Tuesday, January 20, 2015

Sumber Pangan Alternatif

Belum kenyang kalau belum makan nasi. Begitu yang biasa diucapkan oleh sebagian besar orang Indonesia karena makanan sehari-harinya adalah nasi. Padahal untuk bisa kenyang, kita tidak harus mengonsumsi nasi. Sumber karbohidrat bisa didapat dari makanan lain, utamanya dari bahan pangan lokal. Ketergantungan terhadap beras bisa saja menyebabkan rapuhnya ketahanan pangan nasional. Untuk itu diversifikasi sebagai sumber pangan alternatif bisa dimulai dengan cara mengenalkan dan membuang anggapan bahwa bahan pangan ini hanya untuk masyarakat kelas bawah. Padahal potensi bahan pangan lokal di masing-masing daerah sangat besar.

Sayangnya, upaya diversifikasi pangan di Indonesia belum dikembangkan dan dikelola dengan baik. Upaya penganekaragaman sumber pangan dapat menunjang pemenuhan gizi masyarakat karena tidak ada satupun  bahan makanan yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh secara ideal. Untuk itu, masyarakat sebaiknya mulai mengonsumsi sumber karbohidrat selain beras. Yang mendorong perlunya hal ini dilakukan karena mengonsumsi beras dalam porsi yang tidak sesuai bisa menyebabkan diabetes melitus. 

Contohnya upaya Walikota Depok yang mencanangkan gerakan 'one day no rice' setiap hari Selasa belum mampu menggerakkan masyarakat untuk mendukung keberhasilan upaya tersebut. Slogan tersebut setahu saya berlaku bagi PNS utamanya yang berada di lingkungan kantor walikota. Padahal di sebelah kantor walikota terdapat mall dan aneka jajanan yang masih menjual nasi setiap Selasa. Agak susah untuk  benar-benar menerapkan program ini.

Bahkan tidak mungkin kalau hanya sedikit masyarakat yang tahu tentang program ini. Masalahnya Pemerintah Kota Depok sendiri kurang gencar mempromosikan program sehari tanpa nasi. Apalagi kurang dibarengi upaya yang konkrit yang membuat masyarakat tidak tahu harus kemana mencari pengganti nasi atau bagaimana cara mengolah bahan pangan pengganti nasi agar bisa menjadi bahan makanan pokok yang mengenyangkan.

Diversifikasi pangan sebagai sumber makanan alternatif yang bisa dikembangkan di Indonesia antara lain :

1. Jagung

Tanaman jagung dapat tumbuh subur di Indonesia karena karateristiknya yang dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Hasil olahan jagung yang sering dimakan berupa nasi jagung. Biasanya nasi jagung dijual di pasar sebagai jajanan tradisional lengkap dengan lauk pauknya berupa urap dan peyek teri. Nasi jagung mempunyai kandungan zat yang lebih kaya vitamin, mineral, dan serat dibandingkan nasi dari beras. Jagung juga cukup populer di kalangan anak muda sebagai bahan pembuat pop corn. Jagung juga dapat diolah menjadi bahan non pangan misalnya untuk pupuk, bahan pembuat kertas, dan kayu bakar.

2. Sagu

Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan tanaman sagu sebagai pangan alternatif karena 60% produksi sagu dunia ada di negeri ini. Bahan makanan sagu cukup populer di Indonesia Timur dan sebagian Sumatera. Selain sebagai sumber karbohidrat, sagu bisa diolah menjadi tepung, bahan perekat, sirup, dan bahan baku etanol.

3. Umbi-umbian

Tanaman umbi-umbian banyak sekali jenisnya. Mulai dari kentang, singkong, talas, dan ubi jalar. Pemanfaatan masing-masing jenis tersebut juga sangat banyak, bisa diolah sebagai bahan makanan pokok atau menjadi camilan lezat dan bergizi sebagai makanan tradisional. Kandungan gula pada umbi-umbian lebih sedikit bila dibanding dengan bahan makanan dari nasi. 

Sudah saatnya Indonesia memikirkan sumber pangan penghasil karbohidrat selain beras. Mengingat tanahnya yang subur dan banyaknya tanaman tersebut yang belum diolah secara maksimal diharapkan mampu mencukupi kebutuhan pangan penduduknya yang tiap tahun meningkat. 



Sumber :











28 comments:

  1. Saya pernah mengganti nasi dengan kentang, tapi memang berasa ada yang kurang aja kalau belom makan nasi haha. Cuma kalau saya lagi bikin pasta di rumah, biasanya gak makan nasi, sih :)

    ReplyDelete
  2. repot juga kalau warteg dan warung nasi padang tutup setiap hari selasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga soalnya tempat makan favorit ya :)

      Delete
  3. Intinya mungkin pada kepuasan makan, Pit...saya contohnya, biarpun cuman sekali sehari atau bahkan sesendok, dua sendok makan aja...yang penting makan nasi.
    Yang harus diubah adalah mind set kita kayaknya, bahwa makan itu tidak harus identik dengan nasi...huhu, buat saya, susah banget itu...
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, betul bu, ngubah mindset susah. Sy juga masih susah :)

      Delete
  4. Saya sudah mulai mengubah cara makan. Sehari hanya makan nasi 1 - 2 kali saja. Asupan karbohidrat bisa didapatkan di berbagai bahan.
    Jagung, singkong, sagu merupakan alternatif makanan pengganti. hanya perlu sosialisasi saja sebenernya agar produk hasil bumi Indonesia bisa lestari

    ReplyDelete
  5. kalau sehari aja sih kayanya aku bisa tanpa nasi tapi kalau berhari-jari jadi pusing :)

    ReplyDelete
  6. mbak aku biasanya kalo makan nasi nasinya kadang aku selipkan jagung, ituloh nasi jagung yang katanya orang makanan khas madura, enak banget mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih, ngiri ama mba Dwi. Di sini ga ada :(

      Delete
  7. Dulu, hal ini sudah berlaku mak di indonesia, yg punya sagu makan sagu, yg daerahnya berlimpah singkong, ya makan singkong. Namun saat orde baru, kebiasaan itu mulai terkikis yg mana pada saat itu petani beramai ramai menanam padi selanjutnya beras pun menjadi panganan pokok masyarakat indonesia,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba. Betul bgt padahal itu pangan lokal ya.

      Delete
  8. iya ya kenapa belum kenyang kalau ngga makan nasi..padahal makan singkong itu kuenyaaaang banget mak :)

    ReplyDelete
  9. belum pernah sehari makan tanpa nasi hehehe,ada yang kurang gitu hahaha. orang Indonesia banget nih saya heheeh

    ReplyDelete
  10. kurang gencarnya pemerintah setempat menurut saya sih salah satunya karena masih ragu, khususnya terhadap respon masyarakat setempat. sosialisasi dibutuhkan disana dan, harus lebih intensif mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Mas. Mgkin krg intensif.

      Delete
  11. Upaya ketahanan pangan perlu digencarkan, ulasan yang informatif Mba Pipiet :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiw Mba Ani mampir di sini, terimakasih lho mba.
      Semoga ya ketahanan pangan di Indonesia stabil.

      Delete
  12. sagu dikampung halaman saya kayaknya sudah tanaman langka sekarang ini :(

    ReplyDelete
  13. Aku sekarang makan roti jugak uda kenyang, Mbak Pit.. :D

    ReplyDelete
  14. Aku pernah malas makan nasi, karena memang sudah kesiangan, aku mencoba Oatmeal, hhuuuuu, baru pukul 11 sudah mo pengsan kelaparaaan. Etapi kalau umbi-umbian, misalnya "muntul atau ubi rambat" itu kenyaaaang looh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo sy bisa tahan mba makan oatmeal. Klo umbi2an msh utk camilan :)

      Delete

Powered by Blogger.

Recent Posts

    Blog Archive

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com