers yang salah satu pemainnya adalah Cinta Laura. Jadi, Teman-teman jangan sampai ketinggalan untuk ke sini juga, ya!

Selain candi, tempat kebudayaan lain yang sering menarik minat wisatawan adalah Keraton Yogyakarta. Keraton merupakan tempat untuk menyimpan barang-barang milik kesultanan. Benda-benda kerajaan yang disimpan di keraton ini diantaranya benda-benda pusaka seperti keris, koleksi lukisan, tombak, dan gamelan serta gong. 

Sumber : tripteaser.fr

Keraton Yogyakarta juga memiliki bangunan yang unik disertai dengan balairung-balairung yang luas. Sehingga selain wisata sejarah dan budaya, Keraton Yogyakarta juga bisa menjadi spot asyik yang bisa dijadikan tempat untuk foto-foto. Di sini juga sering diadakan pagelaran seni yang akan menghibur para pengunjung setiap harinya.

Beralih dari Keraton Yogyakarta, ada juga Museum Ullen Sentalu yang kental dengan kebudayaan Jawanya. Museum ini menampilkan cerita kehidupan masyarakat Jawa zaman dulu, khususnya para bangsawan Dinasti Mataram. Selain itu, museum ini juga memamerkan tokoh raja dengan menggunakan pakaian yang biasa dipakai, serta menampilkan permaisurinya. 

Sumber : pieceofmyjourney.wordpress.com

Museum ini juga disebut-sebut sebagai museum terbaik di Indonesia, lho. Letak museum ini di lereng Gunung Merapi, sehingga suasananya terasa sangat sejuk dan asri. Di sini juga terdapat tourguide yang bisa memandu pengunjung untuk berkeliling museum ini. 

Selamat jalan-jalan menikmati sejarah dan budaya Yogyakarta, ya.^-^


Continue Reading…

Monday, November 28, 2016

Saat Blog Dihack

Saya tidak akan melupakan kejadian minggu kemarin yang membuat saya baper banget. Kejadian terbaper minggu kemarin adalah saya membatalkan job karena blog diserang hacker. Saat mengetahui blog dihack, rasanya stress dan hampir putus asa. Woalah, ternyata gini ya rasanya blog diserang hacker. 

Gambar dari Pixabay

Mungkin saya lebay mengatakan ini tapi seriously, bagi blogger ketika tahu blognya diserang hacker, rasanya hopeless dan bingung. Gimana enggak coba? Yang ada di pikiran saat itu pasti memikirkan nasib artikel yang sudah dipublish. Apakah artikelnya hilang atau masih bisa diselamatkan?

Bagi blogger, siapapun pasti tahu kalau artikel merupakan harta yang sangat berharga. Dalam membuat satu artikel saja, blogger kadang tak hanya cukup menulis. Ada banyak proses sebelum artikel dipublish. Mulai dari mencari ide, memikirkan konsep, foto bahkan banyak juga yang mencari informasi tambahan untuk menambah isi postingan. 

Itu baru proses pembuatan satu artikel, lho. Bisa membayangkan gimana rasanya kalau artikel yang sudah publish di blog jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan tiba-tiba hilang?? Apalagi jika ada yang menjadikan blognya sebagai tempat mencari rejeki. Hhmm, pasti deh rasanya kliyengan. Sia-sia rasanya usaha merintis blog selama ini. 

Dan, saya baru saja mengalami hal ini. Serius, saat tahu blog dihack, yang ada di pikiran saya hanya ingin menyelamatkan postingan. Udah itu saja. Lha mau apalagi? Iya, tho?

Jumat sore (25/11) saya baru saja mendapatkan job dari sebuah agency. Pihak pemberi kerja saat itu mensyaratkan artikel tayang di blog sebelum tanggal 27 November. Segera setelah mendapat email, saya mulai bekerja dan membuka dashboard blog. Saat melihat statistik blog, saya agak kaget. Tumben amat pageview saat itu cuma 1, biasanya saya dapat pageview di atas 500 jika tidak ada artikel yang baru. Jika ada postingan baru biasanya mencapai 900-1000 pageview. 

Saya tidak berpikiran negatif sama sekali. Pikiran saat itu mungkin karena blogger punya kebijakan baru dalam perhitungan pageview. Maklum, blogspot baru saja mengubah tampilan dashboardnya jadi bisa saja mereka juga mengubah perhitungan pageview pada blogspot. Toh, blog saya juga bukan blog yang populer jadi saya masih menganggap hal itu wajar. 

Setelah utak-atik naskah sebentar di dashboard blog, saya mematikan komputer karena Jumat sore jadwal untuk senam. 

Sepulang dari senam, saya membuka dashboard blog lagi. Pageview masih belum bergerak dari angka 1. Karena penasaran, kemudian saya iseng membuka blog dan kaget bukan main ketika tahu tampilannya seperti ini

Blog Saya yang Dihack

Mulai saat itu juga saya panik banget karena sadar blog dihack. Blog saya diretas. 

Duh, kenapa ya blog saya dihack? Padahal bukan blog yang populer. Ngehacknya kok ya pas banget saya mau mengerjakan job. Hahahaha, ya nasiiib. Meski panik tapi saya berusaha tenang. Kalem dan woles saja. Saya mencoba menjernihkan pikiran dan mencari solusi supaya blog bisa diakses lagi. 

Ketika pak suami pulang kantor, saya mengadukan hal ini. Sarannya cuma disuruh tanya ke komunitas blog yang saya ikuti, berharap ada yang membantu memberi solusi. Segera saya mengabarkan hal ini via telegram grup blogger yang saya ikuti. Atas saran salah satu member, saya disuruh melapor ke penyedia domain. Saya pun mengikuti saran tersebut.

Malam itu juga saya melaporkan hal ini ke pihak penyedia domain. Meski tanggapan direspon cepat oleh customer service namun secara teknis hal ini belum mendapat respon sampai esok hari. Entahlah. 

Mungkin karena saya stress memikirkan blog dan job yang sudah mepet deadline, pak suami akhirnya membantu mencari solusi.

Beberapa kali saya membuka email dan portal di penyedia domain berharap sudah ada solusi namun hasilnya masih nihil. Maka Sabtu pagi pak suami mulai tanya ke temannya yang ahli IT dan saya juga tanya ke adik yang kebetulan tahu seluk beluk pemrograman. Maklumlah pak suami tidak punya background IT, jadi lumayan bingung dengan masalah ini. Kami berdua mencoba mencari solusi dengan bertanya sana-sini. Sebenarnya saya mau tanya ke tetangga yang ahli IT tapi sungkan. Hehehe saya orangnya ewuhan kalau minta bantuan. Jika memang tidak bisa dikerjakan bersama, baru deh kami menyerah dan minta tolong orang lain. 

Sabtu siang pak suami mengutak-atik blog dan saking bingungnya sampai minta bantuan ke google. Karena ini tentang blogging, akhirnya percakapan dialihkan ke Blogger Help Forum. Saya juga baru tahu tentang forum ini. Blogger Help Forum semacam forum diskusi tentang blogging yang kebanyakan bule. Di forum ini, banyak juga member yang merespon pertanyaan dari saya (tepatnya pak suami sih, hahaha). Yap, jadi pak suami memakai email saya untuk mencari bantuan di forum tersebut. 

Kalau melakukan diskusi di forum internasional nggak main-main, lho. Sebelum bertanya sebaiknya baca dulu diskusi sebelumnya, siapa tahu masalah yang mau ditanyakan sudah pernah dibahas. Kalau sudah pernah dibahas, kayaknya yang respon sedikit. Yah, mungkin semacam wasting time bagi mereka. 

Sebelum bertanya, pak suami sudah mencoba saran di forum tersebut yang kebetulan mempunyai masalah hampir sama. Ketika sudah buntu, barulah mengirim email dan bilang kalau sudah mencoba solusi di forum tapi belum ada hasilnya. Akhirnya pak suami mendapat balasan dari salah satu member. Dari dia, diketahui bahwa kode DNS saya harus diganti. Nah lo, apa itu DNS? Saya juga nggak ngerti, hahaha. 

Untuk mencari kode DNS yang dimaksud bule tadi, semula pak suami ngecek di kode HTML template blogger. Lah, siapa tahu kode itu ada di situ. Setelah dicari ternyata nggak ada. Malah pak suami menemukan kode HTML yang aneh di blog saya lalu diganti dong kode yang aneh itu. Setelah membetulkan kode HTML, pak suami kembali kirim email dan tanya dimana kode DNS yang dimaksud. 

Yaelah, pak suami juga dikasih beberapa link artikel blogging untuk solusi masalah ini. Nah, untuk mengetahui kode DNS, si bule menyuruh buka ke penyedia domain. 

Hari Minggu, pak suami mulai mengutak-atik blog lagi. Mulai mengurus HTML, tanya lewat email, masuk ke portal penyedia domain, ganti password dan melakukan perubahan DNS di sana. Namun tidak serta merta blog saya simsalabim langsung sudah bener. Enggaaak. Masih menunggu waktu 1-4 jam euy.

Hari Minggu siang pak suami sudah agak optimis blog bakal beres, tinggal menunggu waktu pemulihan saja. Namun biar tegangnya berkurang, kami memutuskan ngemall sore. Dadakan sih ngemallnya dan cuma sebentar doang, yang penting agak rileks. 

Sekembalinya dari mall, pak suami mencoba akses ke blog saya masih belum bisa juga. Jujur, saat itu saya juga khawatir kalau usahanya nggak berhasil. Di sisi lain, saya sedikit lega karena sudah membatalkan job jadi nggak ada tanggungan. Meski lega tapi agak sedih juga sih karena kesalahan teknis jadi job hilang. 

Karena malam  itu sudah ngantuk banget maka kami tinggal tidur dan mencoba nggak kepikiran blog lagi. Mencoba ikhlas apapun hasilnya nanti. 

Mungkin usaha memang sebanding dengan hasil. Senin pagi tadi pak suami mencoba akses ke blog saya, akhirnya bisa! Alhamdulillah, usaha tanya sana-sini nggak sia-sia. Sekarang blog bisa diakses lagi. Senangnya. ☺

Dari kejadian yang saya alami, kalau blog dihack sebaiknya melakukan hal-hal ini :

1. Tanya ke komunitas blogger

2. Lapor ke penyedia domain atau hosting

3. Mencari solusi dengan tanya ke teman yang ahli IT atau ke mbah gugel. Kalau tanya ke mbah gugel, yang paling nyebelin itu isi postingannya hampir sama semua bahkan ada yang plek ketiplek persis namun kurang menyelesaikan masalah. Cuma judul postingan saja yang menarik

4. Tanya ke Blogger Help Forum

5. Berdoa supaya semuanya lancar dan blog bisa diakses lagi ^-^

Hikmah yang bisa saya ambil saat blog dihack yaitu untuk selalu membackup dan meningkatkan pengamanan blog. Dengan melakukan backup dan mengganti password secara berkala mungkin salah satu cara untuk melindungi blog kita. CMIIW ya. 

Teman-teman pernah mengalami blog dihack juga, nggak? Gimana solusinya? 


















Continue Reading…

Monday, November 21, 2016

Belajar Bahasa Jepang untuk Pemula

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat whatsapp dari saudara sepupu. Dia menanyakan bagaimana cara belajar bahasa Jepang untuk pemula. Duh, sejujurnya saya belum pantas kalau disuruh menjawab pertanyaan ini. Lah, saya belajar bahasa Jepang juga masih dasar banget dan belum cas cis cus ngomongnya. Tapi kalau sekadar sharing gimana cara belajar bahasa Jepang sih sebenarnya sudah pernah saya ceritakan di sini.

Postingan tersebut sebenarnya menjawab pertanyaan pembaca yang menanyakan belajar bahasa Jepang di LBI UI. Daripada reply komen kepanjangan maka saya bikinkan postingan saja. Sekalian nambah jumlah postingan kan? Hahaha.



Namun kali ini saya akan cerita pengalaman belajar bahasa Jepang untuk pemula. Karena saya juga belajar bahasa Jepang dari nggak ngerti apa-apa sama sekali. Iya, kayak petugas SPBU, saya mulai dari nol. Makanya saya sangat memahami saudara sepupu yang baru belajar bahasa Jepang. Maklum, dia bekerja di perusahaan Jepang dan si Bos baru-baru ini memberikan pelatihan bahasa Jepang tiap hari. Minimnya pengetahuan tentang bahasa Jepang bahkan bisa dikatakan tidak punya sama sekali, membuat sepupu saya agak kebingungan. 

Ketika dia menanyakan bagaimana cara belajar bahasa Jepang, saya langsung teringat saat pertama kali belajar bahasa Jepang. Saya pertama kali belajar bahasa Jepang karena ingin menghabiskan waktu luang saja karena waktu itu memang bengong dan bosan di apartemen. Iyes, saya belajar bahasa Jepang pertama kali saat tinggal di Jepang tepatnya tahun 2014 lalu. 

Saya masih ingat, sensei saya yang asli Jepang ketika melihat saya kesusahan menulis huruf Hiragana, beliau bertanya, 
"Is it your first time learn Japanese?"
Dan saya dengan mantap menjawab, "Yes." 

Saat itu saya sangat kewalahan menulis dan menghafalkan huruf Hiragana. Karena kewalahan dan hampir nggak mau balik les lagi, saya sempat bertanya dalam hati, kenapa harus belajar huruf ini? 

Ketika balik lagi ke Indonesia saya nggak melanjutkan les Jepang. Saya sudah hopeless duluan dengan hurufnya. Namun nggak nyangka kalau saya mendapat kesempatan belajar bahasa Jepang kali kedua. Dengan alasan yang sama saya dapatkan ketika mengikuti dinas pak suami di Shin Yokohama. Meski cuma dua bulan belajar di sana namun saya sangat menikmati proses belajar bahasa Jepang dari dasar. Dan, sayang juga kan kalau tidak dilanjutkan ilmunya. 

Makanya saya bertekad melanjutkan les Jepang sekembalinya di Indonesia. Alhamdulillah, janji itu saya tepati. Terhitung sejak pertengahan 2015 sampai sekarang saya masih survive belajar bahasa Jepang di LBI UI. Ceritanya bisa dicari di label 'Jepang' ya. 

Bagi pemula yang mau memahami dan mengerti bahasa Jepang, memang benar kalau menguasai huruf Hiragana dan Katakana itu wajib. Kenapa? Karena semua buku pelajaran bahasa Jepang tulisannya (sebenarnya) Kanji. Tapi buku bahasa Jepang untuk belajar, biasanya tulisan Kanji ada cara membacanya memakai huruf Hiragana. Nah, kalau kita tidak bisa membaca huruf Hiragana akan kesusahan belajar kan?

Di samping menguasai huruf Hiragana dan Katakana, sebaiknya menguasai percakapan dasar. Percakapan yang mudah-mudah saja, tidak usah yang sulit dulu. Misalnya ucapan salam, bertanya ini-itu, menjelaskan ini-itu tapi dengan simple. Misal, ohayou gozaimasu (selamat pagi). Kore wa hon desu ( Ini buku). 

Belajar bahasa Jepang bisa juga lewat buku atau YouTube. Kalau buku, saya lebih menyarankan untuk beli buku Minna no Nihon go deh. Sebab, selama saya les di UI memakai buku tersebut dan penjelasan di buku tersebut juga rinci. Bikin belajar bahasa Jepang makin mudah. 

Buku tersebut memberikan ulasan bahasa Jepang secara bertahap dari yang mudah sampai yang sulit. Bahkan di setiap bab juga ada penjelasan tentang kehidupan atau kebiasaan yang ada di Jepang. Jadi selain bisa belajar, kita juga tahu keseharian masyarakat Jepang. 

Oia, saya mendapat buku Minna no Nihon go 2 versi yakni versi Jepang dan Inggris. Yang versi Inggris sih menjelaskan apa yang ada di versi Jepang. Sedangkan yang versi Jepang, isinya Kanji dan Hiragana plus banyak latihan soal di setiap babnya. Jadi lumayan lengkaplah kalau punya kedua versi tersebut.

Untuk mendapatkan buku Minna no Nihon go, jujur saya kurang tahu. Lha kan biaya les di UI sudah sepaket dengan bukunya. Kalau misal di toko buku Gramedia atau yang lain nggak ada, mungkin bisa dicari di Kinokuniya. Maaf ya saya nggak promosi. Kenapa Kinokuniya? Karena toko buku ini kan milik Jepang jadi siapa tahu ada buku Minna no Nihon go di sana. 

Kesimpulannya apa? Untuk belajar bahasa Jepang bagi pemula, sebaiknya menguasai huruf Hiragana dan Katakana dulu. Kemudain kita bisa belajar melalui buku ataupun internet. 

Nah, Teman-teman punya pengalaman belajar bahasa Jepang nggak? Ceritain dong.^-^.




















Continue Reading…

Thursday, November 03, 2016

Blogger dan Program 3Ends Milik Serempak

Kamis (27/10) merupakan hari yang spesial buat saya. Spesial karena hari itu saya bisa mengikuti acara 'The Power of Content' yang diselenggarakan oleh KPPPA. Tepat di hari itu pula merupakan Hari Blogger Nasional. Ya, baru kali ini saya mengikuti acara yang bernuansa ulang tahun ala blogger. 



Saat memasuki ruangan di Binus FX, nuansa Indonesia sangat terasa. Dengan dress code nationality, para blogger datang memakai busana warna-warni yang dihiasi aksesoris khas Indonesia. Wah, saya tersenyum melihat mereka semua dan kagum dengan keberagaman Indonesia. 

Tak hanya itu saja. Hati saya berdesir dan seolah tersihir dengan lagu 'Gue Kece' milik Lil Rascal. Lagu dengan beat yang cepat dan kece membuat saya semakin semangat, tak sabar menunggu acara dimulai. 

Eits, dada saya sesak dan haru ketika acara mau dimulai. Semua orang yang ada di ruangan berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Duh, lama nian saya tidak mengikuti seremonial acara seperti ini. Sungguh, saya terharu. 

Program 3Ends Milik Serempak

Pembicara pertama yang sekaligus membuka acara, Ratna Susianawati dari KPPPA menjelaskan tentang Serempak. Serempak kepanjangan dari Seputar Perempuan dan Anak, yang merupakan portal milik KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Portal yang beralamatkan www.serempak.id ini memberikan ruang kepada masyarakat untuk aktif dan peduli tentang hal/isu mengenai perempuan dan anak. 

Ibu Ratna Susianawati Sedang Memberikan Paparan

Di dalam portal tersebut, kita, sebagai masyarakat baik perempuan ataupun laki-laki bisa membuat akun dan melakukan diskusi interaktif terhadap topik yang ada. Bahkan, kita juga bisa berkontribusi memberikan tulisan di laman tersebut.

Lebih lanjut, Ratna mengharapkan agar blogger dapat membantu memberikan informasi tentang perempuan dan anak. Dengan kemajuan teknologi, diharapkan banyak orang di luar sana yang melek terhadap isu ini. 

Hal ini sejalan dengan program yang sedang dijalankan oleh KPPPA yaitu 3ends. Iya, 3 program untuk perempuan dan anak yang harus diakhiri, antara lain kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan. 

Pembicara kedua, yaitu Maman Suherman. Saya tidak asing dengan Kang Maman, sapaan akrab beliau. Kang Maman adalah penulis buku best seller dan notulen pada acara komedi yang tayang di salah satu teve nasional.

Kang Maman dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan sungguh mengerikan. Setiap hari pasti ada kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Saya terhenyak ketika Kang Maman memberikan contoh kasus. 

Satu yang saya ingat yaitu tentang impian seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya biar bisa ke luar negeri. Awalnya saya tersenyum mendengar impian anak tersebut. Lalu senyum saya berubah ketika mengetahui alasan si Anak untuk ke luar negeri. Alasannya adalah supaya dia bisa jauh dari ayah dan kakak laki-lakinya yang sering melakukan kekerasan seksual kepadanya. Duh, saya miris mendengarnya. 

Persoalan perempuan merupakan persoalan kemanusiaan. Jika kita diam, apa jadinya negeri ini? Karena perempuan bukan hanya soal peraduan, pinggang, pigura, dan pergaulan saja. Namun, perempuan merupakan pilar yang membangun negeri ini. Pilar yang akan menopang keluarga dan membangun negara. Jika pilarnya runtuh, maka bangunan akan runtuh juga kan?

Kata Kang Maman, persoalan kekerasan atau kejahatan pada perempuan bukan karena rok mini tapi karena otak mini dari pelakunya.

Blogging

Setelah dua narasumber tadi berbicara mengenai kekerasan dan kejahatan pada perempuan dan anak, giliran narasumber berikutnya berbicara tentang blogging. Sebagai blogger, materi ini sangat menarik karena saya banyak belajar dari materi yang disampaikan.

Ibu Ina A. Murwani selaku Deputy Head of Marketing Binus Business School membuka sesi ini dengan pertanyaan,

Kalau blogger mati, meninggalkan apa?



Jawaban dari para peserta disubmit ke web tertentu lalu muncul di layar. Ternyata jawabannya amat beragam. Kebanyakan peserta menjawab 'tulisan'. Bahkan ada juga yang lucu menjawab tagihan utang, kisah masa lalu, kisah kece. Hahahaha, menarik ya aneka jawaban dari blogger. 

Karena blogger jika sudah almarhum meninggalkan tulisan dan blog maka blogger yang bersangkutan ingin diingat sebagai blogger apa? Branding apa yang akan diingat oleh pembaca? 

Nah, personal branding di blog perlu dibangun dengan beberapa cara diantaranya mengetahui target pembaca, memilih tema dan nama blog, memperbaiki tampilan blog, mempromosikan blog melalui media sosial. 

Narasumber selanjutnya yaitu Ani Berta, seorang social media activist dan Sekjen IWITA. Di blogsphere tentu saja Ani Berta merupakan sosok yang banyak dikenal. Kata Mbak Ani, blogger yang baik bukan saja yang sibuk hadir ke berbagai acara. Blogger yang baik adalah yang punya tanggung jawab untuk membuat reportase segera setelah acara. Maksimal dua hari, katanya. Hm, padahal reportase ini saya buat seminggu setelah acara.*kemudian saya tertampar*

Katanya lebih lanjut, dalam blogging sebaiknya jangan mengharapkan uang semata. Niatkan pula blogging untuk membantu sesama dan memberikan informasi yang bermanfaat. Bukan hal yang mustahil jika melalui tulisan, seseorang bisa menjadi maestro. Dan, Ani Berta telah membuktikannya.

Ani Berta Sedang Berbagi Ilmu Blogging

Untuk memperkuat tulisan sebaiknya lengkapi dengan data yang terverifikasi, ditambah dengan foto, video, atau infografik.

Narasumber terakhir yaitu Irwin Day, praktisi IT yang juga pendiri Nawala, layanan sistem yang memblokir situs-situs negatif dan berbahaya. Pak Irwin Day ternyata juga blogger, lho.

Sebagai seorang blogger, Irwin mengatakan bahwa blog sebaiknya diisi dengan tulisan yang kita suka. Dalam menulis konten jangan copas tulisan orang lain. Tulisan blogger harus original, menarik, menghibur, dan menginspirasi. Dengan demikian jika ada orang yang googling maka orang tersebut akan menemukan tulisan yang variatif, bukan tulisan yang itu-itu saja. 

Setelah narasumber terakhir memberikan paparan, keseruan acara masih berlanjut dengan berbagai hiburan dan pembagian hadiah. Kemudian dilanjutkan makan siang bersama. 

Sampai sekarang, saya masih bisa merasakan keseruan acaranya. Semoga Serempak dan blogger dapat terus bekerja sama memberikan informasi yang bermanfaat seputar perempuan dan anak.








































Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com