Perawatan CRT di Erha Klinik Beserta Harganya

Berhubung postingan saya mengenai pengalaman pertama kali ke Erha Klinik selalu jadi salah satu top post dan banyak juga pembaca yang nanya tentang CRT, jadi saya bikin postingan khusus perawatan CRT di Erha Klinik plus harganya juga, ya.

Oke, disclaimer dulu, nih.

Sebenarnya ini termasuk late post karena saya perawatan tahun 2017. Jadi untuk harga perawatan dan krim dokter yang terbaru, maaf, saya nggak tahu. Saya cerita berdasarkan pengalaman pribadi aja.

Jadi gini.

Muka saya kan berminyak cenderung berjerawat. Sekarang sih nggak jerawatan tapi bekasnya di pipi bolong-bolong kayak rumah tawon, hahaha.

Waktu pertama kali ke Erha, niat saya cuma pengen perawatan biasa aja biar wajah nggak kusem-kusem amat.

Setelah konsultasi sama bu dokter, saya disarankan untuk mengambil perawatan CRT supaya bekas jerawatnya agak samar.


CRT itu apa?

Singkatan dari Collagen Rejuvenation Therapy, yaitu terapi menggunakan teknologi auto micro needle yang dapat memicu pembentukan kolagen, elastin, dan jaringan kulit baru.

Gampangnya gini, CRT itu perawatan muka supaya terlihat lebih mulus. Dalam praktiknya, nanti muka kita ditusuk-tusuk pakai jarum. Rasanya periiiihh banget.

Tahapan CRT

Awalnya wajah diberi krim anastesi supaya nanti waktu tindakan nggak begitu sakit.

Kalau pengalaman saya di Erha Depok kayak gini.

Setelah lapor ke front liner, saya ke lantai 3, wajah dibersihkan dan diberi krim anastesi.

Setelah itu saya ke lantai 2.

Oia, fyi, buat kamu yang berjilbab, kalau mau CRT saya sarankan untuk pakai jilbab yang manual, bukan yang otomatis (mobil kali ah, hehe). Maksudnya, jangan pakai jilbab instan.

Soalnya setelah anastesi buat nutupi kepala dan leher kalau pakai jilbab manual tinggal digubetin aja. Kalau pakai jilbab instan nggak bisa.

Lanjuuuutt..

Di lantai 2 biasanya saya nunggu sekitar 30 menitan. Setelah itu baru dilakukan tindakan CRT oleh dokter.

Nah, tindakan CRT ini rasanya sakiiit banget. Wajah kita ditusuk pakai jarum. Jadi berdarah-darah gitu deh.

Cantik itu luka, Jendral! 😅

Tindakan penusukan jarum memakan waktu sekitar 30 menit. *bahasanya 'penusukan' kok kayak berita kriminal.😂

Jadi total perawatan CRT sekitar satu jam. Itu belum termasuk antre kalau dokternya lagi rame, ya.

Habis CRT, pasien pulang. Yang perlu diingat adalah bagian yang udah ditusuk dan berdarah-darah nggak boleh kena sinar matahari secara langsung dan keringat berlebih.

Jadi setelah perawatan CRT, saya biasanya pakai masker dan nggak olahraga dulu.

Waktu pemulihan supaya kulit muka kembali normal sekitar 5 hari sampai seminggu.

Harga CRT

Ingat disclaimer di atas ya. Harga ini waktu saya perawatan tahun 2017 lho ya.

Harga CRT satuan 1,5jt/tindakan
Kalau paket minimal 3x tindakan.
Saya ambil paket 5x tindakan.

Harga paket tentu saja lebih murah. Waktu itu saya bayar 6.750.000 rupiah. Artinya, saya dapat diskon 750ribu. Mayan, kan? Hehe.

Harga ini dibayar di muka ya. Yang perlu diingat adalah harga CRT tidak termasuk obat dan biaya dokter.

Harga obat

Nah, ini obatnya buanyaaak banget. Saya dapat facial wash, krim pagi, moisturizer, krim malam, dll. Range harga krim untuk CRT sekitar 60ribu-120ribuan.

Untuk obatnya tergantung kondisi kulit masing-masing pasien, ya. Bisa jadi tiap pasien CRT beda-beda resep krimnya.

Krimnya banyak banget

Harga konsultasi dokter

Kayaknya sekitar 175ribu. Atau malah kurang? Maaf, kuitansinya udah pada hilang. Yang jelas lebih dari 100ribu.

Saya ditangani oleh dr. Christine Andriyani, Sp.KK

Pengalaman CRT di Erha Klinik

Saya kan ambil paket 5x tindakan CRT. Selama perawatan ada beberapa kendala di luar dugaan, antara lain:

1. Alatnya rusak

Saat itu saya mau perawatan ternyata alatnya rusak. Untung dokternya baik dan komunikatif. Dokter Christine membantu mengusahakan agar alatnya bisa digunakan di bulan tersebut.

Nah, saya nanya ke bu dokter, kalau CRT dilakukan di cabang lain gimana?

Katanya nggak bisa karena saya udah ambil paket di Erha Depok. Jadi tindakan harus dilakukan di Erha Depok.

Kalau misalnya kamu ambil satuan, tindakan perawatan bisa dilakukan di cabang mana saja. Bebaaasss.

2. Tindakan CRT ditunda

Saya perawatan CRT pertama kali yaitu akhir November 2017. Perawatan ini akan diulang sekitar 3 atau 4 minggu setelahnya. Biasanya kita janjian dulu sama dokter kalau mau perawatan.

Nah, awal Januari 2018 saya hamil. Kehamilan ini nggak disangka sama sekali, kan.

Akhir Januari yang mana termasuk perawatan ke-3, saya masih bisa nyetir sendiri ke Erha.

Sisa perawatan yaitu ke-4 dan ke-5, kehamilan saya masih masuk trimester pertama. Saat itu saya udah agak mual dan takut nggak kuat nyetir sendiri.

Akhirnya saya bilang ke dokter kalau perawatan ditunda boleh apa nggak. Selain itu saya juga takut kalau terjadi kontraksi.

Alhamdulillah dokternya membolehkan perawatan CRT ditunda sampai saya melahirkan. Tapi jangka waktu penundaan cuma setahun dari perawatan pertama. Lebih dari itu expired. Uang bakal hilang sia-sia.

Hasil CRT gimana?

Selama perawatan, pasien akan difoto before dan after. Waktu itu sih terlihat lumayan perubahannya. Bopeng di pipi agak samar meski nggak terlalu signifikan.

Cuma karena saya melakukan penundaan dan selama hamil saya stop krim dokter jadi hasilnya kurang maksimal.

Hasil setelah CRT muka jadi berdarah-darah

Yang namanya perawatan pakai dokter dan enggak hasilnya memang beda, kok. Ibaratnya gini, kalau kita rajin perawatan wajah bakal glowing dan cerah. Tapi kalau nggak rajin perawatan dan udah nggak pakai krim dokter ya kulit kembali seperti semula. Dan hal ini wajar.

Terus, ada yang nanya ke saya. Wajah saya break out nggak?

Alhamdulillah sih enggak. Selama perawatan dan setelahnya wajah biasa aja. Cuma karena nggak pakai krim dokter lagi wajah saya kurang glowing.

Segini aja sharing perawatan CRT di Erha Klinik. Semoga info ini bisa membantu, ya.



13 comments

  1. Apa, wajahnya itu ditusuk tusuk sama jarum mbak Pipit, apa ngga ngeri ya. Kok bacanya saja udah ngeri apalagi ngelakuinnya.

    Harga paketnya lumayan juga ya, apalagi sampai 5x, harus siapkan duit lebih, belum obat dan konsultasi dokter, belum cemilan. Eh, ngga boleh ngemil ya.

    Lihat fotonya, kok jadi ingat dengan kasus seseorang yang dulu rame tahun lalu, yang katanya dipukul orang tak dikenal dan kasusnya jadi rame apalagi jelang pemilu.😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas Agus, ditusuk jarum. Bukan lagi. Rasanya suakit.

      Tenang, kalau camilan, saya bawa sendiri. Biar hemat. Boleh kok nyemil di ruang tunggu.:))

      Bentar, siapa ya. Oalaah, iya iya si ibu tadi. Aduh, berarti wajahku sama kayak beliau dong.

      Delete
  2. Saya seumur hidup belum pernah perawatan yang ekstrim begitu mba, paling hanya totok wajah saja :)) itu juga sama home service dari kenalannya sepupu saya yang dokter ~ soalnya saya nggak bisa menahan sakit orangnya. Pernah sekali di-facial yang dipencet-pencet hidungnya agar komedo hilang, haduuuuh langsung minta berhenti lima menit kemudian karena nggak kuat :"""D jadi saya nggak kebayang kalau sampai ditusuk jarum seperti mba Pipit, mungkin akan menangis guling-guling di ruangan :))

    Untungnya saya dapat genetik muka nggak gampang jerawatan dari orang tua, jadi saya nggak begitu punya masalah di wajah kecuali komedo putih putih yang sekarang saya atasi dengan peel off mask-nya Innisfree dan April Skin seminggu sekali :D namun biar muka saya nggak jerawatan, tapi kepala saya kadang kena jerawat kalau saya lagi kerja lapangan mba :( alhasil saya harus mensiasatinya dengan sering-sering kasih kipas portable di atas kepala biar nggak berkeringat, karena saat over sweating, jerawat di kepala jadi lebih gampang datang :)) itu juga alasan saya setiap jalan-jalan pasti berhenti di cafe kalau sudah merasa agak panas, karena saya takut muncul jerawat di kepala ahahaha *jadi curcol, kan*

    Thanks for sharing mba <3 lavvvv.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaaa, dulu saya turun facial lho. Sakit sih tapi lebih sakit CRT, hahaha. Kalau CRT, saya sampai minta break dulu pas ga kuat.

      Bersyukur mba punya genetika kulit wajah yang nggak jerawatan. Tapi yang jerawat di kepala, kok bisa ya? Hehe. Sakit nggak, mba?

      Sama2, mba.:)

      Delete
  3. Mihil juga ya mb pit erha ahhahahaha #kekepin domfet qeqeqekkk

    Berarti totalnya maybe hampir 10 jeti kali ya klo ama konsul n obat obatan serta creamnya


    Tapi emang sih cantik itu mahal, ga pa pa kalau memang hasilnya worth it

    Oiya bener tu mending pake bergo aja, atau klo misal dokternya cewe dibuka sementara pas lagi tindakan juga gapapa kali ya, kalau ga pake daleman lagi, biar ga riweuh

    Ohya mb pit kalau yang paketan ini terasa segimanakah efek drastisnya, misalnya apa terasa lebih kenyalan dari sebelumnya? Memberikan efek lebih putih juga ga mb pit paket ini? Apa cuma menyemarkan bekas jerawate tok?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mayan, Nita. Kalau 10jeri nggak ada.

      Iya, cantik itu mahal. Bersyukur kalau punya wajah 'badak' karena lebih hemat, hehehe.

      Justru jangan pake bergo, pake yang manual aja biar bisa digubetin pas dikasih krim anastesi. Soalnya kalo pas anastesi, wajah kena krim yang tebal, kalau pakai bergo bakal susah pakainya. Pas tindakan CRT nggak pakai jilbab sama sekali termasuk daleman juga dilepas. Karena ini akan menyulitkan tindakan. Lagian wajah nanti berdarah2 jadi biar jilbab nggak kotor.

      Pastinya wajah lebih glowing karena rutin pake krim dokter. Kenyal dan putih sih agak ya. Tapi bekas jerawat berkurang dikit2 sih.

      Delete
  4. Kelemahannya ya itu tadi, kulit wajah jadi ngga kelihatan glowing lagi kalau ngga kontinyu melakukan perawatan dengan obat dokter.
    Jadi semacam kecanduan menurutku.
    Artinya, itu berarti kudu kontinyu siapin dana cukup besar lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti harus berkesinambungan biar hasilnya maksimal ya mas him, bekas jerawat hilang muka juga jadi bersih dan glowing, seperti repelita jaman presiden Soeharto dulu ya.😅

      Delete
    2. @Mas Himawan: iya, Mas, betul banget. Harus kontinyu supaya hasilnya maksimal. Sekarang saya udah ada anak jadi prioritasnya beda, hehe.

      @Mas Agus: Betul, Mas Agus. Lha kok malah nyerempet ke repelita lho. Hahaha.

      Delete
  5. Untuk hasil CRt nya permanen tidak ya . . walau hanya sekali treatment . . thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibarengi dengan rutin perawatan mungkin bisa. Atau lebih baik bisa ditanyakan ke dokternya untuk lebih jelasnya.😊🙏

      Delete
    2. Kak saya sudah 2x crt . . namun wajah terlihat sperti berbekas jarum / pori2 nya jadi bnyk . . .apakah memang sperti itu . . atau nanti kulit normal lg dengan tekstur yang rata . .. Karena jarum suntik nya sperti terlihat berbekas . . thx

      Delete
    3. Kalau di saya, bekas jarumnya kayaknya hilang cuma bekas jerawatnya masih ada. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa ditanyakan ke dokter.🙏

      Delete