Sunday, February 22, 2015

Bawaan Emak Rempong

Kalau pergi ke mana-mana, bagi orang yang kenal saya banget pasti deh mereka bilang saya ini emak rempong. Pergi ke mana-mana kadang barang yang saya bawa disesuaikan dengan acara, cuaca, dan tempat. Halah, ribet banget kan? Misalnya gini, saya mau jalan-jalan ke tempat yang belum pernah dikunjungi, biasanya barang yang wajib dibawa ditambah mukena. Kalau di tempat outdoor, masih ditambah payung. Secara kalau ke mana-mana saya lebih suka naik angkutan umum jadi semua barang masuk ke ransel. Ditambah nih, suami saya orangnya gampang lapar dan pusing kalau telat makan *beneran lho ini. Jadi kalau pergi sama beliau masih ditambah membawa snack. Bawaan emak rempong banget kan? hihihi.

Ah, tak apalah yang penting saya ayem kalau membawa barang-barang wajib. Mau dipakai atau enggak, urusan nanti, hihihi. Sedia bawaan rempong sebelum kerempongan beneran, hihihi. Apa saja yang sering saya bawa kalau pergi? Ini dia



1. Sapu tangan handuk

Ini wajib ke mana-mana dibawa soalnya saya nggak bisa lembab kalau habis buang air kecil. Saya lebih suka memakai sapu tangan handuk karena selain menyerap air banyak dan bikin kering, saya bisa menghemat sampah tisu *halah. Eh meskipun nggak ke mana-mana, barang ini wajib ada di kamar mandi, lho. Serius.

2. Sapu tangan kain

Entah kenapa kalau saya nggak bawa sapu tangan kain berasa ada yang kurang. Mungkin kebiasaan ini turunan kali, ya. Soalnya bapak saya ke mana-mana juga bawa sapu tangan. Di keluarga yang suka membawa sapu tangan cuma saya dan bapak. Kebiasaan ini sudah terjadi sejak saya kelas 1 SMP. Saya biasanya menggunakan ini untuk lap keringat. Maklum, muka saya berminyak, kakaaaa.

3. Tisu

Meski komplit membawa sapu tangan, tisu tetap ada. Saya memakai tisu untuk lap tangan atau apa pun selama dibutuhkan. Biasanya yang minta tisu malah teman atau orang lain.

4. Hand sanitizer dan minyak angin

Kedua barang ini kadang saya masukkan di pouch kosmetik. Kalau lagi malas bawa kosmetik, saya taruh di pocket tas. Berguna untuk membersihkan tangan sebelum dan setelah makan kalau di tempat makan nggak ada wastafel. Sedangkan minyak angin buat jaga-jaga aja sih, takut kalau pusing. Meski saya jarang mabuk, tapi kalau melihat orang lain mabuk di angkot, saya pinjamkan minyak angin tersebut.

5. Permen dan air minum

Tenggorokan yang sering terasa kering mengharuskan saya membawa permen dan air minum dari rumah. Pernah kejadian saya nggak bawa ini, di angkot batuk parah karena tenggorokan kering. Tumbler ini yang membuat tas menjadi berat. Kalau kehausan banget, ujung-ujungnya beli air mineral lagi dan dituang ke tumbler. Efeknya bisa ditebak dong. Yup, saya sering beser. Ke mana-mana pasti mampir ke toilet. Komplit banget kan selain rempong juga beser, hihihi.

Nah, itu benda wajib yang saya bawa ke mana-mana. Kalau nggak bawa itu, berasa ada yang kurang. Barang bawaan teman-teman apa nih?



Tulisan ini diikutsertakan dalam 1st GA- Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-jalan




Continue Reading…

Saturday, February 21, 2015

Belajar Ngeblog Online

Ini hari terakhir tantangan di grup Learning Forever ( LF ) yang saya ikuti. Grup LF adalah lanjutan dari acara Fun Blogging pada bulan lalu. Setelah acara selesai, tiap peserta akan dimasukkan ke dalam grup LF di facebook. Beruntung banget saya bisa masuk grup ini. Ilmu dan wawasan bertambah dengan belajar ngeblog online.

Awalnya telat masuk grup karena saya lupa dimasukin sama cikgu, hihihi. Jadi grup ini diasuh oleh pengisi acara Fun Blogging yang kece-kece. Mereka adalah blogger profesional yang sering mendapat job. Di dalam grup, kita bisa bertanya, diskusi, sharing ilmu, sharing postingan blog, dan serunya ada tantangan berhadiah. 

Acara Fun Blogging sendiri tidak hanya sekedar transfer teori dari nara sumber ke peserta namun ada juga sesi advancenya. Sesi ini lanjutan dari sesi sebelumnya yang mana peserta akan praktik dibimbing cikgu. Saya belum pernah ikut advance, sih. Di sesi advance, tiap peserta disarankan membawa laptop dan praktik ilmu di tempat bersama cikgu yang saat itu mengajar. Biayanya sangat terjangkau. Sesi advance ini sifatnya tidak memaksa karena tiap kelas dibatasi hanya beberapa orang saja agar lebih enak dan fokus praktik ilmunya. Meski demikian, kuota yang disediakan selalu penuh sampai ada yang waiting list, hihihi. 

Di grup LF sendiri para cikgu nggak pelit untuk sharing ilmu yang mereka kuasai dan tiap anggota bisa bertanya soal blog ke cikgu langsung. Tinggal dicolek saja, mereka akan menjawab kok. Mau tanya tampilan blog, page rank, networking, dan soal tata cara menulis, bisa banget. Saya bersyukur bisa masuk ke grup ini. Padahal akun facebook pribadi sempat vakum dan sekarang aktif lagi sejak ngeblog karena ada beberapa grup yang saya ikuti. Asyiknya lagi, semua grup tersebut bermanfaat dan saya merasa berkembang. Dulu yang awalnya memakai facebook hanya untuk belanja online, sekarang lebih banyak untuk belajar dan bersilaturahim. Benar-benar positif banget. Alhamdulillah saya bisa memanfaatkan sosial media dengan baik.

Yang sedang ngehits saat ini, para cikgu di Grup LF sering mengadakan tantangan menulis. Tantangan ini menurut saya bagus karena bisa memacu untuk update blog. Tantangan menulis sifatnya tidak memaksa anggota. Mau ikut silakan, nggak ikut juga nggak apa-apa. Mereka yang tidak bisa ikut karena kesibukan masing-masing. Saya ambil positifnya saja sebab ingin menghabiskan waktu dengan baik, jadi ikut tantangan post a day selama seminggu. Toh sehari-hari saya tidak repot banget dan aktivitas hanya di rumah saja. Dengan adanya tantangan tersebut, selalu saja ada ide untuk update blog. Kenyataannya blog yang diupdate rutin setiap hari akan merampingkan alexa dan menaikkan page rank. Jujur, saya update blog karena suka saja. Urusan alexa dan page rank nanti dulu. Saya masih tahap belajar ilmu dasar. Oia, biasanya tantangan yang diberikan cikgu ada hadiahnya. Setahu saya, hadiah tantangan sebelumnya bertemu dan berlatih yoga bersama Mas Adjie Silarus. Keren kan? Sayang banget, saya nggak ikut tantangan tersebut, huhuhu. 

Maraknya sosial media yang beraneka ragam sebaiknya dapat disikapi dengan baik. Jangan sampai menggunakan sosial media secara berlebihan tapi manfaatkan agar memberikan efek positif untuk kehidupan kita. Salah satunya ya dengan belajar ngeblog online. ^-^







Continue Reading…

Friday, February 20, 2015

Isi Pouch Kosmetik

Meski nggak suka dandan, sebagai perempuan kalau ke mana-mana biasanya bawa pouch kosmetik kan? Biar pun isinya cuma yang wajib aja tapi kalau nggak bawa bingung juga, euy. Yaaa, namanya juga perempuan ke mana-mana pengin tampil cantik dan wangi. Tiap orang berbeda isi pouch kosmetiknya tergantung kebiasaan dan kondisi masing-masing. Saya pribadi, kalau membawa kosmetik tergantung acaranya. Kalau sebentar, kadang cukup bawa lip balm. Kalau lama ya bawa yang agak banyak. Kadang nih, udah bawa kosmetik banyak tapi nggak dipakai, jadi tasnya berat, huhuhu. Nah, ini yang ada di pouch kosmetik saya. Isinya cuman dikit.


1. Sun screen 

Maklum ya saya kan gampang banget muncul bintik hitam, makanya sun screen sering dibawa. Kenyataannya kadang nggak dipakai karena males, hihihi.

2. Bedak

Kalau muka lagi kucel, bedak efektif banget membuat wajah jadi seger. Apalagi kulit muka saya berminyak, kalau nggak pakai bedak mukanya jadi .

3. Lipstik dan lip balm

Karena bibir kering, jadi ini juga penting untuk melembabkan bibir.

4. Lotion

Bingung saya, muka berminyak tapi kulit tangan dan kaki kering. Jadinya ini wajib dibawa.

5. Hand sanitizer

Dipakai kalau mau makan.

6. Minyak angin

Meski saya nggak mabokan tapi benda ini wajib dibawa untuk jaga-jaga. Pernah lho ini berguna bagi orang lain yang waktu itu mabok naik kereta. 

Itu saja isi pouch kosmetik yang saya bawa sebagai perempuan. Biar agak pede aja, sih. 



Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Emak Gaoel



Continue Reading…

Thursday, February 19, 2015

Menjadi Ibu

Wanita mana yang tidak ingin menjadi ibu? Pertanyaan itu selalu kutanyakan dalam hati ketika ditanya mengenai anak. Saya sudah biasa menghadapi pertanyaan tersebut ketika berbincang dengan sesama wanita baik di angkot, di mall, atau di rumah sakit. Pun dengan keluarga besar atau kerabat kalau sedang berkumpul saat hari raya. Dengan senyum saya menjawab kalau belum mempunyai momongan. Bahkan beberapa diantaranya mengira saya pengantin baru, hihihii. Mereka tidak tahu kalau saya sudah memasuki usia tiga puluh tahun. Mereka tidak tahu kalau saya akan memasuki tahun kelima pernikahan. Dan, sampai sekarang saya masih berusaha menjadi seorang ibu.

Setelah periksa sana dan sini, akhirnya dokter mendiagnosa saya menderita PCO. Keadaan ini membuat haid tidak teratur sehingga saya susah menghitung masa subur dengan tepat. Sempat melakukan inseminasi tapi gagal. Padahal proses tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apakah saya menyerah? Ooo tentu tidak! Saat ini saya masih terus berusaha agar bisa mendapat momongan, diantaranya dengan : 

1. Hidup Sehat

Atas saran dokter, diagnosa PCO yang membuat kadar hormon progesteron rendah dan ketidakteraturan haid, mau tak mau membuat saya untuk melakukan hidup sehat dengan rajin olahraga dan mengurangi gorengan. Tiga kali seminggu saya usahakan olahraga. Sejak SMA sebenarnya saya rutin jogging tapi begitu menikah jarang berolahraga karena alasan sibuk bekerja. Kini, sejak menjadi IRT, kegiatan tersebut saya rutinkan kembali. Olahraga yang saya lakukan cukup ringan dan murah karena dilakukan di rumah, bergerak sebisanya dan teratur menggunakan Air Climber. Dengan olahraga, saya ingin berat badan tidak overweight lagi. Berat badan saya naik tujuh kilo setelah menikah dari 48 kg menjadi 55 kg. 

Selain olahraga, asupan makanan juga diperhatikan agar tubuh tidak overweight. Saat ini, saya rutin sarapan buah tiap pagi kadang ditambah minum jus, seringnya jus wortel dan tomat. Dengan cara ini, sekarang berat badan saya sudah 53 kg. Lumayanlah, sudah turun meski masih sedikit. 

Sebagai penyuka gorengan, saya masih berat untuk menguranginya. Dokter bilang, makanan yang digoreng dengan minyak banyak atau deep fried foods harus dikurangi. Saya jarang membeli gorengan yang dijual di pinggir jalan tapi sukanya membuat camilan yang digoreng seperti mendoan, bakwan, dll. Kesukaan saya dengan gorengan selain gurih juga cara membuatnya yang praktis. Yang berat itu mengurangi krupuk. Menggoreng krupuk butuh minyak yang banyak tapi kandungan gizinya kecil. Padahal saya penyuka krupuk uli atau gendar, apalagi suami. Kata suami, makan nggak ada krupuk itu sepi, hihihihi.

Pelan-pelan saya mengikuti anjuran dokter. Alhamdulillah PCO yang sebelah kiri sudah bersih, masih ada PR yang di sebelah kanan. Harus semangat lagi untuk hidup sehat, nih.

2. Berobat

Sampai sekarang saya masih berikhtiar mendapat momongan dengan berobat ke shinse yang ada di Jakarta Timur. Saya tahu shinse ini dari pengalaman teman-teman yang ada di internet dan sepupu yang sudah berobat ke sana. Kunjungan pertama pada bulan Januari kemarin. Terhitung sampai saat ini saya sudah berkunjung sebanyak tiga kali. Diagnosa shinsenya persis seperti yang dikatakan dokter padahal saya nggak cerita apa-apa, lho. Nanti kalau sudah mendapat perawatan yang lebih banyak, akan disharing kok. Saat ini, ceritanya masih disimpan dulu, hihihi. 

3. Berdoa

Yang terakhir ini pastinya saya lakukan. Saya yakin akan kekuatan doa dan kita tidak tahu doa mana yang dikabulkan oleh-Nya. Saya banyak berdoa dan ikhlas menerima keadaan ini. Semua memang butuh proses dan usaha. Kalau sudah berusaha tapi Tuhan belum berkehendak, mau bagaimana lagi?

Ikhtiar demi ikhtiar akan terus saya lakukan agar harapan untuk mendapat momongan terwujud. Setiap melihat anak kecil, rasanya gemes banget. Setiap melihat rumah rapi, penginnya ada yang berantakin. Setiap merasa rumah sepi, pengin banget ada jeritan anak kecil biar rame. Dan, setiap ingat umur yang terus bertambah, pasti keinginan tersebut makin kuat. Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan keinginan saya menjadi ibu di tahun ini. AAMIIN. 



http://evrinasp.com/2015/01/21/my-first-giveaway-evrinaspsgiveaway-wujudkan-impian-mu/











Continue Reading…

Wednesday, February 18, 2015

Menu Pepes Lele

Pagi tadi sebenarnya saya agak malas-malasan mau ngapa-ngapain. Penginnya selimutan melulu. Tiba-tiba saja semangat muncul setelah menonton acara Indonesia Morning Show di NET yang membahas diet mayo. Bukan, saya bukan mau diet mayo. Di situ dibahas kalau sedang diet mayo beberapa hal sebaiknya juga dilakukan agar dietnya berhasil. Salah satunya yaitu olahraga minimal 30 menit. Langsung deh, saya matiin televisi terus gerak-gerak pakai Air Climber. Nah, setelah olahraga jadi agak semangat dan mulai masak. Kalau saya nggak masak, mau makan apa? Jajan sih bisa tapi males kalau keluar rumah apalagi sedang mendung seperti ini. Untungnya di kulkas masih ada lele. Langsung kepikiran membuat menu pepes lele.

Saya memang suka banget sama ikan apalagi kalau dipepes. Nah, tadi ceritanya masak bareng asisten. Saya menyuruh beliau mengambil daun singkong dan daun pisang di kebun. Daun singkongnya muda-muda, euy. Supaya praktis, saya buat lalapan, tinggal direbus dan membuat sambal terasi mentah. Sedangkan untuk pepes lele, resepnya sebagai berikut : 

Bahan : 

Lele 1/2 Kg ( tadi isinya hanya lima ekor )
Daun pisang secukupnya
Tusuk gigi untuk membungkus

Bumbu : 

Cabai merah kriting 5 
Cabai rawit setan 5
Bawang merah 4 siung
Bawang putih 2 siung
Kemiri 5 butir
Tomat 1 butir ukuran sedang
Kunyit 1 ruas sedang
Daun salam 5 lembar
Lengkuas
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya
Serai ( berhubung tadi nggak ada serai, jadi saya nggak pakai ).

Cara Membuat :

1. Haluskan semua bahan kecuali daun salam.
2. Koreksi rasanya.
3. Campurkan lele dan bumbu yang sudah dihaluskan.
4. Diamkan sekitar 15 menit agak bumbu merasuk.
5. Bungkus lele satu persatu dan diberi daun salam 1 lembar.
6. Kukus sampai matang kurang lebih 30 menit.
7. Sajikan.

Pepes Lele dan Lalap Daun Singkong

Setelah matang, saya malah mendapat pelajaran lho. Bahagia itu sederhana. Dengan memanfaatkan apa yang ada, kita bisa bahagia tanpa bersusah payah keluar rumah. 




Continue Reading…

Tuesday, February 17, 2015

Tetap Sehat Saat Musim Hujan

Musim hujan kalau daya tahan tubuh tidak fit, bisa-bisa badan nggak kuat dan gampang sakit. Padahal aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa sehingga saat musim hujan perlu tenaga ekstra agar tetap bisa menjalankannya dengan baik. Alhamdulillah, saya akhir-akhir ini jarang sakit dan tetap sehat saat musim hujan.

Saya tidak minum suplemen kesehatan apa-apa lho kecuali suplemen untuk kulit. Padahal saya pernah hujan-hujanan sewaktu belanja di pasar pagi (pasar dadakan) dekat rumah. Saat itu lupa membawa payung jadi nekat saja berkeliling. Sampai rumah langsung ganti baju biar nggak masuk angin. Saya hanya menjalani hidup biasa-biasa saja dengan tetap memperhatikan asupan makanan dan berusaha untuk selalu hidup sehat. Namun demikian, badan pernah juga greges-greges, rasanya pada sakit seperti mau masuk angin. Dengan menambah asupan buah, alhamdulillah saya tidak sakit sampai detik ini.  Agar tetap sehat saat musim hujan, saya selalu memperhatikan hal-hal berikut :

1. Konsumsi Buah

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, saat badan mulai meriang biasanya konsumsi buah akan saya tingkatkan. Kalau pagi, biasanya saya sarapan buah. Namun saat kondisi agak kurang fit, selain sarapan buah, saya juga mengonsumsi jus. Biasanya saya membuat jus wortel campur tomat. Nah, saat ini di rumah stok buah masih banyak dan lebih sering membuat jus jambu merah campur stroberi. Kalau teman-teman bosan, konsumsi jus tiap hari bisa diganti variasinya atau mengikuti tren saat ini, mencampur buah dan sayuran untuk jus. Teman-teman bisa juga membawa buah dari rumah untuk dijadikan camilan di kantor. Tiap hari tanpa buah pokoknya. Hidup buah, hihihi.

2. Hindari Makanan Penyebab Tenggorokan Kering

Makanan pedas, gorengan, dan bersantan sebaiknya dikurangi konsumsinya agar tenggorokan tidak kering. Saat musim hujan, selain badan kurang fit biasanya sakitnya menjalar ke anggota tubuh yang lain. Daripada sakit semua, lebih baik menghindari makanan yang bisa menjadi penyebab sakit tersebut.

3. Minum Air Putih dan Kurangi Es

Meski musim hujan, konsumsi air putih tetap diperhatikan sebab air putih dapat meningkatkan metabolisme. Tidak alasan nggak haus karena cuaca nggak panas atau tidak berkeringat, air putih tetap dibutuhkan. Kalau beser sudah biasa malah tandanya sehat karena proses pengolahan air di dalam tubuh berjalan dengan baik dan sisanya akan dibuang melalui urin. Kurangi juga minum esnya, lebih baik ganti dengan minuman yang hangat. 

4. Olah Raga

Usahakan untuk melakukan olah raga secara rutin minimal seminggu sekali. Ingat saja akan manfaat olah raga yang banyak banget. Berkeringat habis olah raga di musim hujan rasanya enak banget.

5. Minum Sari Kurma atau Madu

Sebenarnya akhir-akhir ini saya dan suami tidak serajin dulu konsumsi madunya karena harga madu favorit kami naik. Dulu setiap pagi pasti mengonsumsi madu namun sekarang beralih ke sari kurma. Meski demikian, manfaat sari kurma juga bagus untuk tubuh dan harganya lebih terjangkau. Mungkin nanti kami akan merutinkan kembali konsumsi madunya.

Dengan melakukan hal-hal di atas alhamdulillah badan tetap sehat meski sedang musim hujan. Kalau kehujanan, begitu sampai di rumah sebaiknya langsung mandi dan berganti pakaian yang kering agar tidak masuk angin. Semoga tetap sehat, ya.














Continue Reading…

Monday, February 16, 2015

Ngeblog itu Asyik

Hampir setahun saya ngeblog. Iya, membuat postingan pertama kali di Bulan Februari tahun lalu. Awalnya saya nggak sengaja ngeblog. Waktu itu ikut suami yang sedang dinas di negerinya Doraemon. Di sana lumayan bengong dan bingung mau ngapain, akhirnya saya menulis sekedar untuk mendokumentasikan cerita-cerita selama berada di sana. Ternyata saya ketagihan. Dan memang, ngeblog itu asyik. Meskipun ngeblog itu asyik tapi saya tetap memperhatikan postingan agar tidak menimbulkan konflik dan menyakiti orang lain. 

Walau baru setahun ngeblog, sebenarnya saya tertarik di dunia tulis menulis sejak tahun 2007. Waktu itu saya iseng menulis dan mengirimkan artikel ke harian lokal di daerah asal saya, Semarang. Alhamdulillah, tulisan saya dimuat. Mulanya saya tidak tahu kalau dimuat karena bapak langganan koran dari kantor, jadi kalau membaca koran menunggu bapak pulang kantor. Waktu itu, sahabat saya mengabarkan soal ini melalui SMS. Seneng banget rasanya ketika tahu tulisan dimuat di koran. Norak, deh. Dari pihak korannya tidak memberikan kabar apa-apa soal tulisan saya. Katanya sih kalau tulisan dimuat, si penulis akan mendapat honor. Nah, saya bela-belain datang ke daerah Terboyo untuk mengonfirmasikan hal ini. Meski agak malu tapi saya dan teman cuek. Dan, benar saja, saya mendapat upah yang jumlahnya sudah saya lupa. Hihihi upahnya buat beli jajan saya dan sahabat. Sejak itu, saya mengirimkan artikel lagi tapi nggak pernah dimuat. Sedih sih dan mempengaruhi mood menulis saat itu.

Sempat vakum beberapa tahun menulis, namun saya masih corat-coret di notes facebook. Ya, waktu itu belum kenal blog. Tulisan di facebook isinya hampir sama dengan blog, curhat melulu, hihihi.

Saya mempunyai keyakinan kalau setiap orang akan terus belajar seiring bertambahnya usia dan kegiatan yang dilakoni. Pun begitu dengan saya. Kalau ingat sewaktu awal ngeblog, saya malu. Tampilan blog yang masih menggunakan template bawaan blogspot pernah saya lakoni. Menulis yang biasa banget pernah saya lakoni *bahkan sampai sekarang hihihi. Apalagi memakai alamat blog yang agak alay serta template warna-warni pun pernah saya lakoni. Kurang apa coba? Oia, sepi pengunjung dan fakir komen masih sering saya alami, hihihihi. 

Tapi itu bukan halangan bagi saya. Semakin hari, saya semakin terpacu untuk selalu belajar dan pantang menyerah. Niat ngeblog karena satu, saya suka menulis dan ingin berbagi. Sewaktu belum kenal blog, dulu kalau mengalami sesuatu misalnya nguliner yang menurut saya enak, piknik atau malah sedang apes, pengin banget menceritakan hal ini ke orang lain dengan harapan agar mereka dapat mengetahui apa yang saya rasa. Dengan harapan agar mereka bisa belajar dari peristiwa yang saya alami. Dengan harapan agar mereka tidak mengalami kejadian yang apes seperti saya. Itu harapan-harapan saya.

Yah, kadang harapan tinggal harapan. Rasa malas untuk membuat postingan sering saya alami. Malas karena bingung mau menulis apa. Malas karena seolah-olah hanya itu-itu saja postingan saya. Tak heran, pada bulan Juli-Agustus tahun lalu saya tidak ngeblog sama sekali, hihihi. Untuk memacu semangat menulis, saya membuat daftar ide postingan atau segera menuliskan ide tersebut di kertas atau di notes HP. Dengan begitu, kalau mau membuat postingan, tinggal membuka daftar ide. Jika sudah dilaksanakan, akan saya coret. Cara ini cukup efektif memacu semangat menulis, terutama untuk diri sendiri.

Banyaknya tulisan yang berisi pengalaman dan curhatan apalagi sekarang saya memilih tidak bekerja, maka hal ini mempengaruhi isi blog ini. Blog yang seperti gado-gado karena isinya random. Biar memudahkan pengunjung, saya rela tidak tidur semalam dan rela bergadang sampai pagi demi memperbaiki tampilan blog. Saya lakukan ini demi kenyamanan teman-teman yang mampir ke blog saya. Seneng banget kalau banyak yang mampir ke blog ini dan menjalin silaturahim. 

Saya usahakan untuk melakukan kunjungan balik ke blog teman-teman. Tapi itu belum semua karena saya kalau blogwalking terlalu asyik membaca dan menghayati postingan teman-teman. Seringnya saya merapel kunjungan. Jadi, untuk sekali kunjungan, saya membaca beberapa artikel dan meninggalkan jejak di sana. Dan, saya mohon maaf karena sampai saat ini saya belum bisa berkunjung balik ke blog teman-teman yang sudah mampir di sini. In sya Alloh jika memungkinkan, saya akan berkunjung balik, kok.

Alhamdulillah, semakin hari saya semakin cinta dengan ngeblog karena banyak sekali pengalaman yang saya dapat. Dengan ngeblog, saya bisa menambah teman. Dengan ngeblog, pengetahuan saya bertambah karena mendapat ilmu dari postingan teman-teman. Dengan ngeblog, saya bisa mendapat aneka rezeki. Saya mencintai apa yang saat ini saya lakukan karena geblog itu asyik. Happy Blogging ^-^



http://cokelatgosong.blogspot.com/2015/02/-giveaway-pertama-blog-cokelat-gosong.html


















Continue Reading…

Pantang Menyerah!

Huwaaa sudah malam dan listrik baru saja menyala karena padam dari sore setelah ashar. Saya sampai mati gaya berjam-jam menunggu kapan nyalanya. Ternyata listrik menyala menjelang deadline tantangan post a day dari grup yang saya ikuti, hihihihi. Kebetulan juga saya mengambil judul yang kurang lebih sama menceritakan perjuangan saya untuk pantang menyerah *sok iyes.

Setelah mengikuti acara Fun Blogging pada bulan lalu, pelan-pelan saya mulai mereparasi blog. Jujur, hal ini membuat saya lebih terpacu untuk selalu ngeblog lebih baik. Mulai memperhatikan isi postingan, memakai domain sendiri, sampai mengganti template. Nah, yang terakhir ini benar-benar lumayan menyita waktu, hihihi.

Saya lumayan gaptek soal apa pun. Namun demikian, saya mempunyai semangat untuk selalu lebih baik dan pantang menyerah. Entah ini pengaruh dari sifatnya Aries atau tidak, saya kurang tahu. Berminggu-minggu saya biarkan blog lumayan acak adut tampilannya, hihihi. Sempat dibantu sama teman tapi saya orangnya nggak sabaran jadi lumayan tertantang untuk mengerjakannya sendiri.

Hari Selasa kemarin, saya sampai nggak tidur lho demi mengganti template dan mengutak-atiknya. Saya mencari beberapa tutorial agar apa yang saya penginin bisa muncul di blog. Berjam-jam saya mencari template gratisan, download dan bongkar pasang berbagai template dan akhirnya memakai template Sturd, seperti yang saya pakai sekarang ini. Saya suka karena memang bentuknya yang simple. Lalu saya mulai dandanin templatenya.

Dimulai memasang tanggal karena dari template bawaannya tanggal tidak ada. Setelah mencari beberapa tutorial ternyata memasang tanggal cukup menyetting timestamp format. Berjam-jam lho saya tahu soal ini. Kan sudah dibilang, saya gaptek kakaaa. Lalu saya membuat kategori dengan tujuan untuk memudahkan pengunjung yang mampir di sini. Ngoprek HTML sampai ketemu yang cocok. Akhirnya, semalam saya lembur lagi sampai jam 02.00. Mencari berbagai tutorial yang pas dan yang bisa diaplikasikan di template ini. Sudah dibilang, saya gaptek, makanya praktik tutorialnya lama banget. Tak apalah, sejauh ini saya cukup puas dengan usaha sendiri meski tampilan blog ini sangat sederhana dan jauh dari sempurna. Sekarang tinggal mengisi postingan dan melanjutkan blogwalking setelah berhari-hari tidak berkunjung ke rumah maya teman-teman. Ih, kangen. ^-^


Continue Reading…

Saturday, February 14, 2015

Jalan Berlubang

Sepanjang jalan di dekat rumah, banyak sekali jalan berlubang. Lubang-lubang yang ada bervariasi dari yang kecil sampai yang besar. Ukuran lubang yang besar ini sudah sangat membahayakan pengguna jalan terutama  mereka yang bersepeda motor. Untuk itu, sebagai pengguna jalan sebaiknya waspada terhadap banyaknya jalan yang berlubang. 

Kalau saya amati, jalanan berlubang hampir bergantian tempatnya. Bila lokasi satu diperbaiki, maka muncul lubang yang lain, begitu seterusnya. Saya sampai berpikir, kapan ya jalan bisa mulus semua? Kadang kalau sedang iseng, muncul pikiran nakal tentang lokasi jalan yang bakal berlubang sebentar lagi. Dan, biasanya tebakan saya benar, lho hihihi. Misalnya sedang ada perbaikan jalan di satu tempat, saya kalau lewat bergumam dalam hati seperti ini, 'Pak, sekalian dong jalan di dekat sekolah. Udah mulai rusak, lho.' Benar saja, setelah perbaikan jalan selesai, lokasi yang saya sebutkan giliran rusak.

Jalan berlubang ini awalnya kecil tapi lama-lama ukurannya besar dan dalam sekali. Jika musim hujan seperti ini, ada beberapa jalan yang diberi tanda kalau jalan tersebut rusak atau berlubang. Misalnya diberi ban atau tanaman atau benda lain agar orang tidak melewati jalan tersebut. Namun demikian, ada juga jalan yang tidak diberi tanda. Nah, ini yang berbahaya karena jalan berlubang yang tidak diberi tanda akan tergenang air. Bagi mereka yang sudah hapal atau sering melewati jalan tersebut, bisa saja menghindar. Tapi bagi yang belum hapal atau malah jarang melewati jalan yang sedang rusak, mereka mengira bahwa itu hanyalah genangan air karena hujan bukan genangan lubang. Hal ini bisa saja menyebabkan kecelakaan karena  faktor ketidaktahuan. 

Banyak sekali kecelakaan akibat jalan berlubang meski penggguna jalan sudah berhati-hati. Kalau pun tidak terjadi kecelakaan, kondisi jalan yang berlubang mengurangi kenyamanan baik yang berkendara maupun pejalan kaki. Bagi yang berkendara, goncangan yang dikarenakan rem mendadak membuat beberapa anggota badan terasa sakit. Sedangkan untuk pejalan kaki, mereka bisa saja bingung mau lewat mana.      Seringnya pejalan kaki terkena cipratan air yang menggenang di dalam lubang.

Meski sudah waspada berkendara namun jika melewati jalan yang belum dihapal tracknya sebaiknya pelan-pelan saja atau ditingkatkan lagi levelnya agar kita aman dan nyaman serta tidak merugikan pengguna jalan lainnya. Sekali lagi, hati-hati ya dengan jalan berlubang. 








Continue Reading…

Friday, February 13, 2015

Layanan E-Banking BRI Syariah Memakai E-Token

Tahun 2011 saya menjadi nasabah BRI Syariah (BRIS). Memilih bank sebagai tempat menabung pasti ada maksud dan tujuannya. Waktu itu saya hanya mencari bank yang biaya administrasi per bulan minim atau kalau perlu tidak ada sama sekali. Setelah googling, akhirnya ketemu dengan BRIS yang biaya admin per bulan nihil. Kemudian saya membaca syarat membuka tabungan dan fasilitas-fasilitas yang ada. Kemudahan   aturan saldo awal dalam membuka tabungannya sangat terjangkau, kalau nggak salah saldo awal waktu itu hanya Rp.50.000,-. Terus biaya transfer dan tarik tunai di ATM manapun juga gratis. Asyiik, saya mantap untuk menabung. Tapi sayang, fasilitasnya waktu itu hanya ada tabungan dan ATM. Boro-boro ada e-banking, mobile banking saja nggak ada, huhuhu.

Bertahun-tahun menjadi nasabah BRIS berharap ada fasilitas e-banking agar usaha online saya waktu itu lebih mudah dan bisa efisien waktu. Ternyata BRIS berkembang dengan meluncurkan layanan mobile banking. Saya pernah memakai layanan mobile banking dengan cara mendownload aplikasi lewat play store. Sayangnya notifikasi dari aplikasi tersebut memakai SMS yang biayanya lebih mahal dari SMS biasa, huhuhu. Jujur sih, saya kecewa. Apalagi aplikasi tersebut memperberat aplikasi lain di HP, makanya beberapa bulan kemudian uninstall. Saya merasa sayang sama pulsa SMS-nya. Karena waktu itu saya membutuhkan layanan yang cepat dan efisien, hal ini membuat hati mendua. Iya, keputusan untuk membuka rekening bank lain yang ada e-bankingnya sudah bulat. Hal ini membuat BRIS seperti anak tiri. Beberapa bulan saya tidak memakai layanan BRIS, kalau pun transfer seperlunya saja.

Lama tidak berhubungan dengan BRIS, membuat saya iseng mencari keyword e-banking BRIS. Eh, ndilalah kok ada artikel tentang e-banking BRIS. Saya penasaran dan horeee akhirnya BRIS ada layanan e-banking. Layanan ini baru dilaunching Desember tahun 2014. Lah, saya baru tahu akhir Januari kemarin. Ke mana saja saya selama ini? hihihi. Saya tahunya hanya informasi mengenai pengambilan gratis di ATM bersama. Sejak adanya aturan baru pada November 2014 mengenai kenaikan biaya transaksi di ATM bersama, untungnya BRIS masih memanjakan nasabahnya. Asalkan saldo minimal Rp.500.000,- maka semua transaksi di ATM bersama gratis. Iya, gratis. Enak banget kan? Nah, ini yang saya suka hihihi. Secara saya suka belanja online dan mengambil uang seperlunya. Dengan adanya aturan ini lumayan menghemat pengeluaran karena kenaikan biaya di ATM bersama sama sekali tidak berpengaruh pada jumlah saldo. Menjadi IRT memang kudu pintar mengatur pengeluaran kan? *tsaaah.

Saya sangat antusias dengan layanan e-banking BRIS karena memang sudah lama menantikannya. Setelah membaca artikel dan cara agar bisa memanfaatkan layanan ini, saya melakukan registrasi secara online di ibank.brisyariah.co.id. Saya ikuti instruksinya pelan-pelan. Mudah banget kok cara mendaftarnya. Setelah itu ada notifikasi untuk datang ke kantor cabang BRIS terdekat. Esoknya, saya datang ke kantor BRIS yang ada di Margonda untuk melakukan aktivasi. Syaratnya cuma membawa KTP, buku tabungan, dan ATM. Setelah bertemu dengan mbak-mbak customer servicenya, akhirnya layanan e-banking bisa digunakan. Ketika saya minta token fisiknya, mbak CS bilang kalau layanan e-banking BRIS memakai e-token. Jadi saat transaksi nasabah akan mendapat token lewat SMS. Enaknya lagi, pulsa kita nggak kepotong lho dengan adanya SMS token ini. Suka banget sama perkembangan BRIS yang telah memberikan kemudahan layanan kepada nasabahnya. Cara transaksi di e-banking pun cukup simpel dan cepat. Minimum transfer melalui e-banking hanya Rp.10.000,-. Sedangkan biaya transfer ke bank lain juga gratis asal saldo di atas Rp.500.000,-.

Layanan e-banking BRI Syariah

Karena layanan ini baru, pada awalnya sering terjadi error. Misalnya saya tidak bisa login dengan password baru, malah terkena blokir. Kemudian saya telepon BRIS dan disuruh datang di kantor cabang Margonda dengan membawa buku tabungan, ATM, dan KTP. Setelah membuka blokiran, alhamdulillah lancar. Tapi kemarin siang saat mau transfer ke bank A sempat error, ada notifikasi 'inquiry gagal'. Anehnya, saya mencoba transfer ke bank B kok bisa. Aneh kan? Saya telepon lagi dan mengeluhkan masalah ini. Petugas yang mengangkat telepon memberikan informasi bahwa layanan e-banking saat itu sedang dimaintain sampai sore. Nah, baru pada pukul 20.40 saya mencoba transfer lagi ke bank A, alhamdulillah lancar dan prosesnya cepat. Semoga seterusnya juga lancar dan tidak ada kendala lagi.

Melalui postingan ini saya mengucapkan terimakasih kepada BRI Syariah yang sudah menyediakan layanan e-banking. Meski awalnya sering bermasalah menggunakan layanan ini tapi respon CS-nya cukup bagus. Semoga BRIS selalu melayani dan memberikan yang terbaik untuk nasabahnya, ya. 




















Continue Reading…

Thursday, February 12, 2015

Hidup Lebih Mudah dengan Sedekah

Secara pemikiran manusia apa yang dikeluarkan akan mengurangi apa yang dimiliki. Hitungan Matematika di sekolah mengajarkan bahwa 3-2 = 1. Tapi hal ini tidak berlaku bagi hitungan sedekah. Apa yang sudah dikeluarkan oleh manusia semua akan diganti dan dibalas bahkan dengan jumlah yang lebih banyak. Tak hanya dalam bentuk materi tetapi bisa saja hidup menjadi lebih mudah dengan sedekah. Kadang kemudahan-kemudahan tersebut tidak kita sadari sebagai imbalan atas apa yang telah kita keluarkan.

Banyak sekali hal-hal yang tidak diduga terjadi dalam hidup saya selama ini. Memang saya dan suami merutinkan untuk melakukan sedekah baik di daerah tempat tinggal maupun di kampung halaman. Kebetulan di tempat tinggal saya ada kegiatan santunan yang rutin dilakukan sebulan sekali kepada anak yatim dan janda miskin. Penggagas kegiatan tersebut adalah ustadzah sekaligus pamong RT. Setiap ada rezeki, saya dan suami selalu berusaha untuk ikut dalam program tersebut. Kami menyumbang dalam nominal yang tidak begitu besar. Pun begitu kepada kerabat dan tetangga di kampung halaman. Meski jaraknya jauh, setiap ada yang membutuhkan saya usahakan untuk dapat membantu meski secara nominal jumlahnya sedikit. Dengan begitu, saya dan suami merasa bahwa tali silaturahim tetap terpelihara dengan baik. Ada bahagia yang tidak bisa diungkapkan ketika bisa membantu sesama.

Setelahnya ikhlas dan lupakan apa yang telah dikeluarkan. Balasan yang saya terima tak selalu dalam wujud materi dan tidak terjadi saat itu juga. Kesehatan, rezeki yang tak diduga, dan beberapa kemudahan adalah berkah atau imbalan dari-Nya. Saya yakin bahwa apa yang saya alami dalam hidup merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan.

Misalnya saja saat saya kehilangan tempat HP rajut kesayangan di bus dari bandara ke rumah. Saya yakin phone pouch tertinggal di dalam bus. Ketika saya telepon bus tersebut, sudah pasti barang hilang karena tidak diketemukan. Saya mencoba ikhlas dan instropeksi diri. Tak disangka, saya mendapat ganti phone pouch rajut sebanyak dua buah yakni dari sahabat dan ibu. Sungguh, saya tidak menyangka akan mendapat ganti yang lebih banyak.

Saat ini, saya dan suami sedang ambil KPR rumah kedua setelah yang pertama lunas. Bisa dibilang kami nekat mengambil kredit karena uang di tabungan sudah habis. Kami pasrah dan yakin saja pasti ada jalan dan mencoba berpikir positif. Alhamdulillah, doa kami dijawab. Suami ditugaskan oleh kantornya yang mana uang tersebut mampu untuk melunasi DP rumah. Lagi-lagi, saya dan suami tidak menyangka akan hal ini. Malah bisa dibilang kami mendapat rezeki yang cukup.

Sedekah tak selalu soal materi. Dengan memberikan senyuman dan mencairkan suasana di dalam angkutan pun bisa menjadi ladang amal untuk kita. Saya kebetulan sedang berobat di daerah Jakarta Timur. Pergi sendiri dengan angkutan umum ke sana belum pernah saya lakukan. Boro-boro ke sana, tahu daerahnya saja enggak. Dengan modal yakin, saya berangkat dan duduk bersebelahan dengan seorang wanita yang tampak letih. Saya mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum dan mengajak ngobrol. Ternyata, wanita tersebut turun di daerah yang saya tuju dan mengarahkan angkutan yang lebih mudah. Kaget dan senang karena mendapat kemudahan lagi. Ungkapan syukur tak henti-hentinya saya ucapkan dalam hati. Tuhan selama ini tidak tidur dan selalu memberikan pertolongan dengan cara yang tidak saya duga sebelumnya.

Apa yang saya yakini akan saya lakukan dengan ikhlas. Biarkan Tuhan yang mengatur. Biarkan Dia yang memutar dan mengembalikan. Saya tidak pernah ragu dengan janji-Nya. Jika Tuhan telah berfirman akan melipatgandakan apa yang telah kita keluarkan, apakah engkau masih meragukannya?





http://fadevmother.com/fadevmothers-first-give-away/
















Continue Reading…

Belanja di Tanah Abang

Tempat belanja yang satu ini memang tersohor banget, ya. Nggak hanya dari Jabodetabek saja tapi banyak juga orang dari luar kota yang suka belanja di sini. Popularitasnya sampai membuat ibu-ibu dari negara tetangga banyak juga yang suka belanja di Tanah Abang. Bahkan saya pernah melihat bule belanja di Tanah Abang. Orang yang belanja di Tanah Abang biasanya dijual lagi di daerahnya, istilahnya kulakan. Kalau lagi di Gambir, saya sering melihat orang yang kulakan dari Tanah Abang pulang ke daerahnya naik kereta. Tanah Abang memang pusatnya fashion dari yang murah sampai yang mahal ada di sini. 

Belanja di Tanah Abang (TA) memang terasa puas kalau bisa memborong. Saya termasuk orang yang sudah beberapa kali ke TA, biasanya pergi ke sana saat stok baju di rumah sudah banyak yang harus diganti. Saya nggak mau belanja di TA cuma sepotong atau beberapa glintir saja. Rugi, hihihi. Iya, saya memperhitungkan waktu, tenaga, dan biaya ke sana. Jarak tempuh commuter line dari Depok ke TA kurang lebih satu jam. Saya oper angkot atau bajaj dari St.Karet. Bisa sih turun di St.TA, tapi kudu jalan kaki dan saya nggak hapal belokannya. Kalau naik angkot atau bajaj kan tinggal turun di Blok A, hihihi. Lalu tenaga untuk wara-wiri dan membawa barang, lumayan lho. Saya termasuk orang yang inginnya sekali jalan, beres, jadi lebih efektif. Maka dari itu, saya biasanya mborong kalau ke TA.

Beberapa kali belanja di TA, saya termasuk orang yang susah ngapalin toko. Kalau sudah sampai di sana, seringnya muter-muter dulu nggak jelas atau sambil jalan. Kalau ada yang cocok, tawar, bayar. Kalau nggak ada ya muter lagi, hihihi. Capek sih kalau belanja kayak gini. Apalagi TA kan gedhe banget dan banyak buanget toko dan lorongnya. Pusing juga kalau ngapalin. Pernah sih kejadian, mampir di satu toko, pengin banget beli, tapi nggak cocok harganya. Setelah muter-muter, eeee baju itu kebayang terus. Balik lagi deh, nyari toko tadi. Yak, kayak napak tilas karena merunut lagi toko atau lorong yang sudah disinggahi.  Biasanya sohib saya yang suka mengajak napak tilas, hihihi. Untungnya toko yang dicari ketemu.

Belanja di TA ada seneng dan enggaknya. Seneng karena kualitas barangnya bagus-bagus, nggak kalah sama di mall. Sedihnya kadang seneng sama satu barang tapi kudu beli grosir. Kalau ecer, harganya lebih mahal bahkan ada yang nggak dijual eceran. Duh, kalau gini, kadang kebayang terus sama baju yang nggak jadi dibeli tadi. 

Dari pengalaman saya selama ini, biar gampang belanja di Tanah Abang, sebaiknya :

1. Bikin daftar belanja

Membuat daftar barang apa saja yang akan dibeli memudahkan kita untuk fokus dan nggak terlalu pengin dengan barang-barang lain. Saya selalu membuat daftar belanja agar kebutuhan terpenuhi. Dengan daftar ini, saya nggak bingung kalau belanja di TA. Meski kenyataannya meleset karena sering kalap tapi setidaknya barang yang dibutuhkan sudah terbeli.

2. Luruskan niat

Hihihi, luruskan niat untuk belanja yang dibutuhkan. Kalau saya belanja di TA, memang niat membeli barang yang dibutuhkan. Biasanya godaan di sana sungguh berat. Saya nggak sanggup untuk nggak beli, hihihi. Kalau begini, setelah barang yang dibutuhkan terbeli, akhirnya beli juga tuh baju-baju yang dipenginin *relakan ATM dan dompet.

3. Membawa teman atau rombongan

Nggak seru ya kalau belanja sendirian, apalagi di TA yang mana kebanyakan barang yang dijual grosiran. Ada sih yang diecer, tapi sedikit dan jatuhnya lebih mahal. Saya sering melihat ibu-ibu kalau belanja di TA itu rombongan. Mereka biasanya membeli grosiran, jadi mereka beli satu model tapi warnanya beda-beda. Grosiran di TA itu macem-macem, ada yang minimal tiga, setengah lusin atau selusin. Kalau saya ke TA selalu bareng sohib karena bisa ngobrol apa aja, bisa ketawa ketiwi, bisa dimintain bantuan, bisa dimintain komentarnya, dan bisa diajak join beli baju hihihi. Nggak ada sohib, nggak seru belanja di TA.

4. Uang dan ATM

Kalau ke TA sebaiknya membawa uang seperlunya saja sesuai barang yang akan dibeli. Cara ini biar kita nggak terlalu kalap belanja sih. Tapi kenyataannya susah, membobol ATM sering saya lakukan hihihi. Kalau pengin ina-ini-itu di sana, saya tanya ATM-nya di mana. Banyak kok ATM di sana. Tinggal ambil duit, puasin lagi deh belanjanya *lupa poin no.2 hihihi.  

5. Alamat Toko

Nah, ini lumayan penting. Kalau belanja biasanya kita dapat nota atau tas belanja yang ada nama toko dan alamatnya kan? Pas nyampai rumah, kalau sekiranya barang yang dibeli cocok, usahakan catat nama toko dan alamatnya biar kalau membeli barang yang sejenis, sudah tahu alamatnya. Cara ini juga bisa menghemat waktu, lho. 

6. Waktu belanja dan transportasi

Kalau weekend, TA penuh buanget karena banyak orang yang libur kerja pada belanja. Karena IRT, saya seringnya belanja pas weekdays jadi puas banget deh belanja di sana dan nggak penuh buanget. Oia, pikirkan juga kapan berangkat dan pulangnya biar nggak kena macet. Sayang kan sudah jauh-jauh tapi di jalan kena macet, dampaknya waktu belanja jadi berkurang. Pun begitu dengan pulangnya. Kalau misalnya naik angkutan umum seperti commuter line, dilihat juga waktunya. Meskipun saya belanja di TA weekdays, tapi kalau pulang saya usahakan maksimal jam tiga dari TA. Karena apa? Biar nggak terlalu uyel-uyelan di commuter line. Semakin sore pulang belanja semakin rame karena berbarengan dengan jam pulang kantor.

7. Membawa minum, camilan, dan mukena

Kalau ke mana-mana saya seringnya membawa barang-barang tersebut. Biar irit dan nggak bolak-balik mencari minum atau camilan. Di TA, ada musholla tapi sepertinya mukena jarang ada jadi lebih baik membawa sendiri. Kalau pinjam, biasanya yang sholat pegawai toko di TA dan orang lain yang sama seperti kita, ingin waktunya efektif. 

Nah, itu sebagian pengalaman yang bisa saya bagikan kalau teman-teman mau belanja di Tanah Abang. Belanja di TA susah banget nawarnya apalagi kalau sudah harga grosir, para penjual akan kekeh dan nggak mau eceran. 






Continue Reading…

Monday, February 09, 2015

Sehat, Bahagia, dan Cantik Bersama H2 Health and Happiness

Menjadi tua itu pasti tapi untuk sehat, bahagia, dan cantik itu pilihan. Hihihi, quote yang pas nggak sih, untuk para perempuan? Semakin bertambahnya usia, semua perempuan pasti ingin tetap cantik dan awet muda. Disadari atau tidak, kulit merupakan salah satu indikator kesehatan terutama untuk perempuan. Melalui kulit, seseorang bisa dikatakan sehat dan cantik. Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan cantik diperlukan usaha dari dalam dan luar. Kalau hanya perawatan luarnya saja tetapi bagian dalam tidak dirawat, percuma, karena hidup sehat dan cantik menyeluruh agar bahagia tidak hanya pada satu sisi saja. 

Kesehatan dan kebahagiaan merupakan rangkian yang tidak dapat dipisahkan. Masing-masing saling melengkapi. Kalau sehat tapi kurang bahagia atau sebaliknya, masih ada bagian yang kurang. Maka dari itu, saya berusaha untuk selalu sehat dan bahagia salah satunya dengan merawat kulit dari dalam dan luar. Perawatan luar biasanya saya memakai produk pembersih wajah, krim pagi dan malam, serta lotion untuk kulit. 

Sedang perawatan dari dalam saya minum suplemen untuk kulit dari Kalbe, yaitu H2 Health and Happiness series Firm Skin karena kulit saya cenderung berminyak dan mulai muncul bintik-bintik hitam pada wajah. Saya yakin, kebutuhan kulit setiap orang berbeda. Ada yang cenderung berminyak, ada yang kering atau malah timbul flek. Maka dari itu, rangkaian produk H2 dibuat untuk kebutuhan tiap jenis kulit tersebut, yang terdiri dari :

*H2 Health and Happiness Firm Skin : untuk kulit normal dan berminyak, membantu menutrisi kulit agar lembab dan elastis. Kondisi ini biasanya dijumpai saat wanita berusia 25 tahun.

*H2 Health and Happiness Cherished Skin : untuk kulit kering dan berkerut, membantu mengurangi kerutan dan menjaga kulit tetap awet muda saat memasuki usia 40 tahun.

*H2 Helath and Happiness Fair Skin : untuk kulit dengan noda/flek, membantu mengurangi flek akibat sinar matahari dan aging sehingga tampak cerah.

Produk H2 Health and Happiness

Produk H2 Health and Happiness mengandung bahan-bahan alami yang memberikan nutrisi tambahan bagi kulit untuk mengatasi kulit kusam, kering, kendur, mengurangi penuaan dan kerutan serta hiperpigmentasi. Kulit wanita Asia yang cenderung cepat mengalami hiperpigmentasi membutuhkan nutrisi agar kulit tetap sehat dan cerah. Dengan mengonsumsi satu kaplet H2 Hedalth and Happiness setiap hari, kulit tampak sehat, segar, dan cerah. Bahan-bahan alami yang terkandung pada suplemen kulit tersebut, antara lain :

*Astaxanthin
Antioksidan yang berasal dari Alga haematococcus pluvialis, yang berfungsi menjaga elastisitas kulit, melembabkan, dan memperbaiki struktur kolagen pada kulit yang rusak akibat radikal bebas. Astaxanthin merupakan antioksidan alami yang memberi warna kemerahan pada daging ikan salmon, yang bisa dikatakan sebagai nutrisi baru yang menakjubkan. Sebagai salah satu pigmen karotenoid alami, dipercaya ampuh menangkal radikal bebas dibanding vitamin C.

*Collactive
Kombinasi dari kolagen dan elastin dengan perbandingan yang sama seperti yang dibutuhkan kulit. Collactive ukurannya lebih kecil dibanding kolagen yang lain sehingga mampu menembus lapisan kulit yang paling dalam dan berfungsi sebagai anti wrinkle. Sedangkan elastin yang menjaga kelenturan kulit dan meminimalkan terjadinya garis halus dan kerutan pada wajah.

*Hytolive
Ekstrak alami dari buah zaitun yang terbukti secara klinis dapat mencerahkan kulit. Banyak sekali manfaat buah zaitun untuk kesehatan dan kecantikan. Kandungan zat dalam buah zaitun sudah dibuktikan secara klinis mampu menjaga kesehatan dan menambah kecantikan. 

Konsumsi di Rumah

Kalbe tidak hanya mengandalkan keunggulan produk H2 Health and Happiness saja, namun juga didukung layanan secara menyeluruh dari segala aspek kesehatan. Layanan ini adalah konsultasi yang bisa dilakukan di outlet Kalcare Kalbe atau beauty talk melalui website www.h2healthandhappiness.com dan www.klikdokter.com.

Update Harga : berkisar antara Rp.230.000-Rp.240.000 per kemasan


Continue Reading…

Saturday, February 07, 2015

Kuliner Enak di Pasar Minggu

Dulu sewaktu pulang kerja, saya sering lewat Pasar Minggu. Soalnya waktu itu pedagang sayuran masih bebas berjualan di pinggir jalan, jadi saya sekalian mampir belanja sayuran. Sayangnya, saya tidak tahu kalau ada kuliner enak di Pasar Minggu padahal tempatnya sering banget saya lewati.

Sepanjang jalan di Pasar Minggu banyak banget pedagang pempek. Semula saya nggak menyadari kalau ada pempek yang terkenal enak di situ, namanya Pempek Pak Jenggot. Lokasinya di seberang Polsek Pasar Minggu dan tidak ada tulisannya. Kalau jeli, tulisan Pak Jenggot terlihat kecil di etalasenya. Jangan sampai salah masuk kios karena di kanan-kirinya pedagang pempek juga. Pempek Pak Jenggot tempatnya lebih luas dan vintage terlihat dari meja kursi dan interior bangunannya.

Begitu masuk kios Pak Jenggot, saya harus memesan menu dan membayar dulu di kasir. Setelah diberi nota yang ada nomor antriannya, saya memilih tempat duduk. Tempat makan di sini lumayan rame. Biasanya agak lama menunggu pesanan datang karena banyak juga pembeli yang memesan dibawa pulang.

Kalau makan di sini, seringnya saya memesan kapal selam dan es kacang merah. Bisa dibilang saya jarang banget minum es. Tapi, demi es kacang merah di sini saya bela-belain minum. Selain makanan dan minuman, aneka kerupuk juga tersedia, ada kerupuk tengiri dan kemplang. Bulan Oktober kemarin sewaktu makan di sini, harga pempek kapal selam sekitar dua puluh ribuan dan es kacang merahnya dua belas ribuan. Harga mungkin naik seiring kenaikan BBM, hihihi. Tapi, kualitas rasanya dijamin kok.

Setelah menunggu beberapa menit, es kacang merah datang duluan. Disajikan di gelas jadul, gunungan es serut dan sirup merahnya menggoda selera dan saya berharap lekas mencair agar bisa diminum secepatnya. Saya lalu mengaduk-aduk es serut pelan-pelan agar menyatu dengan sirup dan kacang merah secara merata. Cicipan pertama, aroma sirupnya khas. Warnanya merah muda, baunya wangi dan sangat menggugah selera. Sedangkan kacang merahnya, sangat lembut di mulut. Tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk, teksturnya pas ketika digigit. Sluuurp, enaknya es kacang merah di sini. Saya langsung cocok dengan es kacang merahnya. Makanya setiap makan di sini, pasti membeli es kacang merah.

Kemudian, pempek kapal selam datang. Sepotong pempek kapal selam berukuran besar dengan kuah coklat yang pekat serta irisan mentimun tersaji di piring bermotif jadul. Aroma ikannya tercium bersama harumnya irisan mentimun. Pempek, mentimun, dan kuah coklat siap disantap. Mulut sudah nggak sabar ingin menyantap.

Pempek Kapal Selam dan Es Kacang Merah

Pempek yang telah diiris memudahkan saya untuk memakannya. Terlihat kuning telur yang warnanya cantik menyembul di tengah pempek. Mencampur seiris pempek dengan kuah coklat ditambah seiris mentimun, lalu melumatkan jadi satu ke mulut, aduhai enak sekali rasanya. Pempek yang disajikan masih hangat dengan aroma ikannya yang menggugah selera dan teksturnya empuk. Kuning telurnya juga kenyal, tidak terlalu lembek. Kuahnya enak banget, asam, agak manis dan sedikit pedas tapi masih bisa diterima di lidah. Jika ingin sensasi yang lebih pedas, bisa ditambah sambal yang ada di meja.

Pempek Pak Jenggot menjadi salah satu tempat favorit saya. Meski berada di dekat pasar, nggak masalah, karena rasanya enak. Lagipula sekarang sudah tidak ada lagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan, jadi lebih nyaman jalannya ke sana. Begitu turun di St. Pasar Minggu hanya jalan kaki sekitar 5 menit untuk sampai di kios yang berseberangan dengan Polsek. Pempek Pak Jenggot buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 19.00. 


Continue Reading…

Friday, February 06, 2015

Tiwul di Perkotaan


'Bubur, bubuuuur, bubur mbaaaaak'

Hampir setiap hari teriakan mbah penjual bubur selalu terdengar. Penjual yang sudah tidak muda membawa dunak ( tempat dari bambu seperti yang digendong mbok jamu ) berisi panci bubur dan tiwul. Saya yang semula kasihan melihat perjuangannya mencari rupiah di perantauan, berubah menjadi kagum. Mbah yang sudah berumur masih kuat berjalan kaki membawa dagangan tak lelah mencari rezeki. Menjual aneka jajanan tradisonal, terutama tiwul di perkotaan.

Barang dagangannya hanya itu-itu saja, makanan tradisional yang khas dari Jawa. Mbah menjual bubur sumsum, bubur candil, bubur sagu, dan tiwul. Yang saya suka bubur sumsum dan tiwulnya, apalagi kalau masih hangat, rasanya enak sekali.

Saya memang orang yang suka dengan makanan tradisional, apapun itu. Dulu sewaktu masih SD, saya merasa beruntung karena masih bisa merasakan serabi, gethuk mawur, gendar, cetot, putu mayang, oyek, dll. Hampir mirip dengan mbah yang sekarang, mbah yang dulu jualannya lebih komplit. Mereka sama-sama berjalan kaki dari satu gang ke gang lain menawarkan jajanan pasar. Ah, lidah ingin sekali bernostalgia dengan makanan ndeso tersebut. Biarpun ndeso, tapi enak dan kaya gizi, lho. Saya nggak malu dengan makanan tradisional. Kalau makanan tersebut masuk restoran atau hotel, harganya selangit lho, jauh banget dengan harga bahan bakunya.

Untungnya di tempat tinggal ini, saya masih bisa merasakan jajanan tradisional. Meski jumlahnya tidak banyak, tapi cukup mengobati rasa pengin terhadap makanan tradisional. Seperti siang ini, saya makan tiwul. Dengan harga Rp.3000,- saja saya sudah mendapat tiwul yang enak dengan porsi yang cukup. Murah kan? Kata penjualnya, mungkin ini tiwul terakhir karena tepung tiwulnya sudah habis. Mbah penjual biasa membawa tepung tiwul dari desanya karena di sini tidak ada gaplek. Ya, beberapa hari ke depan, mbah hanya berjualan bubur tanpa tiwul. Kalau nanti pulang kampung, biasanya membawa tiwul lagi.

Tiwul Murah Meriah

Tiwul setahu saya merupakan makanan pengganti beras di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Saya pernah berkunjung ke sana dan memang daerahnya berupa perbukitan tanah kapur. Warga di sana sudah biasa makan tiwul dengan lauk, tiwul menjadi pengganti nasi di daerah Gunung Kidul. Tiwul terbuat dari gaplek, yaitu singkong yang dikupas dan dikeringkan. Persediaan gaplek warga Gunung Kidul sangat banyak. Saking banyaknya, biasanya gaplek dijadikan oleh-oleh, lho. Gaplek bisa diolah menjadi tiwul atau gatot. Lumayan banget kalau mendapat oleh-oleh tersebut karena di kota besar jarang atau bahkan tidak ada gaplek, hihihi.

Sebagai makanan pokok, kalori yang ada pada tiwul lebih rendah dibanding nasi. Nasi tiwul juga baik untuk kesehatan apalagi bagi penderita diabetes mengingat kandungan gulanya juga rendah. Dulu tiwul dikenal sebagai makanan orang miskin karena sebagian penduduk Indonesia makan tiwul saat zaman penjajahan. 

Kalau saya pribadi jarang sekali makan tiwul dengan lauk. Seringnya saya makan sebagai kudapan yang dicampur dengan kelapa dan gula merah. Perpaduan rasa gurih dari tiwul dan kelapa serta manis dari gula jawa, hhhhmm nikmat. 

Saat ini, masyarakat perkotaan bisa menikmati tiwul yang dikemas instan. Cara memasaknya tinggal mengikuti petunjuk yang ada di kemasan, maka tiwul siap disantap dalam sekejap. Beberapa tahun lalu saya pernah membeli tiwul instan. Cara memasaknya kalau nggak salah, direndam dulu beberapa menit lalu dikukus. Adanya inovasi tiwul instan sangat memudahkan orang untuk mengonsumsinya bahkan bisa mengenalkan makanan tersebut secara luas ke masyarakat. 









Continue Reading…

Thursday, February 05, 2015

Belajar Ngeblog : Memperbaiki Template

Bagi orang yang baru mengenal blog seperti saya, melihat berbagai template yang berwarna-warni kok rasanya pengin banget memiliki template seperti itu. Saya masih ingat pertama kali ngeblog memakai template yang ada di blogspot, bentuknya sederhana banget. Ketika tahu blog orang lain yang templatenya warna-warni atau lucu, eaaa saya jadi pengin. Pada dasarnya saya suka template yang minimalis dan simpel. Lama-lama saya belajar ngeblog memperbaiki template. 

Berkali-kali ganti template akhirnya saya lumayan lama menggunakan template berwana soft pink dan biru untuk dasar tulisan, dengan huruf pi23tz yang gedhe dan berwarna-warni. Hihihihi kalau ingat itu ya, kok malu banget rasanya *tutup muka*. Jujur lho, saya suka warna-warna soft tapi tulisan pi23tz-nya waktu itu nggak nguatin. Akhirnya tulisan tersebut saya ganti berwarna hitam, sampai Mba YSalma berkomentar kurang lebih mengatakan rumah maya saya lebih adem. Hihihihi saya benar-benar belajar step by step seiring waktu. Semua berkat belajar dari blognya teman dan curhat dengan mereka yang sudah menjadi blogger lama. Saya benar-benar mencoba mengerti dan pelan-pelan mempraktikkan ilmunya.

Hari ini, saya ganti template lagi. Warna pink dan biru sudah saya tinggalkan dan lebih memilih warna yang netral dengan design yang minimalis. Saya memang suka dengan model minimalis. Beberapa widget yang sekiranya kurang perlu tidak saya pasang. Karena apa? Tampilan template ternyata mempengaruhi statistik blog. Saya sempat kaget dengan jumlah statistik yang tumben banyak padahal saya belum update blog, lho. Dulu sebelum ganti template yang ini, statistik blog saya sedikit, paling pol separuh dari jumlah sekarang. Alasan saya mengganti template karena saya ingin simpel agar teman-teman yang berkunjung di sini merasa nyaman. Meski saya akui masih ada kekurangannya. 

Tadi pagi saya googling template gratisan yang simpel akhirnya ketemu Faber Blog Template. Tinggal download terus pasang di blog. Ketika membuka tampilan blog, kok tanggal postingan nggak ada ya? Saya sudah googling tutorial sana-sini tetap nggak bisa pasang tanggal. Sudah pasang tanggal di blogspot, tetap nggak muncul. Cek HTML ada tulisan-tulisan dari Januari-Desember di paste HTML dari tutorial tetep aja nggak muncul. Pernah muncul sih, tapi kok hari dan tanggalnya sama semua. Delete lagi. Terus nyerah, deh hihihihi. Mungkin besok saya mau utak-atik lagi. 

Pelan tapi pasti saya akan semangat terus untuk belajar. Belajar apapun, terutama tentang blog. Kalau saya sudah klik dengan sesuatu maka belajar terasa mudah dan enak. Setelah belajar tentang domain, saya mengganti domain agar mudah diingat. Kemudian, lanjut mengganti template agar lebih enak dibaca. Lalu saya belajar apalagi ya?


Continue Reading…

Wednesday, February 04, 2015

Kuliner Depok : Soto Juragan

Depok memang surganya kuliner. Salah satu kuliner favorit saya adalah soto. Kuahnya yang hangat, rasanya yang gurih, ditambah dengan daging yang kenyal, hmmm membuat selera makan bertambah apalagi kalau dimakan saat musim hujan seperti ini, cocok banget. Tempat makan yang menyediakan aneka soto yang komplit di Depok yaitu Soto Juragan. Hihihi namanya unik, ya. Yup, namanya memang sesuai dengan pelayanannya. Pengunjung yang menikmati kuliner di sini memang juragan yang akan mendapat pelayanan memuaskan. Nggak percaya, coba saja datang sendiri dan buktikan kalau kuliner Soto Juragan di Depok memang wajib menjadi tempat makan pilihan. 



Soto Juragan awalnya berjualan di warung tenda. Karena jumlah pelanggan semakin banyak akhirnya pemilik membuka restoran yang konsepnya homey. Tempatnya bersih dan luas dengan meja dan kursi kayu yang minimalis membuat saya betah berlama-lama di sana. Kalau mau  membawa teman rame-rame makan di sini, bisa banget. Dijamin, nggak bakalan bosan karena menu yang ditawarkan banyak.

Dulunya Hanya Warung Tenda

Menu yang ada di Soto Juragan antara lain aneka soto, sop, tongseng, sate, siomay, batagor, dan otak-otak. Menunya komplit banget dan bervariasi dari yang ringan sampai berat, membuat makan dan ngobrol di sini jadi puas. Pun begitu dengan minumannya. Apalagi harganya masih aman untuk kantong. Menu yang wajib dicoba yaitu soto bakar dan sop kaki kambing.



Iya, soto bakar. Penasaran? Soto bakar mirip dengan soto kuning Bogor, tapi dagingnya dibakar. Ukuran dagingnya sedang, tidak terlalu kecil, dan empuk. Rasanya, enaaak banget. Begitu dihidangkan aroma wangi bawang goreng dan daun bawangnya menggugah selera. Kuahnya yang kental, berwarna kuning dengan campuran emping, membuat saya tak tahan untuk segera melahap. Untuk mengetahui rasa asli makanan yang akan dimakan, saya biasanya mencicip kuahnya terlebih dulu. Kuah yang tampak kental ternyata nggak eneg dan aroma daging bakarnya menambah nikmat aroma soto bakar. Rasanya gurih dan saya cocok. Saya termasuk orang yang nggak terlalu suka kecap, jadi sewaktu makan soto bakar hanya dicampur sambal. Rasanya pedas, gurih, nggak eneg, dan lebih terasa nikmat ketika berpadu dengan daging bakar yang empuk. Perpaduan yang pas. Apalagi saat itu sedang gerimis, ambil sesendok nasi kemudian dimakan bersama sotonya, hhhmm nikmat sekali. Harga soto bakar cuma Rp.18.000,-

Nasi dan Soto Bakar

Sedangkan sop kaki kambingnya juga menjadi primadona di Soto Juragan. Dihidangkan di mangkok berukuran besar, kuah kuning kental yang warnanya cantik berpadu dengan minyak samin, membuat aroma khas sop ini tak kalah dengan menu soto bakarnya. Irisan kaki kambingnya besar-besar lho. Duh, saya melihat teman saya nikmat sekali menikmati sop ini. Sop kaki kambing seharga Rp.22.000,- cocok bagi teman-teman yang suka kuliner kambing. 

Sop Kaki Kambing


Seperti halnya menu makanan yang beragam, pilihan minuman di Soto Juragan juga banyak. Ada minuman modern dan disukai anak muda seperi milk tea dengan aneka rasa. Ada rasa Thai Tea, Taro Tea, Green Tea, dan Banana Tea. Ada juga minuman khas Indonesia yaitu bandrek dan bajigur. Istimewanya, ada es bajigur durian yang membuat saya penasaran untuk mencoba. Waktu itu saya memesan bajigur durian hangat karena saya kurang suka minum es. Campuran bajigur hangat dan durian Medan yang tersaji di gelas besar, membuat saraf penciuman dan lidah saya nggak tahan untuk langsung meminumnya. Aroma duriannya sangat kuat. Bajigur durian cukup menghangatkan saya waktu itu. Makan soto bakar yang hangat dan gurih ditambah minum bajigur durian hangat, memang teman yang pas di waktu sore atau malam. Apalagi sambil ngobrol rame-rame, asyik banget nggak sih?

Bajigur Durian

Jujur, saya suka dengan menu yang ada di Soto Juragan karena pilihannya banyak, cocok buat makan dan camilan ngobrol. Komitmen pemilik kuliner ini sangat tinggi untuk menjual makanan khas Indonesia, dibuktikan dengan variasi-variasi menu yang memang nggak bikin bosan. Apalagi saya memang suka banget dengan produk lokal, pas deh. 

Oia, untuk ke Soto Juragan gampang banget karena lokasinya dilalui angkot D02. Tepatnya di Jalan Kejayaan No.5, Depok Timur, depan bengkel Suzuki. Soto Juragan buka setiap hari dari pukul 11.00 - 23.00. Soto Juragan Depok memang tempat yang cocok untuk makan siang, tempat ngobrol di sore hari, atau untuk makan malam.

Mau jadi juragan? Datang saja ke Soto Juragan, Depok ^-^
















Continue Reading…

Tuesday, February 03, 2015

Camilan Gampang : Awuk-awuk Sagu Mutiara

Kalau musim hujan, penginnya makaaan terus, ya. Bawaannya cepat lapar. Kalau begini, diet gagal, huhuhu. Biasanya saya suka bikin camilan saat musim hujan. Bukan yang baking, soalnya saya belum mahir bikin kue. Kalau kue andalan biasanya beli tepung premix brownies kukus, hihihi. Dulu pas SD, ibu saya pernah bikin nastar, ternyata lama ya, kudu sabar, euy. Waktu itu saya yang kebagian mencuci semua peralatan. Mencuci sih nggak masalah, tapi kalau peralatan penuh dengan mentega, aduuuuh kudu ekstra tenaga dan ekstra waktunya. Makanya sejak itu ibu saya nggak mau bikin kue lagi, katanya repot banget karena beliau bekerja. Ya sudah, karena jarang itulah maka sampai saat ini saya belum mahir bikin kue sendiri. 

Tiap pengin camilan, saya suka membuat yang simpel dan nggak ribet. Dan, bahannya mudah dicari. Kebetulan di rumah ada sagu mutiara yang sudah mojok lama. Waktu itu beli di abang sayur. Akhirnya tadi pagi saya buat awuk-awuk. Gampang banget bikinnya, nggak perlu lidi juga. Kebetulan di rumah ada tanaman pandan dan pohon pisang jadi tinggal diambil saja buat pelengkapnya.

Awuk-awuk Sagu Mutiara


Resep :

Sagu mutiara (tadi cuma seplastik kecil yang biasa dijual abang sayur)
Kelapa muda 1/2 butir diparut memanjang
Gula pasir 6 sdm
Garam secukupnya
Daun pandan dipotong kecil
Daun pisang

Cara membuat : 

1. Rendam sagu mutiara dengan air dingin selama kurang lebih 1 jam.
2. Buang air rendaman.
3. Campur sagu mutiara, kelapa parut, gula, garam, dan pandan.
4. Koreksi rasanya.
5. Ambil sesendok dan bungkus dengan daun pisang. Saya membungkusnya cuma melipat sisa daun ke belakang dan tidak usah disemat pakai lidi.
6. Kukus kurang lebih 30 menit sampai matang.
7. Sajikan.

Gimana, gampang banget kan? 












Continue Reading…

Monday, February 02, 2015

Balasan yang Setimpal

Hampir tiap hari jika asisten datang, saya sering bertanya sudah sarapan atau belum. Asisten jarang sarapan padahal sudah sering saya ingatkan betapa pentingnya sarapan. Kalau pagi katanya hanya minum teh, kalau makan jarang. Mengetahui hal ini saya kerap iba kepada beliau. Apalagi kalau pas mencuci. Meski cucian tidak banyak tapi saya kasihan karena beliau mencuci manual, tidak mau pakai mesin cuci, takut rusak katanya. Mesin cuci hanya untuk mengeringkan cucian saja. 

Jika masak berlebih, biasanya saya selalu menawari makan. Yang saya lakukan yaitu menyiapkan nasi, sayur, dan lauk di piring lalu saya taruh dekat kompor. Dan, beliau pun tahu, kalau ada nasi di dekat kompor, pasti jatahnya. Hampir setiap hari saya melakukan kebiasaan itu. Kalau beliau lapar, nasi akan dimakan di teras belakang sehabis pekerjaan beres. Kalau belum lapar, biasanya dibawa pulang. Apalagi jika ada ikan, pasti beliau ingat cucunya di rumah. Maklum, beliau jarang masak ikan, seringnya lauk tahu dan tempe. Saya melakukan itu karena kasihan dan saya pun ikhlas, tidak mengharap apapun dari beliau. Senang rasanya kalau melihat beliau pulang dalam keadaan kenyang atau membawa lauk untuk cucunya.

Saya dan suami pada bulan September lalu pergi ke Monas untuk melihat acara Lebaran Betawi. Acara tersebut tiket masuknya gratis dan masing-masing stand yang merupakan kecamatan di Jakarta selalu menyediakan makanan. Di acara tersebut saya dan suami bisa makan gratis sebanyak 3 kali sampai kenyang. Padahal kadang antri lho untuk mendapat makanannya. Yang membuat kami bersyukur, setiap datang ke stand acara, pasti dapat makan dan tidak pernah kehabisan. Pun begitu untuk minumnya. Kami merasa dipermudah sekali apalagi saat itu sudah masuk jam makan siang. Sungguh, kami tidak mengeluarkan uang sepersen pun untuk jajan makanan di sana. Perjalanan pergi dan pulang, dari Depok ke Monas dengan commuter line hanya menghabiskan uang Rp.27.000,- untuk 2 orang. Kami tidak menyangka akan hal ini. Kok bisa ya?

Saya yakin bahwa setiap peristiwa itu saling berkaitan. Dan, saya berpikir bahwa mungkin saja berkah di Monas waktu itu merupakan balasan dari Tuhan. Yang saya rasakan cara Tuhan membalas sangat setimpal. Mungkin ini berkah karena saya sedekah makanan kepada asisten setiap hari. Ah, Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Memberi makanan, dibalas dengan makanan pula. 











Continue Reading…

Sunday, February 01, 2015

Ulang Tahun Ketiga KEB

Meski sudah dua minggu lewat tapi saya masih merasakan keseruan dan kebahagiaan bergabung di acara ulang tahun ketiga KEB yang diadakan di Grapari Digi Life, Bandung. Acara yang murni dari emak dan untuk emak memang seru baik panitianya, makanannya, dan arisan ilmunya.

Semula saya nggak ada niat untuk berangkat. Gegara membaca postingan serentak menyambut ulang tahun KEB, hati mulai panas, euy. Tiba-tiba pengin banget ikut. Langsung deh, WA Mak Fadlun dan Mak Istiana, sesama emak yang rumahnya agak dekat. Semula saya dan Mak Istiana mau naik travel ke Bandung. Alhamdulillah, Tuhan memudahkan jalan saya untuk bisa hadir di acara KEB, nebeng Mak Memez dari berangkat sampai pulang. 

Banyak yang spesial di acara ini karena :

1. Baru kali ini ulang tahun KEB diadakan diluar Jabodetabek.
2. Acara ulang tahun pertama yang ada arisan ilmunya.
3. Merupakan arisan ilmu pertama di luar Jakarta.
4. Tempatnya seru banget, yakni di Grapari Digi Life, Bandung.
5. Launching logo dan wajah baru KEB di internet.

Mungkin ada yang belum tahu tentang arisan ilmu? 

Arisan ilmu adalah salah satu kegiatan KEB yang dimulai bulan November lalu. Acara ini diadakan sebulan sekali dan membahas tema tertentu. Atau gampangnya sharing ilmu dari blogger yang berpengalaman di bidangnya kepada emak peserta arisan. Sistem arisan ilmu dikocok dan terbatas pesertanya. Jadi pesertanya hanya emak anggota KEB yang beruntung. Serunya lagi, tiap peserta wajib membawa potluck (makanan sendiri) sebagai konsumsi. Acara gotong royong dari emak dan untuk emak, lebih tepatnya.

Sumber Foto dari Mak Riweuh

Beruntung banget bisa ikut acara arisan ilmu plus ulang tahun KEB. Tambah ilmu, tambah teman, dan tambah pengalaman. Bertemu makmin yang berada di belakang layar KEB dan emak lain rasanya seneng banget. Dunia emak banget, deh. Alhamdulillah saya betah dan nyaman bergabung di KEB.

Meski saya dan rombongan Depok nggak bisa mengikuti acara sampai selesai tapi tetep happy, kok. Terimakasih buat makmin dan makpan yang menyelenggarakan acara ini. Terimakasih juga buat Mak Fadlun, Mak Memez, Mak Istiana, dan Mak Ina Riweuh. Juga buat emak-emak semua dimanapun emak berada. Bertemu dan mengenal kalian sungguh menyenangkan. Semoga KEB terus jaya, terus kompak, dan terus menginspirasi. Tanpa kalian, mungkin dunia blogger akan sepi hihihi.









Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com