Tuesday, November 29, 2016

Mengunjungi Bulir-bulir Budaya dan Sejarah di Yogyakarta

Yogyakarta, akrab disebut Yogya, merupakan salah satu tempat yang cukup populer untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata. Selain karena sejarah panjang yang sempat menjadikan Yogyakarta menjadi Ibukota negara, kebudayaan di Yogyakarta juga turut menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke sini. 

Bagi Teman-teman yang belum sempat menikmati tempat-tempat wisata di Yogya, ayo segera buat planning untuk berkunjung ke sini. Namun jika aktivitasmu cukup padat dan memiliki waktu liburan yang minim, sebaiknya lewat jalur udara saja, yakni naik pesawat.

Untuk menghemat budget, Teman-teman bisa menggunakan maskapai penerbangan yang menawarkan tiket murah. Salah satunya dengan harga tiket Citilink yang cukup terjangkau, kamu bisa sampai Yogya dengan murah dan cepat. Agar lebih mudah, sebaiknya sih memesan hotel sekaligus booking tiket Citilink murah secara online.  Namun perlu diingat, pastikan website yang Teman-teman  kunjungi terpercaya.

Nah, sebelum berpergian pastikan Teman-teman telah mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dulu secara matang. Hal-hal yang perlu kamu siapkan diantaranya itinerary perjalanan, barang-barang apa saja yang akan dibawa, hotel untuk menginap, dan tiket perjalanan untuk pulang-pergi. 

Sumber : fariantoal-farizy.blogspot.com


Untuk itinerary, kamu bisa browsing terlebih dahulu agar nanti tidak kebingungan saat sudah sampai Yogya. Memang ada apa saja sih di Yogyakarta sehingga sering dijadikan destinasi yang wajib dikunjungi? 

Salah satunya karena ada objek budaya yang cukup populer, bahkan terkenal sampai ke mancanegara, yakni Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Meskipun Candi Borobudur sebenarnya sudah masuk area Magelang, namun kebanyakan orang masih beranggapan bahwa Candi Borobudur berada di Yogyakarta.

Sumber : halokawan.com


Candi Borobudur termasuk ke dalam salah satu keajaiban dunia, sedangkan Candi Prambanan diklaim sebagai candi tercantik di dunia, lho! Luar biasa kan? 

Candi Prambanan sendiri merupakan ikon dari kisah Roro Jongrang. Kisahnya dimulai ketika Roro Jongrang meminta kepada laki-laki yang mencintainya membuat candi dengan 1000 arca hanya dalam waktu 1 malam saja. Namun alasan sebenarnya, Roro Jongrang tidak mencintai laki-laki tersebut, sehingga Roro Jongrang meminta hal yang menurutnya tidak mungkin bisa dilakukan. Nama lelaki itu adalah Bondowoso. 

Menurut cerita, ternyata Bondowoso hampir selesai memenuhi permintaan Roro Jongrang dan telah membuat 999 arca. Namun Roro Jonggrang tak menyerah untuk bisa menggagalkannya. Akhirnya Roro Jongrang meminta seluruh warga membuat api yang cukup besar untuk membentuk suasana pagi. Karena mengetahui kondisi tersebut, Bondowoso kecewa dan mengutuk Roro Jongrang sehingga ia menjadi arca yang ke-1000.

Nah, kembali ke kisah nyata, Candi Prambanan memiliki 3 bagian, yakni Candi Wisnu, Candi Brahma dan Candi Siwa. Di masing-masing candi terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan zaman dulu ataupun dongeng-dongeng masa lalu. Relief di candi ini juga menceritakan tentang kisah Ramayana, lho! Bahkan, Candi Prambanan ini pernah menjadi latar film Hollywood The Philosopers yang salah satu pemainnya adalah Cinta Laura. Jadi, Teman-teman jangan sampai ketinggalan untuk ke sini juga, ya!

Selain candi, tempat kebudayaan lain yang sering menarik minat wisatawan adalah Keraton Yogyakarta. Keraton merupakan tempat untuk menyimpan barang-barang milik kesultanan. Benda-benda kerajaan yang disimpan di keraton ini diantaranya benda-benda pusaka seperti keris, koleksi lukisan, tombak, dan gamelan serta gong. 

Sumber : tripteaser.fr

Keraton Yogyakarta juga memiliki bangunan yang unik disertai dengan balairung-balairung yang luas. Sehingga selain wisata sejarah dan budaya, Keraton Yogyakarta juga bisa menjadi spot asyik yang bisa dijadikan tempat untuk foto-foto. Di sini juga sering diadakan pagelaran seni yang akan menghibur para pengunjung setiap harinya.

Beralih dari Keraton Yogyakarta, ada juga Museum Ullen Sentalu yang kental dengan kebudayaan Jawanya. Museum ini menampilkan cerita kehidupan masyarakat Jawa zaman dulu, khususnya para bangsawan Dinasti Mataram. Selain itu, museum ini juga memamerkan tokoh raja dengan menggunakan pakaian yang biasa dipakai, serta menampilkan permaisurinya. 

Sumber : pieceofmyjourney.wordpress.com

Museum ini juga disebut-sebut sebagai museum terbaik di Indonesia, lho. Letak museum ini di lereng Gunung Merapi, sehingga suasananya terasa sangat sejuk dan asri. Di sini juga terdapat tourguide yang bisa memandu pengunjung untuk berkeliling museum ini. 

Selamat jalan-jalan menikmati sejarah dan budaya Yogyakarta, ya.^-^


Continue Reading…

Monday, November 28, 2016

Saat Blog Dihack

Saya tidak akan melupakan kejadian minggu kemarin yang membuat saya baper banget. Kejadian terbaper minggu kemarin adalah saya membatalkan job karena blog diserang hacker. Saat mengetahui blog dihack, rasanya stress dan hampir putus asa. Woalah, ternyata gini ya rasanya blog diserang hacker. 

Gambar dari Pixabay

Mungkin saya lebay mengatakan ini tapi seriously, bagi blogger ketika tahu blognya diserang hacker, rasanya hopeless dan bingung. Gimana enggak coba? Yang ada di pikiran saat itu pasti memikirkan nasib artikel yang sudah dipublish. Apakah artikelnya hilang atau masih bisa diselamatkan?

Bagi blogger, siapapun pasti tahu kalau artikel merupakan harta yang sangat berharga. Dalam membuat satu artikel saja, blogger kadang tak hanya cukup menulis. Ada banyak proses sebelum artikel dipublish. Mulai dari mencari ide, memikirkan konsep, foto bahkan banyak juga yang mencari informasi tambahan untuk menambah isi postingan. 

Itu baru proses pembuatan satu artikel, lho. Bisa membayangkan gimana rasanya kalau artikel yang sudah publish di blog jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan tiba-tiba hilang?? Apalagi jika ada yang menjadikan blognya sebagai tempat mencari rejeki. Hhmm, pasti deh rasanya kliyengan. Sia-sia rasanya usaha merintis blog selama ini. 

Dan, saya baru saja mengalami hal ini. Serius, saat tahu blog dihack, yang ada di pikiran saya hanya ingin menyelamatkan postingan. Udah itu saja. Lha mau apalagi? Iya, tho?

Jumat sore (25/11) saya baru saja mendapatkan job dari sebuah agency. Pihak pemberi kerja saat itu mensyaratkan artikel tayang di blog sebelum tanggal 27 November. Segera setelah mendapat email, saya mulai bekerja dan membuka dashboard blog. Saat melihat statistik blog, saya agak kaget. Tumben amat pageview saat itu cuma 1, biasanya saya dapat pageview di atas 500 jika tidak ada artikel yang baru. Jika ada postingan baru biasanya mencapai 900-1000 pageview. 

Saya tidak berpikiran negatif sama sekali. Pikiran saat itu mungkin karena blogger punya kebijakan baru dalam perhitungan pageview. Maklum, blogspot baru saja mengubah tampilan dashboardnya jadi bisa saja mereka juga mengubah perhitungan pageview pada blogspot. Toh, blog saya juga bukan blog yang populer jadi saya masih menganggap hal itu wajar. 

Setelah utak-atik naskah sebentar di dashboard blog, saya mematikan komputer karena Jumat sore jadwal untuk senam. 

Sepulang dari senam, saya membuka dashboard blog lagi. Pageview masih belum bergerak dari angka 1. Karena penasaran, kemudian saya iseng membuka blog dan kaget bukan main ketika tahu tampilannya seperti ini

Blog Saya yang Dihack

Mulai saat itu juga saya panik banget karena sadar blog dihack. Blog saya diretas. 

Duh, kenapa ya blog saya dihack? Padahal bukan blog yang populer. Ngehacknya kok ya pas banget saya mau mengerjakan job. Hahahaha, ya nasiiib. Meski panik tapi saya berusaha tenang. Kalem dan woles saja. Saya mencoba menjernihkan pikiran dan mencari solusi supaya blog bisa diakses lagi. 

Ketika pak suami pulang kantor, saya mengadukan hal ini. Sarannya cuma disuruh tanya ke komunitas blog yang saya ikuti, berharap ada yang membantu memberi solusi. Segera saya mengabarkan hal ini via telegram grup blogger yang saya ikuti. Atas saran salah satu member, saya disuruh melapor ke penyedia domain. Saya pun mengikuti saran tersebut.

Malam itu juga saya melaporkan hal ini ke pihak penyedia domain. Meski tanggapan direspon cepat oleh customer service namun secara teknis hal ini belum mendapat respon sampai esok hari. Entahlah. 

Mungkin karena saya stress memikirkan blog dan job yang sudah mepet deadline, pak suami akhirnya membantu mencari solusi.

Beberapa kali saya membuka email dan portal di penyedia domain berharap sudah ada solusi namun hasilnya masih nihil. Maka Sabtu pagi pak suami mulai tanya ke temannya yang ahli IT dan saya juga tanya ke adik yang kebetulan tahu seluk beluk pemrograman. Maklumlah pak suami tidak punya background IT, jadi lumayan bingung dengan masalah ini. Kami berdua mencoba mencari solusi dengan bertanya sana-sini. Sebenarnya saya mau tanya ke tetangga yang ahli IT tapi sungkan. Hehehe saya orangnya ewuhan kalau minta bantuan. Jika memang tidak bisa dikerjakan bersama, baru deh kami menyerah dan minta tolong orang lain. 

Sabtu siang pak suami mengutak-atik blog dan saking bingungnya sampai minta bantuan ke google. Karena ini tentang blogging, akhirnya percakapan dialihkan ke Blogger Help Forum. Saya juga baru tahu tentang forum ini. Blogger Help Forum semacam forum diskusi tentang blogging yang kebanyakan bule. Di forum ini, banyak juga member yang merespon pertanyaan dari saya (tepatnya pak suami sih, hahaha). Yap, jadi pak suami memakai email saya untuk mencari bantuan di forum tersebut. 

Kalau melakukan diskusi di forum internasional nggak main-main, lho. Sebelum bertanya sebaiknya baca dulu diskusi sebelumnya, siapa tahu masalah yang mau ditanyakan sudah pernah dibahas. Kalau sudah pernah dibahas, kayaknya yang respon sedikit. Yah, mungkin semacam wasting time bagi mereka. 

Sebelum bertanya, pak suami sudah mencoba saran di forum tersebut yang kebetulan mempunyai masalah hampir sama. Ketika sudah buntu, barulah mengirim email dan bilang kalau sudah mencoba solusi di forum tapi belum ada hasilnya. Akhirnya pak suami mendapat balasan dari salah satu member. Dari dia, diketahui bahwa kode DNS saya harus diganti. Nah lo, apa itu DNS? Saya juga nggak ngerti, hahaha. 

Untuk mencari kode DNS yang dimaksud bule tadi, semula pak suami ngecek di kode HTML template blogger. Lah, siapa tahu kode itu ada di situ. Setelah dicari ternyata nggak ada. Malah pak suami menemukan kode HTML yang aneh di blog saya lalu diganti dong kode yang aneh itu. Setelah membetulkan kode HTML, pak suami kembali kirim email dan tanya dimana kode DNS yang dimaksud. 

Yaelah, pak suami juga dikasih beberapa link artikel blogging untuk solusi masalah ini. Nah, untuk mengetahui kode DNS, si bule menyuruh buka ke penyedia domain. 

Hari Minggu, pak suami mulai mengutak-atik blog lagi. Mulai mengurus HTML, tanya lewat email, masuk ke portal penyedia domain, ganti password dan melakukan perubahan DNS di sana. Namun tidak serta merta blog saya simsalabim langsung sudah bener. Enggaaak. Masih menunggu waktu 1-4 jam euy.

Hari Minggu siang pak suami sudah agak optimis blog bakal beres, tinggal menunggu waktu pemulihan saja. Namun biar tegangnya berkurang, kami memutuskan ngemall sore. Dadakan sih ngemallnya dan cuma sebentar doang, yang penting agak rileks. 

Sekembalinya dari mall, pak suami mencoba akses ke blog saya masih belum bisa juga. Jujur, saat itu saya juga khawatir kalau usahanya nggak berhasil. Di sisi lain, saya sedikit lega karena sudah membatalkan job jadi nggak ada tanggungan. Meski lega tapi agak sedih juga sih karena kesalahan teknis jadi job hilang. 

Karena malam  itu sudah ngantuk banget maka kami tinggal tidur dan mencoba nggak kepikiran blog lagi. Mencoba ikhlas apapun hasilnya nanti. 

Mungkin usaha memang sebanding dengan hasil. Senin pagi tadi pak suami mencoba akses ke blog saya, akhirnya bisa! Alhamdulillah, usaha tanya sana-sini nggak sia-sia. Sekarang blog bisa diakses lagi. Senangnya. ☺

Dari kejadian yang saya alami, kalau blog dihack sebaiknya melakukan hal-hal ini :

1. Tanya ke komunitas blogger

2. Lapor ke penyedia domain atau hosting

3. Mencari solusi dengan tanya ke teman yang ahli IT atau ke mbah gugel. Kalau tanya ke mbah gugel, yang paling nyebelin itu isi postingannya hampir sama semua bahkan ada yang plek ketiplek persis namun kurang menyelesaikan masalah. Cuma judul postingan saja yang menarik

4. Tanya ke Blogger Help Forum

5. Berdoa supaya semuanya lancar dan blog bisa diakses lagi ^-^

Hikmah yang bisa saya ambil saat blog dihack yaitu untuk selalu membackup dan meningkatkan pengamanan blog. Dengan melakukan backup dan mengganti password secara berkala mungkin salah satu cara untuk melindungi blog kita. CMIIW ya. 

Teman-teman pernah mengalami blog dihack juga, nggak? Gimana solusinya? 


















Continue Reading…

Monday, November 21, 2016

Belajar Bahasa Jepang untuk Pemula

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat whatsapp dari saudara sepupu. Dia menanyakan bagaimana cara belajar bahasa Jepang untuk pemula. Duh, sejujurnya saya belum pantas kalau disuruh menjawab pertanyaan ini. Lah, saya belajar bahasa Jepang juga masih dasar banget dan belum cas cis cus ngomongnya. Tapi kalau sekadar sharing gimana cara belajar bahasa Jepang sih sebenarnya sudah pernah saya ceritakan di sini.

Postingan tersebut sebenarnya menjawab pertanyaan pembaca yang menanyakan belajar bahasa Jepang di LBI UI. Daripada reply komen kepanjangan maka saya bikinkan postingan saja. Sekalian nambah jumlah postingan kan? Hahaha.



Namun kali ini saya akan cerita pengalaman belajar bahasa Jepang untuk pemula. Karena saya juga belajar bahasa Jepang dari nggak ngerti apa-apa sama sekali. Iya, kayak petugas SPBU, saya mulai dari nol. Makanya saya sangat memahami saudara sepupu yang baru belajar bahasa Jepang. Maklum, dia bekerja di perusahaan Jepang dan si Bos baru-baru ini memberikan pelatihan bahasa Jepang tiap hari. Minimnya pengetahuan tentang bahasa Jepang bahkan bisa dikatakan tidak punya sama sekali, membuat sepupu saya agak kebingungan. 

Ketika dia menanyakan bagaimana cara belajar bahasa Jepang, saya langsung teringat saat pertama kali belajar bahasa Jepang. Saya pertama kali belajar bahasa Jepang karena ingin menghabiskan waktu luang saja karena waktu itu memang bengong dan bosan di apartemen. Iyes, saya belajar bahasa Jepang pertama kali saat tinggal di Jepang tepatnya tahun 2014 lalu. 

Saya masih ingat, sensei saya yang asli Jepang ketika melihat saya kesusahan menulis huruf Hiragana, beliau bertanya, 
"Is it your first time learn Japanese?"
Dan saya dengan mantap menjawab, "Yes." 

Saat itu saya sangat kewalahan menulis dan menghafalkan huruf Hiragana. Karena kewalahan dan hampir nggak mau balik les lagi, saya sempat bertanya dalam hati, kenapa harus belajar huruf ini? 

Ketika balik lagi ke Indonesia saya nggak melanjutkan les Jepang. Saya sudah hopeless duluan dengan hurufnya. Namun nggak nyangka kalau saya mendapat kesempatan belajar bahasa Jepang kali kedua. Dengan alasan yang sama saya dapatkan ketika mengikuti dinas pak suami di Shin Yokohama. Meski cuma dua bulan belajar di sana namun saya sangat menikmati proses belajar bahasa Jepang dari dasar. Dan, sayang juga kan kalau tidak dilanjutkan ilmunya. 

Makanya saya bertekad melanjutkan les Jepang sekembalinya di Indonesia. Alhamdulillah, janji itu saya tepati. Terhitung sejak pertengahan 2015 sampai sekarang saya masih survive belajar bahasa Jepang di LBI UI. Ceritanya bisa dicari di label 'Jepang' ya. 

Bagi pemula yang mau memahami dan mengerti bahasa Jepang, memang benar kalau menguasai huruf Hiragana dan Katakana itu wajib. Kenapa? Karena semua buku pelajaran bahasa Jepang tulisannya (sebenarnya) Kanji. Tapi buku bahasa Jepang untuk belajar, biasanya tulisan Kanji ada cara membacanya memakai huruf Hiragana. Nah, kalau kita tidak bisa membaca huruf Hiragana akan kesusahan belajar kan?

Di samping menguasai huruf Hiragana dan Katakana, sebaiknya menguasai percakapan dasar. Percakapan yang mudah-mudah saja, tidak usah yang sulit dulu. Misalnya ucapan salam, bertanya ini-itu, menjelaskan ini-itu tapi dengan simple. Misal, ohayou gozaimasu (selamat pagi). Kore wa hon desu ( Ini buku). 

Belajar bahasa Jepang bisa juga lewat buku atau YouTube. Kalau buku, saya lebih menyarankan untuk beli buku Minna no Nihon go deh. Sebab, selama saya les di UI memakai buku tersebut dan penjelasan di buku tersebut juga rinci. Bikin belajar bahasa Jepang makin mudah. 

Buku tersebut memberikan ulasan bahasa Jepang secara bertahap dari yang mudah sampai yang sulit. Bahkan di setiap bab juga ada penjelasan tentang kehidupan atau kebiasaan yang ada di Jepang. Jadi selain bisa belajar, kita juga tahu keseharian masyarakat Jepang. 

Oia, saya mendapat buku Minna no Nihon go 2 versi yakni versi Jepang dan Inggris. Yang versi Inggris sih menjelaskan apa yang ada di versi Jepang. Sedangkan yang versi Jepang, isinya Kanji dan Hiragana plus banyak latihan soal di setiap babnya. Jadi lumayan lengkaplah kalau punya kedua versi tersebut.

Untuk mendapatkan buku Minna no Nihon go, jujur saya kurang tahu. Lha kan biaya les di UI sudah sepaket dengan bukunya. Kalau misal di toko buku Gramedia atau yang lain nggak ada, mungkin bisa dicari di Kinokuniya. Maaf ya saya nggak promosi. Kenapa Kinokuniya? Karena toko buku ini kan milik Jepang jadi siapa tahu ada buku Minna no Nihon go di sana. 

Kesimpulannya apa? Untuk belajar bahasa Jepang bagi pemula, sebaiknya menguasai huruf Hiragana dan Katakana dulu. Kemudain kita bisa belajar melalui buku ataupun internet. 

Nah, Teman-teman punya pengalaman belajar bahasa Jepang nggak? Ceritain dong.^-^.




















Continue Reading…

Thursday, November 03, 2016

Blogger dan Program 3Ends Milik Serempak

Kamis (27/10) merupakan hari yang spesial buat saya. Spesial karena hari itu saya bisa mengikuti acara 'The Power of Content' yang diselenggarakan oleh KPPPA. Tepat di hari itu pula merupakan Hari Blogger Nasional. Ya, baru kali ini saya mengikuti acara yang bernuansa ulang tahun ala blogger. 



Saat memasuki ruangan di Binus FX, nuansa Indonesia sangat terasa. Dengan dress code nationality, para blogger datang memakai busana warna-warni yang dihiasi aksesoris khas Indonesia. Wah, saya tersenyum melihat mereka semua dan kagum dengan keberagaman Indonesia. 

Tak hanya itu saja. Hati saya berdesir dan seolah tersihir dengan lagu 'Gue Kece' milik Lil Rascal. Lagu dengan beat yang cepat dan kece membuat saya semakin semangat, tak sabar menunggu acara dimulai. 

Eits, dada saya sesak dan haru ketika acara mau dimulai. Semua orang yang ada di ruangan berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Duh, lama nian saya tidak mengikuti seremonial acara seperti ini. Sungguh, saya terharu. 

Program 3Ends Milik Serempak

Pembicara pertama yang sekaligus membuka acara, Ratna Susianawati dari KPPPA menjelaskan tentang Serempak. Serempak kepanjangan dari Seputar Perempuan dan Anak, yang merupakan portal milik KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Portal yang beralamatkan www.serempak.id ini memberikan ruang kepada masyarakat untuk aktif dan peduli tentang hal/isu mengenai perempuan dan anak. 

Ibu Ratna Susianawati Sedang Memberikan Paparan

Di dalam portal tersebut, kita, sebagai masyarakat baik perempuan ataupun laki-laki bisa membuat akun dan melakukan diskusi interaktif terhadap topik yang ada. Bahkan, kita juga bisa berkontribusi memberikan tulisan di laman tersebut.

Lebih lanjut, Ratna mengharapkan agar blogger dapat membantu memberikan informasi tentang perempuan dan anak. Dengan kemajuan teknologi, diharapkan banyak orang di luar sana yang melek terhadap isu ini. 

Hal ini sejalan dengan program yang sedang dijalankan oleh KPPPA yaitu 3ends. Iya, 3 program untuk perempuan dan anak yang harus diakhiri, antara lain kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan. 

Pembicara kedua, yaitu Maman Suherman. Saya tidak asing dengan Kang Maman, sapaan akrab beliau. Kang Maman adalah penulis buku best seller dan notulen pada acara komedi yang tayang di salah satu teve nasional.

Kang Maman dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan sungguh mengerikan. Setiap hari pasti ada kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Saya terhenyak ketika Kang Maman memberikan contoh kasus. 

Satu yang saya ingat yaitu tentang impian seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya biar bisa ke luar negeri. Awalnya saya tersenyum mendengar impian anak tersebut. Lalu senyum saya berubah ketika mengetahui alasan si Anak untuk ke luar negeri. Alasannya adalah supaya dia bisa jauh dari ayah dan kakak laki-lakinya yang sering melakukan kekerasan seksual kepadanya. Duh, saya miris mendengarnya. 

Persoalan perempuan merupakan persoalan kemanusiaan. Jika kita diam, apa jadinya negeri ini? Karena perempuan bukan hanya soal peraduan, pinggang, pigura, dan pergaulan saja. Namun, perempuan merupakan pilar yang membangun negeri ini. Pilar yang akan menopang keluarga dan membangun negara. Jika pilarnya runtuh, maka bangunan akan runtuh juga kan?

Kata Kang Maman, persoalan kekerasan atau kejahatan pada perempuan bukan karena rok mini tapi karena otak mini dari pelakunya.

Blogging

Setelah dua narasumber tadi berbicara mengenai kekerasan dan kejahatan pada perempuan dan anak, giliran narasumber berikutnya berbicara tentang blogging. Sebagai blogger, materi ini sangat menarik karena saya banyak belajar dari materi yang disampaikan.

Ibu Ina A. Murwani selaku Deputy Head of Marketing Binus Business School membuka sesi ini dengan pertanyaan,

Kalau blogger mati, meninggalkan apa?



Jawaban dari para peserta disubmit ke web tertentu lalu muncul di layar. Ternyata jawabannya amat beragam. Kebanyakan peserta menjawab 'tulisan'. Bahkan ada juga yang lucu menjawab tagihan utang, kisah masa lalu, kisah kece. Hahahaha, menarik ya aneka jawaban dari blogger. 

Karena blogger jika sudah almarhum meninggalkan tulisan dan blog maka blogger yang bersangkutan ingin diingat sebagai blogger apa? Branding apa yang akan diingat oleh pembaca? 

Nah, personal branding di blog perlu dibangun dengan beberapa cara diantaranya mengetahui target pembaca, memilih tema dan nama blog, memperbaiki tampilan blog, mempromosikan blog melalui media sosial. 

Narasumber selanjutnya yaitu Ani Berta, seorang social media activist dan Sekjen IWITA. Di blogsphere tentu saja Ani Berta merupakan sosok yang banyak dikenal. Kata Mbak Ani, blogger yang baik bukan saja yang sibuk hadir ke berbagai acara. Blogger yang baik adalah yang punya tanggung jawab untuk membuat reportase segera setelah acara. Maksimal dua hari, katanya. Hm, padahal reportase ini saya buat seminggu setelah acara.*kemudian saya tertampar*

Katanya lebih lanjut, dalam blogging sebaiknya jangan mengharapkan uang semata. Niatkan pula blogging untuk membantu sesama dan memberikan informasi yang bermanfaat. Bukan hal yang mustahil jika melalui tulisan, seseorang bisa menjadi maestro. Dan, Ani Berta telah membuktikannya.

Ani Berta Sedang Berbagi Ilmu Blogging

Untuk memperkuat tulisan sebaiknya lengkapi dengan data yang terverifikasi, ditambah dengan foto, video, atau infografik.

Narasumber terakhir yaitu Irwin Day, praktisi IT yang juga pendiri Nawala, layanan sistem yang memblokir situs-situs negatif dan berbahaya. Pak Irwin Day ternyata juga blogger, lho.

Sebagai seorang blogger, Irwin mengatakan bahwa blog sebaiknya diisi dengan tulisan yang kita suka. Dalam menulis konten jangan copas tulisan orang lain. Tulisan blogger harus original, menarik, menghibur, dan menginspirasi. Dengan demikian jika ada orang yang googling maka orang tersebut akan menemukan tulisan yang variatif, bukan tulisan yang itu-itu saja. 

Setelah narasumber terakhir memberikan paparan, keseruan acara masih berlanjut dengan berbagai hiburan dan pembagian hadiah. Kemudian dilanjutkan makan siang bersama. 

Sampai sekarang, saya masih bisa merasakan keseruan acaranya. Semoga Serempak dan blogger dapat terus bekerja sama memberikan informasi yang bermanfaat seputar perempuan dan anak.








































Continue Reading…

Wednesday, October 12, 2016

Ingin Berhemat Hingga 2 Juta Per Bulan? Pesan Catering Aja!




Coba ingat-ingat lagi, sudah berapa banyak dana yang Teman-teman keluarkan hanya untuk makan sebulan terakhir ini? Apakah banyak? Padahal masih ada tagihan listrik, air, belum lagi pulsa HP setiap bulannya. Pusing! Apabila Teman-teman mengalami masalah ini, kemungkinan besar kalian belum mencoba satu alternatif yaitu menggunakan jasa catering. Mari simak apa saja kelebihan catering yang dapat membuat hari-hari kalian lebih baik!

Hemat Hingga 20 Juta!

“Lho, memang kalau menggunakan catering jadi lebih hemat?”, pasti kalimat ini terlintas di benak Teman-teman kan? Let’s do simple math, bayangkan kalian menghabiskan Rp. 100.000 per hari untuk makan, sudah Rp. 3.000.000/bulan! Bandingkan dengan bila Teman-teman menggunakan jasa catering, hanya dengan mengeluarkan Rp 60.000 Anda bisa mendapatkan makan untuk siang dan malam. Dengan begitu, Teman-teman dapat meminimalisir pengeluaran sehingga kalian bisa menabung untuk keperluan lain yang lebih penting.

Menu Variatif 

Dengan variasi makanan, Teman-teman tidak akan jemu bila menggunakan jasa catering. Setiap hari, menu catering pasti berbeda-beda, sehingga lidah kalian tidak akan bosan makan yang itu-itu saja. Tidak hanya itu, layanan catering yang baik pasti akan memikirkan kandungan gizi pada menunya. 

Diantarkan ke Lokasi yang Diinginkan

Setiap kali Teman-teman makan di luar, sebetulnya ada 2 hal yang terbuang. Pertama, uang yang kalian habiskan untuk bensin, apalagi lalu lintas saat jam makan siang pasti padat. Kedua, Teman-teman kehilangan banyak waktu untuk pergi mencari makan. Oleh karena itu, catering bisa menjadi solusi yang efisien karena bisa diantarkan ke lokasi yang diinginkan. Kalian tidak perlu lagi keluar kantor dan bingung harus makan apa setiap harinya.

Dari Nasi Box, Tumpeng, Sampai Catering Sehat

Nah, bila suatu waktu Teman-teman butuh makanan untuk event, tidak perlu pusing lagi! Dari nasi box dalam jumlah banyak untuk makan siang karyawan, nasi tumpeng untuk perayaan ulang tahun, sampai catering sehat. Semuanya bisa disediakan oleh jasa catering. 

Pilih Sesuai Budget



What’s even better, jika Teman-teman merasa harga yang ditawarkan oleh jasa catering kurang cocok, kalian dapat memilih jasa catering lain yang lebih sesuai dengan budget. Melalui marketplace jasa bernama www.sejasa.com, kalian dapat menemukan berbagai jenis jasa catering dengan jenis pilihan makanan dan harga yang bervariasi. Tak hanya itu, Teman-teman juga bisa membaca review catering di halaman profil usaha penyedia jasa catering. Dengan fasilitas yang ada di Sejasa.com, memilih catering yang sesuai dengan kebutuhan dan budget kalian tak pernah semudah ini!


Continue Reading…

Thursday, October 06, 2016

Toko Peralatan Rumah Tangga yang Komplit di Depok

Waktu pertama kali saya dan pak suami pindah ke Depok, kami belum punya peralatan rumah tangga yang banyak. Agaknya hal ini masih wajar karena kami juga jarang ada acara besar ataupun tamu dalam jumlah banyak. Kalau perlu sesuatu cukup beli di toko yang dekat dengan rumah.

Memang sih ada beberapa toko di pinggir jalan raya yang menjual aneka perabot rumah tangga di dekat rumah kami. Harganya pun bisa ditawar. Predikat sebagai ibu-ibu membuat saya senang ketika mendapat barang yang bisa ditawar meski selisihnya hanya sedikit. Kadang saya juga nggak habis pikir, kenapa bisa bertahan dengan tawar-menawar yang cukup lama kalau selisihnya cuma sedikit. Yah, maklum lah naluri ibu-ibu. 

Di toko tersebut, saya membeli tikar kecil, teko plastik serta teko aluminium. Saat itu, memang baru tikar dan teko barang kami butuhkan untuk melengkapi rumah kami yang masih dalam proses finishing. 

Setelah membeli perabot tersebut saya pun belum kepikiran lagi mau beli apa. Sampai suatu kali, saya dan pak suami bingung mau syukuran rumah tapi nggak punya peralatan untuk menjamu tamu. 

Bisa sih pinjam tetangga. Namun kalau pinjam tetangga, kami malas jika dimintai bayaran lagi. Bukannya kami pelit tapi agak gimana gitu kalau melihat tetangga pamrih dalam membantu. Kami pernah punya pengalaman yang kurang enak. Izinkan saya untuk cerita dulu ya. 

Dulu waktu membangun rumah dan butuh listrik ada tetangga yang baik hati menawarkan pinjaman lampu emergency. Dia yang menawarkan bantuan bukan kami yang minta. Saat itu, pak suami senang karena merasa diperhatikan. Lampu emergency hanya dipinjam sehari. Saat lampu dikembalikan, pak suami dimintai bayaran 50ribu, Ciiinn.

Sebagai orang baru, pak suami syok. Bukan karena uangnya tapi karena pamrihnya tetangga dalam memberi bantuan. Sejak saat itu, kami bertekad untuk meminimalkan meminjam peralatan dari tetangga. Kalau bisa beli, itu merupakan pilihan yang terbaik. 

Huh, padahal itu di kampung lho ya. Jujur, saya dan pak suami cuma ngelus dada. 

Mulailah kami nyicil membeli perabot untuk acara syukuran di rumah. 

Untuk menjamu tamu di acara syukuran, kami butuh beberapa tikar, gelas, dan piring. Saya dan pak suami memutuskan beli di toko dekat rumah, tempat kami membeli teko dulu. Maklum, saat itu saya masih kerja jadi pengin yang praktis dan gampang saja. Ndilalah, di toko tersebut nggak ada tikar yang kami inginkan. Jadi kami hunting mencari tikar.

Nah, kebiasaan saya itu suka melihat kanan-kiri kalau pas lagi mbonceng pak suami. Dan, mata saya lumayan jeli jika ada tempat yang rame. Waktu lewat di Jalan Dewi Sartika Depok Lama terutama pas weekend, saya melihat ada tempat yang rame banget. Saya nggak tahu tempat itu apa. Entah warung makan, resto, atau toko. 

Setelah beberapa kali lewat, saya pun penasaran dan iseng ngajak pak suami untuk mampir. Lah, jebule itu toko. Iya, toko peralatan rumah tangga pula. Baru kali ini saya tahu kalau ada toko peralatan rumah tangga serame ini.

Saat itu masih tahun 2012 awal, saya masuk ke toko Harapan Baru. Sebetulnya tempatnya luas tapi acak adut. Sumpah, berantakan dan panas pula. Duh, saya mbatin kok orang betah ya belanja di situ. 

Oalaah ternyata toko Harapan Baru memang tempat menjual peralatan rumah tangga yang komplit. Segala macam barang ada. Mulai pecah belah, panci, barang elektronik, kasur, dll. Wes komplit dah. Bahkan ada lho barang pecah belah yang branded, nggak kalah kayak yang dijual di mall.

Produk SNI

Kalau harga sih lebih murah karena dibandingkan di toko lain tempat ini memang terkenal murahnya. Saat sedang memilih sendok sayur ada seorang ibu yang berdiri di depan saya. Saya kaget bukan main. Kekagetan saya karena si ibu tersebut yang punya toko perabotan di seberang Toko Harapan Baru. Saya tahu karena saya pernah beli peralatan di tokonya. Dengan kejadian ini saya bisa menarik kesimpulan bahwa pemilik toko seberang aja kulakan di sini berarti harganya murah dong. 

Saya tambah kaget ketika tanya harga teko yang sama persis dengan yang saya beli di toko dekat rumah. Tahu nggak, harga teko di toko dekat rumah hampir dua kali lipatnya, Ciiin. Sejak saat itu saya ogah beli peralatan di toko dekat rumah. Jengkel karena merasa dibohongi. 

Meski harga di Harapan Baru murah tapi sebagai pembeli kita harus ekstra sabar. Iya, beli di toko ini harus punya stok sabar yang banyak karena pegawainya agak cuek. Yah mungkin mereka juga lelah melayani banyak pembeli yang nanya ini-itu kali ya. Jadi jangan kaget ya kalau nanya ke pegawainya terus dijawab agak asal-asalan, hahahahaha. 

Selain sabar, toko ini juga panas. Bangunan Harapan Baru saat ini lebih baik daripada sebelumnya. Pemilik toko merehab bangunan dan menambah tingkat. Meski bangunannya termasuk baru tapi semrawutnya masih sama kayak yang dulu. Dan, kurangnya aliran udara ataupun kipas angin membuat udara di dalam toko terasa gerah.

Biarpun gerah dan semrawut, toko ini tetap rame pembeli karena harganya yang murah. Meski harga barang di Toko Harapan Baru relatif murah tapi kualitasnya bagus kok. Istilah Jawanya, ana rega ana rupa. Jadi kalau membeli barang di sini harus jeli dan jangan tergiur dengan harga murahnya saja. Carilah barang sejenis yang kualitasnya lebih oke karena toko ini menjual aneka produk serupa dengan brand yang berbeda.

Serupa tapi tak sama harganya

Alasan inilah yang membuat saya jadi pelanggan di Toko Harapan Baru. Meski tempatnya semrawut dan panas tapi seru kok bisa belanja di tempat seperti ini. 

Cuma saran aja sih, kalau belanja peralatan rumah tangga di sini sebaiknya sekalian beli yang banyak jadi cucok sama nahan panas dan hunting di tokonya, hahahaha. Lelah hayati seakan terbayar, Ciiin.

Oia, untuk tambahan aja nih. Toko Harapan Baru punya beberapa produk spesialis. Ada yang menjual peralatan rumah tangga, elektronik, dan home decor. Lokasi semua toko ada di Pasar Depok Lama dan jarak antartoko deketan. Kayaknya yang toko elektronik dan home decor diurus anaknya. Sedangkan orangtua mengurus toko peralatan rumah tangga. 

Pas saya tanya mbah gugel, nggak nyangka kalau toko Harapan Baru juga menjual produk secara online di Tokopedia. Coba deh search toko harapan baru home decor depok. Hhhmm, kayaknya sih yang ngurus online anaknya. Soalnya, saya lihat si Tante yang mengurus toko peralatan rumah tangga orangnya simple dan manual banget. ^-^.

Itu saja cerita pengalaman belanja di toko Harapan Baru. Toko yang menjual peralatan rumah tangga komplit di Depok. Semoga infonya membantu kalian yang lagi hunting peralatan rumah tangga di Depok ya.^-^.


Toko Harapan Baru
Jalan Dewi Sartika No.21
Pasar Depok Lama

PS : Ini bukan postingan berbayar lho. 















Continue Reading…

Wednesday, October 05, 2016

Kuliner Depok : Mie Ayam Berkat

Saya doyan banget makan mie terutama mie yang ada kuahnya. Bisa mie bakso, mie soba, mie Jawa, atau mie ayam. Untuk mie ayam, saya punya tempat makan favorit yang nggak jauh dari rumah. Namun kali ini saya mau cerita waktu jajan di Mie Ayam Berkat. Dulu waktu jajan di Mie Ayam Berkat saya harus ke Margonda. Sekarang Mie Ayam Berkat buka cabang di Jalan Siliwangi (Tole Iskandar). Saya kurang tahu kapan persisnya cabang ini dibuka. 

Sebenernya saya sudah lama banget makan di Mie Ayam Berkat, zaman belum punya blog. Karena waktu itu belum ngeblog jadi nggak ada foto mienya. Tapi belum lama ini saya makan di Mie Ayam Berkat dengan menu yang sama seperti dulu yaitu mie ayam hijau jamur. 

#Menu di Mie Ayam Berkat 

Meski namanya Mie Ayam Berkat namun tempat ini nggak hanya menjual mie ayam. Masakan di sini macem-macem seperti menu di resto lain. Selain mie ayam ada juga bakso, capcay, kwetiau, nasi goreng, dll. Sedangkan minumannya juga bermacam-macam, hampir sama kayak resto kebanyakan. Malah bisa dibilang standart lah ya. Menu yang banyak dipesan yaitu mie ayam hijau. 

Menu Mie Ayam Berkat

Mie ayam hijau merupakan menu andalan di tempat makan ini. Maklum, dulu masih jarang kan tempat yang menjual mie dengan aneka warna. Namun, saya kurang tahu persis warna hijaunya berasal dari sawi atau bayam. Yang jelas, mie di tempat ini rasanya enak.

Saya dan pak suami memesan mie ayam hijau jamur dan mie ayam ceker. Dari porsinya kelihatan banyak banget, ya. Sewaktu pesanan datang, mie dan kuah terpisah. Kebiasaan saya, sebelum kuah dan mie tercampur, saya cicipi dulu kuah dan mienya. Kuahnya bening dengan sedikit taburan daun bawang. Rasanya segar dan kaldunya terasa kuat.

Porsi Mie Ayam

Tampilan mie ayam cekernya biasa sih kayak mie ayam pada umumnya tapi sawinya lebih banyak. Sedangkan mie ayam hijaunya pak suami pesan yang pakai jamur. Jamurnya lumayan banyak dan rasanya pas nggak terlalu manis. 

Fyi, kadang saya suka nemuin mie ayam yang kuah ayam atau jamurnya manis. Dan saya kurang suka kalau lauk terlalu manis kecuali bacem atau gudeg. 

Tampilan mienya pipih dan kenyal. Kalau dilihat sekilas sih mienya agak lodrok tapi pas dimakan kenyal dan enak. Perpaduan antara kuah bening yang gurih dan mie yang kenyal membuat saya melahap mie ayam ceker sampai habis nggak bersisa. Apalagi saat itu lagi mendung jadi cocok banget makan mie ayam. Hahaha, campuran laper dan nggragas sih tepatnya. 

Sebagai penggila mie, saya cocok dengan rasa mie ayam di tempat ini.

#Service

Service di resto ini cukup baik. Ketika tamu datang, pelayan langsung memberikan menu dan kita nggak perlu menunggu terlalu lama. Pelayan di Mie Ayam Berkat selalu sigap bila pembeli minta dilayani ini-itu.

Waktu kami makan di sana, ada rombongan yang juga mau makan. Dari pakaiannya, kayaknya habis kondangan. Jumlah mereka lumayan banyak, sekitar 10 orang lebih. Saya lihat sih meski jumlahnya rombongan cukup banyak tapi servicenya cepat. Mereka nggak perlu nunggu lama untuk bisa minum. Karena setelah menu dipesan, minuman akan segera datang. 

Oia, ibu-ibu dari rombongan tadi ada yang sedang bagi-bagi jatah makanan kondangan. Saya lihat pelayan perempuan ada yang membantu ibu-ibu tersebut memasukkan makanan ke dalam plastik.  

#Tempat 

Saya cerita Mie Ayam Berkat yang ada di Jalan Siliwangi, ya. Soalnya saya dan pak suami terakhir makan di situ. Jika ke resto ini ada pilihan tempat untuk makan yaitu bisa indoor ataupun outdoor. Kebanyakan pembeli memilih outdoor karena lebih adem dan terang. 

Suasana outdoornya tampak asri dengan adanya tanaman yang tertata cukup baik. Meja dan kursi yang tersedia di ruangan ini lebih banyak dibanding yang ada di indoor. 

Lokasi Outdoor

Kalau menurut saya, suasana indoornya biasa banget dan cenderung gelap. Kayaknya kurang pencahayaan deh. Makanya banyak pembeli yang memilih makan di outdoor.

Dulu, sewaktu makan Mie Ayam Berkat di Margonda saya memilih yang indoor. Dan, saya nggak tahu kalau lokasi yang ada di Margonda ada outdoornya apa enggak. Soalnya, kalau weekend makan di Mie Ayam Berkat Margonda, tempat selalu penuh dan rame. Jadi waktu itu saya pilih tempat yang ada dan tampak kosong. Kebetulan pula tempat duduk saat itu dekat dengan pintu masuk.  

Kalau boleh dibandingkan, lokasi indoor di Margonda nggak segelap yang ada di Siliwangi. Tempatnya lebih terang dan pencahayaan mataharinya lebih bagus yang di Margonda.

#Harga

Kalau dibandingkan dengan mie ayam dekat rumah, memang sih ini lebih mahal. Tapi saya bisa maklum karena porsi di Mie Ayam Berkat sedikit lebih banyak dibanding jajanan dekat rumah. 

Jadi buat kalian yang suka makan mie kayak saya, menu yang ada di Mie Ayam Berkat boleh banget dicobain. Apalagi mie ayam hijau jamurnya. Kalian pengen nggak?.^-^.

Oia, pas bulan puasa tahun kapan ya, saya dan pak suami pernah niat buka di tempat ini. Pikir saya, wong cuma makan berdua pasti ada tempat lah ya di Mie Ayam Berkat. Ternyata saya salah besar. Kalau mau buka puasa di tempat ini baiknya reservasi dulu supaya dapat kursi. Jangan kayak saya, ya. Keluar resto sambil manyun dan harus cari tempat untuk buka. >_<


Lokasi Mie Ayam Berkat

1. Margonda Raya No.504 Depok
No. Telp 021-7863667

2. Jalan Siliwangi no.40 Depok (sebelahan ama Daniel Bakery)
No. Telp 021-77218286



















Continue Reading…

Friday, September 30, 2016

Cerita tentang Grup Whatsapp

Hari gini, pemakaian smartphone kayaknya sudah menjadi hal biasa di masyarakat. Dan, para pengguna smartphone juga sudah nggak asing dengan berbagai aplikasi chatting. Banyaknya aplikasi chatting ini menjadikan orang membentuk grup chatting via ponsel dengan berbagai tujuan. Nah, grup chatting yang banyak dipakai di smartphone kayaknya whatsapp ya. Makanya nggak heran kalau ada banyak cerita tentang grup whatsapp.



Ada yang bilang bahwa saat ini sosialita bukan hanya kumpulan orang yang kongkow di tempat-tempat elit. Namun, sosialita di era digital saat ini katanya yang punya banyak grup whatsapp. Jadi, coba sekarang dicek WA-nya, sudah punya berapa grup? Sudah jadi sosialita, belum?.^-^. 

Pembentukan grup Whatsapp mempunyai banyak alasan. Ada yang membentuk grup WA karena tergabung dalam komunitas yang sama, untuk memudahkan koordinasi, grupnya bermanfaat dan anggotanya saling membutuhkan, dll.

Dari berbagai alasan tadi, grup whatsapp sepertinya sudah menjadi kebutuhan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Banyak orang yang terlihat aktif di dunia maya namun kenyataannya dia pendiam. Dia merasa lebih nyaman berkomunikasi lewat ponsel. 

Melalui grup whatsapp pula, kita bisa bersosialisasi dengan mudah. Hanya dengan main jempol dan say hello, serasa sudah punya banyak teman ya. Padahal kalau ketemu di dunia nyata kadang kita nggak tahu orangnya yang mana. Pernah mengalami hal ini? Biasanya sih ini terjadi di grup yang anggotanya nggak kenal satu sama salin. Mereka berada di grup WA karena berada dalam komunitas yang sama. 

#Etika di Grup 

Dalam hal berkomunikasi di grup chatting sebaiknya kita, sebagai anggota, mempunyai aturan sopan santun meski aturan tersebut nggak tertulis. Komunikasi di dunia maya tentu saja beda dengan komunikasi secara langsung. Kalimat yang digunakan selama chatting di grup kadang bisa menimbulkan berbagai arti. Karena ya tadi, kita nggak bisa melihat ekspresi wajah, intonasi kalimat, dan bahasa tubuh saat chatting di dunia maya.

Makanya kalau chatting via ponsel nggak usah terlalu baper dan kudu mencerna kalimat dengan baik. Mungkin, jangan terlalu sensi kali ya kalau lagi ngobrol via ponsel. 

Saya pernah lho baper gara-gara chatting di grup. Pernah. Gara-gara nggak fokus dan sudah emosi duluan jadinya baper dalam mengartikan suatu kalimat. Padahal kalau kalimat tersebut dicerna lagi, saya yang salah mengartikannya. Bukan salah si penulis kalimat. 

Dulu sih saya gampang banget emosi apalagi kalau membaca percakapan yang terasa menyudutkan. Yah, nama juga manusia kan ya, pasti pernah khilaf. Makin lama akhirnya saya bisa sadar dan terlihat lebih tenang dalam menanggapi percakapan di grup whatsapp. Malah, saya seringnya menjadi silent reader di berbagai grup. 

Namun, satu yang pasti, saya menghindari pertikaian di grup yang saya ikuti. Saya juga nggak mau menanggapi berbagai share yang belum diketahui kebenarannya atau yang berbau SARA. Saya lebih memilih diam. 

Oia, terkait dengan share atau copas tulisan di grup kayaknya sering ya terjadi. Nah, share info yang belum jelas inilah yang membosankan bahkan bisa berbahaya. Bosan, karena biasanya copas itu tulisannya panjaaaang banget. Untuk membacanya kadang butuh 'read more' beberapa kali. Dan, yang menyebalkan bila info yang dicopas belum tentu benar atau adanya tulisan bisa mendapat pahala bila ikut menyebarkan.

Pernah membaca copasan yang begitu kan? Nah, ini yang paling saya sebelin. Boleh sih menyebarkan info atau broadcast message tapi kita juga harus pintar dalam memilih info yang akan disebarkan. 

Sebelum tekan copy-paste, baiknya baca dulu infonya lalu balik tanyakan ke diri sendiri. Kira-kira info ini bermanfaat nggak, berbau SARA nggak, beritanya bener nggak, kalau kita baca infonya kira-kira gimana. Gampangnya, kalau kita aja nggak butuh atau nggak suka sama infonya, ngapain disebarin ke orang lain? 

Jika salah menyebarkan info kita bisa berdosa lho karena menyebarkan berita yang nggak jelas atau malah nggak benar sama sekali. Kalau infonya dishare oleh beberapa orang, dosanya gimana coba? Malah jadi dosa berjamaah kan?

Biasanya sih broadcast tentang anak, parenting, pemilu, dan agama sering nih yang kayak gini. Broadcast ini sering mendapat banyak jempol dan dishare banyak orang. Mungkin orang cuma membaca judulnya doang yang sudah menimbulkan empati. Dari judul yang seperti itu, mereka beranggapan isi dari broadcast tersebut bagus dan layak untuk disebarkan. Siapa tahu bisa nambah pahala, hahahaha. Padahal, belum tentu lho infonya benar. 


#Admin dan Tipe Anggota Grup 

Keberadaan admin di dalam grup cukup berperan. Tugas admin kayaknya lebih banyak untuk invite doang ya. Bener nggak sih? Secara kalau sudah di grup, kadang admin juga cuek atau malah anggota lain yang bertindak bila ada percakapan yang nggak sesuai. 

Terkait dengan admin ini, saya pernah membentuk grup yang anggotanya mempunyai problem yang sama tapi nggak kenal satu sama lain dengan baik. Bahkan ada yang nggak kenal sama sekali. Awal pembentukan grup sih obrolan rame tapi lama-lama grupnya sepi dan saya baper, hahahaha.

Sebagai admin, kalau grupnya sepi saya kok merasa bersalah ya. Seakan-akan nggak bisa membuat grup jadi tempat yang enak buat ngobrol. Makanya saya bubarkan grup tersebut, hahahaha.

Oia, kalau jadi admin, saya nggak pernah lho asal invite orang. Seringnya sih invite atas rekomendasi anggota lain atau saya japri duluan, mau nggak masuk grup. 

Soalnya, saya sebel kalau tiba-tiba diinvite tanpa permisi. Ada lho yang begini. Teman kuliah yang lama nggak ketemu, awalnya dia inbox nanya kabar lalu nanya no hape. Terus invite grup tanpa permisi. Wah, saya kaget banget. Karenanya, saya di grup hanya menjadi silent reader kadang malah nggak baca percakapan sama sekali. Langsung delete aja, huahahahaha. 

Di grup, seringnya saya menjadi silent reader. Saya lebih suka membaca info yang bermanfaat dan relevan dengan minat saya. Pernah juga saya dianggap sebagai anggota dominan. Duh, biyung. Wong jadi silent reader di mana-mana kok dianggap dominan, saya jadi bingung, hahahaha. Saya pernah ngobrolin ini sih sama teman. Mungkin ya karena care terhadap sesuatu dan memang lebih suka menulis jadinya saya menganggap lebih ekspresif di dunia maya. Dan, hal ini dianggap berbeda oleh orang lain yang belum kenal sama saya. 

Namun, atas kejadian ini saya makin banyak belajar untuk bersikap lebih baik lagi dan bicara seperlunya saja di grup. Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik? 

#Dari Rame Lalu Sepi

Hahahaha, kayaknya banyak ya grup yang kayak gini. Awalnya rame minta ampun sampai ratusan chat masuk dalam sekejap. Seiring waktu, grupnya sepi. Grup yang awalnya rame banget bisa jadi karena anggotanya masih excited entah bertemu kawan lama atau merasa lebih dekat. 

Tapi ketika sudah nggak ada obrolan lagi, anggotanya pada diem dan cuek. Lam-lama malah keluar satu per satu. 

Saya pernah juga mengalami hal ini. Awalnya punya grup untuk memudahkan koordinasi. Grup banyak obrolan karena waktu itu masih banyak ide dan membahas hal-hal sepele lah. Namun, lama-lama grupnya sepi banget. Saking sepinya dalam beberapa bulan nggak ada obrolan sama sekali. Kalau ada yang promo di grup pada cuek. 

Mungkin grupnya terlalu sepi, akhirnya pada keluar sendiri-sendiri. Yang bikin kaget, si admin yang notabene pembentuk grup juga keluar tanpa kabar. Parahnya, dia menunjuk saya sebagai admin tanpa permisi. 

Karena kaget dan bingung, saya juga keluar namun izin dulu dengan anggota yang lain. Saya pun langsung menunjuk anggota lain sebagai admin. Menyadari ada yang keliru, buru-buru saya japri  teman tersebut dan minta maaf karena menunjuk tanpa permisi saking kagetnya. 

Yah, keberadaan grup whatsapp tergantung dari anggotanya dan maksud dari terbentuknya grup tersebut. Jika memang grup tersebut asyik dan anggotanya care, maka grup chatting merasa dibutuhkan dan bakal bertahan kok. 

#Japri

Nah, ini salah satu etika berkomunikasi di grup. Kalau dirasa obrolan hanya didominasi oleh 2 orang dan obrolannya nggak berhubungan dengan yang lain, baiknya melanjutkan obrolan via japri saja.

Kenapa?

Biar yang lain nggak merasa terganggu. Nggak semua orang suka lho dengan kondisi seperti ini. Apalagi kalau grupnya nggak di-mute. Yah, bakal bunyi terus tuh ponsel.

Sssttt, mayoritas grup yang saya ikuti semua di-mute. Saya hanya memrioritaskan grup yang memang dirasa urgen saja. Karena, saya merasa terganggu jika banyak obrolan yang masuk namun nggak berhubungan sama grup. Hiks, spamming banget!

#Left Grup

Waini, pernah left grup secara tiba-tiba? Atau pernah nggak bengong dan malah bertanya kenapa si anu left grup tanpa permisi?

Hiyaaaa, saya pernah mengalami dua-duanya.

Kasus satu, cerita left grup tiba-tiba karena saya juga diinvite secara tiba-tiba. Okelah, saya akhirnya maklum. Namun, begitu urusan sudah selesai, hak saya juga dong untuk left grup secara tiba-tiba tanpa permisi? 

Kasus dua, kalau tiba-tiba ada yang left grup tanpa babibu, pernah nggak sih kita kadang malah tanya,

Siapa tuh yang left? *karena kita nggak nyimpen nomernya.
Lhoh, kenapa left? *karena kita bingung dan bengong sendiri dengan si anu yang tiba-tiba left grup. 

Kalau saya sendiri kadang malah bertanya, ada yang salah dengan grup ini? 
Atau malah kayak gini, 
grup ini kayaknya emang kudu diakhiri deh saking sepinya. Terus kalau mau left kok sungkan. Hahahaha, teteplah ewuh pakewuh untuk left grup kadang sungkan meski merasa grupnya sepi banget.

Etapi saya juga akan melakukan bersih-bersih grup dan siap-siap hengkang di grup yang terlalu sepi dan kurang memberikan dampak ke saya. Kayaknya sih lebih baik gitu ya supaya memori hape juga nggak terlalu berat. Sebaiknya memang harus selektif dalam memilih grup.

#Promo di Grup

Kalau promo di grup whatsapp sih nggak apa-apa. Biasanya promo di grup malah membuat anggota lain dari semula belum tahu jadi tahu. Kadang promo bisa jadi hiburan karena bisa window shopping tanpa ke mall, hahahahaha. 

Melakukan promo di grup meski banyak yang nggak melarang tapi juga kudu diperhatikan aturan di grup. Karena ada grup yang mempunyai aturan ketat untuk melakukan promo. Bahkan ada yang melarang melakukan promo di grup. Adaaaa grup yang kayak gini. 

#Salah Kamar

Salah kamar dapat terjadi karena kurang aqua fokus ataupun hape ngehang. Meski kita sudah fokus tapi kalau hape ngehang, bisa lho chat jadi salah kirim. Bener kan? Jadi, sebelum send pastikan hape dalam kondisi oke dan tetap minum aqua fokus. 

Ada nih anggota grup yang sering salah kamar. Kalau chatnya nggak rahasia atau berbahaya sih nggak papa ya, masih aman lah. Tapi kalau obrolannya nggak boleh diketahui banyak orang terus salah kamar, yah malah bocor deh. Atau lagi nyurhatin teman di grup sebelah tapi salah kamar ke grup yang ada teman tersebut, duh bisa berabe tuh. Bakalan panjang rentetannya.

Kalau mau chat, sebelum tekan send dilihat dulu kontak yang ingin diajak ngobrol biar ga salah kamar. Oke?

Segini tapi kok panjang dulu ya cerita tentang grup whatsapp. Sejujurnya, saya pengen banget lho punya grup whatsapp yang anggotanya sama-sama nggak jaim. Saya mbayanginnya kok seru ya grupnya. Hehehe, saya belum tergabung di grup whatsapp yang anggotanya saling kenal dan nggak jaim, sih. Kasian, ya. 

Punya grup whatsapp kan? Kalau grup whatsapp kalian gimana? Cerita dong.






































Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com