Thursday, February 09, 2017

Inseminasi di Klinik Morula RS Bunda Margonda Depok

Sudah lama saya tidak berbagi cerita tentang ikhtiar hamil, ya. Hm, meski jarang cuap-cuap di media sosial tapi saya tetap berusaha untuk hamil, lho. Untuk kedua kalinya, saya melakukan inseminasi di Klinik Morula RS Bunda Margonda, Depok. Fyi, insem pertama saya pada tahun 2014 lalu. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini, ya.

Sebenarnya ini late post banget karena saya melakukan insem pada bulan September 2016 lalu. Inseminasi kedua ini saya lakukan karena kami ingin mencoba untuk mendapatkan anak lagi. Terus terang, saya lelah dengan semua ini. Lelah dengan berbagai omongan. Jujur, kadang lelah dalam berharap. Tapi saya juga yakin bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna. Jadi, saya juga harus tetap semangat berikhtiar.

Awalnya, saya cuma ingin ganti dokter meski tetap di RS yang sama. Iya, saya dari dulu periksa di RS Bunda Margonda, Depok. Kali ini saya konsul dengan dr. Mirna Myrnawati, Sp.OG. Selanjutnya saya singkat drM aja ya biar ringkas, hahaha. 

Saya tahu kalau drM ini bertugas di klinik Morula. Namun ketika saya melakukan insem kemarin, klinik Morula mengalami perubahan, lho. 

Saya ceritain dulu tentang perubahan klinik Morula RS Bunda Margonda.

Kwitansi yang Masih Tersimpan

#Tentang Klinik Morula RS Bunda Margonda

Dulu, saat insem pertama, semua administrasi menyatu dengan RS. Artinya saya mendaftar di CS dan bayar di kasir seperti pasien non morula. Sekarang, klinik ini manajemennya beda meski masih satu gedung.

Saat ini, klinik morula bisa dikatakan berdiri sendiri. Manajemen morula terpisah dengan pasien non morula. Jadi pasien morula dari mulai daftar, konsul dokter, ketemu perawat dan bayar administrasi ya di klinik morula. Namun beberapa tindakan misal pengambilan sperma dan tindakan insem masih memakai ruangan yang sama seperti insem pertama. Tindakan lanjutan tidak dilakukan di klinik namun memakai ruangan di RS.

Untuk pasien hamil atau promil yang tidak ditangani di klinik morula mulai pendaftaran sampai pembayaran seperti pasien lain, dilakukan di CS dan kasir RS. 

Bisa dibilang kalau klinik ini baru banget manajemennya. Ketika saya tanyakan ke CS morula, perubahan ini terjadi sekitar bulan Juli 2016. CMIIW, ya.

Dulu, dokter di Morula ada 3. Sekarang, cuma satu doang yaitu drM tadi. Saya nggak tahu juga kalau di tahun 2017 ada penambahan dokter lagi. Dalam hal ini, saya menceritakan kejadian saat insem saja, ya.

Oia, kesan saya terhadap drM yaitu dokternya cantik, logatnya medok kayak saya, dan ngomongnya cepet. Saran saya, kalau mau konsul dokter siapkan pertanyaan dari rumah. Kalau perlu ditulis biar  nggak lupa dan bisa dijawab oleh dokter dengan baik. 

Pegawai klinik Morula ramah sih. Namun yang bikin bete yaitu (saat itu) belum ada mesin EDC. Dengan begini, saya harus bawa uang tunai atau ambil di ATM. Mesin ATM di RS Bunda cuma Mandiri dan BNI. CMIIW ya kalau lupa-lupa ingat. Alhamdulillah, saya dan pak suami masing-masing nasabah di bank tersebut. 

Saya kok kasihan sama pasien yang bukan nasabah bank tersebut. Hm, lumayan biaya tarik tunainya, haha. 

#Biayanya berapa? 

Saya masih menyimpan semua kwitansi saat insem kedua ini. Biaya minimal di klinik Morula yaitu Rp.508.000,-. Biaya ini di luar biaya obat yang meliputi :

*biaya administrasi 30rb.
*biaya konsultasi dan treatment 478rb.

Ingat, itu biaya minimal lho. Treatment di sini cuma ditimbang BB, periksa tensi dan USG trans vagina.

#Tahap Inseminasi

Tanggal 3 September 2016

Saya periksa, konsul kalau ada PCO, lalalili sama dokter sambil menunjukkan buku kunjungan dan daftar mens. Saya datang ketika memasuki hari ke-4 mens. 

Karena niat mau insem, akhirnya dokter memberikan resep obat penyubur.

Resep :
*Dipthen 50 Mg 10 tablet 166rb
*Inlacin Cap 100 Mg 30 kapsul 213rb
*Folda kaplet 20 tablet 124rb.

Biaya resep 503rb

Folda seharusnya dapat 30 tablet karena di rumah masih ada folamil jadi saya habiskan dulu folamilnya. Toh, isinya sama yaitu asam folat.

Total biaya admin dan resep : 508rb+503rb = 1.011.000

Tanggal 10 September 2016

Cuma konsul dokter dan cek ovum. Saya mendapat resep Progynova 2 Mg 12 tablet.

Total biaya admin dan resep : 508rb+102rb = 610.000

Tanggal 15 September 2016 

Konsul dokter dan persiapan insem. Pada saat USG, ada 2 buah telur yang bagus. Selain itu, rahim saya juga bersih. Alhamdulillah tidak ada penyakit lain. Iyap, saya cuma PCO saja. Meski cuma, tapi perjuangannya berat lho. 

Proses insem ini sama seperti insem yang dulu. Saya disuruh suntik ovidrel jam 9 malam. Yang membedakan yaitu saat insem pertama, tindakan insem dilakukan esok hari setelah suntik ovidrel. Namun di insem kedua, tindakan insem (menyuntikkan sperma) dilakukan 2 hari setelahnya. Oia, selama disuntik ovidrel saya tidak boleh berhubungan dengan pak suami.

Mengenai perbedaan tindakan insem setelah ovidrel kenapa berbeda dengan yang pertama, saya pun tak tahu. 

Resep :
*Ovidrel 765rb
*Plastik 600
*Progynova 2 mg 40 tablet 340rb

Biaya resep : 1.105.600

Total biaya admin dan resep : 508.000+1.105.600 = 1.613.600 

Tanggal 17 September 2016

Tindakan IUI (Intra Uteri Insemination). Saya dan pak suami datang ke RS pagi. Pak suami dibawa ke ruangan khusus dan diberi tontonan film biru, hahaha. Lalu diambil spermanya. Sedangkan saya dibawa ke ruangan bersalin untuk disuntik sperma.

Yang membedakan yaitu dulu pas insem pertama saya mendengar lagu untuk menenangkan pasien namun kali ini tidak. Entahlah, sudah tidak ada lagu lagi atau saya yang kurang beruntung, hahahaha.

Penyuntikan sperma dilakukan oleh drM dibantu dengan 2 suster dan 1 pegawai laborat yang membawa sperma. 

Posisi saya litotomi dan sperma disuntikkan. Rasanya agak gimana gitu karena mendengar bunyi alat yang terbuat dari logam. Ngilu-ngilu gimana gitu, hahahaha. Setelah IUI, saya tidak boleh bergerak selama kurang lebih 15 menit. Hal ini dimaksudkan agar sperma bisa masuk sempurna. 

Oia, biar prosesnya cepat, suster menyarankan agar pak suami langsung antre di apotek. Saat saya istirahat setelah litotomi dan nggak boleh turun dari kasur (masih dalam posisi litotomi), pak suami antre ke apotek dan membayar admin. Lumayan banget lho ini jadi mempersingkat waktu karena kami nggak tunggu-tungguan. Begitu saya selesai langsung cus pulang.

Resep :
*Duphaston 10 Mg 30 tablet 642rb
*Utrogestan 200 Mg 15 kapsul 370.500

Biaya resep : 1.012.500

Oia, saat IUI, biaya admin 30rb dan IUI 2,2juta. Saya tidak dikenakan biaya konsul dan trans vagina. Biaya admin dan IUI dibayarkan di CS Morula. Jadi saya bayar uang segepok karena tidak ada EDC di CS-nya.-.-

Total biaya admin dan resep : 30.000+2.200.00+1.012.500 = 3.242.500

Setelah insem, saya beraktivitas seperti biasa nggak selebay saat insem pertama. Tapi memang saya nggak beraktivitas fisik yang berat. Tugas rumah tangga dibagi sama pak suami lah. Saya juga naik motor seperti biasa. 

#Hasil Insem

Hasil Insem diketahui pada tanggal 3 Oktober 2016. Saya mendapat rujukan untuk melakukan tes Beta-HCG untuk mengetahui apakah saya hamil atau tidak.

Gini, saat tanggal 3 Oktober saya datang ke klinik morula untuk daftar antre. Namun, saya bilang kalau misal saya positif maka saya langsung menggunakan asuransi. Selama ini biaya insem tidak ditanggung asuransi. 

Nah, apakah klinik morula bisa melakukan ini?

Alhamdulillah, katanya sih bisa. Saya akan dibantu jika nanti pemeriksaan langsung pakai asuransi.

Setelah itu saya ke bagian laboratorium. Oia, baiknya telepon lab dulu ya apakah diharuskan puasa atau tidak. Dan sebaiknya jam berapa ambil darahnya. Saya lupa-lupa ingat, puasa atau enggak. Tapi sebaiknya ambil darahnya pagi.

Setelah darah diambil, saya ngendon di musholla untuk sholat dan baca buku. Tepat setelah sholat luhur, hasil lab sudah jadi. 

Sayang, hasil lab negatif dan saya belum hamil. Segera saya laporkan ke suster dan nggak konsul ke dokter. Hm, saya merasa percuma ketemu dokter karena hasilnya sudah dibaca suster. Kata suster, saya disuruh datang lagi pas mens hari ke-2, bulan setelahnya. Namun sampai sekarang saya tidak datang karena nabung dulu. Celengan Semarnya nggak gendut lagi-.-

Biaya lab Beta-HCG : 431.200

Lumayan shock dengan biaya labnya, hahahaha.

Jujur, saya sedih dengan hasil ini. Sepanjang jalan menuju pulang saya menangis sendiri di angkot. Saya berusaha menguatkan diri sendiri. Tidak ada yang saya kabari kecuali pak suami. Bahkan berbulan-bulan setelahnya saya baru menceritakan hal ini kepada orangtua saya. Bukan apa-apa sih, saya malas jika sering ditanya tentang insem ini. 

Selain itu, saya juga menenangkan diri dengan melakukan yoga. Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya. 

Esok hari setelah lab yakni tanggal 4 Oktober 2016 saya mens. Darah saya hitam dan banyak sekali. Mungkin itu akumulasi obat hormon sebelum dan setelah insem.

Proses inseminasi ini tidak sedrama insem yang pertama. Saya lebih siap dan lebih kuat menghadapi apa pun yang terjadi. Meski lelah dan kantong jebol tapi saya sudah berusaha. Saya hanya menjalani hidup ini dengan baik. Saya berusaha untuk selalu berpikir positif serta berharap agar sehat dan bahagia. Saya hanya pelaku kehidupan di dunia ini. Peran ini akan saya jalani dengan baik.^-^.

Untuk ibu-ibu yang masih berjuang seperti saya, yuk selalu semangat dan berpikir positif. Ada yang punya cerita tentang inseminasi? Share, dong.^-^.


























43 comments:

  1. Salam kenal Mba.. saya terenyuh membaca ini Mba Pipit.. tetapi saya juga bisa membaca kalau Mba Pipit sekarang ini tenang, tegar dan ikhlas berserah diri :) semangat terus ya Mba... doa dari saya semoga suatu saat Mba dan suami mendapatkan momongan yang diidam-idamkan...
    Btw di atas ada tulisan 17 Sept 2017... mungkin maksudnya 17 Sept 2016 yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin, makasih doa dan koreksinya ya.
      Salam kenal, Mba Astrid ^-^

      Delete
  2. Terharu juga mbak bacanya, semoga lekas dikaruniakan keturunan ya mbak. Insya Alloh kun fayakun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih doanya Mba Tetty.

      Delete
  3. Saya mendoakan semua usah dimudahkan dilancarkan. Dan Allah meberikan buah hati ya mbak. Semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih ya Mba Een dan obrolan sudah lanjut via WA ya ^-^

      Delete
  4. Tetap semangat ya mbak. Tak ada yg tak mungkin jika Allah sdh berkehendakšŸ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya, Mba Rita. Semangat ^-^

      Delete
  5. semoga segera dikaruniai buah hati. aaamiiin.

    baru ini saya baca tentang proses ini. rumit juga ya ternyata.

    masya Alloh, semoga usaha mbak diridhoi Alloh.

    ReplyDelete
  6. Salam mba, Saya pernah jadi pasien dr M, tapi non Morula, emang yaa bicaranya cepat banget,...semoga berhasil ihktiar nya yaa mba Pipit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cepet banget.
      Makasih ya Mba Nunu, salam kenal kembali.

      Delete
  7. salam kenal mbak pipit , kita saling semangaat ya mbak .
    saya juga sedang promil di klinik kinara cempaka putih dengan dokter okky , bulan depan saya proses hidro mbak.
    saya juga merasakan apa yg mbak pipit rasa, lelah dan binggung mau berbuat apa. untuk kita berdua dan para wanita lain yg sedang promil semangaaattt ya mbak.
    semua promil sy dengan dokter okky , ada di blog saya www.endahmarina.com kategori promilku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, makasih banyak Mba sharingnya.
      Nanti saya berkunjung ke blognya ya.

      Delete
  8. Halo Mba Pipit, saya jg orang Depok nih mba.. Saya baru kmrin denger cerita tmn yg lagi usaha jg tp di Bunda Menteng.. Semoga ikhtiar mba dan suami bisa dikabulkan ya mba.. Tetap semangaaat ya mbaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal Mba Dita.
      Makasih ya infonya.

      Delete
  9. Semoga usahanya dikabulkan Allah SWT sembari diiringi doa-doa. Semangat terus mba

    ReplyDelete
  10. Halo Pipit....
    Ikut larut dlm cerita inseminasinya. Sy baca semua urutannya dgn seksama termasuk biaya dan prosesnya yg trnyata tidak sederhana.
    Kita memang harus berusaha, Pit. Dengan ditambah doa dan beragam perbuatan plus pemikiran positif, smoga keinginan hamil itu segera terwujud.
    Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Bu Irma,
      makasih banyak Bu doanya.^-^

      Delete
  11. Mba, semoga berhasil insem keduanya. Semangat ya, think positive, mba. Saya menikah hampir 4 tahun dan belum ada momongan juga. Masih berdoa dan berusaha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat untuk kita dan teman2 seperjuangan ya, Mba Edwina :)

      Delete
  12. ah, mbak semoga dimudahkan seterusnya. percayalah kalau sdh waktunya mbak akan hamil juga. banayk wanita yang hrs menunggu waktu lama untuk bisa hamil, yg penting mbak dan suami saling mendukung

    ReplyDelete
  13. semangat terus mbak.saya terharu bacanya karena melalui perjuangan yang panjang. semoga keinginannya terwujud ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih Mba untuk supportnya.

      Delete
  14. Salam kenal ya Mba, Allah akan melihat usaha umatnya. Terus semangat, dan ikhtiar ya Mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal.
      Terima kasih ya supportnya.

      Delete
  15. semoga berhasil ya mba ikhtiarnya, tetap semangat

    ReplyDelete
  16. mba pipit maaf kmrn waktu ke shinsei di H Ten gmn mba hasilnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih belum, makanya insem lagi mba.

      Delete
  17. Hallo Mbak, semoga semua usahanya membuahkan hasil yang membahagiakan yaa amiiiiinnn,, mbak kalau boleh saya minta nomor wa nya ya ? Mau sharing lebih dalam krna saya juga sudah 6 th belum dikaruniai keturunan. Baca ini semua jadi bikin saya tmbah kuat dan percaya diri Insya Allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, mba Rika. Boleh, japri ya via DM twitter ato email hipipitwidya@gmail.com

      Delete
  18. Halo mba.
    Halaman ini bikin saya sediiih.
    dan berdoa.

    Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan diwaktu yang tepat
    semangat ya mba
    kita harus semangat
    semoga Allah permudah jalannya mbaa
    aamiin

    ReplyDelete
  19. MasyaAllah mbak Pipit luar biasa ikhtiarnya.. tetap semangat dan sabar ya, mbak..
    Semoga Allah berkahi setiap ikhtiarnya..

    Saya juga lagi ikhtiar di RS Bunda Depok sama dr Assangga SpOG. KFer
    Mbak Pipit sudah coba konsul dengan dr kandungan spesialis infertilitas kah?

    ReplyDelete
  20. Halo Mba, case-nya miriiipp bangeet sama saya. Saya juga pasien dr. Myra, habis insem ke-2 (baru 2 hari yll), saya ada PCO, cuma tahun lalu saya pernah operasi KET (kehamilan ektopik), jadi saluran tuba saya cuma 1. Sbenernya yg insem skrg rada gambling, karena folikel yg lebih besar ada di kiri, sedangkan yang patent saluran kanan. Boleh Mba, minta contactnya klo mau sharing2.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, semoga berhasil ya Mba insemnya.
      Boleh, japri aja ke hipipitwidya@gmail.com

      Delete
  21. Udah aku email, Mba.. (udah lama) ^_^

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum salam kenal mba pipit, aku jg pipit he he, aku blum pernah program IUI tapi lg ngebujuk suami biar mau insem, aku pny riwayat ketidakseimbangan hormon, jd susah bwt hamil mba, mba adakah riwayat infertilitas? Aku jd terharu jg bacanya ,pas baca endingnya 'failed'aku bengonggg sm pak suami, smga cpt diberi keturunan ya mba, doakan saya jg mba.

    ReplyDelete
  23. Assalamualaikum salam kenal mba pipit, aku jg pipit he he, aku blum pernah program IUI tapi lg ngebujuk suami biar mau insem, aku pny riwayat ketidakseimbangan hormon, jd susah bwt hamil mba, mba adakah riwayat infertilitas? Aku jd terharu jg bacanya ,pas baca endingnya 'failed'aku bengonggg sm pak suami, smga cpt diberi keturunan ya mba, doakan saya jg mba.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com