Wednesday, January 10, 2018

Food Combining Membuat Saya Sehat

Gaya hidup sehat menjadi kebutuhan bagi tiap manusia. Apalagi akhir-akhir ini kayaknya sudah menjadi trend ya. Saya setuju kalau sehat adalah kebutuhan, terlebih setelah divonis PCO yang membuat saya susah hamil. Bagi pembaca yang sering mampir ke sini tentu sudah paham kalau saya melakukan berbagai ikhtiar supaya bisa hamil. Berobat ke alternatif, insem sebanyak 2x, minum obat hormon, belum juga ada hasilnya. 

Ketika saya konsul ke dokter kandungan, memang sih penderita PCO mau nggak mau harus hidup sehat dan mengurangi berbagai makanan tertentu. Hal ini sebaiknya dilakukan secara rutin agar hormon bisa normal. 

Tapi untuk konsisten menjalankan hidup sehat tidaklah semudah itu. Sungguh, saya mengalami berbagai tahap sebelum akhirnya mantap untuk melakukan food combining dengan benar.

Saya masih inget banget saat itu menjelang akhir Desember 2016 tiba-tiba saya pengen bikin resolusi untuk hidup sehat. Beneran random deh. Emang sih saya sudah melakukan hidup sehat tapi belum maksimal.

Kayak makan nasi merah, sarapan (waktu itu) cuma buah dan sayur, serta mengurangi gorengan. Tapi saat itu saya masih suka jajan dan makan snack. Sampai akhirnya saya ikutan no junk food challenge for 21 days. Tapi setelah hari ke-21 saya balik lagi makan junk food, hahahaha.

Lalu saya gugling tentang food combining. Nggak tahu kenapa kok tiba-tiba pengen tahu soal FC. Apa karena kekinian? Saya pikir bukan. Satu yang pasti, saya hanya ingin sehat.

Bisik-bisik netizen juga banyak yang ngomongin tentang food combining. Apalagi di grup 'PCO Fighter' yang saya ikuti. Sesekali di grup tersebut ada yang posting kabar gembira tentang kehamilan. Kebanyakan dari mereka yang berhasil hamil karena melakukan hidup sehat. Setelah saya baca pengalaman mereka, kenapa nggak nyoba food combining aja.

Bukan berarti pola makan yang diterapkan orang lain jelek ya. Bukaaann. Tiap orang kan punya pemahaman dan pilihan hidup masing-masing ya. Bahkan pak suami aja nggak saya suruh ikutan food combining kok. Dia masih menggunakan pola makan seperti orang kebanyakan. Dan saya nggak masalah tuh soal ini. 

Sebelum menerapkan food combing, akhir Desember 2016 saya cuma baca-baca blognya orang sampai chat sama Mba Widyanti Yuliandari. Mba Widya (btw kok namanya sama sih) adalah blogger yang juga pelaku food combining. Beliau juga penulis buku tentang food combining. Karena sesama blogger dan berada di grup KEB makanya saya SKSD menanyakan food combining. 

Percakapan dimulai dengan saya cerita sarapan ala-ala yang masih campuran sayur dan buah. Lalu pola makan yang masih seenaknya.

Responnya Mba Widya bikin saya kaget. Saya merasa ditampar sama Mba Widya yang kata-katanya langsung bikin makjleb. Mba Widya bilang kalau saya salah kaprah bila saat itu mengaku sudah menerapkan food combining. Mba Widya orangnya kalau ngomong to the point tanpa tedheng aling-aling. Tapi berkat omongan beliau saya jadi sadar nih, hahahaha. Makasih ya Mba Widya.

Kata-katanya Mba Widya yang masih saya ingat sampai sekarang yaitu,
"Mba, percayalah, hasil tidak akan mengkhianati usaha."

Buku food combining yang saya beli

Kemudian Mba Widya menjelaskan food combining globalnya saja. Merasa tidak puas, saya pun membeli bukunya Mba Widya tentang food combining. Hanya dalam hitungan jam buku food combining sudah saya khatamkan. 

Dari buku tersebut, pengetahuan saya tentang food combining bertambah. Ternyata bener, saya seenaknya dalam menjalankan food combining. Jika ingat chat dengan Mba Widya waktu itu, saya tertawa dan malu sendiri. Hahahaha, emang saya bandel sih, pengen enaknya aja. Padahal di dalam FC sudah ada aturan yang jelas dan alasan kenapa hal itu dilakukan. 

Di sini saya nggak mau panjang lebar menceritakan tentang FC. Secara umum pola makan food combining adalah pola makan yang mengikuti irama sirkadian tubuh yang berlangsung secara fisiologis selama 24 jam. Irama sirkadian ini meliputi fase cerna, fase serap, dan fase buang. Dari irama inilah maka aturan makan dalam FC dibuat supaya apa yang kita makan tidak memberatkan kerja organ tubuh.

Secara garis besar, aturan di dalam food combining yaitu (cmiiw ya) :

1. Pagi hari saat bangun tidur dan mulut masih kering langsung minum air jeniper (jeruk nipis peres) atau air lemon anget.

2. Sarapan eksklusif buah, kalau bisa 3 macam buah.

3. Makan siang dimulai jam 12 saat fase cerna.

4. Karbo nggak boleh ketemu protein hewani. Karbo bolehnya dimakan dengan protein nabati.

5. Protein nabati boleh ketemu protein hewani.

6. Makanan dikunyah secara perlahan.

7. Usahakan untuk menambah sayuran mentah di menu makan.

8. Aktivitas makan sampai pukul 8 malam.

Ini hanya garis besarnya saja ya. Di dalam buku tersebut dijelaskan lebih mendalam bab per bab dan tata cara makan serta aturan FC yang benar. Penjelasannya nggak rumit kok sehingga saya cepat paham dan langsung praktik keesokan harinya.

Saat praktik FC pertama kali, jujur aja saya lemes banget. Mungkin karena belum terbiasa sarapan eksklusif buah kali ya. 

Tiga minggu pertama saya berada di jalur yang benar sesuai juklak FC sehingga BB sempat turun 3 kg. Poinnya di sini adalah saya bukan menurunkan BB dengan food combining ya. Saya ingin hidup sehat dengan food combining. 

Penerapan FC sesuai juklak cuma berlangsung sebentar aja, hahahaha. Saya mulai cheating dikit-dikit saat weekend. Hahahaha, wajar kan ya namanya juga manusia pastilah pengen jajan di luar yang mana susah banget kalau harus sesuai juklaknya FC. Cheating ini sering berlanjut bahkan nggak cuma di weekend aja. Saya mulai sering cheating di weekday juga. Meski cheating tapi kalau pagi saya tetap minum jeniper lho.

Karena kebanyakan cheating, lama-lama saya kok merasa berdosa ya. Saya merasa bahwa percuma saja jika tahu ilmunya tapi nggak menerapkan dengan baik dan benar.

Enam bulan berikutnya saya mulai fokus FC lagi dan cheating saat weekend doang. Selama weekday saya benar-benar menerapkan pola food combining sesuai juklak. 

Saat saya menerapkan pola FC, godaan terbesar adalah tanggapan dari lingkungan sekitar dan keluarga yang menganggap saya aneh. Hal ini wajar sih karena kan tiap orang punya kepentingan yang berbeda.

Saya menerapkan FC karena banyak membaca pengalaman penderita PCO bisa hamil dengan menerapkan food combining. Saya ingin seperti mereka. Jika saya yakin akan suatu hal maka saya akan meyakini sepenuhnya dan berusaha menjalaninya dengan baik.

Godaan lain datang saat traveling. Nah, ini saya sempat cemas karena cuma sarapan buah di jalan. Saat itu saya juga pusing mungkin dikarenakan kepala terkena AC.

Saat traveling tersebut saya ikut open trip dan salah ambil posisi duduk yang dekat AC. Lemesnya minta ampun, hahahaha.

Tapi kabar baiknya yaitu saya irit saat jajan makan siang karena menu FC sebenernya simpel. Seringnya saya jajan maksi yaitu menu karbo dan protein nabati. Simpel, gampang, murah dan sehat kan, hahaha.

Oia, saat bulan puasa, saya masih belum kuat kalau sahur cuma eksklusif buah. Saya terapkan aturan FC tapi sahur pakai karbo dan protein nabati.

Waktu buka puasa saya jarang banget makan nasi. Nah, saat fokus FC inilah saya udah jarang banget buka puasa pakai gorengan dan bikin kolak. Menu buka puasa seringnya sih takjil buah dan makanan yang non gorengan kayak ubi kukus, jagung, dan singkong rebus. Setelah tarawih, saya makan sayur dan lauk aja. 

Dengan pola makan seperti ini saat puasa, jujur sih saya nggak laper. Malah saya merasa bahwa tubuh jadi enteng dan sehat. 

Setelah menerapkan FC agak bener, saya merasa kondisi tubuh lebih baik. Dulu kalau bangun pagi badan terasa berat dan pernah pusing beberapa kali. Namun sejak menerapkan FC, sekarang sudah nggak pusing lagi. Tiap bangun pagi rasanya enteng. 

Percaya atau tidak, sekarang saya jarang banget sakit kepala atau migren. Bahkan saya juga jarang terkena flu. Kalau badan meriang, biasanya cukup dikerik dan minum air jahe merah aja. 

Sejak saat itu saya nggak ragu lagi menerapkan food combining meski masih cheating saat weekend sih. Perubahan yang besar saat menerapkan pola FC dengan benar yaitu saya udah jarang ngemil makanan pabrikan. Karena di dalam FC diajarkan untuk mengonsumsi makanan yang sebisa mungkin dalam bentuk aslinya dan minim olahan. 

Alhamdulillah, food combining membuat saya sehat.

Continue Reading…

Tuesday, January 09, 2018

Keliling Tokyo Nggak Cukup Sehari

Akhirnya saya bisa nulis tentang Tokyo. Sebenernya saya pengen banget nulis tentang ini dari dulu tapi karena males jadinya tertunda mulu. Berawal dari seringnya saya dapet pertanyaan seperti ini,

Kalau keliling Tokyo, sehari cukup nggak? 

Jujur ya, keliling Tokyo tuh sehari nggak bakal cukup. Karena apa? Sungguhlah pesona Tokyo sangat luar biasa karena banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Mumpung lagi di Tokyo, lho. Mumpuuuuunnnggg. Ntar kalau udah balik ke Indonesia biar nggak nyesel, hahahaha. 

Tokyo, sebagai ibu kota Jepang pesonanya memang luar biasa. Segala macam hiburan ada di sini. Mulai dari mall, distrik-distriknya, museumnya, teknologinya, keindahan alamnya, budayanya, belum lagi kulinernya. 

Semua ada di kota ini tinggal duitnya ada atau enggak, hahahahahaha. Dulu, saat tinggal di Jepang, saya beberapa kali ke Tokyo. Itu pun seharian sudah diplanning full lho, masih aja berasa kurang. 

Sebelum kalian pergi ke Tokyo, sebaiknya cari info yang banyak soal tiket murah, penerbangan yang murah, mau naik shinkansen apa enggak (mumpung ada di Tokyo), nginep di mana, mau ke mana aja. Semua kudu diatur dengan baik biar keuangan nggak jebol.

Saya dan pak suami yang saat itu tinggal di Yokohama (sekitar 45 menit ke Tokyo) benar-benar merencanakan perjalanan dengan baik. Kami tahu karena biaya di Tokyo nggak murah. Dengan begini aja kami sering keteteran karena keasyikan menikmati Tokyo. Jadi pas ada kesempatan ke sana lagi, alhamdulillah kami bisa menikmati Tokyo layaknya warga lokal yang nggak kemrungsung, hahahahaha. Maklum ya, mumpung di sana kan. 

Oia, saya mau kasih sedikit gambaran buat kamu yang mau ke Tokyo.

Hanami di Shinjuku Gyoen

#Banyak Distrik

Tokyo itu gedheeee dan rameeee banget. Maklumlah ini kan ibu kota ya. Beda banget kalau kamu jalan-jalan ke daerah pinggiran Jepang. Tapi serame-ramenya Tokyo ya di tempat wisata dan sekitar stasiun sih.

Tokyo punya beberapa distrik yang ngehits bagi turis. 

*Akihabara, kalau kamu mau cari elektronik atau anime-anime. Oia, kalau kamu mau lihat AKB48 atau sekedar nongkrong di kafenya juga ada di sini.

Kafe dan theaternya tempatnya agak jauhan. Kalau kafe AKB48 deket stasiun. Sedangkan theaternya ada di Don Quijote.

*Shibuya, nah ini ngehits karena ada patung Hachiko dan cross junctionnya yang ruameeee itu. Tempat ini jadi syuting Tokyo Drift-nya Fast and Farious. Sumpah, saya norak ada di sini. Bolak-balik nyebrang karena cuma pengen ngerasain sensasi nyebrang bareng sebegitu banyak orang, hahahaha.

*Ginza, tempat belanja yang ngehits di Tokyo. Saya nggak terlalu banyak menghabiskan waktu di sini karena duitnya mepet euy, hahahaha.

Tokyo Tower di malam hari

*Roppongi, tempat belanja juga tapi ada juga Fujifilm Square di sini. Saya pernah mampir sih cuma lihat-lihat gallery-nya doang. Kalau kamu penggemar Fuji ya wajib ke sini. Foto-foto di gallerynya bagus-bagus. Di sini juga ada kamera Fuji yang sudah kuno. Terfujilah.

*Harajuku, tempatnya anak muda dengan style nyleneh. Biasanya mereka ngumpul saat weekend bisa di Harajuku atau Yoyogi park.

*Omotesando, tempat untuk belanja atau shopping atau ngafe. Deket ama Harajuku.

*Kawasaki, yang terkenal karena ada museum Doraemon. Sumpah, saya nggak nyesel mampir ke sini. Seru abis museumnya karena seakan-akan kita bertamu ke rumah Doraemon. Kalau ke sana, coba rasain dorayakinya deh. Enaaakkk.

Pintu ke mana saja Doraemon

*Shinjuku, ada Shinjuku Gyoen yang bagus banget saat hanami. Tiket masuknya juga murah. Kalau ke sini nggak berasa waktu cepet banget karena emang bagus kalau hanami.

Selain itu, di Shinjuku ada kantor pemerintahan bernama Tokyo Metropolitan Government. Ada bagian dari kantor ini yang boleh dimasuki oleh pengunjung dan gratis.

*Ueno, taman Ueno yang ruameee banget saat hanami. Kayaknya di Ueno gratis deh dan luasnya ampun-ampunan. Ada kebun binatang juga di sini. Pasar Ameyayokocho yang terkenal murah juga ada di sini. Kalau di Ueno terlalu rame, mlipir hanami ke Shinjuku Gyoen aja.

Hanami di Ueno Park

*Odaiba, pulau buatan di Teluk Tokyo. Di sini bisa lihat Rainbow Bridge yang bagus di malam hari, patung Liberty kawe, Gundam yang gedhenya minta ampun, ada juga Madam Tussaud, serta mall. Coba deh rasain naik kereta yang driverless. Seruuu banget.

Rainbow Bridge di Odaiba

#Banyak Tempat Wisata Ngehit

Yaiyalah Tokyo banyak banget tempat wisatanya. Komplit banget deh. Mau belanja kaki lima ada di Asakusa, di Tokyo ada banyak mall, ada Tokyo Tower, Tokyo Sky Tree, museum Doraemon, Tokyo Disney Land, ke Odaiba juga bisa.

Selain itu ada Museum Gibli, Masjid Tokyo Camii, taman di Yoyogi, Ueno, Shinjuku. Lalu istana kaisar yang tamannya bagus banget dan gedhe. Kalau hanami malam bisa ke Chidorigafuchi atau Naka Meguro.

Wah, pokoknya banyak banget deh.

Kalaupun nggak mau ke mana-mana, kamu keliling stasiun Tokyo juga bisa kok. Stasiun Tokyo tuh gedheee banget. Banyak banget line-nya sampai saya bingung. Hhmm, kamu jangan kayak saya ya. Semoga nggak bingung dan nyasar di stasiun Tokyo.

Selain itu juga banyak restoran dan tempat jual suvenir atau oleh-oleh. Nyari Tokyo Banana juga ada di sana.

Yang paling saya suka saat di stasiun Tokyo yaitu mendengar langkah orang yang buanyak banget. Langkah manusia yang selalu cepat dan suara sepatu yang sahut-sahutan membuat saya rindu pada stasiun ini. Hahaha, receh banget ya saya.

Sakura malam di Chidorigafuchi

Oia, di Tokyo kamu juga bisa lihat pelelangan ikan di Tsukiji Market dan makan sushi di sana. Kalau mau lihat lelang ikan kudu berangkat pagi atau kalau perlu nginep di warnet deket Tsukiji. Sayangnya, waktu itu saya nggak dapet momen lelang ikannya. Udah berangkat pagi dari Yokohama tapi nyampe sana udah nggak bisa lihat. Ya udah akhirnya cuma makan sushi di Tsukiji. Sushinya enaaak banget karena ikannya segar. Mantaaap!!

Sushi di Tsukiji market


#Cari yang Murah

Saya yakin kalau keliling Tokyo nggak bakal cukup sehari. Bayangin aja perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Belum kalau nyasar. Belum kalau antre kayak masuk ke Disney Land atau naik ke Tokyo Sky Tree. 

Makanya kamu kudu cari info yang banyak. Bisa saja nggak semua tempat dikunjungi. Atau kamu juga bisa datang ke tempat yang gratis aja. Kalaupun mau ke tempat yang kudu bayar, pastikan keuangan diatur biar nggak boros.

Supaya nggak tekor-tekor amat, kamu bisa beli tiket terusan yang murah. Bisa aja kamu pakai Tokyo Pass atau Kanto Pass. Saya nggak hapal masa berlakunya masing-masing tiket tersebut.

Kalau pakai Tokyo Pass kamu bisa keliling Tokyo naik kereta JR gratis.

Tokyo Camii

Nah, kalau kamu pengen sekalian keliling ke Gunung Fuji, Kawaguchiko, Hakone, Nikko baiknya sih pakai Kanto Pass. Kenapa? Karena Tokyo dan tempat-tempat wisata tersebut berada di area Kanto. Tentu saja kalau pakai Kanto pass lebih murah.

Dengan Kanto pass kamu juga bisa naik shinkansen gratis. Saya dan pak suami pernah pakai Kanto Pass buat ngabisin liburan golden week. Beneran deh, nggak nyesel beli tiketnya. 

Kalau soal penginapan murah, jujur saya nggak tahu soalnya saya nggak pernah nginep di Tokyo. Karena waktu itu saya dan pak suami tinggalnya di Yokohama. Jadi kami seharian keliling Tokyo pakai Tokyo pass. Coba aja cari di gugel pasti banyak kok penginapan yang murah di sana kayak air bnb. Oia, jangan lupa buat sewa mifi selama di sana biar enak kalau mau internetan atau eksis di medsos.

Btw, kalau mau info lebih detil lagi soal tempat wisata di Tokyo, bisa ubek-ubek blog ini di label 'Jepang'. 

Selamat jalan-jalan ke Tokyo, ya.^-^. 























Continue Reading…

Monday, January 08, 2018

Tahun 2017 yang Lalu

Wah, udah tahun 2018 aja ya. Waktu kok rasanya cepet banget berlalu. Kayaknya saya masih bisa ngerasain perayaan tahun baru 2017 tiba-tiba aja ini udah tahun 2018. Beneran nggak kerasa banget.

Kalau ngomongin tahun 2017, jujur aja termasuk tahun termalas saya. Di sisi lain, tahun 2017 yang lalu merupakan tahun terajin untuk menjalani hidup sehat dan berolah raga. Pasti semua ada hal-hal yang positif dan negatif ya dalam tiap tahunnya. 

Namanya juga kehidupan, tahun 2017 ada peristiwa yang mengenakkan tapi ada juga yang bikin mangkel karena saya sempat kena tipu. Hhhmm, tepatnya beberapa blogger sih. Saya jadi makin banyak belajar untuk tidak mudah percaya sama orang lain dan tentu saja lebih berhati-hati. 

From pixabay

Selama 2017 saya males-malesan banget. Di rumah pengennya cuma golar-goler, baca-baca sampai kuota tiba-tiba cepet habis, hahaha. Tiap urusan memasak selesai lalu istirahat sambil buka hape bikin saya males ngurus rumah. Seringnya beberes rumah sore hari saat pak suami mau pulang. Entahlah setiap abis masak atau ngurus rumah, badan terasa capek banget. Apakah saya jenuh di rumah atau jenuh dengan kerjaan rumah yang itu-itu saja dan seakan nggak ada habisnya. Jadinya pengen gegoleran mulu. 

Sumpah, saat itu tahun termalas saya untuk melakukan sesuatu. Hhmm, rasanya kayak pengen banget menikmati hidup. Jadi ya saya selow banget beraktifitas di rumah. Mau baca ya baca, mau tidur ya tidur, mau gegoleran ya sok tanpa mempedulikan rumah yang masih berantakan. Itu duluuuu.-,-

Dan di tahun itu pula saya agak berubah jadi lebih pendiam. Memang sih dulu kalau ngomong saya kurang direm jadi mungkin ada yang tersakiti secara sengaja atau tidak sengaja. Maaf ya kalau ada yang merasa kayak gini. 

Nah, seiring berjalannya waktu, saya banyak belajar dan berpikir untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Maklum ya, saya udah merasa tua. 

Kalau mau jelek terus, kapan bisa dewasanya? 
Lalu, bekal untuk akhirat nanti apa? *uhuk*

Iyap, saya seriiiing banget punya pikiran kayak gini. Ada ketakutan bila kelak belum bawa bekal yang cukup di akhirat. Bukannya saya sok alim tapi saya mengimani ajaran agama yang saya anut.

Hal ini nggak serta merta langsung berubah sih. Semua ada prosesnya dan berjalan secara bertahap. Mungkin kamu yang udah berusia 30-an tahu banget ya proses ini. Bener nggak?

Di usia ini saya kembali berkaca dan belajar. Dimulai dari keluarga sendiri. Bagaimana sikap dan perilaku saya berubah sedikit demi sedikit ke pak suami dan keluarga besar. Gimana saya harus menempatkan diri dengan baik sehingga tidak ada yang tersinggung. Dan yang terpenting gimana saya menikmati hidup tanpa mempedulikan omongan orang lain. Saya juga belajar bersyukur atas hal-hal yang kecil. Intinya, saya ingin menikmati hidup dan menjadi diri saya sendiri. 

Yes, saya sudah berada di tahap yang demikian. Ketika ada hal yang berbeda, saya sudah menganggap hal itu adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Karena tiap orang punya pemikiran dan kepentingan yang berbeda. Saya menghargai mereka selayaknya saya juga ingin dihargai. Perbedaan adalah hal yang sangat wajar. Dengan perbedaan itu, dunia makin indah dan berwarna.*uhuk lagi*

Hal inilah yang membuat saya makin enjoy menjalani hidup. Saya udah nggak sembarangan ngomong ke banyak orang. Seringnya saya bercerita hanya kepada orang-orang yang bikin nyaman aja. Kalau ketemu orang yang kurang nyaman, ya saya ngobrol seperlunya aja.

Tahun 2017 merupakan awal untuk lebih serius menjalani pola hidup sehat dengan food combining dan rajin berolah raga. Kedua hal ini tentunya juga butuh proses dan komitmen supaya goal saya terkabul. Bukan sok-sokan ikut kekinian sih tapi lebih kepada sadar akan pentingnya hidup sehat. Sebagai lulusan kesehatan, saya tahu bahwa kesehatan merupakan investasi. Cuma kalau kitanya nggak melakukan hidup sehat ya percuma saja. 

Hari gini banyak sih cara untuk melakukan hidup sehat. Tempat ngegym ada di mana-mana dan komunitas pecinta olahraga juga banyak sekali. Tapi yang perlu diingat, hari gini juga ada banyak cara untuk merusak kesehatan. 

Makin banyaknya jajanan kekinian yang enak tapi belum tentu bergizi membuat kita pengen beli. Padahal bisa saja itu hanya keinginan demi dibilang kekinian. Belum lagi tuntutan kerjaan atau jaman yang menjadikan kita kurang bergerak atau berolah raga. Semua pilihan ada di mana-mana, tinggal kitanya mau pilih yang mana. Ingat, hasil tidak akan mengkhianati usaha.*halah sok bijak

Kalau urusan ngeblog, jangan ditanya. Tahun 2017 merupakan tahun paling malas buat ngeblog. Lha itu tadi karena saya banyak gegoleran di rumah. Tiap mau nulis jadi stuck. Tiap mau posting jadi galau sendiri. Akhirnya delete draft atau postingan. Terus besoknya pengen mulai lagi tapi ya gitu lagi. Hahahaha, tarsok tarsok mulu jadinya. Akhirnya blog terbengkalai.

Gara-gara ini saya sampai menolak job karena malu blog jarang di-update. Gini-gini, saya juga menjaga integritas sebagai seorang blogger lah. Meski pada akhirnya saya lumayan nyesel karena malas ngeblog. Tapi sungguh ya untuk menjaga konsistensi ngeblog kok lumayan susah ya. Salut buat blogger yang masih rajin update. 

Tahun 2017 juga memberikan pelajaran yang sangat berharga. Pertengahan tahun saya pernah ketipu oleh cleaning service abal-abal. Saya menjadi bagian ini karena tahu dari blogger juga dan trialnya gratis. Jujur, saya juga lagi nyari jasa tersebut untuk mengurus kasur dan sofa. 

Tapi apalah daya ternyata itu adalah kedok untuk mencari keuntungan semata. Uang beberapa ratus ribu hilang. Sedihnya, saya sudah mempromosikan jasa ini ke tetangga dan teman. Untungnya mereka mau mengerti kejadian yang sebenarnya. Alhamdulillah, mereka nggak perlu jadi seperti saya.

Tahun 2017 tentu saja mengajarkan saya banyak hal untuk menjadi lebih baik lagi. Mengajarkan saya untuk lebih dewasa. Dan, mengingatkan bahwa saya seorang istri untuk lebih patuh pada suami. Iya sih seringnya saya kena apes karena nggak nurut sama pendapat pak suami. 

Duh, nyuwun ngapura nggih, Pak.

Harapan selalu ada di tahun baru. Karena lembaran tersebut masih bisa diisi dengan berbagai cerita yang penuh warna. Semoga tahun 2018 saya nggak males-malesan lagi. Semoga blog ini juga nggak banyak bolongnya. Dan semoga di tahun yang baru kehidupan menjadi lebih baik. Aamiin. 

Kalau kamu, tahun 2017 kemarin gimana?
Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com