Tuesday, October 17, 2017

Mau Tampil Trendi? Kamu Hanya Butuh 3 Second!

Setiap orang pasti ingin berpenampilan rapi dan trendi. Untuk itu, pakaian menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Dengan demikian, fungsi pakaian tidak hanya sebagai pelindung tubuh saja namun juga untuk meningkatkan kepercayaan diri.
Jenis pakaian yang sering banget digunakan adalah kaos atau T-shirt. Sebab kaos sifatnya fleksibel. Kaos dapat dipakai kapan saja dan di mana saja, baik untuk tampilan kasual ataupun santai. Kaos juga gampang dipadupadankan dengan bawahan apa saja. Bisa rok, celana panjang dan pendek. Bener nggak?
Di pasaran banyak sih orang yang jualan kaos. Tapi tidak semua kaos tersebut nyaman dipakai. Kaos yang nyaman dipakai terbuat dari bahan katun yang lembut, dingin, dan mudah menyerap keringat.
Tempat produksi kaos yang terkenal di Indonesia tentu saja dari Bandung. Hal ini terbukti dengan banyaknya pabrik di Bandung yang memproduksi kaos. Selain pabrik, Bandung juga terkenal dengan factory outlet serta barang distronya. Pasti banyak yang sudah tahu tentang kualitas fashion di kota kembang tersebut. Salah satu produk kaos asli Bandung yang ternama yaitu 3 Second.
Gambar dari Mataharimall

Iyes, 3 Second merupakan produk asli Indonesia yang berkualitas eksport. 3 Second merupakan brand pakaian ternama di kalangan anak muda atau dewasa muda. Brand ini berdiri sudah puluhan tahun yang lalu, tepatnya pada akhir tahun 2002. Brand 3 Second tidak hanya fokus pada produksi kaos. Beberapa produknya antara lain jaket, kemeja, sweater, celana panjang/pendek, dan sandal. Produk 3 Second desainnya simpel namun trendi dan stylish sehingga nyaman dipakai dan bikin pede nambah.
Desain kaos 3 Second sebenarnya tidak ada bedanya dengan kaos distro lainnya yang banyak ditemui di daerah kamu atau di Bandung. Desain kaos dengan lengan pendek atau panjang. Begitu pula dengan kemeja dan jaketnya. Namun keunggulan dari produk 3 Second yaitu pada jenis bahan yang digunakan. 
Bahan yang digunakan untuk memproduksi kaos atau fashion lain di 3 Second terbuat dari katun yang berkualitas eksport sehingga nyaman digunakan. Selain itu, warnanya juga tidak mudah pudar. Bahan yang digunakan juga mudah menyerap keringat sehingga nyaman untuk beraktivitas sehari-hari. Bahan kaos di 3 Second dingin dan memiliki elastisitas yang baik sehingga membuat kaos ini dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Hal ini akan membuat kamu lebih hemat dalam membeli pakaian sebab produk 3 Second tidak mudah mbradul. 
Dengan branding yang bagus di kalangan anak muda maupun orang dewasa, membuat produk 3 Second menjadi terkenal dan mudah didapat. Hal ini membuat beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab mendapatkan keuntungan dengan melakukan duplikasi. Istilah kerennya, mereka membuat produk KW. Produk 3 Second yang asli memiliki ciri khas. Misalnya, tulisan "Three Second" atau "3 Second" serta lambang mahkota yang menjadi trade marknya. Selain hal-hal tadi, produk 3 Second mempunyai kualitas sablon yang tinggi dan halus sehingga tidak mudah terkelupas. 

Untuk mendapatkan produk 3 Second yang asli mudah didapat kok. Apalagi di era e-commerce kayak gini, produk 3 Second asli bisa juga dibeli secara online. Tentu hal ini memudahkan siapa saja yang sedang mencari pakaian trendi. Dengan belanja online, kamu bisa hemat waktu, tenaga, bahkan ongkos transport kan? ^-^
Ngomong-ngomong, kamu nggak bingung buat tampil trendi kan? Terbukti, kamu cuma butuh 3 Second. Produk asli Indonesia yang kualitasnya eksport serta nyaman dipakai.
Sssttt, kamu juga bisa kasih produk 3 Second sebagai kado untuk orang special kamu lho! Tinggal klik, bayar, langsung kirim deh ke doi.^-^.


Continue Reading…

Monday, October 16, 2017

Lupa Password

Sumpah, makin ke sini saya makin susah ngapalin sesuatu. Seringnya sih susah nginget nama orang yang baru pertama ketemu atau jarang ketemu. Dan, yang paling parah yaitu saya susah nginget password untuk akun apapun. Hhmm, cuma satu akun aja yang password-nya saya inget. Maklum ya di jaman yang makin melek teknologi ini makin banyak aja akun yang kudu dipunya. Artinya, makin banyak akun maka makin banyak pula password yang harus diingat. Karena bikin akun baru pasti pakai password kan? Nah, kalau lupa password kan bisa berabe tuh.

Saya ngalamin nih akhir-akhir ini. Saya punya 3 akun email, beberapa apps serta akun untuk keperluan ngeblog. Nah, dari semua akun-akun itu yang saya inget cuma akun Gmail doang. Sebab hanya dengan Gmail ini saya bisa membuka akun blogger. Makanya yang saya inget password-nya cuma akun ini aja. Dan akun Gmail pula yang saya gunakan sebagai tempat verifikasi email untuk akun-akun yang lain. Makanya kalau sampai lupa password yang ini maka bisa berabe semua urusan, hehe. 

Bahkan untuk akun Facebook, Twitter, dan Instagram, saya nggak inget sama sekali. Seringnya saya membuka akun-akun tersebut lewat hape dan nggak di-log out. Jadi saya jarang banget buka pakai password. 

Barusan aja (sebelum nulis postingan ini) semua password saya rubah. Iyes, semua akun email, Facebook, Twitter, Instagram, apps belanja dan keperluan blogging, semua saya rubah. Terbukti dari semua itu, hanya akun Gmail dan sewa domain yang saya inget. Selebihnya lupa semua. Menyedihkan.-.-

From Pixabay

Kenapa ya saya lupa password padahal itu semua dicatat di notes. Ketika password tersebut dimasukkan ternyata tet tot, salah semua. Akhirnya saya pilih "forgot password" lalu dapet verifikasi. Setelah itu baru deh saya ganti dengan password baru. 

Lupa password ini bisa terjadi karena biasa buka akun-akun tersebut di hape. Kalau buka di hape biasanya nggak saya log out. Jadi ketika buka laman yang sama ya langsung kebuka aja. Sedihnya kalau hape error atau kudu ganti hape baru. Nah, ini berarti serasa bikin akun baru lagi kan ya. Kejadian seperti ini pernah saya alami.

Dulu saya kan punya akun BBM di hape yang lama. Begitu ganti hape baru, saya lupa password-nya. Kebetulan waktu itu bikin BBM dengan email baru pula. Parahnya saya lupa password akun email tersebut karena saya jarang buka email baru tersebut. Daripada pusing mikirin password email jadi saya memilih untuk melupakan saja email dan BBM. Jadi deh nggak punya BBM sampai sekarang. Toh kalaupun sekarang punya BBM bakalan saya hapus karena sudah kebanyakan akun chatting.

Dari kejadian yang saya alami, alangkah baiknya kalau kita fokus pada satu akun email. Itu yang dijadikan tumpuan atau tempat verifikasi kalau lupa password akun yang lain. Nah, kalau nginget satu password aja gampang kan? 

Lalu, biar nggak lupa password sebaiknya sih bikin password yang mudah diingat oleh kita. Kombinasikan juga dengan angka atau simbol biar aman. Ada baiknya kalau password tersebut ditulis di buku khusus atau di hape. Jangan sampai orang lain tahu password tersebut ya. 

Itu sih yang saya lakuin saat ini. Password akun sudah beres tinggal beresin PIN ATM nih. Hahaha soalnya punya beberapa ATM dan parahnya saya agak lupa sama PIN-nya. Pe-er banget deh masalah password dan PIN ini kalau punya lebih dari satu.>.<

Kamu pernah ngalamin hal yang sama nggak? Gimana caranya supaya kamu nggak lupa password?

Continue Reading…

Friday, September 29, 2017

Mengurangi Media Sosial dan Rasakan Manfaatnya

Niatan membuka akun media sosial karena tuntutan kerjaan atau lomba blog yang saat itu rajin saya ikuti. Makin lama saya merasa kurang nyaman dengan media sosial. Akhir-akhir ini saya membatasi interaksi dengan media sosial. Bahkan ada media sosial yang udah sebulan lebih nggak saya buka. 

Facebook. Sudah sebulan lebih saya nggak aktif di Facebook. Kalau nggak buka Fb sih saya masih betah sebab dulu pernah vakum selama setahun. Mungkin kalau Mark Zuckerberg menutup Facebook, saya nggak sedih-sedih amat kali, hahaha.

Saya aktif lagi di Facebook karena gabung di beberapa komunitas blogger. Yah biar nggak ketinggalan info di grup aja sih. Kebanyakan info lomba, job, atau sharing ilmu blogging ada di Facebook.

Meski sempat sepi, tapi Fb masih eksis karena beberapa perubahan yang memudahkan pengguna berinteraksi di dunia maya. Ditambah lagi jumlah kata di platform Fb yang nggak dibatasi, menjadikan medsos ini banyak digunakan. Kadang sih status yang puanjaaang malah bikin males bacanya.-.-

Tapi semakin ke sini saya kok merasa kalau Fb sering membawa energi negatif ya. Banyaknya artikel hoax yang dishare, status nyinyir, belum lagi yang pada perang di Fb. Seolah-olah mereka yang paling benar.

Hal ini bikin saya capek dan nggak nyaman lagi sama Facebook. Bahkan untuk sharing postingan blog pun sudah jarang saya lakukan di Fb. Saya orangnya memang gitu. Kalau sudah nggak nyaman sama sesuatu bakal menjauh dengan sendirinya.

Berkurangnya interaksi di medsos nggak hanya di Facebook aja. Untuk Whatsapp juga saya batasi.

From Pixabay
Gimana cara membatasi interaksi di WA?

Gampang sih. Beberapa (hampir semua malah) WAG notifikasinya saya bikin mute selama setahun. Saya males aja kalau HP bunyi melulu karena ada pesan dari anggota grup. Kebanyakan sih pesannya juga kurang penting untuk saya dan grup.

Selain mengaktifkan mute, sekarang saya hampir nggak pernah membuka status WA. Saya males kalau bolak-balik ngecek status teman.

Saya pernah berada pada kondisi di mana tiap ada status baru di WA, pasti saya buka. Yah karena saya penasaran dan gemes kalau ada status yang belum dibuka. Hehehe.

Sekarang sih saya udah cuek bebek dengan itu semua. Tepatnya males aja sih. Hhmm, mungkin cenderung nggak kepo sama kehidupan orang lain ya. Jadi bisa dibilang, saya nggak tahu perkembangan teman-teman di kontak WA. Mau dia ke mana, dengan siapa, dan sedang berbuat apa juga saya nggak tahu.☺

Hayati lelah untuk mengetahui perkembangan mereka satu per satu. Toh, hal ini nggak ngefek untuk kehidupan saya juga kan. 

Meski sudah mengurangi penggunaan Fb dan WA, saya belum bisa lepas nih dari Instagram. Saya punya akun IG belum ada setahun sih. Sumpah, mainan IG sangat mengasyikkan. Selain gambarnya yang oke, captionnya juga bisa panjang. Nggak kayak Twitter. 

Terkadang saya lebih suka baca caption lho. Apalagi kalau postingan IG didukung video dan gambar yang banyak. Kompliiiit. Udah kayak blog aja kan?

Meski suka sama IG tapi saya males buka atau ngikutin IG story seseorang meski dia seorang artis atau orbek ((ORBEK)) sekalipun. Jaraaaang banget. Sayang kuota euy, hahaha.

Hal lain yang bikin saya suka IG yaitu ada sista- sista online langganan yang saya nantikan diskonannya. Kalau dulu saya belanja online lewat Facebook sekarang lebih banyak ke Instagram. Kalau sista-sista olshop tersebut ngelapak di market place ya saya ke market place aja dong. Biasanya kan mereka kasih promo gratis ongkir. Mayan kan.^-^.

Yup, saya suka banget belanja online. Habisnya belanja online praktis sih. Harganya juga bersaing sama toko offline.

Selain sista-sista online, tiap hari saya buka IG yang captionnya saya suka karena sangat menginspirasi.

Eh ngomongin tentang caption kapan-kapan aja ya. Takut kepanjangan blogpostnya hahaha.

Dengan mengurangi penggunaan medsos, yang saya rasakan hidup menjadi lebih nyaman dan tentram. Mengurangi penggunaan medsos berarti kan berkurang juga kepo kita terhadap kehidupan mantan orang lain. Sebab hukum alam mengatakan kalau kepo atau tahu status orang di medsos kadang bikin iri.

Menurut saya, ini manusiawi sih. Jika melihat keadaan orang lain yang lebih dari kita pasti deh ngerasa kalau hidup kita gini-gini aja. Kok hidup mereka kayaknya enak ya. Bisa jalan-jalan di sela kerja, bisa kuliah lagi, udah ke sini dan ke situ. Banyak lah kalau dijabarin satu per satu. Bener kan?

Nah ini nih yang lagi saya terapkan. Mengurangi medsos untuk hal-hal yang kurang perlu. Kalau bisa sih memanfaatkan medsos untuk hal-hal yang positif. Sukur-sukur bisa menambah nilai diri kita atau malah menambah penghasilan.

Jujur sih hal ini belum bisa saya lakukan. Soalnya saya kurang aktif di media sosial. Pengennya aktif di blog tapi punya blog satu aja jarang diupdate. Hahaha. Doakan ya semoga rajin update blog dan bisa mengurangi penggunaan media sosial yang kurang perlu.

Media sosial nggak salah kok. Mereka diciptakan karena memang tuntutan zaman yang semakin maju. Hanya kita yang harus bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai medsos memperdaya hidup kita. 

Sapalah temanmu di dunia nyata semanis engkau menyapa orang lain yang belum kamu kenal di media sosial. Rasakan manfaatnya ketika kamu bisa berinteraksi di dunia nyata. Bisa melihat wajahnya, senyumnya, dan ngobrol bareng. Sumpah, itu asyik banget. 


Continue Reading…

Dobel 3 dan Renungannya

Tahun ini saya dan pak suami fix sudah dobel 3. Nggak terasa saya akan memasuki usia cantik, hahahaha. Yah, semoga saja nggak cuma usianya yang cantik tapi juga perilakunya. Aamiin. 

Ngomong-ngomong, ulang tahun saya dan pak suami cuma selisih sebulan sih. Saya duluan yang ulang tahun, sebulan kemudian baru pak suami. Dari kecil kami nggak pernah merayakan ulang tahun. Cuma pas ABG, selebrasi ulang tahun saya biasanya dengan mentraktir sahabat terdekat atau mengajak mereka makan di rumah. 

Semakin berumur, saya kok merasa banyak banget perubahan pada diri saya. Terutama saat berusia 33 tahun ini. Perubahan yang terasa banget sih soal kepribadian saya. Beneran, saya merasa berubah dratis. 

From Pixabay

Ada yang bilang bahwa menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu belum tentu. Ya, semakin berumur, saya semakin sadar bahwa saya makin tua. Flek hitam udah nambah, uban udah muncul, dan saya merasa lebih sensitif. Tapi apa iya saya sudah bertambah dewasa? 

Jika ditanya demikian, saya akan menjawab begini,

hhmm, saya hanya ingin lebih bijaksana menjalani hidup. 

Saya belajar dari orang-orang di sekeliling saya. Bisa dari teman, keluarga, sahabat, tetangga, bahkan netizen di dunia maya. Yang saya temukan bahwa banyak sekali yang sudah berumur secara usia namun sejujurnya mereka belum dewasa. 

Sifat yang belum dewasa ini mirip seperti anak kecil lah. Ada yang meributkan hal-hal kecil yang sebenernya nggak penting, ada yang bertengkar menganggap idenya benar dan berebutan mencari pembenaran tapi mereka tidak tahu mana yang benar. 

Dulu, saya cenderung cerewet dan suka hahahihi, ngomong ya langsung aja nggak pake mikir. Sekarang, apa-apa yang keluar dari jari ataupun mulut saya pikir ulang. Sekarang saya memikirkan dampak apa yang dirasakan oleh orang lain terhadap apa yang saya tulis atau saya utarakan. Jadi, nggak asal ngomong aja.

Perubahan ini nggak serta merta terjadi begitu saja. Pastinya ada proses yang panjang dan perlu dipahami.

Entah, apakah kebiasaan saya membaca buku atau novel mempengaruhi hal ini atau tidak. Namun tiap kali saya selesai membaca satu buku, pasti ada aja hal yang saya ambil hikmahnya. 

Yang paling ngena sih setelah baca Unbelievable Japan. Saya banyak belajar dari sikap dan budaya orang Jepang yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Selain bacaan, bisa saja perubahan ini karena saya gaulnya dengan emak-emak yang mana sangat sensitif dengan berbagai obrolan. Bisa saja apa yang kita bicarakan ditanggapi lain oleh lawan bicara. Ujung-ujungnya malah kita sendiri jadi bahan omongan deh. Wakwaw.-,-

Nah, hal inilah yang membuat saya banyak berubah. Saya mulai mengontrol apa yang saya bicarakan supaya tidak menyinggung orang lain. 

Untuk saya pribadi, saya merasa perubahan ini ke arah yang positif. Saya merasa lebih damai, tenang, dan lebih suka dengan kehidupan saya sendiri tanpa mengusik atau kepo dengan masalah orang lain. Saya hanya ingin bahagia menjalani kehidupan saya sendiri dan keluarga. Makanya saya hidup mengikuti arus saja dan tidak ngoyo. 

Namun, untuk kehidupan sosial saya hanya ingin berbaur seperlunya saja. Toh, dengan demikian saya berharap masih bisa berkontribusi untuk lingkungan baik pertemanan maupun lingkungan tempat tinggal. 

Satu lagi, saat saya search di IG saya menemukan quote seperti ini 

"Bahwa setiap dari kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti. Jadi jangan sibuk mencari dosa orang lain."

Nah, makjleb saya bacanya. Mungkin ini juga yang mempengaruhi perilaku saya akhir-akhir ini untuk lebih dewasa dan bijaksana. Kalau kamu gimana? 
Continue Reading…

Wednesday, August 23, 2017

Malas Ngeblog

Kenapa ya saya malas ngeblog? Malasnya itu sudah tingkat akut. Coba gih tengok postingan saya. Dari tahun ke tahun, bulan ke bulan jumlah postingan semakin sedikit. Sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin saya bagikan. Tapi saat memulai ngeblog rasanya malaas banget. Tiap mau ngeblog badan sudah capek terus tidur. Mau ngeblog sering banget ditunda-tunda. Tarsok tarsok melulu. Kadang saya mikir, kok malas banget gini sih? 

Penyakit malas ngeblog bagi blogger sudah biasa. Yah, mungkin semua blogger pernah mengalaminya. Namun yang membedakan adalah tingkat keakutannya. Ada yang cuma beberapa hari sudah bisa mengatasi kemalasannya. Ada yang berminggu-minggu bahkan sampai bertahun-tahun saking malasnya. 

Sedangkan kemalasan saya untuk ngeblog cukup parah. Jumlah postingan menurun drastis dari waktu ke waktu. Entahlah, belum ada yang bisa membangkitkan semangat ngeblog lagi. Ketika ada keinginan nulis lagi, saya semangat buka komputer. Cuma ngetik suka-suka lalu hapus. Gituuu terus. Kalau besok mau posting, rasanya udah capek ama kerjaan rumah terus malah tidur. Akibatnya nggak bikin postingan sama sekali. Mulai hitungan hari, minggu sampai bulan. Hih. -.-

Gambar dari Pixabay

Memang sih saya belum lama ngeblog. Mulai nulis di blog tahun 2014. Tujuan awalnya cuma pengen mengeluarkan uneg-uneg dan berbagi aja sih. Namun saat itu saya juga pengen banget punya teman dunia maya. Syukur-syukur pertemanan bisa berlanjut juga di dunia nyata. Hahaha, baru mulai ngeblog pengennya udah macem-macem ya.

Selama saya nggak ngeblog, saya masih blogwalking ke beberapa blog namun seringnya nggak ninggalin jejak. Cuma baca aja. Pikir saya, siapa tahu dengan membaca blog orang, semangat ngeblog ada lagi. Kemudian, tetep aja malas. Huhu. 

Ada saran supaya saya nggak malas ngeblog lagi? Hahaha.















Continue Reading…

Wednesday, May 31, 2017

Ramadan Kali Ini

Marhaban ya Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman yang muslim. Daripada blog mlompong, saya mau cerita Ramadan kali ini aja, ya. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya selalu senang dan antusias saat Ramadan tiba. Seakan ada suasana yang berbeda dan selalu dinanti ketika Ramadan datang. Cerita Ramadan kali ini sepertinya sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja saya sudah menemukan ritme baru dalam menjalankan Ramadan tahun ini. 

Dulu, saya sering mendapat chat mohon maaf saat Ramadan mau tiba. Semacam total membersihkan diri untuk menyambut Ramadan. Akhir-akhir ini, sedikit sih. Dan jarang juga membalas percakapan maaf-maafan di grup WA. 

Saling memaafkan ketika mau Ramadan saya ketahui pertama kali saat kuliah. Waktu itu, saya bingung ketika banyak teman cewek yang salam-salaman untuk meminta maaf. Plus disertai dengan cipika-cipiki.

Meski awalnya agak kaget dan kikuk lama-lama hal ini menjadi semacam tradisi di kampus sebelum Ramadan. Maklum, dulu saya nggak pernah melakukan ini. Dan sekarang, saya sudah merasa biasa aja. Apalagi dengan ucapan maaf yang dilakukan secara virtual, ya. Memang sih lebih enak kalau bermaafan di dunia nyata. 

Selain ucapan maaf, Ramadan tahun ini saya lebih enjoy dalam menjalankannya. Mungkin karena sudah menemukan ritme yang baru kali, ya.



Ramadan tahun ini merupakan kali kedua tidak ada asisten. Jika tahun lalu merupakan Ramadan pertama tanpa ART jadi saya agak kacau dalam mengatur waktu dan belanja. 

Berbekal pengalaman tahun lalu, Ramadan kali ini saya lebih bisa mengatur belanja dengan baik sehingga tidak ada makanan yang terbuang percuma. Kalau soal waktu, saya masih kocar-kacir nih. Rasanya ingin bermalas-malasan melulu. Jika waktu sudah agak sore atau mendekati jam buka puasa, baru deh ngurus rumah dan memasak jadi pontang-panting, hahahaha. 

Ramadan kali ini seperti biasa saya sudah nyetok belanja bulanan dan nggak ngemall lagi. Iya, saya dan pak suami memang berkomitmen kalau puasa kami usahakan nggak usah ngemall karena kami nggak kuat dengan ramenya. Apalagi kalau sampai antre di kasir berjam-jam. Duh, bye bye deh! Jika ada barang kebutuhan yang kurang, cukup beli di warung atau mini market dekat rumah.

Kalau untuk makanan, alhamdulillah pak suami termasuk orang yang gampang makan asal nggak pedes. Pak suami memang nggak bisa makan pedes. 

Ngomongin tentang makanan, Ramadan kali ini, saya usahakan membuat menu yang berbeda untuk sahur dan buka. Hal ini terinspirasi dari ibu saya.

Jadi waktu mudik tahun lalu, saya masih bisa merasakan nikmatnya sahur dan buka dengan makanan buatan ibu. Nah, ibu saya membedakan sayuran untuk sahur dan buka. Dan beliau masak menu sahur dadakan jadi terasa fresh saat memakannya. 

Waktu makan itulah saya berpikir untuk merubah pola masak jika Ramadan tiba. Berbeda dengan ibu, biasanya menu untuk sahur saya bikin saat waktu buka. Jadi kalau siang/sore saya masak 2 menu. Menu yang berkuah dimakan saat buka puasa sedangkan menu untuk sahur macam tumis atau ca sayuran. Yes, menu sahur bikin yang simpel aja.

Kenapa saya melakukan ini?

Karena ini memudahkan saya saat sahur. Ketika sahur, saya nggak masak sambil ngantuk. Hal ini juga bisa dijadikan solusi jika saya dan pak suami telat bangun sahur. Kalau menu sahur sudah ada, saya tinggal ngangetin aja. Enak to kalau gini?

Selain menu utama, saat berbuka puasa biasanya saya selalu menyediakan air putih, kurma, buah dan takjil. Saya dan pak suami berbuka dengan simpel sih. Setelah tarawih, kami baru mulai makan. Nah, untuk saya pribadi, Ramadan kali ini saya usahakan untuk nggak makan nasi saat buka puasa. Cukup konsumsi kurma, buah, sayur, dan lauk.

Yah, ini nggak saklek sih. Kayak kemarin, saya makan kupat karena saya lagi pengen makan kupat tahu. Tapi saya usahakan untuk mengurangi karbo. 

Selain masalah karbo, yang berbeda dari tahun sebelumnya yaitu Ramadan kali ini saya dan pak suami bertekad untuk mengurangi gorengan dan makanan bersantan. Mengurangi lho ya bukan menghindari. Alhamdulillah sih sudah berjalan dengan baik.

Sampai saat ini saya cuma bikin bakwan untuk menu kupat tahu. Selebihnya semoga tetap konsisten mengurangi gorengan. Oia, untuk membeli gorengan di pinggir jalan, sekarang sudah jarang banget. Dulu sih pak suami sering banget beli gorengan kalau di rumah nggak ada takjil.

Selain hal-hal di atas, ada hal yang membuat saya bahagia banget. Hal ini sebenarnya biasa aja sih tapi bagi saya merupakan hal yang istimewa. Hm, nganu, alhamdulillah musholla di kompleks tempat saya tinggal sudah bisa dipakai. 

Meski musholla belum 100% jadi sih tapi tempat ini sudah bisa dipakai untuk salat. Seneng banget ketika warga gotong royong mempersiapkan musholla untuk persiapan salat tarawih. Saya juga seneng ketika salat banyak juga anak-anak yang ikut. Meski rame dan agak berisik tapi saya sangat menikmati momen seperti ini. Karena saya yakin kalau hal ini akan menjadi kenangan yang indah nantinya.*halah

Warga kompleks memang menantikan musholla. Dengan adanya musholla maka kegiatan tarawih dan kegiatan-kegiatan lain bisa dilakukan di musholla. Semoga nantinya ada banyak kegiatan lain untuk memakmurkan musholla. Harapan saya, ramainya musholla tidak hanya saat-saat tertentu saja. Kapan pun, musholla bisa menjadi tempat yang sejuk dan bermanfaat untuk menunjang kegiatan di kompleks.

Ini cerita Ramadan saya kali ini. Kalau cerita Ramadan kalian apa nih? ☺



















Continue Reading…

Wednesday, May 17, 2017

Alasan Memilih Rice Cooker Sebagai Kado Pernikahan

Bingung mau ngasih kado pernikahan? Sebenarnya banyak lho barang yang bisa dijadikan kado pernikahan. Nggak usah jauh-jauh deh, alat rumah tangga bisa dijadikan pilihan kok. Salah satunya rice cooker.

Enam tahun lalu, saat sepupu saya menikah, saya bingung mau kasih kado apa. Kalau ngasih kado takut enggak dipakai atau pengantinnya nggak suka. Belum lagi soal harganya. Pengennya sih kado yang pas di kantong dan barangnya bakal dipakai. 

Saya sempat googling dan tambah bingung, hahahaha. Soalnya, banyak banget pilihan yang yang dikasih sama Mbah Gugel. Yah, saya baca aja sih saran-sarannya. Lalu saya diskusi dengan pak suami biar sama-sama enak. Siapa tahu pak suami juga bisa kasih ide.  

Setelah diskusi dengan pak suami, kami sepakat untuk membeli rice cooker. Bukan tanpa alasan sih kenapa kami memilih rice cooker untuk kado pernikahan. Beberapa pertimbangan kenapa rice cooker bisa dijadikan kado pernikahan antara lain :

#Pasti Dipakai

Saat membeli kado untuk pernikahan, pasti dong kita kepikiran kalau kadonya bakal dipakai atau enggak. Bermanfaat atau enggak. Iya, kan?

Nah, kalau ngasih rice cooker sih kemungkinan besar bakal dipakai. Karena kan pengantinnya juga makan nasi. Jadi beliin saja alat untuk membuat nasi. Lah, zaman sekarang kan jarang banget yang masak nasi dengan cara diaron. 

Eh, meski masak nasinya dengan cara tradisional pun, rice cooker masih bisa digunakan untuk menghangatkan nasi kan? Jadi yakin bakal dipakai deh. 

#Harga Terjangkau

Rice cooker ada bermacam varian. Mau yang biasa atau yang canggih semua ada. Rice cooker yang hanya untuk memasak nasi, harganya banyak terjangkau. Kalau kamu mau beli yang agak mahal pun dan nggak pengen kantongnya jebol, masih bisa diakali lho. Coba ajak teman atau saudara untuk patungan beli rice cooker deh. Dengan begini kan rice cooker jadi ramah di kantong kan?

#Mudah Didapat

Saat ini, rice cooker bukan termasuk barang mewah. Banyak toko peralatan rumah tangga yang menjual rice cooker. Bahkan toko-toko yang ada di pasar atau dekat rumah pun banyak yang jual.

Jadi kalau bisa cari kado pernikahan yang mudah didapat, kenapa enggak?

#Multi Fungsi

Iya, rice cooker nggak cuma untuk memasak nasi saja. Banyak yang menggunakan rice cooker untuk membuat mie instan, memasak telur, merebus air, dll. Meski belum pernah mencoba, tapi banyak lho anak kos yang melakukan ini, hahaha. Yah, kalau kepepet apa pun bisa terjadi, kan? ☺

Nah, itu tadi beberapa pertimbangan dalam memilih rice cooker sebagai kado pernikahan.


Pengalaman saya, dulu sih rempong banget bawa kado segede rice cooker. Bayangin aja ya saya dan pak suami naik motor bawa kado segede rice cooker dari Tanjung Barat ke Bekasi. Byuh, kalau ingat masa-masa itu jadi ketawa sendiri.

Kalau sekarang sih nggak usah rempong dan khawatir. Hal ini bisa disiasati kok. Caranya beli saja rice cooker secara online. Kalau gini kan rice cooker bisa langsung dikirim ke alamat pengantin. 

Kalau membeli online, waktu pengiriman juga fleksibel. Misalnya, kalau pengantin segera menempati rumah baru kan bisa dikirim kapan aja saat si pengantin sudah di rumah yang baru. Hal ini malah membantu pengantin karena mereka nggak perlu membawa barang yang banyak.

Bayangkan aja nih, kalau mereka udah di rumah baru lalu mendapat kado alat rumah tangga yang baru pula. Jadi dobel kan senangnya?

Masih mikir buat nyari kado pernikahan? Buruan gih beli rice cooker. 


Continue Reading…

Tuesday, April 25, 2017

SoMan, Kebaikan Alam dari Indonesia

Saya senang sekali ketika mengikuti acara Blogger Day 2017 by SoMan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun Blogger Crony ke-2. Rangkaian acara Blogger Day 2017 saya ceritakan terpisah di sini. Di balik kesuksesan acara Blogger Day tentu saja tak lepas dari campur tangan panitia dan para pendukung acara ini, salah satunya yaitu SoMan.



Jujur ya, awalnya saya juga tidak tahu tentang SoMan. Nah, di acara Blogger Day sewaktu sesi Blogger Bersama SoMan, acaranya seru banget. Para peserta dibagi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberi kartu yang bergambar buah, sayuran, dan rempah dari Indonesia. Permainannya yaitu kami disuruh mengelompokkan dengan benar yang mana buah, sayuran, dan rempah.

Meski terlihat sepele namun banyak sekali yang salah dalam mengelompokkan. Akhirnya kelompok saya kalah, huhuhu. Saya tes ya. Tomat itu termasuk buah atau sayuran? Lalu, belimbing wuluh termasuk golongan mana hayooo?  

Apa tujuan dari permainan ini? 

Ternyata kami baru sadar bahwa begitu banyak kekayaan alam di Indonesia yang mempunyai manfaat sangat besar bagi kesehatan. Dan, betapa sedikitnya kita yang tahu akan hal ini. Bahkan untuk membedakan antara buah dan sayur saja masih salah.

Indonesia sebagai negara tropis dan berada di garis khatulistiwa, dianugerahi kekayaan alam yang melimpah. Banyak sekali tanaman yang tumbuh subur di tanah Indonesia. Mau menanam buah, sayuran, dan rempah pun juga mudah. Maka tak heran, komoditas inilah yang dulu diincar oleh penjajah.

Komoditas di bidang pertanian yang meliputi buah, sayuran, dan rempah di Indonesia sebenarnya sangat melimpah. Hasil pertanian ini akan diolah menjadi aneka produk yang sudah turun menurun digunakan oleh masyarakat, misalnya saja jamu. Iya, jamu dipercaya merupakan produk herbal yang berguna bagi kesehatan. Sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang kita menggunakan bahan-bahan dari kekayaan alam Indonesia untuk membuat jamu. 

Masyarakat Indonesia secara turun-temurun menggunakan jamu untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai penyakit. Mereka minum jamu karena percaya akan khasiatnya dan minim memberikan efek negatif pada tubuh. Sehingga hal ini memunculkan kesadaran untuk kembali ke alam. Maka tak heran saat ini slogan back to nature menjadi sebuah gerakan perubahan gaya hidup yang mendunia. 

Hal inilah yang digunakan sebagai dasar pembuatan SoMan. Sozo Formula Manggata 1 atau SoMan adalah obat herbal dalam bentuk cair (tetes) yang diformulasikan untuk meningkatkan imun dan menjaga tubuh tetap sehat. Bahan untuk membuat SoMan yaitu campuran 18 buah-buahan, 12 sayur-sayuran, dan 9 rempah terpilih. SoMan mengandung senyawa fitonutrien yang baik untuk menjaga imun tubuh dan menjaga kesehatan. SoMan juga mengandung multivitamin (A,C,E,K), asam amino esensial dan non-esensial, EPA, DHA, dan omega (3,6,9).

Wow, saya takjub ketika tahu bahan baku untuk membuat SoMan adalah 39 bahan-bahan alami dari kebaikan alam Indonesia. Saya baca berulang kali komposisi di kemasannya dan tidak mendapatkan tulisan bahan kimiawi. Semua bahan yang tertera adalah campuran buah, sayuran, dan rempah dari Indonesia. Maka di kemasannya ada peringatan bahwa SoMan harus habis dalam 30 hari setelah botol dibuka.

Bahan Alami SoMan

#Keunggulan SoMan

SoMan adalah obat herbal yang menggunakan kekayaan alam dari Indonesia mempunyai beberapa keunggulan yaitu :

1. Terbanyak 
SoMan merupakan obat herbal yang bahan bakunya terbanyak yaitu terdiri dari 39 bahan alami yang terdiri dari buah-buahan, sayur-sayuran, dan rempah Indonesia.

2. Tekuat 
SoMan langsung bekerja ke masalah kesehatan dan menjaga imun tubuh.

3. Tertinggi
SoMan merupakan obat herbal yang pH-nya paling tinggi yaitu 9,1-9,4 sehingga mendekati basa.

4. Terkompleks
Proses bahan-bahan dalam pembuatan SoMan dilakukan secara bioteknologi modern selama 9-12 bulan di pabrik yang berstandar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Benar) 

5. Teruji dan Terpercaya,
SoMan telah mengantongi serangkaian uji antara lain Uji Kandungan & Toksisitas di Lab Saraswanti Indo Genetech, Uji Fitokimia di LPPM IPB, Uji Pre Klinik Kolesterol di Universitas Pancasila, dan Uji Klinik Diabetes di Universitas Gadjah Mada.

6. Terbukti
Banyak konsumen yang merasakan khasiat SoMan. 

7. Terbaik
Karena 100% mengandung bahan alami, SoMan tidak memberatkan kerja ginjal dan hati sehingga aman dikonsumsi jangka panjang oleh segala usia.

#Cara Pemakaian SoMan

Untuk menjaga imun tubuh, SoMan dikonsumsi 5 tetes 3x sehari. Sedangkan dosis untuk pencegahan penyakit ataupun pemulihan penyakit yaitu 7-10 tetes 3x sehari. Caranya, larutkan SoMan ke dalam 50-100 ml air putih. Ingat ya, airnya jangan air panas. Konsumsi SoMan saat bangun tidur, sebelum makan siang, dan sebelum tidur atau dalam keadaan perut kosong. 

SoMan juga bisa dikombinasikan dengan obat medis. Caranya, konsumsi SoMan dua jam sebelum minum obat medis.

#Pengalaman Mengonsumsi SoMan

Di Acara Blogger Day, seluruh peserta mendapat SoMan yang bisa dicoba di rumah. Selama mengonsumsi SoMan selama sebulan, saya kadang minum kadang lupa. Seringnya saya lupa saat mau minum sebelum tidur karena saya orangnya gampang ngantuk. Kalau tidur malam, saya seringnya ketiduran ketika rebahan di sofa bed.

Saat saya menuang SoMan ke dalam gelas, tampak cairan berwarna coklat. Begitu pun saat tetesan SoMan dan air saya aduk, air berubah agak sedikit coklat.



Rasanya seperti minum air putih biasa tapi agak terasa basa. Kalau orang Jawa bilang, agak sepo sedikit.

Selama mengonsumsi SoMan, BAB lancar. Jujur aja, selama ini saya menjalankan food combining jadi tidak ada masalah berarti selama BAB. Namun jika kurang serat dari sayuran, kadang BAB saya agak keras. Biasanya saya cheating saat weekend jadi terkadang saya kurang serat. Berkat mengonsumsi SoMan, BAB agak lancar.

Waktu tes kesehatan dan kebugaran di Acara Blogger Day, hasil tes gula darah dan kolesterol saya normal. Jadi untuk kasus ini, saya tidak ada masalah.

Masalah saya yaitu gangguan hormon karena saya penderita PCO. Tiap bulan saya haid tidak teratur, seringnya mundur. Selama ini saya mencatat jadwal haid di kalender dan aplikasi. Jujur aja, selama mengonsumsi SoMan selama sebulan, belum berefek pada keseimbangan hormon saya.

Jadwal Mens di Aplikasi

Saya maklum akan hal ini karena masalah hormon merupakan masalah yang kompleks. Faktor makanan dan gaya hidup sangat berpengaruh pada keseimbangan hormon. Pun begitu dalam mengonsumsi SoMan, hasil tiap orang tidak bisa sama. Apalagi SoMan mengandung bahan alami jadi efeknya tidak bisa langsung terlihat saat itu juga. Butuh waktu untuk bisa merasakan manfaat SoMan. 

Dalam pengujian klinis di UGM terhadap penderita diabetes dilakukan selama 3 bulan baru terlihat hasilnya. Maka konsumsi selama sebulan bagi saya belum berdampak secara signifikan. 

Namun tidak salahnya kalau kamu ingin mencoba mengonsumsi SoMan dan merasakan manfaatnya karena SoMan adalah kebaikan alam dari Indonesia. 


Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com