Friday, March 31, 2017

Menghargai Profesi Orang Lain

Ide untuk menulis postingan ini dari pak suami. Berawal dari curhatan pak suami yang sempat menjalani side job sebagai tukang ojek online. Side job ini lumayan bikin geregetan padahal uang yang didapat kadang nggak sebanding dengan usaha untuk menjemput rejeki tersebut. Tapi hal ini malah membuat kami untuk selalu melakukan hal-hal kecil yang bisa menghargai profesi orang lain.

Beberapa bulan yang lalu, pak suami mencoba side job sebagai ojek online. Iyes, pak suami jadi tukang ojek. Pak suami mendaftar sebagai tukang ojek yang sistemnya 'nebeng'. Hayoo, tahu kan yang saya maksud.^-^.

Hahahahaha, emang gaji kurang yak, sampai segitunya nyari side job? 

Hhmm, enggak sih. Justru pak suami pengen belajar dan merasakan profesi orang lain. Katanya sih penasaran dengan sistem aplikasinya serta ingin merasakan challenge sebagai driver ojek online. Profesi ini kok kayaknya banyak banget peminatnya dan lagi hits di mana-mana.

Side job sebagai tukang ojek hanya dilakukan saat berangkat atau pulang kantor. Jadi, pak suami hanya mengambil penumpang yang searah, baik arah ke kantor ataupun arah ke rumah. Ngojek dilakukan suka-suka dan nggak terpaku pada target apa pun. Namanya juga iseng.^-^.

Sistem 'nebeng' di aplikasi membolehkan penumpang melakukan order ojek beberapa hari atau beberapa jam sebelumnya. Pemesanan seperti ini untuk memudahkan penumpang dan driver. Penumpang bisa mendapatkan driver yang bersedia atau mungkin yang searah. Di sisi lain, driver pun bisa mempertimbangkan orderan yang masuk jauh-jauh hari. Kira-kira orderan bisa diterima atau enggak.

Menjalani profesi baru sebagai 'tukang ojek' membuat pak suami banyak bersyukur dan belajar. Tahu nggak sih, untuk mendapatkan penumpang saja kadang harus mantengin hape berkali-kali. Bahkan hal ini sering dilakukan saat malam hari. Belum lagi kalau udah mantengin hape dan nggak gercep, penumpang diambil orang lain, deh. Huhuhu, capek mantengin hape dan goyang jempol mulu.

Source : Pixabay

Sebagai istri, saya seneng banget dengan side job ini. Lha kan lumayan kalau bisa menghemat pengeluaran, hahahahaha. Apalagi jika pak suami bisa nraktir dari sisa jatah uangnya. Istri mana yang nggak seneng? Hahahahaha, kok receh banget ya standar hidup saya. Beneran deh, saat pak suami bisa kasih uang sisa jatah, langsung masuk celengan. 

Kadang saya juga nggak seneng-seneng amat sih. Apalagi kalau tahu perjuangan pak suami mendapatkan dan mengantar penumpang, saya kok merasa kasihan. Soalnya, pak suami sering cerita tentang hal ini. 

Kalau mendapatkan penumpang yang baik dan pengertian, driver mana yang nggak senang? Tapi kan nggak tiap kali narik, driver dapat penumpang yang baik, minimal yang nggak ngerepotin lah. 

Pak suami pernah dapat penumpang yang agak rese. Sebut saja namanya X. Nah, X order dari malam sebelumnya. Karena dianggap searah dengan kantor dan cocok jamnya, maka pak suami menerima orderan tersebut. X pesan untuk keberangkatan jam 06.15 tapi begitu pak suami mau berangkat, lalu orderan diganti jam 06.30. Ya udah pak suami nungguin bentar di rumah. 

Ketika waktu dirasa pas dengan kedatangan orderan di TKP, pak suami siap berangkat dong ya. Nah, saat mau sampai lokasi, si X kembali buat ulah. Dia kirim pesan untuk jemput jam 06.45. Duwenk!! 

Yah, kalau gonta-ganti jam begini ya ditinggalin sama pak suami. Karena apa? Pak suami hanya menerima orderan yang cocok. Maksudnya cocok yaitu waktu penjemputan dan perkiraan sampai ke TKP tidak membuatnya terlambat ngantor. Kalau orderan digonta-ganti melulu ya namanya njengkeli.

Sebagai driver, pak suami cuma kasih saran ke X. Kalau order ojek tolong waktu diperhitungkan lagi dengan baik. Jangan gonta-ganti jam jemputan dan kalau bisa jangan membuat driver terlalu lama menunggu. Kasihan drivernya.

Memang sih itu tanggung jawab driver. Tapi sebagai customer yang baik kalau nggak merepotkan orang lain kan lebih enak to? 

Hal yang hampir mirip pernah juga terjadi dengan penumpang lain. Jadi ketika sudah sampai di TKP, pak suami diminta untuk menunggu sebentar. Yah, sebagai driver yang baik, pak suami manut dengan customer lah ya. Setelah menunggu sekitar 15 menitan kok customer nggak keluar dan nggak ada kabar. Setelah ditelepon ternyata customer minta tambahan waktu lagi. Lah, kalau kayak gini bakal ditinggal sama pak suami. Akhirnya pak suami minta customer untuk cancel order.

Kalau misal yang cancel dari pihak driver, seolah-olah driver yang nggak mau menerima orderan. Hal ini bisa membuat driver mendapat raport merah, lho. Padahal kenyataannya customer yang molor. -__-

Saya juga kasihan sama pak suami kalau cuaca sedang hujan. Duh, perjuangan banget nih karena pak suami harus menyediakan jas hujan dan helm untuk penumpang. Padahal hari itu belum tentu ada orderan. Kalaupun ada ya harus hujan-hujanan mengantar penumpang sampai ke TKP. 

Sekarang sih pak suami udah jarang banget ambil orderan. Selain karena agak malas, orderan juga agak sepi. Tahu nggak, kenapa? Orderan rame karena waktu itu lagi banyak promo. Hahahahaha, ternyata banyak juga ya yang suka diskonan. Hidup diskonan! ^-^

Semenjak pernah merasakan jadi tukang ojek, pak suami lebih menghargai uang dan profesi orang lain. Bukan hanya untuk tukang ojek saja namun juga profesi lain yang mungkin bagi sebagian orang menganggap sebagai profesi biasa. Padahal di balik profesi ini ada usaha yang tidak biasa untuk melakoninya.

Nggak ada yang salah jika kita menghargai profesi orang lain. Dengan melakukan hal-hal kecil yang nggak menyusahkan, udah meringankan beban mereka kok. Kita hidup di dunia ini kan saling membutuhkan. Dan hormatilah orang lain, apa pun profesi mereka.^-^.

Continue Reading…

Tuesday, March 28, 2017

Ameyoko, Pasar Murah dan Bersejarah di Ueno

Lagi pengen ngomongin Jepang, nih. Maklum lah saya suka baper kalau sudah di penghujung Maret. Artinya, di Jepang akan memasuki musim semi yang identik dengan sakura. Salah satu tempat yang rame banget untuk melihat sakura mekar yaitu di taman Ueno. Perayaan musim semi atau hanami di Ueno sangat terkenal dan biasanya jadi tujuan wajib kalau ke Jepang. Selain hanami, kita juga bisa belanja di dekat taman Ueno, lho. Tempat belanjanya bernama Ameyoko. Konon katanya, Ameyoko termasuk pasar murah dan bersejarah di Ueno.



Sebelumnya, saya dan pak suami pernah mampir ke sini saat dinas yang pertama. Waktu itu kami nggak ngeh banget bingung mau beli apa. Lebih tepatnya bingung karena baru pertama kali dan fokus ke pedagang yang teriak-teriak padahal nggak ngerti mereka ngomong apaan.

Nah, saat dinas kedua, pak suami pengen beli sepatu. Teman yang sudah lama tinggal di Jepang menyarankan untuk beli sepatu di Pasar Ameyoko.   

Kami dapat info dari temannya pak suami kalau Ameyoko terkenal dengan harganya yang murah. Lah, saya sempat kaget sih mendengar kata 'murah' di Jepang apalagi di Tokyo. Hhhmmm, bener nggak sih infonya? Jangan-jangan murah bagi dia belum tentu ramah di kami, hahahaha. Maka kami pun penasaran dan niat pengen beli sepatu di Ameyoko.

#Tentang Ameyoko

Ameyoko adalah wilayah yang terletak di antara stasiun Okachimachi dan Ueno di jalur JR Yamanote Line. Ameyoko sangat terkenal dengan aktivitasnya yang nggak pernah sepi. Dari pagi sampai malam lokasi ini selalu rame. Nggak heran sih karena tempat ini semacam 'palugada', apa yang lu butuhin, semua ada. Mulai dari baju, makanan, sepatu, kosmetik, tas, bahkan sampai nori dan ikan pun ada di sini. Jadi Ameyoko memang cocok dijadikan sebagai tempat belanja ataupun untuk mencari oleh-oleh.

Penjual Ikan di Ameyoko

Ketenaran Ameyoko mungkin tak bisa lepas dari cerita sejarahnya. Nama Ameyoko berasal dari 'Ameya Yokocho'. Kalau diartikan, kurang lebih 'toko permen di dalam gang'. Memang, di Ameyoko banyak yang berjualan jajanan manis. Sedangkan secara harfiah, kata 'Ame' sendiri berarti 'America'.

Sejarah Ameyoko tak lepas dari masa Perang Dunia II. Saat PD II terjadi krisis bahan makanan. Karena itu, di daerah ini muncul pasar gelap yang menampung ratusan pedagang. Mereka umumnya menjual bahan makanan dan permen manis. Dalam bahasa Jepang, kata 'Ame' salah satu artinya yaitu 'permen'.

Penjual Permen di Ameyoko

Selain digunakan untuk berjualan makanan yang manis, daerah ini juga digunakan sebagai pasar gelap yang menjual barang milik tentara Amerika yang bermarkas di Jepang. Sejak saat itu, daerah tersebut dinamai 'Ame Yoko', yang berarti 'Gang Amerika'.

Sebenarnya, nuansa pasar gelap masih terasa di sini. Para pedagang menjual barang dagangan di lapak-lapak biasa, jauh dari kesan mewah dan mahal. Tapi barang yang dijual ori lho.

Misalnya nih saya melihat SK II dijual tanpa etalase. Pedagang yang jualan cuma menggelar dagangan layaknya di pasar pagi di Indonesia. Kalau di Indonesia, beuh SK II bakal mejeng di mall elit dengan etalase yang kinclong. 

Sungguh saya takjub menyaksikan pemandangan yang berbeda di sini.

#Belanja di Ameyoko

Banyak hal-hal menarik yang saya temui di sini. Ameyoko merupakan pasar tradisional jadi jangan heran kalau tampak semrawut dan rame. Di Ameyoko, teriakan para pedagang tak henti-hentinya terdengar bersahut-sahutan. Mereka berlomba menarik pembeli supaya dagangan mereka laris.

Hal ini sebenarnya bukan hal yang aneh di Jepang. Banyak kok pedagang yang jualan sambil teriak menawarkan dagangannya. Nggak cuma di pasar ini saja namun pedagang bento yang dekat perkantoran juga sering teriak menawarkan dagangannya. 

Meski terkenal sebagai pasar tradisional, banyak sekali pedagang yang menjual barang branded di Pasar Ameyoko. Ada yang berjualan di lapak sederhana namun ada juga yang berjualan di toko.

Di daerah Ameyoko juga ada beberapa mall. Namun demikian, Pasar Ameyoko tak kalah pamor dengan mall-mall yang ada di sekitarnya.

Ameyoko terkenal dengan barang brandednya yang murah banget. Saya aja kaget banget ketika melihat harga barang yang dijual lebih murah dibanding Indonesia. Toko-toko di sana banyak yang ngasih diskon. Apalagi saat itu musim semi. Selain terkenal karena sakuranya, musim semi juga terkenal dengan diskon gedhenya.

Obral Sepatu

Karena saya dan pak suami orangnya modis (baca : modal diskon), makanya kami nggak bosan bolak-balik ngider mencari barang yang lucu, sukur-sukur kalau harganya murah. Serasa nggak capek shopping atau cuci mata di sini, hahahaha. 

Kebetulan pak suami pengen beli sepatu olah raga karena sepatu yang sering dipakai sudah tipis. Maklum lah ya, di Jepang sering banget jalan kaki. Jadi kalau beli alas kaki seringnya sepatu olah raga, biar awet aja sih.

Pak suami naksir sepatu Adidas yang dijual di salah satu toko. Sepatu yang ditawarkan di toko tersebut murah dan sedang diskon pula.

Ternyata pilihan untuk membeli sepatu tersebut sangat tepat. Karena selain harganya murah, sepatu tersebut juga awet banget. Buktinya meski sudah dipakai selama 2 tahun tapi sepatu tersebut belum rusak dan masih enak dipakai.

Selain nggumun dengan belanja barang branded dengan nuansa tradisional, saya juga nggumun ketika ada pedagang yang fasih memakai Bahasa Indonesia. 

Jadi nih ada tukang kebab yang mangkal di pojokan. Penjualnya dari Timur Tengah. Setiap melihat orang melayu atau yang berjilbab, mereka langsung bilang gini,

'Assalamualaikum. Ayo, mampir Bro. Halal halal.'

Saya yang mendengar ini cuma tersenyum dan menjawab ucapan salamnya. Saya heran banget dengan caranya yang fasih menyapa memakai Bahasa Indonesia. Yah, mungkin karena jumlah turis Indonesia di Jepang yang banyak kali ya. Dan mereka mungkin sering mampir ke situ karena halalnya. Hhhmmm, bangga campur geli sih.

Kalau misalnya ada kesempatan ke Jepang lagi, saya dan pak suami pengen banget balik belanja ke Pasar Ameyoko. Pertimbangannya ya apalagi kalau bukan karena harganya yang murah. Meski murah tapi barangnya nggak murahan. Swear.

Kalau kamu ke Jepang, kira-kira pengen ke Ameyoko juga nggak? ^-^

Sepatunya Awet


*Ameya Yokocho*
Alamat : 110-0005 Tokyo-to, Taito-ku, Ueno 4
Stasiun : - JR Ueno, pintu keluar tengah
               - Okachimachi, pintu keluar utara
Buka setiap hari mulai dari jam 8 pagi - jam 9 malam




Continue Reading…

Saturday, March 04, 2017

Cara Asyik Menikmati Weekend Tanpa Mall

Keberadaan mall masih dianggap sebagai tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu saat weekend. Bila weekend atau musim liburan tiba, dapat dipastikan mall selalu rame. Pergi ke mall bisa dikatakan sebagai one stop shopping karena di mall kita bisa belanja, makan, sekaligus refreshing. Kadang saya berpikir, apa nggak bosan ya kalau tiap weekend ke mall? Padahal ada cara asyik menikmati weekend tanpa mall, lho. Salah satunya pergi ke museum. 

Pergi ke museum merupakan salah satu cara menghabiskan weekend yang murah. Selain murah, kita juga bisa belajar sejarah sehingga dapat menumbuhkan cinta ke negeri sendiri.

Salah satu museum yang menarik untuk dikunjungi yaitu Museum Tekstil. Kebetulan ini merupakan kunjungan saya yang pertama di museum ini.


Hari Minggu, tanggal 26 Februari, saya mendapat undangan dari Kriya Indonesia untuk menghadiri acara blogger yang bertempat di Museum Tekstil. Acara yang dipandu oleh tim dari Kriya Indonesia dan Museum Tekstil sangat meriah dan menarik. Pada acara ini, blogger tidak hanya diberikan pengetahuan tentang apa dan bagaimana museum tekstil. Tapi juga diajarkan bagaimana cara belanja yang mudah.

#Tentang Museum Tekstil

Menurut Miss Ari, salah satu tim dari Museum tekstil menjelaskan bahwa museum ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Museum tekstil mempunyai cerita sejarah yang sangat panjang.

Pada akhir abad ke-19, museum ini merupakan tempat tinggal warga negara Perancis. Semasa perang kemerdekaan tahun 1945, gedung ini pernah menjadi  markas Pemuda Barisan Pelopor dan Barisan Keamanan Rakyat (BKR). Lalu tahun 1952 dibeli oleh Departemen Sosial RI. Kemudian pada tahun 1976 gedung ini diserahkan ke Pemda DKI sebagai Museum Tekstil Jakarta. Pada tanggal 28 Juni 1976 gedung ini diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Lokasi Museum tekstil dekat dengan stasiun Tanah Abang. Dari stasiun Tanah Abang, kita hanya jalan kaki sekitar 10 menit. 

Museum Tekstil buka tiap hari Selasa-Minggu, mulai dari pukul 09.00-15.00. Ingat ya, tiap hari Senin dan hari libur nasional, museum ini TUTUP. 

Harga tiket di Museum Tekstil sangat murah, berkisar dari 2ribu untuk anak-anak sampai 5ribu untuk dewasa. Kalau kamu mau ke sini secara rombongan (min 20 0rang) maka harga tiket masuk bisa lebih murah.

Mba Astri dari Kriya Indonesia-Miss Ari dari Museum Tekstil-Fani Guide dari Italia

Apa Keistimewaan Wisata Museum Tekstil?

Banyak sekali hal-hal istimewa yang kita dapatkan selama berkunjung di Museum Tekstil. 

1. Merupakan Cagar Budaya
Bangunan Museum Tekstil termasuk dalam cagar budaya karena masih menonjolkan bentuk aslinya. Bangunan yang dibangun pada akhir abad ke-19 itu masih tampak kokoh dan terawat. Beberapa interior ruangnya juga masih asli. Inilah yang membuat pengunjung serasa kembali ke masa lampau dengan melihat aneka koleksi yang bernilai sejarah tinggi.



2. Tahu Banyak tentang Wastra Indonesia 
Koleksi di Museum Tekstil sebanyak 2350 item yang terdiri dari 886 koleksi batik, 819 koleksi kain tenun, 425 koleksi campuran, 70 koleksi peralatan, 150 koleksi busana dan tekstil kontemporer. Dengan segitu banyak koleksinya kita bisa tahu tentang wastra dan sejarahnya. Karena koleksi yang dipajang di museum ini umumnya sudah berumur di atas 50 tahun atau merupakan koleksi yang mempunyai cerita.

Keliling Museum Dipandu Bule

Saat diajak berkeliling di museum tekstil tak henti-hentinya saya takjub akan keindahan wastra Indonesia. Tiap kain dan pernik yang ditampilkan mempunyai makna yang luar biasa.

Mulai dari teknik pembuatan, corak dan motif serta warna ternyata mempunyai arti yang begitu mendalam. Pembuatan wastra di Indonesia, terutama batik, dipengaruhi kebudayaan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Maka tak heran, beberapa warna dan motif erat berkaitan dengan budaya dan etnis tertentu yang berkuasa di daerah tersebut.

Batik Pekalongan

Misalnya saja antara batik pesisir dan lingkungan keraton mempunyai motif dan warna berbeda. Batik pesisir cenderung lebih berwarna-warni karena dipengaruhi oleh keindahan alam pesisirnya. Sedangkan batik di lingkungan keraton umumnya berwarna kalem. 

Untuk motifnya juga beragam. Misalnya ada motif parang barong yang khusus dipakai oleh para raja di Keraton Yogyakarta. Ada juga motif batik yang digunakan untuk orang yang meninggal.

Aneka informasi yang saya peroleh ini menyadarkan saya bahwa betapa besar dan uniknya budaya Indonesia. Kebudayaan daerah merupakan akar dari kebudayaan nasional. Inilah yang membedakan kita dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Saya semakin cinta dengan Indonesia, deh.

3. Galeri Batik yang Unik dan Canggih
Ada hal menarik saat saya berada di Galeri Batik. Bangunan ini merupakan tempat pameran tetap di Museum Tekstil yang memajang aneka batik dari berbagai daerah di Indonesia. Jika selama ini kita hanya tahu batik dari Jawa ternyata ada juga batik dari Sumatara, Kalimantan, dan NTB. Bahkan, ada juga batik dari daerah Lampung yang digunakan untuk menolak bala. Hi, agak serem ya!

Menariknya, pengunjung dapat mencari informasi tentang batik yang dipajang melalui bar code yang tersedia. Hal ini sangat memudahkan pengunjung karena tinggal cekrek maka informasi akan muncul secara komplit.

Info dari bar code
Beberapa bangunan di Galeri Batik juga masih asli dan bernilai seni tinggi. Misalnya langit-langit bermotif batik dan ubin yang digunakan. Meski tidak semua ruangan seperti ini namun bentuk interior yang sangat Indonesia ini menjadi hal yang sangat indah dan retro sekali.

Tegel Kuno
4. Belajar Membatik
Pengunjung bisa belajar membatik di Pendopo. Harga yang dibandrol nggak mahal, kok. Untuk pemula sekitar 20ribu. Belajar membatik ini bisa diikuti oleh semua kalangan dan menjadi wisata edukasi untuk keluarga, lho.

5. Ruang Terbuka yang Serbaguna
Museum Tekstil sangat luas dan mempunyai ruang terbuka yang bisa digunakan untuk kegiatan komunitas atau kumpul seru. Seperti kegiatan memasak yang dilakukan oleh Chef Jun, pemilik akun Instagram @resepdapurayah.



Chef Jun mempraktikkan masakan Indonesia yang simple dan lezat. Chef Jun, yang juga seorang ayah, ingin membuktikan bahwa urusan dapur nggak cuma untuk wanita tapi ayah juga bisa berbagi cinta dengan keluarga melalui masakan.



6. Taman yang Luas dan Rindang
Berkeliling museum pasti capek karena banyaknya koleksi yang dipajang tak terasa membuat kita capek berdiri selama berjam-jam. Namun jangan khawatir, karena di museum ini kita bisa leyeh-leyeh di taman yang luas dan rindang.

Tanaman di museum tekstil cukup banyak membuat mata sejuk. Pengelompokan tanaman di museum ini bisa dilihat dari nama kebunnya. Misalnya saja Kebun Serat. Dinamai demikian karena serat tanamannya bisa digunakan untuk keperluan di bidang tekstil. Selain itu, ada juga tanaman yang digunakan untuk pewarna alami.



Nah, kalau kamu capek berkeliling di Museum Tekstil, bisa saja jajan di pedagang yang ada di situ. Tapi kebanyakan mereka adalah pedagang kaki lima yang kurang higienis dalam menjajakan makanan/minuman. Namun akhir-akhir ini masyarakat sudah cukup pintar dengan tidak jajan sembarangan. Kalau ingin aman ya bisa membawa bekal dari rumah. Tapi jika nggak bawa pun, kita bisa pesan makanan/minuman di supermarket online, lho. Melalui Honestbee yang merupakan supermarket online terpercaya kamu bisa mendapatkan barang sesuai harga di toko. 

Honestbee merupakan layanan belanja yang mudah, cepat, dan terpercaya. Terbukti dengan suksesnya Honestbee di berbagai negara seperti Singapura, Hongkong, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Di Indonesia, Honestbee  bekerja sama dengan Transmart Carrefour, yang merupakan ritel terbesar sehingga memungkinkan kamu bisa membeli apa saja di Honestbee.

Harga yang terpasang di Honestbee sama dengan yang ada di Carrefour. Begitupun jika ada promo atau diskon maka harga di Honestbee mengikuti aturan promo yang berlaku.

Cara belanja di Honestbee cukup mudah. Sistemnya hampir mirip dengan aplikasi belanja online lainnya. Namun yang membedakan yaitu kamu bisa memilih hari dan jam kapan barang tersebut akan dikirim. Jadi dengan belanja di Honestbee, kamu serasa punya asisten belanja pribadi. Shoper yang membelanjakan orderan yang kamu pilih akan bekerja secara profesional. Pengirimannya pun cepat dan dilakukan oleh kurir dari Honestbee.

Sewaktu menghabiskan weekend tanpa mall di Museum Tekstil, saya memesan produk aneka snack dan mie instan. Siang hari itu cuaca sangat panas sehingga saya cepat sekali lapar. Karena bekal sudah habis ya saya pesan snack dari Honestbee.

Karena pelayanannya yang sangat memuaskan, membuat saya ingin belanja lagi.

Belanja di Museum Tekstil

Keesokan harinya, saya belanja kebutuhan rumah tangga yang sudah habis. Saya nggak belanja banyak karena memang hanya butuh beberapa item saja.

Pada belanja yang kedua, saya agak kecewa karena pengiriman barangnya terlambat selama satu jam dari jadwal yang telah saya tetapkan.

Saya order dan minta diantar jam 12-1 siang. Sekitar jam dua belasan, saya mendapat telepon kalau barangnya telat. Mbak CS bilang kalau barang akan sampai di rumah sekitar jam 2 siang.

Saya sangat mengapresiasi pemberitahuan dari pihak Honestbee. Oke, dengan ini maka saya bisa beraktivitas di rumah sambil menunggu barang sesuai janji yang CS sebutkan. Dan benar, jam 2 siang barang dari Honestbee datang. Si mas yang mengantar barang juga sopan, berkali-kali minta maaf. Hati saya luluh dengan sikap si mas tersebut.

Honestbee Sampai di Rumah

Sebagai orang awam, saya sempat berpikir bahwa ada beberapa Carrefour di dekat rumah, tapi kenapa Honestbee datangnya telat banget. Ketika hal ini saya tanyakan ke Mas yang ngantar barang, beliau bilang di dekat rumah saya hanya Carrefour ITC Depok saja yang melayani pembelian via Honestbee.

Lalu, kenapa lama sekali, kan jaraknya dari ITC ke rumah saya nggak terlalu jauh?

Kata si mas lagi, beliau bukan pengantar dari Carrefour ITC Depok tapi dari Carrefour lain.

Untuk ke depannya semoga Honestbee dapat menambah outlet-outletnya sehingga lebih memudahkan kedua belah pihak baik pekerja Transmart Carrefour dan pelanggan. Overall, belanja via Honestbee cukup puas karena ini merupakan solusi belanja bulanan untuk emak-emak yang sibuk mengurus rumah.

Rame-rame di Museum Saat Weekend
Ah, ternyata cerita weekend tanpa mall nggak kalah seru dibanding kalau ke mall melulu. Hm, kamu suka menghabiskan weekend ke mana? 

Continue Reading…

Thursday, March 02, 2017

Dapat Promo Diskon, Kode Kupon Voucher, dan Cash back di ShopBack

Dulu, jumlah orang yang melakukan belanja online tidak sebanyak sekarang. Mungkin dikarenakan masih banyak orang yang kurang percaya dengan sistem online. Selain itu, jumlah e-commerce yang sedikit membuat orang kadang bosan karena hafal dengan produk yang itu-itu saja.

Namun, seiring berkembangnya teknologi dan informasi, saat ini belanja online merupakan hal yang lumrah. Jumlah orang yang bertransaksi secara online melonjak drastis. Apalagi ditambah dengan jumlah e-commerce yang bejibun dan memanjakan konsumen.

Setiap hari kita melihat iklan e-commerce yang wara-wiri nongol di teve ataupun media sosial. Beragam promo dan tawaran menarik selalu memikat konsumen. Jujur, saya pun sering tergoda dengan promo yang ditawarkan.

Seringnya, e-commerce menawarkan promo diskon atau potongan harga di tanggal atau momen spesial. Kalau pun ada yang ngasih cash back sih jarang. Apalagi yang ngasih cash back tiap hari, jarang banget. Pengalaman saya, biasanya cash back diberikan saat Harbolnas.

Nah, kalau mendengar kata cash back, siapa sih yang nggak senang? Duit bok duiiit!

Kalau teman-teman pengen dapat cash back setiap belanja, kepoin ShopBack.co.id deh.



#Apa itu Shop Back?

Seperti terlihat di homepage-nya ShopBack, ada banyak banget e-commerce ternama kan? Ada Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, Elevenia, Groupon, Tiket.com, dll. Yup, ShopBack merupakan cara baru belanja online yang sangat menyenangkan di Indonesia. Bukan hanya di Indonesia saja namun ShopBack sudah sukses di berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan. Dengan menggandeng ratusan e-commerce favorit baik lokal maupun luar menjadikan ShopBack sebagai tempat belanja online yang aman dan terpercaya. Hal ini ditambah dengan keamanan dan kepercayaan karena ShopBack sudah diliput oleh berbagai media ternama seperti Detik, Kompas, dan Kaskus.

ShopBack bukan e-commerce tapi semacam layanan yang memudahkan konsumen dalam berbelanja online. Di ShopBack, kita akan tahu e-commerce yang sedang memberikan diskon, promo, hingga kode voucher potongan harga.Tentu saja ada uang cash back-nya setiap belanja di ShopBack. Uang cash back yang kita dapat dari belanja melalui ShopBack tersebut dapat ditransfer kembali dalam bentuk uang cash ke rekening bank pribadi.

Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi customer, belanja di ShopBack bisa melalui browser pada desktop ataupun aplikasi mobile yang bisa diunduh via Google Play Store dan Apple App Store. Bagi pengguna aplikasi mobile ShopBack akan mendapatkan promo eksklusif. 

Dengan modal komputer/smartphone dan jempol, belanja jadi mudah. Cukup duduk manis di rumah, tinggal pilih, klik, dan tunggu transferan cash back di rekening.  

Belanja seperti ini sangat membantu ibu rumah tangga seperti saya yang kadang malas keluar rumah. Apalagi jika cuaca sedang galau dan hujan melulu seperti sekarang. Jujur, saya suka sekali belanja online meski nggak semua produk saya beli secara online sih. Kayak produk elektronik dan alas kaki, saya lebih suka belanja offline karena agak tricky

Kalau belanja produk elektronik, dengan melihat barangnya secara langsung, saya tahu bentuknya, garansinya, cara penggunaannya, dan trialnya seperti apa. Lalu, fungsi-fungsi di produk tersebut cocok apa enggak dengan kebutuhan dan keinginan.

Begitu pula dengan alas kaki. Untuk urusan yang ini, saya agak ribet karena kaki saya kecil dan nggak bisa pakai alas kaki yang keras. Jadi harus benar-benar dicoba. Dengan begini saya tahu enak enggaknya alas kaki tersebut.

Namun, untuk produk groceries dan jilbab, saya sering banget beli online.

Belanja online nggak cuma untuk ibu-ibu saja lho. Belanja online bisa dilakukan oleh bapak-bapak ataupun cowok yang masih lajang. Buat bapak-bapak atau cowok yang baca ini, kalian bisa ngasih surprise ke istri atau gebetan via belanja online. Serius!

Kalau surprisenya ke ibu-ibu, para bapak bisa belanja groceries di Honestbee. Di Honestbee, tinggal pilih mana barang yang biasa dibutuhkan ibu di rumah. Ada sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Dengan hitungan jam, produk tersebut akan sampai di rumah.

Nah, kalau surprisenya ke gebetan cewek, para cowok jomblo bisa pilih barang di Shopee. Ada banyak banget barang kebutuhan cewek di sana. Misalnya baju, jilbab, sepatu, atau bumbu dapur kalau gebetan kamu suka masak.^-^.

Dengan suprise seperti ini, dijamin ibu-ibu atau gebetan kamu bakal klepek-klepek deh. Lah, soalnya saya juga pernah dikasih surprise sama pak suami via belanja online. Cuma waktu itu pak suami ngirim paket makanan kesukaan saya. Hal ini nggak saya duga sama sekali. Begitu terima barang langsung laporan, kirim skrinsut via WA, terus nanya habis berapa. Hahahaha, wanita oh wanita.

#Keuntungan Belanja via ShopBack

Seperti yang saya jelaskan tadi, ShopBack bekerja sama dengan ratusan e-commerce ternama. Hm, biasanya kita kalau belanja langsung ke e-commerce-nya, kan? 

Kalau pakai ShopBack apa nggak ribet?  Enggak, tuh. Karena ShopBack ngelink ke e-commerce-nya kok. Malah kalau belanja via ShopBack, kita bisa mendapat berbagai keuntungan, antara lain :

1. Belanja barang pada e-commerce atau menggunakan transportasi online via ShopBack (Tokopedia, Lazada, Groupon, Honestbee, Shopee, Zalora, Tiket.com, UBER, Grab, dll) akan mendapat cash back hingga 40%  yang akan ditransfer ke rekening kamu. 

2. Belanja di ShopBack aman dan terpercaya, terbukti dengan ratusan e-commerce yang bekerja sama baik dalam dan luar negeri.

3. Mendukung ekonomi kerakyatan karena ShopBack bekerja sama dengan berbagai e-commerce lokal yang menjual produk dalam negeri berkualitas.

4. Lebih hemat dan menguntungkan, karena kita dapat menggabungkan promo, diskon, voucher, kode kupon dari e-commerce plus dapat cash back

5. Praktis dan menyenangkan, karena kita bisa beli apa saja di e-commerce manapun, seperti : barang rumah tangga, fashion, pulsa, pesan tiket pesawat, tiket nonton, makanan, gadget, dll.  

6. Adanya program "Hadiah Me & You", yaitu semacam afiliasi, kalau kita mengajak teman bergabung di ShopBack akan mendapat tambahan Rp.25.000,-. Caranya dengan mengajak teman mendaftar melalui link referral kita.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita tonton video berikut ini



Solusi Belanja cermat dan hemat? ShopBack-in Aja!


Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com