Thursday, December 18, 2014

Alkesa, Buah Rasa Ubi

Dulu, sekitar dua tahun lalu, saya pernah mencicipi buah yang sudah langka, yakni buah kecapi. Setahu saya, kecapi itu alat musik yang pernah menjadi judul sebuah film di TVRI. Film misteri ketika saya masih kecil berjudul Misteri Kecapi, bercerita tentang misteri alat musik petik tersebut. Tapi setelah berpuluh tahun kemudian saya mendapati bahwa kecapi juga merupakan nama buah. Beruntungnya saya saat itu. 

Akhir pekan kemarin saya pun kembali mencicip buah langka lainnya. Hari Sabtu siang setelah acara arisan ibu-ibu di rumah tetangga, saya kaget ketika salah satu ibu makan buah yang belum pernah saya temui. Buah tersebut sudah dibuka dan dimakan bersama. 

'Ini buah apa, Bu? tanya saya kepada ibu tersebut.

'Buah apa ya, lupa,  rasanya kayak ubi, Mba,' jawab Si Ibu.

'Kecapi bukan? tanya saya balik.

Ibu-ibu lain yang boncengan naik motor sambil teriak bilang namanya alkesa dengan suara yang tidak begitu jelas. 

Oh, saya baru mendengar nama buah secantik itu di lingkungan kampung ini. Tempat tinggal dimana-mana pasti ada enak dan tidaknya. Salah satu enaknya tinggal di kampung orang, saya sudah pernah merasakan buah yang saat ini sudah langka. Diantarnya kecapi dan alkesa tadi.

Karena kebingungan dan kepolosan saya, akhirnya si ibu tersebut memberikan sisa buahnya kepada saya. Dan, saya makan buah tersebut di rumah. Saya masih belum terlalu ngeh dengan nama buahnya karena baru pertama kali mendengar itupun dengan teriakan dari motor. Sampai suatu hari saya membaca berita di salah satu portal yang menceritakan tentang alkesa. 

Alkesa mempunyai nama lain sawo mentega atau sawo ubi. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman ini sudah banyak dibudidayakan di berbagai negara termasuk Indonesia. Alkesa termasuk dalam keluarga sawo-sawoan yang biasa tumbuh di pekarangan dengan tinggi 10 meter dan berbuah tidak mengenal musim.

Buah Alkesa yang Langka dan Unik

Buah alkesa bentuknya bulat seperti buah mangga yang kecil. Kalau sudah matang, kulitnya berwarna kuning. Tetapi ini bukan jaminan kalau buah tersebut sudah matang. Ada juga buah alkesa yang masih berwarna hijau tapi sudah matang. Jika ditekan lembek, berarti buah tersebut sudah matang. Daging buahnya tebal dan rasanya seperti ubi. Tekstur buahnya lembut sekali seperti alpukat dan ada aroma sedikit wangi. Biji buah alkesa bentuknya mirip pongge atau biji durian. 

Biji Alkesa

Saya menikmati sekali makan buah tersebut karena baru pertama kali tahu dan merasakan buah yang unik. Kandungan di dalam buah ini antara lain kalori, zat tepung, vitamin, dan mineral. Pemanfaatan buah alkesa di Indonesia belum maksimal bahkan buah ini sudah hampir punah karena jarang sekali ditemui. Kalau di negara lain buah alkesa makannya dicampur garam dan lada, sari jeruk, atau mayones. Ada juga yang mencampurkan buahnya ke dalam es krim atau milkshake. Kalau di Indonesia biasanya dimakan begitu saja sebagai buah segar. 

Penasaran dengan buah alkesa? 

13 comments:

  1. Kayaknya pernah baca deh tentang buah Alkesa ini dari blognya Mba Monda. Jadi penasaran juga deh. Hueheheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya?
      Saya baru pertama kali tahu dan makan.
      Dan baru beberapa hari lalu baca ttg alkesa di detik.
      Makanya Mas, langsung nulis ini.

      Delete
  2. Belom pernah makan, Mbak.. Kalok sawo biasa sih sering :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya, Beb soalnya ini memang langka..

      Delete
    2. Pasti mahal ya harganya, Mbak?

      Delete
    3. Kalok murah aku mau carik ah :D

      Delete
  3. Wah.. wah.. belum pernah ketemu buah ini..
    Rasanya kaya cempedak kali ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhhhmm kayaknya beda mbak.
      Saya belum makan cempedak meski sering lihat di pasar.
      Takut nggak bisa ngolah dengan baik.

      Delete
  4. Baru tau kalo ada buah yang kayak gini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe sekarang jadi tahu kan, Mas :D

      Delete
  5. Yaaaah bentuk aslinya gak ada ya? Hihihiii dikasih kok ya? Banyak buah2an lokal yg belum dikenal ya. Sayang utk lingkungan rumah, orang lebih suka menanam tanaman hias dibandingkan tanaman buah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak Lus, dapetnya udah dibuka..
      Betul, soalnya lahan terbatas Mak..

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com