Sunday, November 30, 2014

Serba-serbi Online Shop

Saat ini bisnis online sudah nggak asing lagi di masyarakat apalagi online shopping. Banyak banget olshop yang menawarkan aneka dagangan di situs-situs belanja. Bahkan ada juga yang serius menerjuni bisnis ini dengan membuka website.  Banyak juga mereka yang sukses dengan berbisnis online. Bisnis olshop itu enak-enak nggak. Saya di sini berperan sebagai konsumen dan penjual. Enaknya sebagai pembeli itu lebih efisien waktu karena nggak perlu capek harus membeli ke tempatnya langsung. Kalau saya sedang pengen sesuatu tinggal searching dan aktivitas ini membuat lupa waktu karena asyik mencari barang di olshop. Saya juga pernah kecewa loh saat membeli baju yang ternyata nggak sesuai dengan tubuh saya atau nggak sesuai dengan gambar. Sebagai penjual online ada enak dan nggak enaknya juga. Yang paling enak menjalankan bisnis online ini adalah fleksibilitas waktu dan nggak butuh ruang yang besar. Bisnis ini bisa dilakukan dimana saja sambil jalan-jalan atau mengurus keluarga di rumah. Enak kan kemudahan di bisnis online?

Tapi hal ini beda banget dengan apa yang saya jalani sebagai penjual. Kalau diingat lagi, saya mulai berjualan di olshop tahun 2011. Saat itu saya menggunakan facebook sebagai media untuk berdagang. Saya membeli kerudung pasmina dari agen lalu dijual. Lumayan juga sih sebenarnya karena kerudung hanya sisa satu dari beberapa lusin yang saya pesan. Setelah itu saya lanjut berjualan mie sayuran dan bumbu penyedap non MSG. Sempat laris karena yang beli teman-teman kantor dan tetangga. Yah, ternyata koneksi di kantor sangat manjur atau mungkin mereka kasihan sama saya *hiks*. Semakin ke sini semangat saya untuk berjualan naik turun. Karena kesibukan kantor saat itu maka olshop saya terbengkalai. Bumbu penyedap yang menjadi stok di rumah menjadi terbuang sia-sia. Sejak itu saya agak sedikit trauma dan menutup olshop.

Setelah resign setahun lalu saya sempat membuka olshop lagi. Saya berjualan aneka baju dan jilbab. Karena kejadian yang dulu nggak mau terulang maka saya menerapkan sistem dropship. Ada sih satu dua reseller yang pesan tapi untung dari penjualan tersebut belum bisa menutup biaya pulsa internet sebulan *hiks*. Saya berjualan karena hobby dan mengambil untung hanya sedikit. Jeleknya saya yang pertama, kalau jualan tuh sering ngepoin toko sebelah dan membandingkan harganya. Sebisa mungkin harga di olshop saya sama atau malah lebih murah dibanding olshop tetangga. Tetapi kadang hal ini menohok hati saya karena untung benar-benar mepet. Parahnya lagi, ketika membuka olshop reseller yang beli di saya eh nggak tahunya reseller tersebut menaikkan harganya gila-gilaan. Dia ambil untungnya gedhe banget. Sempat sedih dan merasa bingung, apa yang harus saya lakukan saat itu. Menaikkan harga dengan untung sedikit nambah, tapi harga lebih mahal dibanding toko tetangga atau menyamakan harga dengan toko tetangga tapi untung mepet. Saya benar-benar bingung saat itu.

Kejelekan saya yang kedua, saya itu moody banget kalau jualan. Misalnya pas saya sedang ada masalah atau sedang menghadapi suatu kejadian maka saya sering nggak jualan. Tapi kalau tertarik suatu hal atau insting jualan saya lagi oke, maka saya buka olshop. Olshop buka tutup mungkin itu yang pas buat saya *hehe*. Lha saya nggak konsisten jualan soalnya. Dari Oktober kemarin sampai sekarang saya menutup olshop lagi. Padahal beberapa reseller banyak yang nanyain. 

Dari beberapa pengalaman tersebut maka saya akan sharing hal-hal yang berhubungan dengan olshop baik sebagai pembeli atau penjual.

#Telaten
Peran sebagai pembeli atau penjual, ini penting banget. Sebagai pembeli telatenlah mencari penjual yang memberikan harga yang lebih murah. Di olshop itu penjual bisa dikategorikan penjual tangan pertama, kedua, dst sampai tangan seribu *lebay*. Nah, usahakan mencari penjual yang tangan pertama karena harganya pasti lebih murah. Kalo sebagai penjual hampir mirip dengan pembeli, wajib telaten mencari supplier yang lebih murah agar harga barang yang dijual nanti dapat bersaing. 

#Terpercaya
Bisnis olshop itu pada dasarnya bisnis kepercayaan. Sekali konsumen dibohongi maka efeknya toko kita akan sepi atau malah disebarluaskan di dunia maya kalau olshop kita pembohong. Nah sebagai penjual atau pembeli carilah toko yang benar-benar dapat dipercaya agar teman-teman nggak rugi baik rugi uang atau rugi waktu dan yang penting biar nggak sakit hati. Salah satu olshop yang dapat dipercaya cirinya mereka biasanya akan memasang foto aktivitas yang terjadi di toko tersebut.

#Konsisten
Nah, ini wajib dimiliki oleh penjual. Olshop yang konsisten memposting akan ramai dibanding yang jarang posting. Jangan seperti saya yang belum konsisten jualan di olshop *hehe*. Kalau pembeli mau konsisten belanja juga nggak papa kok asal kantongnya nggak jebol. :)

#Sistem 
Kalau teman-teman sudah mendapatkan olshop yang sreg, tanyakan bagaimana sistem pembelian di olshop tersebut. Apakah harus transfer dp dulu atau harus cash atau malah bisa COD. Sedangkan untuk penjual juga demikian. Tanyakan dulu sistemnya dan pelajari dengan baik agar nggak rugi-rugi amat seperti saya *curcol*. Bagi pemula sebaiknya mencari supplier yang bisa melayani sistem dropship jadi kita nggak perlu menyetok barang dirumah sehingga efek ruginya bisa diminimalkan. Kalau sudah punya pelanggan yang banyak, bisa membeli secara grosiran atau malah menjadi agen.

#Jenis Barang
Khusus untuk penjual dan berkaitan dengan 'sistem' di atas. Ada loh supplier yang nggak mau ngecer dan harus beli seperti agen. Nah, sebelumnya pikirkan dulu apakah jenis barang tersebut akan cepat laku dijual atau jika lakunya lama apakah barang tersebut awet atau cepat kadaluwarsa. Pikirkan lagi tentang hal ini. Sedangkan untuk pembeli sebaiknya lebih teliti lagi terhadap barang yang mau dibeli secara online. Nggak semua barang bisa diberi online. Kalau saya pernah nggak cocok beli baju di olshop karena ternyata tubuh saya nggak cocok dengan model bajunya. Padahal model baju di gambar tersebut cantik banget *ya iyalah artis bo'*. Jangan cepat tergoda dengan foto yang ada di olshop. Ada beberapa barang yang saya nggak mau beli di olshop diantaranya kosmetik, sepatu, sandal, dan barang elektronik. Saya mau yang aman dan nyaman untuk diri saya sendiri.

#Rekening
Nah, ini penting nih. Sebagai pembeli atau penjual sebaiknya mencari supplier yang banknya sama dengan kita. Kenapa? supaya kita nggak kena cas tambahan waktu transfer. Ini termasuk prinsip ekonomi kan? Mengeluarkan biaya seminim mungkin *hehe*.

#Ekspedisi
Ekspedisi itu juga berpengaruh loh dengan olshop kita. Carilah ekspedisi yang biayanya minim. Meskipun demikian ada pula yang ekspedisinya sesuai keinginan pembeli. Ekspedisi ini ada yang bisa menjangkau daerah terpencil dan ada yang nggak. Saya juga pernah mengalami hal ini. Pulsa lumayan berkurang karena untuk bolak-balik telepon menanyakan barang sudah dimana karena pembelinya bawel. 

#Nomor Resi
Sebagai pembeli dan penjual yang baik jangan lupakan nomor resi. Kalau kita sebagai pembeli, kita bisa melacak barang kita lewat web yang tersedia dan kita tahu apakah barang sudah dikirim atau belum. Sebagai penjual, pelayanan untuk memberi nomor resi ini penting karena pembeli akan lega bila sudah diberi resi dan tentunya akan menambah kepercayaan konsumen untuk berbelanja di olshop kita. Meski pembeli nggak minta resi, beritahukan no resi mereka. Paling sebel kalau dapat supplier yang lamaaa banget ngasih nomer resi. Sebagai penjual dropship kita sudah diomelin pembeli karena resi nggak turun-turun. Padahal maunya kita juga cepet tapi apalah daya supplier lelet *curcol lagi*.

#Promosi
Jangan lupa untuk promosi di medsos yang lagi in. Dengan rajin berpromosi maka olshop semakin dikenal dan siapa tahu akan banyak konsumen yang beli.

#Networking
Jalinlah networking yang baik antara kita dengan supplier agar tercipta komunikasi dua arah. Pertahankan terus networking ini. Menjalin silaturahim dengan banyak orang nggak ada salahnya kan?

#Tahan Banting
Nah, ini yang belum ada pada diri saya. Saya itu gampang stress kalau ketemu pembeli yang bawelnya minta ampun. Padahal bisnis online sangat membutuhkan sifat ini. Huhuhu mungkin karena saya nggak tahan banting, maka sering buka tutup olshop. Ssssttt, jangan ditiru ya.


Eeeemmmmhh, itulah pengalaman saya yang berhubungan dengan olshop atau lebih tepatnya curcol. Hehehe gerakan maju mundur cantik saya untuk jualan atau berbisnis semoga bisa menemukan jalan yang tepat biar  menghasilkan seperti mereka yang sudah sukses. 


-Postingan ini diikutkan dalam GA Toko Online-











3 comments:

  1. kok mirip saya banget mbak Pipit... Olshop buka tutup... hihi....
    terima kasih ya untuk sharing pengalaman dan tipsnya. ayo semangat lagi buka olshopnya.

    Jabat erat dari Jepara
    Susindra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi kayaknya masih parah pny saya, Mba..
      Makasih ya Mba..
      Sukses bwt GA-nya.

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com