Pemeriksaan Fetomaternal di Depok (1)

Saya mau cerita tentang pemeriksaan fetomaternal di Depok. Siapa tahu ada yang nyari info tentang ini.

Fetomaternal itu apa?

Fetomaternal adalah salah satu cabang subspesialis obstetri dan ginekologi. Lewat pemeriksaan fetomaternal (menggunakan USG 4D) adanya kelainan baik pada janin atau ibu bisa dideteksi sejak dini. Oia, dokter fetomaternal gelarnya Sp.OG-KFM.

Ibu hamil yang periksa di fetomaternal biasanya mendapat rujukan dari dokter obsgyn biasa (Sp.OG). Tapi ada juga yang periksa ke fetomaternal tanpa rujukan, seperti yang saya alami.

Lah, kok bisa tanpa rujukan?

Seperti biasa saya cerita kronologinya dulu ya.*siapin camilan*😁

Waktu hamil anak kedua, saya sempat sedih dan rasanya down banget saat usia kehamilan masih di trimester pertama.

Berawal dari si sulung yang panas berhari-hari. Suhunya sempat mencapai 39°C. Tapi saya slow banget. Kalau anak panas, saya nggak langsung bawa ke dokter. Saya tunggu dulu sekitar 3 hari. Kalau 3 hari panas nggak turun, baru saya periksain ke dokter.

Di hari ketiga panasnya turun tapi badannya muncul ruam merah. Feeling saya, si sulung terkena campak.

Saya tetep santai tapi sedikit panik. Jujur, saya nggak mengkhawatirkan kondisi si sulung atau saya sendiri. Yang saya khawatirkan justru kondisi janin yang saya kandung karena saya tahu dampak campak untuk janin.

Campak bisa mengakibatkan komplikasi pada janin diantaranya keguguran dan bayi lahir prematur. Bahkan campak bisa mengakibatkan bayi mengalami cacat bawaan.

Saya juga pernah membaca pengalaman blogger yang anaknya berkebutuhan khusus karena saat hamil si ibu nggak tahu kalau terinfeksi virus Rubella.

Pixabay

Untuk itulah, saya memeriksakan si sulung ke dokter anak sekalian konsul kondisi saya. Saat itu saya membawa anak ke RSIA Bunda Aliyah Depok. Ini adalah pengalaman pertama ke rumah sakit tersebut karena saat itu RSIA Bunda Aliyah nggak menerima pasien covid.

Anak saya ditangani oleh dr.Bramtama. Dokternya baik dan komunikatif. Saya ceritakan kondisi anak dan kehamilan saya.

Seperti yang saya duga, dokternya berpikiran sama kayak saya. Pak dokter justru mengkhawatirkan kondisi janin yang saya kandung. Malah pak dokter agak meden-medeni saat cerita tentang campak. Beliau menyarankan saya periksa ke fetomaternal supaya tahu kondisi janin lebih detail. Kata pak dokter lagi, kalau periksa ke dokter obsgyn biasa, kondisi janin kurang bisa dideteksi.

Keluar dari poli anak, perasaan saya campur aduk. Antara sedih, panik, pengen nangis, dan bingung. Saya juga bengong karena baru ngeh tentang fetomaternal. Jujur aja, saat itu saya nggak tahu detail fetomaternal itu apa.😂

Kebetulan hari itu di RSIA Bunda Aliyah ada jadwal dokter fetomaternal, dr. Purnawan Senoaji, Sp.OG-KFM. Saya coba ke polinya dan tanya-tanya ke perawatnya.

Dari perawat, saya dapat beberapa info:

1. Kalau mau periksa ke dokter Purnawan biasanya waiting list dulu. Satu hari biasanya dibatasi hanya beberapa pasien aja. Maaf saya lupa jumlah pastinya.😁

2. Tiap pasien diberi waktu konsul agak lama, sekitar 30 menitan. Widiw, lama bener.

3. Biaya dokter fetomaternal beda dengan dokter obsgyn biasa.

Waktu itu jatah pasien dokter Purnawan sudah full. Sebenarnya saya mau daftar waiting list konsul dengan dokter Purnawan. Namun saya memutuskan pulang ke rumah dan cari info dulu. Siapa tahu pikiran agak tenang.

Sampai di rumah, saya nangis. Rasanya sedih banget jika terjadi hal-hal yang nggak diinginkan pada janin. Kalau belum ketemu dokter fetomaternal rasanya belum lega.

Berhubung saya lebih nyaman ditangani oleh dokter perempuan, saya googling dokter fetomaternal di Depok. Siapa tahu ada info yang saya butuhkan.

Setelah googling ternyata dokter fetomaternal di Depok dikit banget. Nggak semua rumah sakit ada dokter fetomaternalnya. Setahu saya, dokter fetomaternal di Depok cuma 2 yaitu dr. Purnawan Senoaji dan dr. Novi Resistantie.

Saya seneng karena ada dokter fetomaternal perempuan di Depok. Saat itu juga saya lanjut googling jadwal dr. Novi.

Dr.Novi Resistantie praktik di RS Hermina dan RS Bunda Depok. Setelah telepon sana-sini akhirnya saya dapat jatah konsul dengan dr. Novi di RS Bunda. Yang bikin syok, saya harus waiting list selama 3 minggu baru bisa ketemu sama dokternya. Gileeee, lama bener.

.....3 minggu kemudian...

Lanjut di bagian kedua ya biar nggak kepanjangan, hehehe.

2 comments

  1. Halo mom .. maaf mau tanya biaya lab komplit 5jt itu apa saja komponen darah dan urin yang diperiksa ya?? Apakah sama dengan pemeriksaan lab di trimester 1?

    ReplyDelete