Friday, January 06, 2017

Abang Ojek Online

Malam itu, saat pak suami pulang kerja, saya ajak jalan keluar rumah. Hal yang sering saya lakukan jika saya merasa bosan di rumah. Jika bosan, obat andalannya biasanya makan bakso di lapak langganan. Iya, saya orangnya memang sereceh itu. 

Kalau keluar rumah tapi tidak ada tujuan, biasanya pak suami ogah banget. Buang waktu dan tenaga, katanya. Lagipula besok juga harus berangkat pagi ke kantor, melakukan aktivitas rutin.

Daripada pergi tanpa tujuan, akhirnya dia usul untuk sekalian belanja bulanan aja. Apalagi saat itu mau long weekend natal. Artinya, swalayan sebentar lagi bakal ramai. Kami memang malas kalau belanja saat libur panjang atau weekend. Nggak kuat sama antrenya.

Mengingat mepetnya waktu karena sudah malam, akhirnya kami pergi belanja dengan persiapan yang ala kadarnya.

Saya akui kalau pria itu lebih berpikir menggunakan logika dibanding wanita. Ini yang saya suka, karena saya banyak memakai perasaan, hahaha. Menurut pak suami, sebenernya masih ada waktu kalau mau beli bakso. Apalagi lapak bakso langganan jualannya simpel yakni cuma melayani bakso. Minumannya hanya air mineral gelas yang kardusnya ditata di dekat kursi pembeli. 

Akhirnya saya pun menyanggupi. 

Meski lapak bakso cukup ramai akhirnya kami bisa makan tanpa lama mengantre dan cus belanja di swalayan sebelum tutup.

Sampai di swalayan, parkiran agak ramai. Tumben amat padahal saat itu weekday, lho. Untungnya kondisi di dalam lumayan lengang. Antrean di kasir tidak terlalu ramai. Syukurlah. Saya dan pak suami mulai menyusuri lorong demi lorong yang sudah kami hafal.

Saat kami tiba di lorong sabun cuci, mata saya tertuju kepada pria yang berjaket dan memakai masker. Saya lirik sedikit ke arahnya. Oh, ternyata dia abang ojek online yang sedang belanja. Saya tahu saat dia memegang hape bergambar foto sabun cuci. Si Abang agak lama mencari sabunnya. Entah karena kurang familiar atau untuk memastikan bahwa pesanannya benar, sesuai keinginan pelanggan.

From Pixabay
Saya tersenyum melihat kejadian ini. Teringat beberapa bulan lalu saat pak suami mengalami kejadian yang sama dengan abang ojek tadi. Iyes, pak suami pernah belanja bulanan sendiri meski cuma beberapa menit.

Jadi waktu itu pak suami ngedrop saya di klinik perawatan kulit. Dikiranya saya bakal facial. Daripada nungguin lama akhirnya pak suami belanja bulanan sendiri. Nggak tahunya saya cuma konsul dokter dan membeli krim saja.

Selama saya di klinik, pak suami berkali-kali mengirim gambar via whatsapp. Untuk memastikan aja sih barang yang dibeli benar atau tidak. Atau malah menunjukkan kalau barang yang mau dibeli tidak ada, penggantinya ada merk lain. 

Saya anggap ini wajar sih karena takut kalau saya ngomel atau malah barangnya salah dan tidak terpakai. Lah, sayang uangnya kan? -.-

Setelah konsul dokter, saya pun cus menyusul pak suami ke swalayan naik angkot nyusul belanja bulanan.

❤❤❤

Kembali ke abang ojek online yang belanja tadi. Saya menaruh hormat dan respek yang luar biasa terhadap pekerjaan apa pun dan kepada siapa pun. Karena saya tahu untuk mendapatkan pekerjaan itu sulit. Untuk mencari uang itu butuh perjuangan dan kerja keras. Apalagi di saat sekarang ini, ya. Ekonomi semakin sulit saat kebutuhan sudah tidak bisa ditolak lagi meski bukan untuk sekedar gengsi.

Si Abang masih bekerja saat yang lain sudah di rumah bertemu keluarganya. Si Abang bekerja dengan sungguh-sungguh memastikan bahwa pelanggan akan puas dengan jasanya. Si Abang yang mungkin kurang paham dengan barang-barang yang didominasi kaum ibu dipaksa harus tahu dan mencari sampai ketemu.

Ah, apalah arti saya dibanding perjuanganmu, Bang. Saya salut.

Setelah melewati lorong sabun cuci, saya bertanya ke pak suami.

"Tadi lihat ada abang ojek belanja, nggak?"

"Iya," jawab pak suami.

"Hebat, ya, dia. Jam segini masih kerja. Kalau kamu udah pulang, belanja ama aku lagi."

"Hu um. Harus banyak bersyukur, tuh," jawab pak suami lagi.

Saya tersenyum penuh syukur dan kagum kepada si Abang tadi.

❤❤❤

Di lain cerita, saat booming AADC2 saya sempat membaca status teman saya di media sosial. Teman saya mengunggah foto abang ojek online yang ikut antre tiket. Antrenya panjang dan lama kayak choki-choki. 

Eh, pas giliran si Abang dilayani ternyata tiketnya habis. Si Abang bingung dan telepon customer. Akhirnya pembelian tiket pun nggak jadi. 

Duh, kebayang kan perjuangan mereka. Saya yakin cerita abang ojek online nggak cuma ini saja. Masih banyak kejadian tidak terduga yang dialami oleh abang ojek online. Maklumlah, saya suka nonton acara OK-Jek jadi tahu sedikit kehidupan mereka. 

❤❤❤

Etapi nama juga manusia, ya. Hari ini saya kumat ngambeknya karena kurang bersyukur piknik. Malu dengan abang ojek online yang belum genap sebulan bertemu. Ah, nama juga manusia.-.-

Kalau Teman-teman punya cerita dengan abang ojek online, nggak?


















Continue Reading…

Thursday, January 05, 2017

Seminar Laktasi : Standar Emas Pemberian Makan Bayi dan Anak

Saya paling suka jika dapat menghadiri acara bertema kesehatan. Pada hari Minggu (18/12/2016), saya mendapat undangan dari AIMI Depok untuk menghadiri seminar laktasi di Hotel Bumi Wiyata, Depok. Seminar ini diadakan dalam rangka selebrasi AIMI Depok yang ke-2. 

AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Depok merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada 1 November 2014, yang bertujuan meningkatkan persentase ibu menyusui. Dalam rangka ulang tahun ke-2, AIMI Depok menyelenggarakan seminar laktasi yang dihadiri oleh tenaga kesehatan dan masyarakat umum.  



Segala hal tentang bayi dan anak selalu menarik untuk diikuti. Saat ini banyak sekali informasi yang beredar mengenai tumbuh kembang bayi dan anak. Hal yang sama juga terjadi pada banyaknya info tentang makanan bayi. Pemberian makan pada bayi dan anak akan mempengaruhi perkembangan otak dan anggota tubuh lainnya. Dampak pemberian makan yang kurang tepat bisa menyebabkan bayi gagal tumbuh atau malah obesitas. 

Meski belum punya momongan namun saya antusias mengikuti acara ini karena narasumber yang hadir sangat kompeten dan mereka tak sekedar berbagi ilmu tapi juga pengalaman. Narasumber di seminar laktasi ini, yaitu :

1. dr. Utami Roesli, Sp.A, IBCLC, FABM
2. dr. Stella Tinia, M.Kes, IBCLC
3. dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC
4. dr. Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI
5. Tiur Hutagalung, LLM, CIMI

Oke, saya akan cerita apa saja yang dibagikan oleh narasumber tersebut.

#Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Sesi pertama tentang IMD. Menurut dr. Utami Roesli, IMD dimulai secepatnya, segera setelah bayi lahir. IMD dilakukan dengan cara bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit bayi melekat pada kulit ibu minimal satu jam. Kulit ibu mempunyai kemampuan menyesuaikan suhunya dengan suhu yang dibutuhkan bayi.  

Di sesi ini, dr. Utami berbagi pengalaman IMD melalui video saat cucunya lahir. Dalam video tersebut, selama IMD bayi tidak langsung bisa menyusu. Bayi akan mengalami fase menangis, merangkak mencari payudara, dan mengenali payudara. Setelahnya, bayi akan menyusu. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Saat skin to skin contact inilah, ayah bisa mendoakan anak.  

Indikasi keberhasilan IMD yaitu ibu dan bayi dalam keadaan stabil. Setelah bayi melakukan kontak kulit dengan ibu dan kondisi ibu stabil baru dilakukan kontak kulit dengan ayah. 

Manfaat skin to skin contact antara ibu dan bayi antara lain :

1. Mempertahankan kehangatan bayi
2. Lebih berhasil dan lebih lama menyusui
3. Detak jantung dan pernafasan lebih cepat stabil
4. Bayi lebih jarang dan lebih sebentar menangis
5. Kasih sayang dan bonding lebih baik

Dalam menutup sesi pertama, dr. Utami Roesli memberikan catatan yang sangat berharga
"ASI merupakan hadiah sangat berharga yang dapat diberikan orangtua pada anaknya. Dalam keadaan miskin mungkin itu hadiah satu-satunya yang dapat diberikan. Dalam keadaan sakit, ASI adalah hadiah yang menyelamatkan jiwa." 

#Kriteria Evaluasi Keberhasilan Menyusui

Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Tahun 2013 cakupan ASI eksklusif hanya 54,3% dari target 80%. 

Penyebab rendahnya cakupan ini antara lain :

1. Pemasaran susu formula
2. Kesulitan pemberian ASI pada ibu bekerja
3. Tenaga kesehatan belum berpihak pada ASI eksklusif
4. Tenaga konselor ASI jumlahnya terbatas
5. Belum maksimalnya kegiatan edukasi, sosialisasi, advokasi, dan kampanye ASI
6. Belum semua RS melaksanakan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM)

Pada sesi ini, dr. Stella menjelaskan indikator menyusu dapat terlihat mulai dari rooting, latch on, suckle, dan swallowing. Tahapan yang dimulai dari bayi memutar kepala ke arah payudara dan membuka mulut mencari payudara. Lamanya pelekatan pada payudara, gerakan menghisap sampai menelan yang membutuhkan ASI yang cukup.

Menilai keberhasilan proses menyusui tidak bisa dilihat dari 1 parameter saja namun memerlukan observasi menyeluruh baik faktor biometrik maupun psikososial pada ibu dan bayi. 

Untuk itu, memberikan edukasi kepada ibu tentang pemantauan keberhasilan menyusui akan membantu ibu menilai kondisinya sendiri. Dalam hal ini, dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang penting. Jika bermasalah, sebaiknya segera mencari bantuan agar dapat memberikan ASI kepada bayi. 

#Relaktasi pada Bayi Bingung Puting

Sesi ketiga merupakan sesi yang krusial karena berlangsung saat mendekati waktu istirahat. Namun narasumber yang membawakan sesi ini sangat komunikatif membuat peserta tidak mengantuk malah semangat mengikuti paparan yang disampaikan oleh dr. Asti Praborini.

Jujur, saya membaca judul pada sesi ini sering salah. Relaktasi saya baca relaksasi. Duh, padahal artinya beda banget. Parahnya, saya baru pertama kali mendengar istilah relaktasi.  

Apa itu Relaktasi?
Relaktasi adalah usaha mengembalikan bayi untuk menyusu lagi ke payudara. 

Kasus relaktasi ini banyak terjadi misalnya ibu yang tidak sabar mendengar tangisan bayi lalu memberikan susu formula dan dot sehingga proses menyusui berakhir. Kasus ini tidak hanya terjadi pada ibu bekerja saja namun juga terjadi pada ibu yang tidak bekerja. 

Relaktasi sangat penting karena selain sebagai makanan terbaik bagi bayi, ASI adalah obat. Selain itu, menyusu bukan hanya kegiatan memberikan ASI saja tapi lebih dari itu. Menyusu dapat meningkatkan bonding antara ibu dan bayi yang dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang anak.

Cara melakukan relaktasi sebagian besar menggunakan metode rawat inap di RS disertai bantuan konselor. Dengan metode ini akan tercipta lingkungan yang kondusif untuk ibu dan bayi dalam proses relaktasi. 

Bagi saya, sesi ini sangat menarik karena ada pasien dr.Asti yang menceritakan pengalaman relaktasi secara langsung. Sebut saja namanya Ibu Melati temannya Ibu Mawar. Ibu Melati seorang pekerja. Karena aktivitasnya di kantor maka dia memberikan ASI ke bayinya dengan dot. Setelah pulang kerja dan hendak menyusui, bayi itu menolak. Iya, bayinya mengalami bingung puting. Hal ini terjadi terus menerus. 

Ibu Melati sudah mau resign demi bayinya namun dilarang si Bos. Ibu Melati diberi kelonggaran waktu untuk cuti sesukanya. Maka, Ibu Melati melakukan relaktasi selama cuti. 

Ibu Melati melakukan relaktasi dengan rawat inap di rumah sakit. Berkat kesabaran dan bantuan konselor ASI selama relaktasi akhirnya si Anak mau menyusu sampai usia 2 tahun. 

Pasien dr.Asti Berbagi Pengalaman Relaktasi

Tahap relaktasi ini lumayan panjang. Intinya adalah menyapih dari dot menggunakan gelas, melakukan skin to skin contact antara ibu dan bayi. Jika kasusnya berat, yakni bayi sudah tidak mau puting maka relaktasi dibantu dengan alat bantu laktasi yang dibuat dari Naso gastric Tube no 5F40cm dan Spuit 50cc. Alat bantu laktasi digunakan untuk membuat bayi senang di payudara, karena bayi sudah terbiasa dengan aliran deras dot. Alat bantu laktasi dapat diisi dengan ASI donor yang sudah dipasteurisasi/susu formula. 

Jika suplai ASI ibu berkurang maka ibu akan mendapatkan terapi laktogog dan akupuntur. 

Jumlah susu dalam alat bantu laktasi lama-lama akan dikurangi. Begitu juga dengan dosis laktogog sehingga nantinya bayi hanya akan menyusu langsung ke payudara. 

#Makanan Pendamping ASI

Banyak yang sudah tahu kalau MP-ASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Kenapa?

1. Kemampuan oromotorik bayi sudah baik
2. Bayi mampu menegakkan kepala
3. Mampu duduk dengan bertopang
4. Saluran pencernaan sudah siap menerima makanan padat

dr. Hikmah, selaku narasumber menyebutkan bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemberian MP-ASI yaitu :

1. Usia : 6-9 bulan, 9-12 bulan, >12 bulan
2. Frekuensi  dalam 1 hari yang terdiri dari makanan utama dan selingan
3. Jumlah, seberapa banyak porsi makan bayi dalam 1 kali makan
4. Tekstur, kekentalan bentuk makanan bayi
5. Variasi, macam-macam makanan yang diberikan
6. Responsif, cara memberikan makan pada bayi
7. Kebersihan mulai dari bahan makanan, alat makan dan tangan ketika makan

Banyak sekali mitos mengenai MP-ASI yang beredar di masyarakat. Apa saja mitos tersebut?

1. Cukup berikan ASI saja bila ana tidak mau makan
2. Makanan yang diberikan teksturnya cair supaya mudah ditelan
3. Tidak boleh memberikan lauk hewani
4. Bayi melepeh makanan tandanya bayi tidak menyukai makanan tersebut

Do's saat MP-ASI :

1. Berikan dorongan jika anak menolak makan
2. Berikan pujian saat anak makan
3. Bersabar dalam memberikan makan pada anak
4. Tetap susui bayi on demand

Don'ts :

1. Jangan paksa anak jika tidak mau makan
2. Jangan berikan banyak minum sebelum dan sewaktu makan

#Pijat Bayi, Sentuhan untuk Tumbuh Kembang Optimal

Materi terakhir disampaikan oleh Tiur Hutagalung, SH, MH, CIMI. Beliau adalaha anggota IAIM ( International Association of Infant Massage) dan pengurus IAIM Indonesia.

Ibu Tiur mengatakan bahwa selama ini banyak sekali bayi yang dipijat oleh dukun bayi dengan gerakan yang keras. Tak jarang, bayi sering takut dan menangis ketika dipijat.

Pijatan pada bayi merupakan suatu penyaluran kasih sayang berupa sentuhan yang diberikan oleh orangtua terhadap bayinya. Pijat adalah terapi sentuhan tertua yang dikenal manusia dan yang terpopuler. Dalam beberapa kultur di dunia banyak yang mempraktikkan pijat bayi dari generasi ke generasi.

Waktu memijat bayi disesuaikan dengan bayi. Bisa saat setelah mandi, sebelum tidur, dll. Saat memijat, perhatikan tingkah laku bayi dan sebaiknya dilakukan secara rutin.

Pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh orangtua sendiri. 

Hal-hal yang diperhatikan saat memijat :

1. Meminta izin setiap kali akan memijat
2. Menggosokkan minyak ke telapak tangan di depan wajah bayi sehingga bayi mengenali suaranya sebagai awal pijat. Minyak untuk memijat bayi sebaiknya menggunakan minyak dari sayuran, biji, buah, yang tidak melalui proses pemanasan.
3. Bernyanyi untuk bayi
4. Berbicara kepada bayi dan berinteraksi selalu
5. Bila bayi menangis/lapar/mengantuk/ingin ganti popok, sesi pijat harus dihentikan.

Ibu Tiur membagikan pengalaman pribadinya saat memijat bayi. Beliau rutin melakukan pemijatan pada anaknya saat bayi. Pemijatan yang dilakukan tidak berupa gerakan yang keras namun sentuhan dan gerakan yang lembut dan penuh kasih sayang. Sampai sekarang saat anaknya sudah SMA masih minta dipijat oleh ibunya. Uniknya, bukan pijatan seperti orang dewasa namun sentuhan dan gerakan halus bagi anaknya merupakan pijatan. Meski demikian, si Anak tetap senang dan tertidur lelap. 

Nah, itu tadi ilmu yang bisa saya bagi saat seminar laktasi pada bulan Desember yang lalu. Banyak banget kan ilmunya. Selain diisi sharing ilmu dan tanya jawab, seminar laktasi juga banjir hadiah. Banyak banget door prize yang dibagikan ke peserta. Serunya, ada door prize yang ditempel di bawah kursi, lho. Jadi bikin peserta heboh karena hadiahnya tiket pesawat PP dari sponsor. Dan masih banyak lagi keseruan-keseruan lainnya.

Sebagian Peserta dan Narasumber

Terima kasih ya AIMI Depok karena sudah memberikan kesempatan kepada saya. Sukses terus untuk program-programnya. ASI YES!!☺
   




                                      




















Continue Reading…

Monday, January 02, 2017

Hello, 2017!

Saat ini saya kagok mau nulis tentang apa. Maklum, udah sebulan nggak ngeblog jadi agak kaku. Postingan ini semacam pemanasan, nih. Seperti biasa, saya tetap curhat ^-^

Di saat yang lain bikin resolusi, saya enggak. Karena resolusi saya masih sama seperti tahun kemarin, ingin menjadi seorang ibu.

Saat yang lain bikin postingan ter- atau membingkai momen setahun terakhir, saya biasa aja, nggak ngapa-ngapain. Lha apa yang dibingkai, wong ngeblog aja males banget, hahaha.

Iya nih, saya akui kalau tahun 2016 saya malas ngeblog. Bahkan bulan Desember nggak ada postingan sama sekali. Padahal saya masih punya hutang postingan, huhuhu. 

Banyak faktor yang bikin saya malas ngeblog. Jenuh. Bingung. Kebanyakan pikiran. Kurang piknik. Mungkin itu beberapa faktor yang bikin saya malas ngeblog. Insha Allah, saya akan perbaiki di tahun ini.

Gambar dari Pixabay

Sebenarnya banyak banget momen yang ingin saya bagi di blog ini, salah satunya program inseminasi kedua. Program ini saya lakukan bulan September lalu dan belum saya share di blog ini. Tungguin cerita insem ini ya sampai saya nggak malas buat cerita, hahahaha.

Meski saya malas ngeblog tapi blogwalking tetap saya lakukan, lho. Saya suka banget blogwalking. Seringnya sih sebagai silent reader. Blog yang saya kunjungi nggak cuma yang di Indonesia saja tapi blogger yang tinggal di luar negeri juga saya samperin. Yah, kadang kangen dengan cerita mereka. 

Jujur, dengan blogwalking saya jadi tahu hal-hal yang saya nggak ketahui sebelumnya. Saya juga tahu tentang info terkini di blogsphere atau pergosipan Indonesia tanpa mengikuti acara infotainment. 

Oke, waktu terus berjalan dan nggak akan balik lagi ke belakang. Jadi, tetap semangat dan optimis di tahun yang baru, ya! Harapan saya semoga Teman-teman lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih baik di tahun 2017 ini. Aamiin.

Adakah yang bikin resolusi di tahun ini? Happy new year. ☺
Continue Reading…

Tuesday, November 29, 2016

Mengunjungi Bulir-bulir Budaya dan Sejarah di Yogyakarta

Yogyakarta, akrab disebut Yogya, merupakan salah satu tempat yang cukup populer untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata. Selain karena sejarah panjang yang sempat menjadikan Yogyakarta menjadi Ibukota negara, kebudayaan di Yogyakarta juga turut menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke sini. 

Bagi Teman-teman yang belum sempat menikmati tempat-tempat wisata di Yogya, ayo segera buat planning untuk berkunjung ke sini. Namun jika aktivitasmu cukup padat dan memiliki waktu liburan yang minim, sebaiknya lewat jalur udara saja, yakni naik pesawat.

Untuk menghemat budget, Teman-teman bisa menggunakan maskapai penerbangan yang menawarkan tiket murah. Salah satunya dengan harga tiket Citilink yang cukup terjangkau, kamu bisa sampai Yogya dengan murah dan cepat. Agar lebih mudah, sebaiknya sih memesan hotel sekaligus booking tiket Citilink murah secara online.  Namun perlu diingat, pastikan website yang Teman-teman  kunjungi terpercaya.

Nah, sebelum berpergian pastikan Teman-teman telah mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dulu secara matang. Hal-hal yang perlu kamu siapkan diantaranya itinerary perjalanan, barang-barang apa saja yang akan dibawa, hotel untuk menginap, dan tiket perjalanan untuk pulang-pergi. 

Sumber : fariantoal-farizy.blogspot.com


Untuk itinerary, kamu bisa browsing terlebih dahulu agar nanti tidak kebingungan saat sudah sampai Yogya. Memang ada apa saja sih di Yogyakarta sehingga sering dijadikan destinasi yang wajib dikunjungi? 

Salah satunya karena ada objek budaya yang cukup populer, bahkan terkenal sampai ke mancanegara, yakni Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Meskipun Candi Borobudur sebenarnya sudah masuk area Magelang, namun kebanyakan orang masih beranggapan bahwa Candi Borobudur berada di Yogyakarta.

Sumber : halokawan.com


Candi Borobudur termasuk ke dalam salah satu keajaiban dunia, sedangkan Candi Prambanan diklaim sebagai candi tercantik di dunia, lho! Luar biasa kan? 

Candi Prambanan sendiri merupakan ikon dari kisah Roro Jongrang. Kisahnya dimulai ketika Roro Jongrang meminta kepada laki-laki yang mencintainya membuat candi dengan 1000 arca hanya dalam waktu 1 malam saja. Namun alasan sebenarnya, Roro Jongrang tidak mencintai laki-laki tersebut, sehingga Roro Jongrang meminta hal yang menurutnya tidak mungkin bisa dilakukan. Nama lelaki itu adalah Bondowoso. 

Menurut cerita, ternyata Bondowoso hampir selesai memenuhi permintaan Roro Jongrang dan telah membuat 999 arca. Namun Roro Jonggrang tak menyerah untuk bisa menggagalkannya. Akhirnya Roro Jongrang meminta seluruh warga membuat api yang cukup besar untuk membentuk suasana pagi. Karena mengetahui kondisi tersebut, Bondowoso kecewa dan mengutuk Roro Jongrang sehingga ia menjadi arca yang ke-1000.

Nah, kembali ke kisah nyata, Candi Prambanan memiliki 3 bagian, yakni Candi Wisnu, Candi Brahma dan Candi Siwa. Di masing-masing candi terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan zaman dulu ataupun dongeng-dongeng masa lalu. Relief di candi ini juga menceritakan tentang kisah Ramayana, lho! Bahkan, Candi Prambanan ini pernah menjadi latar film Hollywood The Philosopers yang salah satu pemainnya adalah Cinta Laura. Jadi, Teman-teman jangan sampai ketinggalan untuk ke sini juga, ya!

Selain candi, tempat kebudayaan lain yang sering menarik minat wisatawan adalah Keraton Yogyakarta. Keraton merupakan tempat untuk menyimpan barang-barang milik kesultanan. Benda-benda kerajaan yang disimpan di keraton ini diantaranya benda-benda pusaka seperti keris, koleksi lukisan, tombak, dan gamelan serta gong. 

Sumber : tripteaser.fr

Keraton Yogyakarta juga memiliki bangunan yang unik disertai dengan balairung-balairung yang luas. Sehingga selain wisata sejarah dan budaya, Keraton Yogyakarta juga bisa menjadi spot asyik yang bisa dijadikan tempat untuk foto-foto. Di sini juga sering diadakan pagelaran seni yang akan menghibur para pengunjung setiap harinya.

Beralih dari Keraton Yogyakarta, ada juga Museum Ullen Sentalu yang kental dengan kebudayaan Jawanya. Museum ini menampilkan cerita kehidupan masyarakat Jawa zaman dulu, khususnya para bangsawan Dinasti Mataram. Selain itu, museum ini juga memamerkan tokoh raja dengan menggunakan pakaian yang biasa dipakai, serta menampilkan permaisurinya. 

Sumber : pieceofmyjourney.wordpress.com

Museum ini juga disebut-sebut sebagai museum terbaik di Indonesia, lho. Letak museum ini di lereng Gunung Merapi, sehingga suasananya terasa sangat sejuk dan asri. Di sini juga terdapat tourguide yang bisa memandu pengunjung untuk berkeliling museum ini. 

Selamat jalan-jalan menikmati sejarah dan budaya Yogyakarta, ya.^-^


Continue Reading…

Monday, November 28, 2016

Saat Blog Dihack

Saya tidak akan melupakan kejadian minggu kemarin yang membuat saya baper banget. Kejadian terbaper minggu kemarin adalah saya membatalkan job karena blog diserang hacker. Saat mengetahui blog dihack, rasanya stress dan hampir putus asa. Woalah, ternyata gini ya rasanya blog diserang hacker. 

Gambar dari Pixabay

Mungkin saya lebay mengatakan ini tapi seriously, bagi blogger ketika tahu blognya diserang hacker, rasanya hopeless dan bingung. Gimana enggak coba? Yang ada di pikiran saat itu pasti memikirkan nasib artikel yang sudah dipublish. Apakah artikelnya hilang atau masih bisa diselamatkan?

Bagi blogger, siapapun pasti tahu kalau artikel merupakan harta yang sangat berharga. Dalam membuat satu artikel saja, blogger kadang tak hanya cukup menulis. Ada banyak proses sebelum artikel dipublish. Mulai dari mencari ide, memikirkan konsep, foto bahkan banyak juga yang mencari informasi tambahan untuk menambah isi postingan. 

Itu baru proses pembuatan satu artikel, lho. Bisa membayangkan gimana rasanya kalau artikel yang sudah publish di blog jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan tiba-tiba hilang?? Apalagi jika ada yang menjadikan blognya sebagai tempat mencari rejeki. Hhmm, pasti deh rasanya kliyengan. Sia-sia rasanya usaha merintis blog selama ini. 

Dan, saya baru saja mengalami hal ini. Serius, saat tahu blog dihack, yang ada di pikiran saya hanya ingin menyelamatkan postingan. Udah itu saja. Lha mau apalagi? Iya, tho?

Jumat sore (25/11) saya baru saja mendapatkan job dari sebuah agency. Pihak pemberi kerja saat itu mensyaratkan artikel tayang di blog sebelum tanggal 27 November. Segera setelah mendapat email, saya mulai bekerja dan membuka dashboard blog. Saat melihat statistik blog, saya agak kaget. Tumben amat pageview saat itu cuma 1, biasanya saya dapat pageview di atas 500 jika tidak ada artikel yang baru. Jika ada postingan baru biasanya mencapai 900-1000 pageview. 

Saya tidak berpikiran negatif sama sekali. Pikiran saat itu mungkin karena blogger punya kebijakan baru dalam perhitungan pageview. Maklum, blogspot baru saja mengubah tampilan dashboardnya jadi bisa saja mereka juga mengubah perhitungan pageview pada blogspot. Toh, blog saya juga bukan blog yang populer jadi saya masih menganggap hal itu wajar. 

Setelah utak-atik naskah sebentar di dashboard blog, saya mematikan komputer karena Jumat sore jadwal untuk senam. 

Sepulang dari senam, saya membuka dashboard blog lagi. Pageview masih belum bergerak dari angka 1. Karena penasaran, kemudian saya iseng membuka blog dan kaget bukan main ketika tahu tampilannya seperti ini

Blog Saya yang Dihack

Mulai saat itu juga saya panik banget karena sadar blog dihack. Blog saya diretas. 

Duh, kenapa ya blog saya dihack? Padahal bukan blog yang populer. Ngehacknya kok ya pas banget saya mau mengerjakan job. Hahahaha, ya nasiiib. Meski panik tapi saya berusaha tenang. Kalem dan woles saja. Saya mencoba menjernihkan pikiran dan mencari solusi supaya blog bisa diakses lagi. 

Ketika pak suami pulang kantor, saya mengadukan hal ini. Sarannya cuma disuruh tanya ke komunitas blog yang saya ikuti, berharap ada yang membantu memberi solusi. Segera saya mengabarkan hal ini via telegram grup blogger yang saya ikuti. Atas saran salah satu member, saya disuruh melapor ke penyedia domain. Saya pun mengikuti saran tersebut.

Malam itu juga saya melaporkan hal ini ke pihak penyedia domain. Meski tanggapan direspon cepat oleh customer service namun secara teknis hal ini belum mendapat respon sampai esok hari. Entahlah. 

Mungkin karena saya stress memikirkan blog dan job yang sudah mepet deadline, pak suami akhirnya membantu mencari solusi.

Beberapa kali saya membuka email dan portal di penyedia domain berharap sudah ada solusi namun hasilnya masih nihil. Maka Sabtu pagi pak suami mulai tanya ke temannya yang ahli IT dan saya juga tanya ke adik yang kebetulan tahu seluk beluk pemrograman. Maklumlah pak suami tidak punya background IT, jadi lumayan bingung dengan masalah ini. Kami berdua mencoba mencari solusi dengan bertanya sana-sini. Sebenarnya saya mau tanya ke tetangga yang ahli IT tapi sungkan. Hehehe saya orangnya ewuhan kalau minta bantuan. Jika memang tidak bisa dikerjakan bersama, baru deh kami menyerah dan minta tolong orang lain. 

Sabtu siang pak suami mengutak-atik blog dan saking bingungnya sampai minta bantuan ke google. Karena ini tentang blogging, akhirnya percakapan dialihkan ke Blogger Help Forum. Saya juga baru tahu tentang forum ini. Blogger Help Forum semacam forum diskusi tentang blogging yang kebanyakan bule. Di forum ini, banyak juga member yang merespon pertanyaan dari saya (tepatnya pak suami sih, hahaha). Yap, jadi pak suami memakai email saya untuk mencari bantuan di forum tersebut. 

Kalau melakukan diskusi di forum internasional nggak main-main, lho. Sebelum bertanya sebaiknya baca dulu diskusi sebelumnya, siapa tahu masalah yang mau ditanyakan sudah pernah dibahas. Kalau sudah pernah dibahas, kayaknya yang respon sedikit. Yah, mungkin semacam wasting time bagi mereka. 

Sebelum bertanya, pak suami sudah mencoba saran di forum tersebut yang kebetulan mempunyai masalah hampir sama. Ketika sudah buntu, barulah mengirim email dan bilang kalau sudah mencoba solusi di forum tapi belum ada hasilnya. Akhirnya pak suami mendapat balasan dari salah satu member. Dari dia, diketahui bahwa kode DNS saya harus diganti. Nah lo, apa itu DNS? Saya juga nggak ngerti, hahaha. 

Untuk mencari kode DNS yang dimaksud bule tadi, semula pak suami ngecek di kode HTML template blogger. Lah, siapa tahu kode itu ada di situ. Setelah dicari ternyata nggak ada. Malah pak suami menemukan kode HTML yang aneh di blog saya lalu diganti dong kode yang aneh itu. Setelah membetulkan kode HTML, pak suami kembali kirim email dan tanya dimana kode DNS yang dimaksud. 

Yaelah, pak suami juga dikasih beberapa link artikel blogging untuk solusi masalah ini. Nah, untuk mengetahui kode DNS, si bule menyuruh buka ke penyedia domain. 

Hari Minggu, pak suami mulai mengutak-atik blog lagi. Mulai mengurus HTML, tanya lewat email, masuk ke portal penyedia domain, ganti password dan melakukan perubahan DNS di sana. Namun tidak serta merta blog saya simsalabim langsung sudah bener. Enggaaak. Masih menunggu waktu 1-4 jam euy.

Hari Minggu siang pak suami sudah agak optimis blog bakal beres, tinggal menunggu waktu pemulihan saja. Namun biar tegangnya berkurang, kami memutuskan ngemall sore. Dadakan sih ngemallnya dan cuma sebentar doang, yang penting agak rileks. 

Sekembalinya dari mall, pak suami mencoba akses ke blog saya masih belum bisa juga. Jujur, saat itu saya juga khawatir kalau usahanya nggak berhasil. Di sisi lain, saya sedikit lega karena sudah membatalkan job jadi nggak ada tanggungan. Meski lega tapi agak sedih juga sih karena kesalahan teknis jadi job hilang. 

Karena malam  itu sudah ngantuk banget maka kami tinggal tidur dan mencoba nggak kepikiran blog lagi. Mencoba ikhlas apapun hasilnya nanti. 

Mungkin usaha memang sebanding dengan hasil. Senin pagi tadi pak suami mencoba akses ke blog saya, akhirnya bisa! Alhamdulillah, usaha tanya sana-sini nggak sia-sia. Sekarang blog bisa diakses lagi. Senangnya. ☺

Dari kejadian yang saya alami, kalau blog dihack sebaiknya melakukan hal-hal ini :

1. Tanya ke komunitas blogger

2. Lapor ke penyedia domain atau hosting

3. Mencari solusi dengan tanya ke teman yang ahli IT atau ke mbah gugel. Kalau tanya ke mbah gugel, yang paling nyebelin itu isi postingannya hampir sama semua bahkan ada yang plek ketiplek persis namun kurang menyelesaikan masalah. Cuma judul postingan saja yang menarik

4. Tanya ke Blogger Help Forum

5. Berdoa supaya semuanya lancar dan blog bisa diakses lagi ^-^

Hikmah yang bisa saya ambil saat blog dihack yaitu untuk selalu membackup dan meningkatkan pengamanan blog. Dengan melakukan backup dan mengganti password secara berkala mungkin salah satu cara untuk melindungi blog kita. CMIIW ya. 

Teman-teman pernah mengalami blog dihack juga, nggak? Gimana solusinya? 


















Continue Reading…

Monday, November 21, 2016

Belajar Bahasa Jepang untuk Pemula

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat whatsapp dari saudara sepupu. Dia menanyakan bagaimana cara belajar bahasa Jepang untuk pemula. Duh, sejujurnya saya belum pantas kalau disuruh menjawab pertanyaan ini. Lah, saya belajar bahasa Jepang juga masih dasar banget dan belum cas cis cus ngomongnya. Tapi kalau sekadar sharing gimana cara belajar bahasa Jepang sih sebenarnya sudah pernah saya ceritakan di sini.

Postingan tersebut sebenarnya menjawab pertanyaan pembaca yang menanyakan belajar bahasa Jepang di LBI UI. Daripada reply komen kepanjangan maka saya bikinkan postingan saja. Sekalian nambah jumlah postingan kan? Hahaha.



Namun kali ini saya akan cerita pengalaman belajar bahasa Jepang untuk pemula. Karena saya juga belajar bahasa Jepang dari nggak ngerti apa-apa sama sekali. Iya, kayak petugas SPBU, saya mulai dari nol. Makanya saya sangat memahami saudara sepupu yang baru belajar bahasa Jepang. Maklum, dia bekerja di perusahaan Jepang dan si Bos baru-baru ini memberikan pelatihan bahasa Jepang tiap hari. Minimnya pengetahuan tentang bahasa Jepang bahkan bisa dikatakan tidak punya sama sekali, membuat sepupu saya agak kebingungan. 

Ketika dia menanyakan bagaimana cara belajar bahasa Jepang, saya langsung teringat saat pertama kali belajar bahasa Jepang. Saya pertama kali belajar bahasa Jepang karena ingin menghabiskan waktu luang saja karena waktu itu memang bengong dan bosan di apartemen. Iyes, saya belajar bahasa Jepang pertama kali saat tinggal di Jepang tepatnya tahun 2014 lalu. 

Saya masih ingat, sensei saya yang asli Jepang ketika melihat saya kesusahan menulis huruf Hiragana, beliau bertanya, 
"Is it your first time learn Japanese?"
Dan saya dengan mantap menjawab, "Yes." 

Saat itu saya sangat kewalahan menulis dan menghafalkan huruf Hiragana. Karena kewalahan dan hampir nggak mau balik les lagi, saya sempat bertanya dalam hati, kenapa harus belajar huruf ini? 

Ketika balik lagi ke Indonesia saya nggak melanjutkan les Jepang. Saya sudah hopeless duluan dengan hurufnya. Namun nggak nyangka kalau saya mendapat kesempatan belajar bahasa Jepang kali kedua. Dengan alasan yang sama saya dapatkan ketika mengikuti dinas pak suami di Shin Yokohama. Meski cuma dua bulan belajar di sana namun saya sangat menikmati proses belajar bahasa Jepang dari dasar. Dan, sayang juga kan kalau tidak dilanjutkan ilmunya. 

Makanya saya bertekad melanjutkan les Jepang sekembalinya di Indonesia. Alhamdulillah, janji itu saya tepati. Terhitung sejak pertengahan 2015 sampai sekarang saya masih survive belajar bahasa Jepang di LBI UI. Ceritanya bisa dicari di label 'Jepang' ya. 

Bagi pemula yang mau memahami dan mengerti bahasa Jepang, memang benar kalau menguasai huruf Hiragana dan Katakana itu wajib. Kenapa? Karena semua buku pelajaran bahasa Jepang tulisannya (sebenarnya) Kanji. Tapi buku bahasa Jepang untuk belajar, biasanya tulisan Kanji ada cara membacanya memakai huruf Hiragana. Nah, kalau kita tidak bisa membaca huruf Hiragana akan kesusahan belajar kan?

Di samping menguasai huruf Hiragana dan Katakana, sebaiknya menguasai percakapan dasar. Percakapan yang mudah-mudah saja, tidak usah yang sulit dulu. Misalnya ucapan salam, bertanya ini-itu, menjelaskan ini-itu tapi dengan simple. Misal, ohayou gozaimasu (selamat pagi). Kore wa hon desu ( Ini buku). 

Belajar bahasa Jepang bisa juga lewat buku atau YouTube. Kalau buku, saya lebih menyarankan untuk beli buku Minna no Nihon go deh. Sebab, selama saya les di UI memakai buku tersebut dan penjelasan di buku tersebut juga rinci. Bikin belajar bahasa Jepang makin mudah. 

Buku tersebut memberikan ulasan bahasa Jepang secara bertahap dari yang mudah sampai yang sulit. Bahkan di setiap bab juga ada penjelasan tentang kehidupan atau kebiasaan yang ada di Jepang. Jadi selain bisa belajar, kita juga tahu keseharian masyarakat Jepang. 

Oia, saya mendapat buku Minna no Nihon go 2 versi yakni versi Jepang dan Inggris. Yang versi Inggris sih menjelaskan apa yang ada di versi Jepang. Sedangkan yang versi Jepang, isinya Kanji dan Hiragana plus banyak latihan soal di setiap babnya. Jadi lumayan lengkaplah kalau punya kedua versi tersebut.

Untuk mendapatkan buku Minna no Nihon go, jujur saya kurang tahu. Lha kan biaya les di UI sudah sepaket dengan bukunya. Kalau misal di toko buku Gramedia atau yang lain nggak ada, mungkin bisa dicari di Kinokuniya. Maaf ya saya nggak promosi. Kenapa Kinokuniya? Karena toko buku ini kan milik Jepang jadi siapa tahu ada buku Minna no Nihon go di sana. 

Kesimpulannya apa? Untuk belajar bahasa Jepang bagi pemula, sebaiknya menguasai huruf Hiragana dan Katakana dulu. Kemudain kita bisa belajar melalui buku ataupun internet. 

Nah, Teman-teman punya pengalaman belajar bahasa Jepang nggak? Ceritain dong.^-^.




















Continue Reading…

Thursday, November 03, 2016

Blogger dan Program 3Ends Milik Serempak

Kamis (27/10) merupakan hari yang spesial buat saya. Spesial karena hari itu saya bisa mengikuti acara 'The Power of Content' yang diselenggarakan oleh KPPPA. Tepat di hari itu pula merupakan Hari Blogger Nasional. Ya, baru kali ini saya mengikuti acara yang bernuansa ulang tahun ala blogger. 



Saat memasuki ruangan di Binus FX, nuansa Indonesia sangat terasa. Dengan dress code nationality, para blogger datang memakai busana warna-warni yang dihiasi aksesoris khas Indonesia. Wah, saya tersenyum melihat mereka semua dan kagum dengan keberagaman Indonesia. 

Tak hanya itu saja. Hati saya berdesir dan seolah tersihir dengan lagu 'Gue Kece' milik Lil Rascal. Lagu dengan beat yang cepat dan kece membuat saya semakin semangat, tak sabar menunggu acara dimulai. 

Eits, dada saya sesak dan haru ketika acara mau dimulai. Semua orang yang ada di ruangan berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Duh, lama nian saya tidak mengikuti seremonial acara seperti ini. Sungguh, saya terharu. 

Program 3Ends Milik Serempak

Pembicara pertama yang sekaligus membuka acara, Ratna Susianawati dari KPPPA menjelaskan tentang Serempak. Serempak kepanjangan dari Seputar Perempuan dan Anak, yang merupakan portal milik KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Portal yang beralamatkan www.serempak.id ini memberikan ruang kepada masyarakat untuk aktif dan peduli tentang hal/isu mengenai perempuan dan anak. 

Ibu Ratna Susianawati Sedang Memberikan Paparan

Di dalam portal tersebut, kita, sebagai masyarakat baik perempuan ataupun laki-laki bisa membuat akun dan melakukan diskusi interaktif terhadap topik yang ada. Bahkan, kita juga bisa berkontribusi memberikan tulisan di laman tersebut.

Lebih lanjut, Ratna mengharapkan agar blogger dapat membantu memberikan informasi tentang perempuan dan anak. Dengan kemajuan teknologi, diharapkan banyak orang di luar sana yang melek terhadap isu ini. 

Hal ini sejalan dengan program yang sedang dijalankan oleh KPPPA yaitu 3ends. Iya, 3 program untuk perempuan dan anak yang harus diakhiri, antara lain kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan. 

Pembicara kedua, yaitu Maman Suherman. Saya tidak asing dengan Kang Maman, sapaan akrab beliau. Kang Maman adalah penulis buku best seller dan notulen pada acara komedi yang tayang di salah satu teve nasional.

Kang Maman dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan sungguh mengerikan. Setiap hari pasti ada kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Saya terhenyak ketika Kang Maman memberikan contoh kasus. 

Satu yang saya ingat yaitu tentang impian seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya biar bisa ke luar negeri. Awalnya saya tersenyum mendengar impian anak tersebut. Lalu senyum saya berubah ketika mengetahui alasan si Anak untuk ke luar negeri. Alasannya adalah supaya dia bisa jauh dari ayah dan kakak laki-lakinya yang sering melakukan kekerasan seksual kepadanya. Duh, saya miris mendengarnya. 

Persoalan perempuan merupakan persoalan kemanusiaan. Jika kita diam, apa jadinya negeri ini? Karena perempuan bukan hanya soal peraduan, pinggang, pigura, dan pergaulan saja. Namun, perempuan merupakan pilar yang membangun negeri ini. Pilar yang akan menopang keluarga dan membangun negara. Jika pilarnya runtuh, maka bangunan akan runtuh juga kan?

Kata Kang Maman, persoalan kekerasan atau kejahatan pada perempuan bukan karena rok mini tapi karena otak mini dari pelakunya.

Blogging

Setelah dua narasumber tadi berbicara mengenai kekerasan dan kejahatan pada perempuan dan anak, giliran narasumber berikutnya berbicara tentang blogging. Sebagai blogger, materi ini sangat menarik karena saya banyak belajar dari materi yang disampaikan.

Ibu Ina A. Murwani selaku Deputy Head of Marketing Binus Business School membuka sesi ini dengan pertanyaan,

Kalau blogger mati, meninggalkan apa?



Jawaban dari para peserta disubmit ke web tertentu lalu muncul di layar. Ternyata jawabannya amat beragam. Kebanyakan peserta menjawab 'tulisan'. Bahkan ada juga yang lucu menjawab tagihan utang, kisah masa lalu, kisah kece. Hahahaha, menarik ya aneka jawaban dari blogger. 

Karena blogger jika sudah almarhum meninggalkan tulisan dan blog maka blogger yang bersangkutan ingin diingat sebagai blogger apa? Branding apa yang akan diingat oleh pembaca? 

Nah, personal branding di blog perlu dibangun dengan beberapa cara diantaranya mengetahui target pembaca, memilih tema dan nama blog, memperbaiki tampilan blog, mempromosikan blog melalui media sosial. 

Narasumber selanjutnya yaitu Ani Berta, seorang social media activist dan Sekjen IWITA. Di blogsphere tentu saja Ani Berta merupakan sosok yang banyak dikenal. Kata Mbak Ani, blogger yang baik bukan saja yang sibuk hadir ke berbagai acara. Blogger yang baik adalah yang punya tanggung jawab untuk membuat reportase segera setelah acara. Maksimal dua hari, katanya. Hm, padahal reportase ini saya buat seminggu setelah acara.*kemudian saya tertampar*

Katanya lebih lanjut, dalam blogging sebaiknya jangan mengharapkan uang semata. Niatkan pula blogging untuk membantu sesama dan memberikan informasi yang bermanfaat. Bukan hal yang mustahil jika melalui tulisan, seseorang bisa menjadi maestro. Dan, Ani Berta telah membuktikannya.

Ani Berta Sedang Berbagi Ilmu Blogging

Untuk memperkuat tulisan sebaiknya lengkapi dengan data yang terverifikasi, ditambah dengan foto, video, atau infografik.

Narasumber terakhir yaitu Irwin Day, praktisi IT yang juga pendiri Nawala, layanan sistem yang memblokir situs-situs negatif dan berbahaya. Pak Irwin Day ternyata juga blogger, lho.

Sebagai seorang blogger, Irwin mengatakan bahwa blog sebaiknya diisi dengan tulisan yang kita suka. Dalam menulis konten jangan copas tulisan orang lain. Tulisan blogger harus original, menarik, menghibur, dan menginspirasi. Dengan demikian jika ada orang yang googling maka orang tersebut akan menemukan tulisan yang variatif, bukan tulisan yang itu-itu saja. 

Setelah narasumber terakhir memberikan paparan, keseruan acara masih berlanjut dengan berbagai hiburan dan pembagian hadiah. Kemudian dilanjutkan makan siang bersama. 

Sampai sekarang, saya masih bisa merasakan keseruan acaranya. Semoga Serempak dan blogger dapat terus bekerja sama memberikan informasi yang bermanfaat seputar perempuan dan anak.








































Continue Reading…

Wednesday, October 12, 2016

Ingin Berhemat Hingga 2 Juta Per Bulan? Pesan Catering Aja!




Coba ingat-ingat lagi, sudah berapa banyak dana yang Teman-teman keluarkan hanya untuk makan sebulan terakhir ini? Apakah banyak? Padahal masih ada tagihan listrik, air, belum lagi pulsa HP setiap bulannya. Pusing! Apabila Teman-teman mengalami masalah ini, kemungkinan besar kalian belum mencoba satu alternatif yaitu menggunakan jasa catering. Mari simak apa saja kelebihan catering yang dapat membuat hari-hari kalian lebih baik!

Hemat Hingga 20 Juta!

“Lho, memang kalau menggunakan catering jadi lebih hemat?”, pasti kalimat ini terlintas di benak Teman-teman kan? Let’s do simple math, bayangkan kalian menghabiskan Rp. 100.000 per hari untuk makan, sudah Rp. 3.000.000/bulan! Bandingkan dengan bila Teman-teman menggunakan jasa catering, hanya dengan mengeluarkan Rp 60.000 Anda bisa mendapatkan makan untuk siang dan malam. Dengan begitu, Teman-teman dapat meminimalisir pengeluaran sehingga kalian bisa menabung untuk keperluan lain yang lebih penting.

Menu Variatif 

Dengan variasi makanan, Teman-teman tidak akan jemu bila menggunakan jasa catering. Setiap hari, menu catering pasti berbeda-beda, sehingga lidah kalian tidak akan bosan makan yang itu-itu saja. Tidak hanya itu, layanan catering yang baik pasti akan memikirkan kandungan gizi pada menunya. 

Diantarkan ke Lokasi yang Diinginkan

Setiap kali Teman-teman makan di luar, sebetulnya ada 2 hal yang terbuang. Pertama, uang yang kalian habiskan untuk bensin, apalagi lalu lintas saat jam makan siang pasti padat. Kedua, Teman-teman kehilangan banyak waktu untuk pergi mencari makan. Oleh karena itu, catering bisa menjadi solusi yang efisien karena bisa diantarkan ke lokasi yang diinginkan. Kalian tidak perlu lagi keluar kantor dan bingung harus makan apa setiap harinya.

Dari Nasi Box, Tumpeng, Sampai Catering Sehat

Nah, bila suatu waktu Teman-teman butuh makanan untuk event, tidak perlu pusing lagi! Dari nasi box dalam jumlah banyak untuk makan siang karyawan, nasi tumpeng untuk perayaan ulang tahun, sampai catering sehat. Semuanya bisa disediakan oleh jasa catering. 

Pilih Sesuai Budget



What’s even better, jika Teman-teman merasa harga yang ditawarkan oleh jasa catering kurang cocok, kalian dapat memilih jasa catering lain yang lebih sesuai dengan budget. Melalui marketplace jasa bernama www.sejasa.com, kalian dapat menemukan berbagai jenis jasa catering dengan jenis pilihan makanan dan harga yang bervariasi. Tak hanya itu, Teman-teman juga bisa membaca review catering di halaman profil usaha penyedia jasa catering. Dengan fasilitas yang ada di Sejasa.com, memilih catering yang sesuai dengan kebutuhan dan budget kalian tak pernah semudah ini!


Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com