Monday, October 13, 2014

Susahnya Menyeberang di Margonda

Margonda adalah jalan utama yang menghubungkan Depok-Jakarta. Di kanan-kiri jalan tersebut banyak banget tempat nongkrong, ruko, mall, apartemen, dan kampus, sehingga jalan ini menjadi pusat perekonomian utama. Dari pagi sampai malam Jalan Margonda tak pernah sepi.

Dengan banyaknya kegiatan ekonomi yang ada di sana seharusnya hal ini memudahkan warga untuk melakukan aktivitasnya, terutama bagi pejalan kaki. Jika ingin mencari sesuatu mereka tinggal jalan kaki sebentar atau cukup menyeberang. Tapi apakah benar semudah itu?

#Akses Minim
Kenyataannya akses untuk para pejalan kaki sangat minim. Untuk jalan saja susah karena trotoar banyak yang beralih fungsi menjadi tempat mangkal PKL. Bahkan yang membuat saya merasa takjub ketika melihat kondisi di depan terminal Depok. Meski ada mobil satpol PP di sana, tetap saja banyak pedagang yang berjualan di trotoar bahkan sebagian jalan digunakan untuk jualan. Duh, mana hak pejalan kaki?

#Kurangnya JPO
Selain itu, saya yakin banget kalau teman-teman menyeberang di Margonda pasti susah. Terang saja dengan jalan yang panjang dan lebar seperti itu hanya memiliki 3 JPO (Jembatan Penyeberangan Orang), yakni Margo City-Detos, ITC-Ramayana, dan yang baru tapi belum jadi di depan kantor walikota. Minimnya jumlah JPO ini sangat menyusahkan warga untuk menyeberang.

#Jalan Lebar
Parahnya lagi, jalan Margonda yang lebar terdiri dari beberapa jalur membuat warga harus sabar karena mereka harus bertahap menyeberangnya. Inipun masih mengharap belas kasihan para pengendara motor dan mobil. Saya takut banget kalau menyeberang di Margonda. Jika kondisi jalan rame, saya harus sabar menunggu sampai agak lengang, bisa sampai lima menit untuk mau menyeberang saja. Itupun masih harus menggunakan isyarat tangan agar pengendara mengurangi kecepatannya. Penderitaan masih berlanjut karena saya harus menyeberang lagi melalui jalur selanjutnya.


Lebarnya Jalan Margonda-Sumber di Sini
#JPO untuk Mall
JPO yang lama kalau dilihat hanya menghubungkan antar mall saja sedangkan JPO yang memudahkan pejalan kaki menyeberang tidak ada sama sekali. Kondisi ini tentu menyebabkan kemacetan belum lagi ditambah banyaknya angkot yang ngetem. Lihat saja di depan Margo City, Detos, dan Ramayana. Banyak banget angkot yang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

Saya berharap agar Pemkot Depok dapat mencari solusi terbaik untuk masalah ini. Bagaimanapun juga, hak pejalan kaki harus diperhatikan. 






5 comments:

  1. bener banget, paling di depan detos doangan yang ada jembatan penyeberangan, itu pun tinggi dan takut jatuh gitu deh jembatannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. deket plaza depok / ramayana jg ada..
      Ngeri ya, byk asongan juga..

      Delete
  2. SETUJUUU....
    margonda macet ngebut panas *eh
    kalau mau nyebrang jauh jalannya --"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak, dikau tinggalnya dimana sih?

      Delete
  3. Setuju banget deh sama Mbak Pipit, di Margo emang agak sulit dan membutuhkan kesabaran yang ekstra untuk nyebrang.. Selain fasilitas yang berkaitan dengan pedestrian belum memadai dan faktor pengendara juga jadi kendala, kebanyakan dari mereka suka ngebut dan nggak mau ngalah #padahal_mah_saya_juga_kadang_nggak_mau_ngalah, haha..

    Ya kita tunggu aja deh, semoga jembatan penyebrangan di depan Kantor Wali Kota sama di depan apartemen Margonda Residen bisa segera rampung deh :)

    Oya, beberapa waktu lalu saya sempat foto2 di margonda, link hasil foto bisa dilihat disini http://shambuphotography.blogspot.com/2014/12/kota-depok-jawa-barat.html makasih :D

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com