Semakin Tua, Semakin...

Beberapa tahun lalu kayaknya saya sering membaca postingan blogger tentang usia cantik. Usia di mana bisa dibilang sudah nggak muda lagi, yakni sekitar 35 tahunan. Hm, sebagian besar dari postingan tersebut bilang kalau mereka sudah nyaman di fase tersebut. Kalau saya agak beda, sih. Rasanya semakin tua kok semakin panik, ya. Haha.

Kebanyakan dari mereka menceritakan pengalaman usia 35 yang katanya sudah bisa menikmati masa-masa dewasa. Di usia cantik, mereka sudah nyaman dengan diri sendiri dan nggak terlalu peduli dengan omongan orang lain.

Sekarang saya lagi di usia tersebut. Saya sudah di usia cantik dan menyadari bahwa sudah nggak muda lagi dan nggak cantik lagi, haha.

From Pixabay

Bagi saya usia 35 seperti usia yang lainnya. Kayak nggak ada bedanya. Tapi setelah ngaca di depan cermin, saya agak panik lihat wajah sendiri. 

Olala, ternyata perubahan fisik yang terjadi lumayan kerasa setelah ngaca. Wajah sudah banyak bintik hitamnya, mulai ada kerutan, uban nambah, dan banyak perubahan lainnya.

Perubahan fisik emang bikin agak panik sih. Lah, gimana, berasa kayak #melawantua aja gitu.

Tapi, dari sisi emosional saya merasakan sebaliknya. Semakin matang dan bisa menyikapi sesuatu dengan sedikit dewasa. Nggak kayak dulu yang apa-apa langsung frontal.

Di usia yang sudah nggak muda lagi, saya semakin anteng dan selow menghadapi kehidupan. Lebih banyak menikmati hidup itu sendiri dan berusaha meminimalkan drama kehidupan baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Sumpah, capek banget sama drama yang kalau dituruti nggak ada habisnya itu.

Mungkin benar kata orang bahwa faktor U adalah hal memengaruhi kehidupan kita. Semakin bertambah umurnya, jelas semakin tua. Namun belum tentu makin dewasa.

Kalau boleh mengartikan, dewasa di sini lebih ke arah menyikapi sesuatu dengan lebih bijaksana.

Contohnya di kehidupan sehari-hari, setiap bertemu siapa saja apalagi yang nggak kita suka, ya kalem aja. Biarkan mereka bertindak sendiri. Jadikan saja mereka guru bagi kita. Dengan mereka, kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang mereka lakukan/katakan.

Begitu juga saat kita lagi menghadapi suatu masalah. Kalem aja dulu. Dilihat mana yang bisa diperbaiki lalu ambil solusi.

Kalau dulu saya masih banyak kekurangan dalam menyikapi sesuatu. Bisa dibilang emosinya tinggi. Namun di fase ini kadang pikiran flash back ke masa lalu. Jika ada hal-hal yang kayaknya nggak sesuai  apalagi dirasa nggak nyaman ama diri sendiri ya diperbaiki pelan-pelan.

Di usia segini, saya banyak mikir dan sedikit-sedikit melakukan perubahan yang semoga aja bisa dirasakan oleh orang-orang terdekat. Semakin tua semakin sadar diri aja sih. Dan tentu saja semakin panik kalau ngaca, haha.

Kalau kamu gimana, semakin bertambah umurnya semakin apa nih?



14 comments

  1. Sukaaaaa banget baca ini!

    Saat membaca, saya berhenti sebentar dong, hanya untuk mencari buku yang dulu saya pernah beli, kalau nggak salah judulnya jangan takut dengan usia bertambah atau semacamnya.

    Dan saya baru sadar, sepertinya buku itu hilang, entah dipinjam siapa hahaha.

    Saya jujur, baper saat liat foto diri yang lalu-lalu.

    Lihat wajah santai tanpa banyak make up, cuman mengandalkan bedak dan lipstik doang, itu terjadi sampai sekitar 2 tahun lalu.

    Sekarang rasanya saya sudah berteman baik dengan foundation dan sejenis, demi menutupi flek yang mulai samar muncul hahaha.

    selalu pakai mascara, karena mata udah makin sipit hahaha.

    Tapi kalau ngaca, saya jarang baper, karena nggak liat perbandingannya kali yak :D

    Mengenai tanggapan orang, saya suprise sendiri nih, iya sih, sekarang saya jarang bisa baper karena orang lain, satu-satunya manusia yang bsia bikin saya baper ya suami saya.

    Itupun, thanks to waktu, Alhamdulillah, saya semakin hari semakin belajar mengerti dan setuju bahwa dunia itu kadang tidak adil, dan saya belajar menerima hal itu, bukan menyerah sih, tepatnya pasrahkan kepadaNya.

    Alhamdulillah, benar kayak tulisan di atas, usia 30an lebih itu semacam usia cantik yang matang, di mana kita jadi lebih dewasa lagi dalam pola pikir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, mba Rey.

      Waduh, malah jadi ngingetin buku yang nggak ada. Dan judul bukunya malah kebalikan dari say yang panik ya, mba. Haha.

      Jujur nih, sampai sekarang saya dandan cuma pakai bedak dan lipstik doang karena ga bisa dandan. Sekarang jadi lebih perhatian ke merawat diri dan muka aja sih.

      Iya, semakin lama semakin dewasa dalam pola pikir jadi lebih ga baperan ya. Saya setuju juga kalau semua dipasrahkan kepada Tuhan, insyaallah semuanya jadi enteng dan enak.

      Delete
  2. Sederhananya baik pria dan wanita makin tua makin jadi dalam artian makin dewasa pola pikirnya..😄😄


    Jadi kalau dibilang makin tua makin cantik, Seorang wanita karena usia 30 sampai 35 wanita cendrung lebih banyak kebutuhan dandannya. Meski tak harus maksain juga harus benar2 cantik..😄😄


    Yang penting cantik hati lebih utama baru cantik wajah..😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm, saya agak kurang setuju wanita usia 30-35 lebih banyak kebutuhan dandannya. Nggak semua gitu, kok. Betul sekali kalau cantik hati lebih utama, hehe.

      Delete
    2. Sama ma mb pit, ku justru makin ke sini makin ga pernah dandsn hiks, ngga sempet huhu
      Dan make up jg ga ada blas , mentoke bedak tok itupun yg murceu
      Skincare aja kagak pernsh haduuuu wkkk

      Delete
    3. Hampir sama, Nit. Aku kalau dandan sekenanya dan pas pergi aja. Kalau perawatan muka cuma pakai yang simpel dan murah ala IRT. Itu pun nyontek di YouTube. Haha.

      Delete
  3. Semakin jadi....gegegek ding engga, itu mah lagunya anggun mbul

    Hmmm bener ku juga makin panik klo ngliat fisik
    Klo perkara menyikapi sekolah kehidupan ga panik, tp masalah muka dan perut yg makin ndud ini aku yg panik, bukan apa2 rindu saat fisik masih libcah kek dulu, pingin rajin gerak euy....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, panik kalau lihat fisik karena emang berubah ya. Ayoklah kudu banyakin gerak ya kita biar bisa kayak dulu. Jangan kasih kendor, haha.

      Delete
  4. Saya juga merasa diusia 30an itu usia cantiknya para wanita (termasuk saya) hihi. Mungkin karena saat usia 20-an kan masih transisi dari remaja, dan baru banget mengenal dunia nyata alias lepas dari orang tua. Jadi banyak juga teman-teman (termasuk saya) mengalami fase gejolak anak muda plus quarter life crisis kalau kata orang-orang :3

    Nah semenjak saya masuk ke usia 30-an, saya jadi lebih merasa laidback, tenang, dan nggak gegabah dalam mengambil setiap keputusan. Bahkan yang dulunya setiap omongan pasti saya pikirkan sampai sakit kepala, sekarang masih bisa pilah-pilah, mana omongan orang yang penting dan mana yang nggak hehehehe~

    Cuma dengan bertambahnya umur dan santainya hidup, jujur saya juga bertambah kawatir sama kulit wajah, dan kesehatan badan hahaha. Dulu cuek bebek jarang lihat cermin, sekarang kayaknya sehari bisa berapa kali saya lihat cermin demi memastikan belum ada kerutan tambahan di wajah ini :D memang sepertinya concern setiap dari kita selalu berbeda ya mba di setiap dekadenya hahahaha. Entah nanti saat usia 40-an, apalagi yang dipikirkan :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pernah mengalami quarter crisis life. Saat itu benar2 ga pede ama diri sendiri, kayak ada yang kurang melulu. Berasa tiap orang lihat saya dan mesti ada yang kudu dirubah.

      Makin lama akhirnya hal ini bisa diatasi. Dengan semakin santai menyikapi hidup. Apalagi omongan orang. Iya, bener banget mba, makin bisa memilah mana yang kudu dipikirkan dan mana yang tidak.

      Oia, saat 40an nanti, concernnya apa lagi ya? Hehe.

      Delete
  5. Pastinya semakin merasa "wah, makin banyak pengalaman buat tambah diri ini belajar". Halah, gitu deh intinya, mbak.. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, betuuuulll banget, Mas. Saya juga ngerasain hal yang sama. Makin banyak pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran untuk hidup ya.

      Delete
  6. umur sekadar angka semata-mata ..

    tiada apa yang diperlu dikhuatiri

    ReplyDelete