Thursday, February 16, 2017

Email dari Jepang

Saya rasanya campur aduk ketika membaca email dari sensei yang tinggal di Jepang. Rasanya antara baper, terharu, nggumun, dan tentu saja senang. Yah, kayak permen nano-nano karena saya nggak nyangka kalau beliau masih ingat sama saya. Kali ini saya akan cerita tentang sensei tersebut.

Namanya Izumi Isomura, seorang wanita usia paruh baya yang usianya saya taksir sekitar 60 tahunan. Izumi san seorang sensei yang mengajar di Kohoku Lounge. Tempat ini merupakan tempat belajar Bahasa Jepang yang murah meriah bagi pendatang yang tinggal di Shin Yokohama dan sekitarnya. Tempat belajar seperti ini banyak dijumpai di Jepang dan sangat membantu bagi WNA yang tinggal di sana. Cerita tentang Kohoku Lounge pernah saya ceritakan secara lengkap di sini, ya. 

Saya kenal Izumi san saat mengambil kelas hari Kamis. Karena term baru, saat itu suasana di Kohoku Lounge rame sekali. Tiap murid yang baru daftar seperti saya, akan dites. Tes ini untuk mengetahui si murid cocoknya di kelas mana, dasar banget atau nggak. Paham Bahasa Jepang dasar apa enggak. 

Saat perkenalan, saya dan Izumi san pakai Bahasa Inggris. Setelah tahu saya dari Indonesia, Izumi san langsung berbicara pakai Bahasa Indonesia. Saya pun nggumun dan melongo. Kok bisa, sih?

Beliau cerita kalau pernah ke Indonesia dan suka banget sama Bali. Bahkan anaknya ada yang menikah di Bali. Pyuh, memang sih kalau orang Jepang ketemu orang Indonesia yang dibicarakan seringnya Bali. Padahal kan Indonesia nggak cuma Bali kan ya? ^-^

Yaelah, Izumi san cuma ke Bali aja sudah jago Bahasa Indonesia. Lah, saya sampai sekarang belum jago Bahasa Jepang, huhuhu. 

Saya inget banget waktu itu beliau mengenalkan diri dengan panggilan 'Isomura'. Belakangan saya tahu kalau itu adalah nama keluarga. Di Jepang, biasanya kalau perkenalan pertama kali mereka sering menyebut dengan nama keluarga.  Hampir semua sensei saya yang tinggal di Jepang dan berusia paruh baya mengenalkan diri dengan nama keluarga mereka. Katanya itu juga menandakan belum adanya kedekatan dengan kita.

Tapi, untuk anak mudanya sih udah enggak. Mereka banyak yang mengenalkan diri dengan nama depan, kok. Beberapa anak muda Jepang yang saya kenal sih begitu. Cmiiw, ya.

Izumi san juga demikian. Awalnya beliau mengenalkan diri dengan nama keluarganya, Isomura. Tapi lama kelamaan, di email beliau menyertakan nama hanya Izumi. Nggak pakai Isomura lagi. Entah biar nggak kepanjangan atau beliau sudah merasa dekat dengan saya. *ge-er dikit boleh lah ya -,-

Perkenalan dengan Izumi hanya sebatas sensei yang ngetes masuk doang. Saya bukan murid yang diajar oleh beliau. Saat itu, sensei hari Kamis saya seorang kakek bernama Sakaki-san. Btw Sakaki itu nama keluarga lho. Nama depannya saya nggak tahu, hahahahaha. 

Jadi tiap Kamis kalau berpas-pasan dengan Izumi san kami saling sapa dan senyum. Kadang juga diselingi ngobrol sebentar. 

Saat pertemuan pertama, beliau tanya saya di Jepang sampai kapan. Dan, saya nggak nyangka kalau beliau ingat dengan tanggal terakhir saya les di Kohoku Lounge.

Di hari terakhir les, Izumi san bertemu dengan saya. Beliau mau ketemu saya saat jam pulang. Dan saya pun menyanggupi. Duh, rasanya gimana gitu mau ninggalin tempat les kesayangan, hahahaha lebay ya. 

Saat mau pulang kami foto bersama dan beliau memberi saya oleh-oleh. Saya sempat nolak, sih. Biasalah ya orang Indonesia, malu-malu tapi mau. Saya kaget kalau beliau akan memberi saya oleh-oleh (omiyage). Oleh-olehnya imut banget. Ada origami bikinan beliau, foto sakura dan alamat email di belakangnya, serta gantungan kucing yang imut banget. Saya terharu banget menerima omiyage ini.

Omiyage dari Izumi san masih tersimpan

Meski sudah dua tahun saya kembali dari Jepang tapi oleh-oleh tersebut masih saya simpan dengan baik. Iya, itulah cara saya untuk mengingat beliau. Sayangnya, waktu itu saya nggak ngasih apa-apa karena barang-barang khas Indonesia sudah habis saya bagikan ke teman dan sensei hari Selasa.

Walaupun saya sudah di Indonesia namun komunikasi antara saya dengan Izumi san masih berjalan. Bahkan Izumi san termasuk orang yang rajin menyapa dan berkirim kabar via email. Beberapa teman dan sensei lain yang saya kenal biasanya hanya menyapa kalau saya menyapa duluan. Mereka akan kirim email duluan kalau ada yang penting. 

Misal kayak Bom Sarinah tahun lalu. Beberapa sensei yang saya kenal mengirim email dan menanyakan kabar. Hm, senang sih punya teman yang care. 

Nah, bulan Januari kemarin saya mendapat email dari Izumi san sebanyak 2 kali. Yang pertama saat tahun baru lalu seminggu setelahnya beliau email lagi. Sayangnya, saya baru tahu email tersebut di akhir Januari. Maklum, saya jarang membuka email yahoo. Aktivitas surat-menyurat elektronik banyak yang lewat gmail. Duh, maaf ya Izumi san. 

Pertengahan Februari saya membalas email dari Izumi san. Yah, mengucapkan maaf dan selamat tahun baru serta cerita hal-hal ringan seperti yang beliau lakukan. 

Oia, di awal Januari, Izumi san cerita tentang tahun baru di Jepang. Katanya, saat tahun baru orang Jepang berdoa di kuil. Beda banget ya sama orang Indonesia yang heboh dan bikin pesta. Untuk perayaan tahun baru di Jepang memang sepi dan nggak semeriah di Indonesia. Saya tahu dari bacaan teman-teman yang tinggal di sana. 

Izumi san juga cerita tentang ibunya yang sudah sepuh. Beliau juga merawat ibunya. Tapi akhir-akhir ini malah Izumi san sakit pinggang jadi nggak bisa merawat ibunya dengan baik.

Selang sehari setelah saya membalas email, Izumi san kirim email lagi. Wah, saya terharu dengan respon cepatnya. Di email yang terakhir, Izumi san cerita kalau beliau bekerja di asrama mahasiswa asing (ryuu gakusei no ryou). Katanya lagi, mulai bulan April tahun ini, asrama tersebut menerima mahasiswa dari Indonesia. Wow. 

Saya tersenyum dan senang membaca ceritanya. Saya juga kagum dengan cara beliau untuk belajar bahasa Indonesia. Iyes, Izumi san email saya pakai bahasa Indonesia. Di setiap emailnya, Izumi san selalu menyapa dengan kalimat 'apa kabar'. 

Sebenarnya kami kirim email pakai bahasa gado-gado yang penting tahu sama tahu. Ya pakai Bahasa Indonesia, Jepang, dan Inggris. Bahasa Jepangnya saya pakai romaji soale sampai sekarang pakai huruf Jepang lewat komputer masih belum bisa. Yah, gaptek tingkat dewa hawong sudah tanya ke mbah gugel dan mempraktikkan ilmunya tetep aja nggak bisa nongol huruf Jepangnya. Nggak papalah yang penting antara diriku dan dirinya mudeng.-,-

Silaturahmi ini bagi saya juga proses belajar untuk tahu karakter orang serta belajar bahasa gado-gado secara gratis, hahahahaha. 

Setelah membaca emailnya kemudian saya baper. Yah, baper karena nggak nyangka kalau masih ada orang Jepang yang ingat dengan saya meski sudah 2 tahun berlalu dan belum pernah ketemu lagi. Saya juga baper karena Izumi san mengingatkan saya pada Jepang serta Shin Yokohama

Tiap kali dapat email dari Jepang, bawaannya baper mulu. Apalagi ada teman yang di akhir emailnya bilang 'see you around'. Huhuhuhu, kapan ya saya bisa ke sana lagi bertemu dengan sensei dan teman-teman di Jepang. Saya berharap semoga masih ada kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman di sana dan membalas kebaikan mereka. Aamiin.

Anyway, kamu pernah baper nggak sih gara-gara email? ^-^

Continue Reading…

Sunday, February 12, 2017

Peduli Jaminan Hari Tua, Pensiun Bahagia

Dalam dunia kerja, fresh graduate yang bekerja di perusahaan sebagian besar kurang peduli terhadap kepesertaan jaminan hari tua. Hal ini juga terjadi pada karyawan yang sudah lama bekerja. Umumnya mereka hanya peduli pada lifestyle saja sehingga jaminan pensiun kurang diperhatikan. Padahal jika mulai sekarang kita peduli pada jaminan hari tua maka saat pensiun bisa jadi bahagia. By the way, jaminan hari tua selanjutnya saya singkat JHT aja, ya. 

Gambar dari Pixabay

Apakah Teman-teman tahu berapa persentase iuran BPJS JHT? Terus, siapa saja yang iuran? Apakah full dari perusahaan atau ada potongan gaji dari karyawan?

Di blog ini, saya akan berbagi pengalaman tentang BPJS jaminan hari tua atau yang dulunya dikenal dengan nama Jamsostek. Lebih tepatnya, pengalaman pak suami sih karena saya kan ibu rumah tangga.☺

Pada 2012 saat masa kerja pak suami sudah 5 tahun, dia merasa bahwa tabungan JHT sangat kecil. Tabungan ini jika diproyeksikan saat pensiun mungkin tidak lebih dari 200jutaan. Nilai yang tentunya sangat kecil di masa tua nanti. Pak suami menghitung perkiraan ini dari laporan JHT. Tiap tahun pak suami mendapat laporan tabungan JHT dari Jamsostek. Apa iya kami perlu JAMINAN PENSIUN LAIN??

Pak suami galau karena beberapa temannya ada yang sudah ikut kepesertaan pensiun dari provider sebelah. Bermula dari kegelisahan ini pak suami melakukan riset kecil-kecilan. Dari mulai menganalisa besar-kecilnya iuran sampai besarnya hasil investasi di Jamsostek. Namun riset ini tidak menghasilkan apa pun karena akses saat itu belum online. Pusing pala pak suami kalau menghitung manual.-.- 

Setelah Jamsostek berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan, sistem mulai berubah dan tentunya pesertalah yang paling banyak diuntungkan. Perubahan ini antara lain mulai dari komunikasi dua arah yang lebih lancar, monitoring JHT secara online, bahkan pengajuan pencairan pun sudah bisa online.

Just info bagi yang belum tahu, penghitungan iuran jaminan hari tua terdiri dari karyawan dan perusahaan. Besaran iuran JHT yaitu: 

*perusahaan berkontribusi 3,7% 
*karyawan sebesar 2% 

Jadi iuran JHT besarnya 5,7%. Hal ini diatur dalam PP No.46 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua.

Pertanyaannya, iuran 5,7% dihitung dari gaji yang mana? Apakah gaji pokok atau take home pay?

Nah, saya punya cerita yang menarik nih. Masih seputar pengalamannya pak suami. 

Pada tahun 2014 pak suami rutin memonitor tabungan JHT dan kegelisahan yang sama di tahun 2012 kembali datang. Akhirnya dia memberanikan diri riset ke temannya yang sudah sering pindah kerja tentang gaji yang dihitung sebagai acuan JHT. Apakah GAJI POKOK atau TAKE HOME PAY? 

Karena jawaban dari rekan kerja yang berbeda, pak suami mencoba menanyakan langsung ke facebook fanpage BPJS Ketenagakerjaan yang kebetulan adminnya sangat aktif di FB. Percakapannya seperti ini 

Tanya Jawab Pak Suami dengan BPJS via Facebook

Dengan acuan jawaban dari admin BPJS, pak suami memberanikan diri email ke HRD Manager dan Direktur Operasional serta cc ke satu tim divisi di tempat dia bekerja. Untungnya, HRD Manager merespon dengan baik. Pihak perusahaan menjawab akan melakukan studi lebih lanjut tentang itu. 

Setelah berjalan beberapa bulan, pak suami kaget karena gajinya dipotong lebih banyak dari biasanya. Tentu saja hal ini sempat menghebohkan dan menjadi pertanyaan besar bagi seluruh karyawan yang lain. Setelah berkomunikasi langsung dengan HRD, pak suami baru tahu kalau BPJS Ketenagakerjaan sudah dihitung dari gaji total atau take home pay.

Dalam PP No.46 tahun 2015 pasal 17 ayat 2 menyebutkan bahwa besarnya iuran peserta BPJS JHT selain non pemerintahan dihitung dari upah pokok dan tunjangan tetap. 

PP No.46 Tahun 2015

Tunjangan tetap di sini artinya tunjangan yang bersifat tetap tiap bulannya misalnya uang transport, tunjangan jabatan, dll. Bila ada bonus atau uang lembur atau tunjangan yang berubah setiap bulannya maka tidak dihitung dalam penghitungan JHT.

Dengan adanya perubahan penghitungan iuran JHT maka ada pengurangan gaji yang diterima pak suami. Namun saya dan pak suami nggak galau karena potongan gaji masuk ke tabungan BPJS JHT. Toh tabungan tersebut juga akan kembali ke kita, peserta BPJS JHT. Kami sepakat tidak akan mencairkan tabungan JHT sebelum pak suami pensiun. 

Pelayanan dengan sistem online pun membuat semuanya lebih praktis dan hemat waktu. Pak suami lebih mudah memonitor tabungan JHT-nya. Tiap berapa bulan sekali pak suami cuma ngasih screen shoot jumlah tabungan JHT lalu dikirim ke saya via whatsapp. Simpel banget kan? Alhamdulillah, sekarang jumlahnya sudah lumayan.^-^ 

Selain simpel dalam sistem online, tabungan BPJS JHT ini juga fleksibel penggunaannya. Misalnya, peserta pindah kerja maka yang bersangkutan boleh membuat tabungan yang baru atau melanjutkan yang lama. Jika membuat JHT baru maka tabungan JHT yang lama bisa dicairkan. 

Mengingat besarnya manfaat tabungan JHT untuk hari tua nanti maka sudah sepantasnya kita peduli dengan jaminan hari tua supaya kelak saat pensiun bisa bahagia. 

Anyway, kantor kamu sudah menerapkan BPJS JHT apa belum? Hayo, penghitungannya dari gaji pokok atau take home pay nih? Dicek ya dari sekarang.^-^.


Continue Reading…

Friday, February 10, 2017

Ngomongin JKT48

Beberapa hari terakhir, saya kok sering melihat cerita yang berhubungan dengan JKT 48, ya. Tadi pagi saat buka trending topik twitter, saya nemu hestek ultahnya Haruka yang berulang tahun ke-25. Dua hari yang lalu saya nonton Ini Talkshow bintang tamunya Shania JKT48. Dari Shania, saya baru tahu kalau Haruka bukan anggota JKT48 lagi. Alasannya kenapa, saya juga nggak tahu. Nah, jadi deh saya pengin ngomongin JKT48. Yah, ngomongin Jeketi yang ringan aja. 

Lalu tersengar teriakan fans Jeketi
oioioioioi *sambil pakai lightstick ☺

Sumber @officialJKT48

Terus terang, saya bukan penggemar jeketi forti eit. Namun saya kagum dan nggumun setiap melihat penampilan JKT48. Saya cuma membayangkan keriweuhan di back stage. Anggota Jeketi kan banyak banget. Nah, untuk ganti kostum dan make up gimana ya suasananya? Lalu untuk mengatur member yang segitu banyaknya, gimana coba? 

Saya baru ngeh tentang JKT48 tahun 2014 saat ikut pak suami dinas di Jepang. Pak suami dinas bareng temannya. Si teman ini cowok tapi suka sama idol grup kayak SNSD, AKB48, dan JKT48. Btw, sampai sekarang saya nggak tahu singkatan SNSD, hahahahaha. Ada yang tahu?

Saat itu teman pak suami cerita kalau dia harus nonton konser AKB48. Lah, mumpung di Jepang kan? 

Perjuangannya untuk mendapatkan tiket konser AKB48 nggak mudah. Berkali-kali dia pesan online selalu kehabisan. Nah, baru yang kesekian kalinya akhirnya dia mendapatkan tiket konser. Orang Jepang pun sampai geleng-geleng melihat dia ngefans banget sama AKB48.

#Tentang JKT48 

Sebelum ngomongin JKT48, mari kita ngomongin AKB48 dulu. Mbaknya Jeketi yang ada di Jepang. 

Pada Desember 2005, Akimoto Yasushi membentuk idol grup di Akihabara, Jepang. AKB singkatan dari Akihabara, salah satu distrik di Tokyo, Jepang. Sedangkan angka 48, saya juga nggak ngerti ceritanya gimana. 

Setelah AKB48 sukses, Yasushi membentuk sister grup di distrik lain, namun masih di Jepang. Ada NMB48 (Namba, Osaka), SKE48 (Sakae, Nagoya), dan HKT48 (Hakata, Fukuoka). Nah, JKT48 merupakan sister grup pertama di luar Jepang. Selain di Indonesia, ada juga SNH48 (Shanghai, China). 

Yungalah, ternyata Jepang nggak cuma ekspor barang-barang elektronik ya tapi juga idol grup. Hahaha.

Pada Desember lalu, saya melihat acara di teve yang menampilkan ulang tahun JKT48. Saya ikuti sampai selesai karena penasaran. 

Dari acara tersebut, saya juga baru ngeh ada tim J, K, dan T. Belakangan saya baru tahu kalau idol grup ini mengenal sistem tim. Nama tim sesuai dengan 3 huruf yang membentuk nama timnya. Misal JKT48 ada tim J, K, T. Sedangkan NMB48 punya tim N, M, dan B. Masing-masing tim ada center dan kaptennya. Selain itu ada juga kapten pusat yang memimpin semua yaitu dari 3 tim.

#Fakta Unik JKT48

*JKT48 bukan girlband

JKT48 bukan girl band ya, mereka adalah idol grup. 

Berdasarkan info yang saya dapat, idol grup sejenis akademi keartisan. Mereka yang ingin bergabung dalam Jeketi harus mengikuti tahapan seleksi yang ketat. Setelah lolos mereka akan dididik menjadi idola yang multi talenta. Anggota Jeketi diharapkan nggak cuma bisa nyanyi dan nari tapi juga akting, berbicara di depan publik dengan baik, membawakan acara, dll.

Namanya akademi, di Jeketi juga ada istilah member graduate. Kelulusan ditentukan oleh Akimoto Yasushi, apakah seorang anggota layak lulus atau tidak. Graduate juga diberikan kepada member yang melanggar aturan. Untuk ini pastinya lulus yang tidak terhormat, ya. 

Lalu, apa bedanya dengan girlband?

Idol group dan girlband berbeda di konsep dan tariannya. Kalau di Jeketi konsepnya tim. Tariannya juga sedikit rumit dan lebih atraktif dibanding girlband.

*tentang wota

Wota adalah sebutan fans idol grup di Jepang. Karena Jeketi ada di Indonesia maka sebutan wota nggak cocok dipakai di sini. Sebutan untuk fansnya Jeketi ya fans JKT48 aja. 

Oia, saya punya kenangan dengan wota sewaktu tinggal di Jepang. Waktu ke Tokyo Tower ada penampilan dari idol grup mirip AKB48, entah namanya apa. Nah, wota ini kebanyakan cowok dan mereka sangat ekspresif sekali waktu menonton idolanya bernyanyi. Biasanya mereka akan menari dan teriak 'oioioi' sambil mengayunkan lightstick. Seruu banget lihat ginian di Jepang. Saya sampai tertawa sendiri.

*teater sendiri

AKB48 mengusung konsep idol you can meet everyday. Mereka punya teater sendiri yang terletak di Don Quijote Lt.8, Akihabara, Tokyo, Jepang. Saya pernah ke teaternya karena penasaran. Teater AKB48 menyatu dengan Don Quijote, pusat perbelanjaan di Jepang. Tempatnya kecil tapi terdiri beberapa lantai. Yah, maklum, tanah di Jepang kan nggak seluas di Indonesia.

Selain teater, di Akihabara juga ada AKB48 Cafe and Shop. Tempat ini berkonsep kafe dan menjual barang-barang tentang AKB48. Kalau kamu wota berat mereka, wajib ke sini. Tempatnya nggak menyatu dengan teaternya, ya. Malah cenderung agak jauh.

AKB48 cafe and shop letaknya nggak jauh dari stasiun Akihabara dan dekat dengan kursi taman kok jadi pasti bakal nemu dengan mudah. 

di Teaternya AKB48

Sewaktu ke teater AKB48, saya dan pak suami nggak niat untuk melihat penampilannya sih. Kami cuma penasaran aja dengan teaternya. Ketika masuk ke teater AKB48, ada beberapa foto dan barang-barang khas AKB48. Di situ juga ada layar televisi yang menayangkan penampilan saat pentas di dalam ruangan.

Kalau kamu ingin melihat penampilan AKB48 di teaternya, ya kudu beli tiketnya dulu. Saya nggak tahu cara belinya. Mungkin lewat online. Kalau kamu kehabisan tiket, masih bisa bernyanyi dan menari bersama wota di luar teater sambil melihat layar teve yang dipasang di sana.

Kebanyakan wota AKB48 cowok. Saya yang melihat pemandangan ini langsung di Akihabara, takjub dan senyum sendiri. Hahahaha.

Hal ini nggak jauh beda sama Jeketi. JKT48 juga punya teater sendiri yang ada di FX Senayan, lantai 4. Saya malah belum pernah ke teaternya Jeketi. Lah, ngapain coba? Hawong hafal lagunya saja enggak. 

Itu saja cerita ngomongin JKT48. Saya bukan penggemar namun kagum dengan grup ini yang kebayang super duper ribet kalau mau tampil saking banyaknya anggota. Saya yakin, beberapa tahun lagi, kita atau kamu yang masih muda bakal ingat banget sama JKT48 karena mereka sangat ikonik. Mulai dari bajunya, penampilan, lagunya, dan wajah cantiknya. Inilah yang membuat JKT48 sangat populer dan banyak penggemar yang fanatik. 

Hm, kalau kamu punya idol yang ikonik nggak? 


Sumber tentang Jeketi dari sini.
























Continue Reading…

Thursday, February 09, 2017

Inseminasi di Klinik Morula RS Bunda Margonda Depok

Sudah lama saya tidak berbagi cerita tentang ikhtiar hamil, ya. Hm, meski jarang cuap-cuap di media sosial tapi saya tetap berusaha untuk hamil, lho. Untuk kedua kalinya, saya melakukan inseminasi di Klinik Morula RS Bunda Margonda, Depok. Fyi, insem pertama saya pada tahun 2014 lalu. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini, ya.

Sebenarnya ini late post banget karena saya melakukan insem pada bulan September 2016 lalu. Inseminasi kedua ini saya lakukan karena kami ingin mencoba untuk mendapatkan anak lagi. Terus terang, saya lelah dengan semua ini. Lelah dengan berbagai omongan. Jujur, kadang lelah dalam berharap. Tapi saya juga yakin bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna. Jadi, saya juga harus tetap semangat berikhtiar.

Awalnya, saya cuma ingin ganti dokter meski tetap di RS yang sama. Iya, saya dari dulu periksa di RS Bunda Margonda, Depok. Kali ini saya konsul dengan dr. Mirna Myrnawati, Sp.OG. Selanjutnya saya singkat drM aja ya biar ringkas, hahaha. 

Saya tahu kalau drM ini bertugas di klinik Morula. Namun ketika saya melakukan insem kemarin, klinik Morula mengalami perubahan, lho. 

Saya ceritain dulu tentang perubahan klinik Morula RS Bunda Margonda.

Kwitansi yang Masih Tersimpan

#Tentang Klinik Morula RS Bunda Margonda

Dulu, saat insem pertama, semua administrasi menyatu dengan RS. Artinya saya mendaftar di CS dan bayar di kasir seperti pasien non morula. Sekarang, klinik ini manajemennya beda meski masih satu gedung.

Saat ini, klinik morula bisa dikatakan berdiri sendiri. Manajemen morula terpisah dengan pasien non morula. Jadi pasien morula dari mulai daftar, konsul dokter, ketemu perawat dan bayar administrasi ya di klinik morula. Namun beberapa tindakan misal pengambilan sperma dan tindakan insem masih memakai ruangan yang sama seperti insem pertama. Tindakan lanjutan tidak dilakukan di klinik namun memakai ruangan di RS.

Untuk pasien hamil atau promil yang tidak ditangani di klinik morula mulai pendaftaran sampai pembayaran seperti pasien lain, dilakukan di CS dan kasir RS. 

Bisa dibilang kalau klinik ini baru banget manajemennya. Ketika saya tanyakan ke CS morula, perubahan ini terjadi sekitar bulan Juli 2016. CMIIW, ya.

Dulu, dokter di Morula ada 3. Sekarang, cuma satu doang yaitu drM tadi. Saya nggak tahu juga kalau di tahun 2017 ada penambahan dokter lagi. Dalam hal ini, saya menceritakan kejadian saat insem saja, ya.

Oia, kesan saya terhadap drM yaitu dokternya cantik, logatnya medok kayak saya, dan ngomongnya cepet. Saran saya, kalau mau konsul dokter siapkan pertanyaan dari rumah. Kalau perlu ditulis biar  nggak lupa dan bisa dijawab oleh dokter dengan baik. 

Pegawai klinik Morula ramah sih. Namun yang bikin bete yaitu (saat itu) belum ada mesin EDC. Dengan begini, saya harus bawa uang tunai atau ambil di ATM. Mesin ATM di RS Bunda cuma Mandiri dan BNI. CMIIW ya kalau lupa-lupa ingat. Alhamdulillah, saya dan pak suami masing-masing nasabah di bank tersebut. 

Saya kok kasihan sama pasien yang bukan nasabah bank tersebut. Hm, lumayan biaya tarik tunainya, haha. 

#Biayanya berapa? 

Saya masih menyimpan semua kwitansi saat insem kedua ini. Biaya minimal di klinik Morula yaitu Rp.508.000,-. Biaya ini di luar biaya obat yang meliputi :

*biaya administrasi 30rb.
*biaya konsultasi dan treatment 478rb.

Ingat, itu biaya minimal lho. Treatment di sini cuma ditimbang BB, periksa tensi dan USG trans vagina.

#Tahap Inseminasi

Tanggal 3 September 2016

Saya periksa, konsul kalau ada PCO, lalalili sama dokter sambil menunjukkan buku kunjungan dan daftar mens. Saya datang ketika memasuki hari ke-4 mens. 

Karena niat mau insem, akhirnya dokter memberikan resep obat penyubur.

Resep :
*Dipthen 50 Mg 10 tablet 166rb
*Inlacin Cap 100 Mg 30 kapsul 213rb
*Folda kaplet 20 tablet 124rb.

Biaya resep 503rb

Folda seharusnya dapat 30 tablet karena di rumah masih ada folamil jadi saya habiskan dulu folamilnya. Toh, isinya sama yaitu asam folat.

Total biaya admin dan resep : 508rb+503rb = 1.011.000

Tanggal 10 September 2016

Cuma konsul dokter dan cek ovum. Saya mendapat resep Progynova 2 Mg 12 tablet.

Total biaya admin dan resep : 508rb+102rb = 610.000

Tanggal 15 September 2016 

Konsul dokter dan persiapan insem. Pada saat USG, ada 2 buah telur yang bagus. Selain itu, rahim saya juga bersih. Alhamdulillah tidak ada penyakit lain. Iyap, saya cuma PCO saja. Meski cuma, tapi perjuangannya berat lho. 

Proses insem ini sama seperti insem yang dulu. Saya disuruh suntik ovidrel jam 9 malam. Yang membedakan yaitu saat insem pertama, tindakan insem dilakukan esok hari setelah suntik ovidrel. Namun di insem kedua, tindakan insem (menyuntikkan sperma) dilakukan 2 hari setelahnya. Oia, selama disuntik ovidrel saya tidak boleh berhubungan dengan pak suami.

Mengenai perbedaan tindakan insem setelah ovidrel kenapa berbeda dengan yang pertama, saya pun tak tahu. 

Resep :
*Ovidrel 765rb
*Plastik 600
*Progynova 2 mg 40 tablet 340rb

Biaya resep : 1.105.600

Total biaya admin dan resep : 508.000+1.105.600 = 1.613.600 

Tanggal 17 September 2016

Tindakan IUI (Intra Uteri Insemination). Saya dan pak suami datang ke RS pagi. Pak suami dibawa ke ruangan khusus dan diberi tontonan film biru, hahaha. Lalu diambil spermanya. Sedangkan saya dibawa ke ruangan bersalin untuk disuntik sperma.

Yang membedakan yaitu dulu pas insem pertama saya mendengar lagu untuk menenangkan pasien namun kali ini tidak. Entahlah, sudah tidak ada lagu lagi atau saya yang kurang beruntung, hahahaha.

Penyuntikan sperma dilakukan oleh drM dibantu dengan 2 suster dan 1 pegawai laborat yang membawa sperma. 

Posisi saya litotomi dan sperma disuntikkan. Rasanya agak gimana gitu karena mendengar bunyi alat yang terbuat dari logam. Ngilu-ngilu gimana gitu, hahahaha. Setelah IUI, saya tidak boleh bergerak selama kurang lebih 15 menit. Hal ini dimaksudkan agar sperma bisa masuk sempurna. 

Oia, biar prosesnya cepat, suster menyarankan agar pak suami langsung antre di apotek. Saat saya istirahat setelah litotomi dan nggak boleh turun dari kasur (masih dalam posisi litotomi), pak suami antre ke apotek dan membayar admin. Lumayan banget lho ini jadi mempersingkat waktu karena kami nggak tunggu-tungguan. Begitu saya selesai langsung cus pulang.

Resep :
*Duphaston 10 Mg 30 tablet 642rb
*Utrogestan 200 Mg 15 kapsul 370.500

Biaya resep : 1.012.500

Oia, saat IUI, biaya admin 30rb dan IUI 2,2juta. Saya tidak dikenakan biaya konsul dan trans vagina. Biaya admin dan IUI dibayarkan di CS Morula. Jadi saya bayar uang segepok karena tidak ada EDC di CS-nya.-.-

Total biaya admin dan resep : 30.000+2.200.00+1.012.500 = 3.242.500

Setelah insem, saya beraktivitas seperti biasa nggak selebay saat insem pertama. Tapi memang saya nggak beraktivitas fisik yang berat. Tugas rumah tangga dibagi sama pak suami lah. Saya juga naik motor seperti biasa. 

#Hasil Insem

Hasil Insem diketahui pada tanggal 3 Oktober 2016. Saya mendapat rujukan untuk melakukan tes Beta-HCG untuk mengetahui apakah saya hamil atau tidak.

Gini, saat tanggal 3 Oktober saya datang ke klinik morula untuk daftar antre. Namun, saya bilang kalau misal saya positif maka saya langsung menggunakan asuransi. Selama ini biaya insem tidak ditanggung asuransi. 

Nah, apakah klinik morula bisa melakukan ini?

Alhamdulillah, katanya sih bisa. Saya akan dibantu jika nanti pemeriksaan langsung pakai asuransi.

Setelah itu saya ke bagian laboratorium. Oia, baiknya telepon lab dulu ya apakah diharuskan puasa atau tidak. Dan sebaiknya jam berapa ambil darahnya. Saya lupa-lupa ingat, puasa atau enggak. Tapi sebaiknya ambil darahnya pagi.

Setelah darah diambil, saya ngendon di musholla untuk sholat dan baca buku. Tepat setelah sholat luhur, hasil lab sudah jadi. 

Sayang, hasil lab negatif dan saya belum hamil. Segera saya laporkan ke suster dan nggak konsul ke dokter. Hm, saya merasa percuma ketemu dokter karena hasilnya sudah dibaca suster. Kata suster, saya disuruh datang lagi pas mens hari ke-2, bulan setelahnya. Namun sampai sekarang saya tidak datang karena nabung dulu. Celengan Semarnya nggak gendut lagi-.-

Biaya lab Beta-HCG : 431.200

Lumayan shock dengan biaya labnya, hahahaha.

Jujur, saya sedih dengan hasil ini. Sepanjang jalan menuju pulang saya menangis sendiri di angkot. Saya berusaha menguatkan diri sendiri. Tidak ada yang saya kabari kecuali pak suami. Bahkan berbulan-bulan setelahnya saya baru menceritakan hal ini kepada orangtua saya. Bukan apa-apa sih, saya malas jika sering ditanya tentang insem ini. 

Selain itu, saya juga menenangkan diri dengan melakukan yoga. Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya. 

Esok hari setelah lab yakni tanggal 4 Oktober 2016 saya mens. Darah saya hitam dan banyak sekali. Mungkin itu akumulasi obat hormon sebelum dan setelah insem.

Proses inseminasi ini tidak sedrama insem yang pertama. Saya lebih siap dan lebih kuat menghadapi apa pun yang terjadi. Meski lelah dan kantong jebol tapi saya sudah berusaha. Saya hanya menjalani hidup ini dengan baik. Saya berusaha untuk selalu berpikir positif serta berharap agar sehat dan bahagia. Saya hanya pelaku kehidupan di dunia ini. Peran ini akan saya jalani dengan baik.^-^.

Untuk ibu-ibu yang masih berjuang seperti saya, yuk selalu semangat dan berpikir positif. Ada yang punya cerita tentang inseminasi? Share, dong.^-^.


























Continue Reading…

Friday, February 03, 2017

Selamat Tinggal pi23tz

Bulan Januari kemarin saya baru saja mengubah domain blogspot. Ingat ya, bukan domain dotcom lho tapi yang blogspot. Perubahan ini saya lakukan berbarengan saat sewa domain berbayar (dotcom) habis. Jadi sekalian aja dan biar nggak terlalu ribet. Perubahan nama domain ini saya lakukan karena sudah eneg dengan alamat yang lama. 

Nama domain, baik blog gratisan ataupun yang berbayar lebih baik diperhatikan lagi terutama bagi blogger pemula.

Bagi saya, nama domain blog itu penting. Kenapa? Karena nama domain blog identik dengan diri kita. Kita mau dikenal sebagai siapa di dunia blogger. Apalagi sekarang, dunia blogger yang katanya rame dan riuh melebihi dunia persilatan, haha. Jadi, kita pengin gampang diingat atau enggak?

Pixabay

Nama domain blog ibarat identitas bagi pemilik blog. Misal kalau lagi kopdar sesama blogger, banyak lho yang mengenalkan diri dengan nama blognya. Sering banget saya mendengar kalimat seperti ini,

"Kenalin ini si A yang blognya xyzdotcom itu lho."

Tak jarang kadang blognya lebih ngehits dibanding pemilik blog. Bahkan, nama asli pemilik blog kadang nggak tahu, lho.

Saya, di dunia blogger dikenal dengan pipit widya meskipun ini bukan nama lengkap saya. Tapi saya enjoy dan senang karena dikenal dengan nama blog tanpa embel-embel yang lain. Saya senang karena dikenal dengan nama sendiri dan menjadi diri sendiri. 

Kalau flash back lagi, saya mengganti nama domain blogspot karena sudah eneg dengan pi23tz.blogspot.com. Iya, nama itu terlalu susah untuk diucapkan dan diingat jadi saya membeli domain pipitwidya.com. 


Semakin lama kok saya masih nggak enak dengan pi23tz meski sudah ketutup dengan domain pipitwidya.com. Saya pengin banget mengubah dengan domain yang lebih mudah diucapkan. Niat ini sebenarnya sudah ada sejak oktober 2016 silam namun nggak juga saya kerjakan. Setelah tanya beberapa teman blogger, sebenarnya sayang kalau diubah karena akan mempengaruhi PA, DA, dan angka statistik blog lainnya. 

Tapi saya nggak peduli, udah eneg soalnya.-.-

Malah saya sudah bikin blog baru lho untuk antisipasi jika harus ekspor tulisan. Blog baru ini nama domainnya lebih mudah diucapkan sih dibanding yang pi23tz.-.-

Tapi atas saran teman yang juga seorang blogger, sebaiknya mengganti domain kalau sewanya sudah habis aja. Katanya, nggak perlu bikin blog baru dan prosesnya lebih gampang. Enaknya lagi nggak perlu ekspor postingan juga. 

Selama menunggu domain habis, saya malas banget bikin postingan. Rasanya pengin segera habis sewa domain dotcom-nya. Penginnya ingin segera ganti domain blogspotnya. Memang, menunggu itu pekerjaan yang nyebelin dan nggak enak. 

Setelah sewa domain habis, saya menghubungi penyedia domain yaitu Qwords. Ini bukan iklan lho, ya. Saya chat CS-nya dan bilang apa adanya. CS-nya Qwords baik banget dan ramah menanggapi kebawelan saya. Untuk masalah ini, saya cuma disarankan untuk chat ke bagian billing via email.

Biasanya kalau sewa domain mau habis, kita akan mendapat email untuk lanjut apa enggak. Nah, di situ kita balas dan curhatkan kemauan kita.

Saya cuma pengin domain pipitwidya.com dikeep sebentar karena saya akan mengganti alamat blogspot. Saya takut kalau tiba-tiba domain pipitwidya.com dibeli orang. Intinya itu sih keinginan saya.

Ternyata penjelasan dari pihak billing sangat menyenangkan yakni domain yang masa sewanya habis akan expired sebulan setelah tidak ada perpanjangan. 

Jadi nih, domain pipitwidya.com katakanlah habis tanggal 1 Januari. Nah, selama domain ini nggak dibayar perpanjangannya domain tersebut masih milik kita sampai sebulan setelahnya. Domain tersebut nggak akan hilang, masih aman. Jangan takut domain bakal dibeli orang. Kalau sampai 1 Februari nggak diperpanjang juga maka domain tersebut expired dan bisa dibeli orang lain. 

Tapi, sehari setelah masa sewa habis (tanggal 2 Januari), domain tersebut memang tidak bisa diakses. Lah, kan masa sewanya sudah habis. Kalau ingin diakses ya harus bayar perpanjangan dulu dong.

Setelah tahu blog nggak bisa diakses, saya menghubungi Rani, pemilik www.novariany.com. Saya minta tolong dibantu untuk mengonekkan (bahasanya yang lebih bagus apa ya) alamat blogspot yang baru ke domain. Iya, saya gaptek, Kakak.

Prosesnya saya ganti dulu alamat blogspotnya lalu melakukan perpanjangan domain di Qwords.

Nggak cuma itu saja. Saya juga bikin alamat email baru yang nggak ada pi23tz-nya. Nah, email baru ini juga konek ke email yang lama. Jadi saya nggak perlu buka email baru. Enak kan? 

Demi apa coba?

Demi nggak eneg ama pi23tz, hahahaahaha. 

By the way, untuk ganti alamat blogspot ternyata susah-susah gampang ya Cin nyari yang cocok. Bolak-balik ganti ini-itu ternyata domain nggak tersedia, sudah dipakai orang. Saking jengkelnya, saya sampai cek lho blognya, bener nggak sih sudah dipakai atau saya cuma di-php-in doang. 

Untuk domain blogspot, saya penginnya pipitwidya.blogspot.com. Yah, saya penginnya domain gratisan dan berbayar sama. Ternyata domain ini tidak tersedia. Ketika saya search, yaelah blognya kosong mlompong. KZL!! Coba deh cek sendiri sana.

Tahu gitu, mbok ya blognya dihapus aja. Kalau gini kan malah nyusahin orang. Ada yang pengin domain tersebut tapi nggak bisa. Kalau sudah bikin blog, lha mbok blognya diisi gitu lho. Paling nggak 5 postingan lah, mengikuti aturan lomba blog. Hahahahaha. 

Setelah beberapa menit utak-atik nama blog, dari blogpipitwidya, diarypipitwidya, pipitwidyanote, catatanpipitwidya (mirip sekuel catatan hati seorang istri), diaryofpipit, hipipitwidya, akhirnya nemu pipitwidyablog.blogspot.com. Alhamdulillah, saya pakai domain ini. Daripada bingung dan nggak ketemu juga. Saya sempat hopeless duluan karena pas ganti ini WA sama Rani dan cekikikan nyari nama blog. 

Oia, karena gaptek maksimal, saya nggak tahu lho caranya ganti nama blog kalau sudah pernah pakai domain berbayar atau domain berbayar masih melekat. Berkat Rani, saya jadi tahu.

Cara mengganti nama domain blogspot :

Masuk ke Dashboard-Setting-Basic-Blog adress. Nah di situ kan ada 2 alamat blog yaitu nama blog yang berbayar dan yang gratisan. Kalau mau diubah, domain yang berbayar diklik tanda silangnya. Setelah domain berbayar hilang, lakukan perubahan nama domain blogspot. 

Tanda silangnya diklik terus diganti alamat blogspotnya


Kalau untuk mengonekkan blogspot ke domain dotcom dan email baru ke email lama, saya nggak tahu. Hawong saya dibantuin sama Rani. Terima kasih banyak ya, Ran, untuk bantuannya.

Moral story dari postingan ini :

1. Kalau mau bikin blog, perhatikan nama domain. Pilih nama yang mudah diucapkan dan diingat. Kalau bisa jangan pakai angka. Oia, hal ini juga berlaku untuk alamat email, ya. Saya nggak bisa bikin email yang halo@pipitwidya.com kayak gitu. Bagi saya, hipipitwidya@gmail.com sudah bagus, hahahahaha. 

2. Kalau bikin blog ya harus diisi jangan dibiarkan kosongan. Kasihan orang lain yang pengin domain tersebut.

3. Jika tidak bisa utak-atik blog, jangan keminter. Lebih baik tanya teman yang tahu. Sumpah saya deg-degan mau ganti nama blogspot. Pak suami bilang jangan gegabah. Karena kalau salah setting, blog nggak bisa diapa-apain, kelar hidup lo! *lebay

4. Komunikasikan uneg-unegmu dengan penyedia domain dan hosting. Insha Allah mereka akan membantu dengan senang hati.

Sekian postingan curhat kali ini. Intinya, alamat blogspot sudah ganti dan nggak alay lagi meski email yang pi23tz masih digunakan untuk membuka blog ini. 

Domain kalian gimana? Mudah diingat dan diucapkan nggak? ^-^


















Continue Reading…
Powered by Blogger.

Recent Posts

    Follow Me

    Page Views

    Copyright © Pipit Widya | Powered by Blogger
    Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com