Anak (Harus) Sepasang

Saat saya hamil anak kedua, banyak banget yang nanya, anaknya cewek atau cowok?

Saya jawab, "Kata dokter sih cewek."

Reaksi mereka ketika tahu anak saya bakal cewek lagi hampir sama. Mereka bilang, nggak papa. Kayaknya ucapan mereka kayak membesarkan hati saya.😄

Bukan hanya orang-orang terdekat yang begitu. Dokter yang periksa saya nada bicaranya hampir sama. Kata bu dokter,

'Ini anaknya cewek lagi, lho. Nggak papa, ya.'

Lah, apa salahnya kalau anak saya cewek lagi? Asal si bayi sehat dan normal itu sudah cukup bagi saya. Toh, saya bisa hamil lagi itu suatu mukjizat. Bener-bener nggak diduga. Jadi mau apa pun jenis kelaminnya, saya nggak masalah.

Saya tahu kenapa mereka kayak berusaha membesarkan hati saya. Karena di masyarakat ada anggapan kalau bisa punya anak itu sepasang, cowok dan cewek. Kalau cuma salah satu kayak ada yang kurang.

Yah, namanya juga manusia pasti pengen punya apa yang belum dipunya. Misal sudah punya anak cowok, mereka pengen anak cewek. Begitu pula sebaliknya. Iya, kaaaaan?

Pixabay 

Saya punya eksperimen kecil-kecilan, mengamati teman yang belum punya anak sepasang. Jawaban mereka umumnya memang menjawab anggapan yang ada di masyarakat.

Teman yang anaknya udah lengkap, satu cowok dan satu cewek, misalnya. Saya iseng nanya, mau nambah lagi anak nggak? Rata-rata jawaban mereka enggak. Alasannya karena udah sepasang. Kalau nggak sepasang mungkin mereka akan punya anak lagi.

Hhhmmm, emang sih ada beberapa orang yang begitu. Mereka ngotot pengen punya anak sepasang. Teman saya anaknya cowok 3 saking pengen punya anak cewek, dia hamil lagi. Untungnya anak keempat cewek. Nggak tahu juga kalau dia mau punya anak lagi, merasakan sensasi nothing to lose mau dapat cowok atau cewek, hahaha.

Teman saya yang lain, udah punya 2 anak cewek. Dia dan suaminya pengen banget punya anak cowok. Pasangan ini pernah nanya ke saya biaya insem di RS Bunda Depok berapa. Ya, mereka sampai mau ikut program di RS supaya dapat anak cowok. Wow, ikhtiarnya niat banget.

Ada lagi cerita yang lain. Ada teman yang berusia lebih dari 40 tahun dan punya 2 anak cowok. Saking pengen punya anak cewek, dia rela hamil lagi. Sayangnya, dia sudah 2 kali hamil dan mengalami keguguran. Entahlah saat ini dia masih pengen hamil lagi apa enggak.

Nah, yang ini agak ekstrim. Teman aerobik saya masih muda, umurnya sekitar 32 tahun. Anaknya 6 dan cowok semua. Gila, hari gini pasangan muda anaknya 6.

Saya iseng nanya, "Pengen punya anak cewek nggak?"

Dia sih nggak mau karena capek hamil mulu, hahaha. Tapi suaminya penasaran pengen anak cewek. Alamaaakkk. 

Kalau saya dan pak suami gimana?

Hhhmmm, jujur nih, kalau saya santai. Mau dapat cowok atau cewek nggak masalah. Karena jika mengingat perjuangan dulu saat mendapatkan anak pertama, saya sangat bersyukur bisa hamil. Apalagi sampai hamil dua kali.

Tapi tapi pak suami beda. Dia sih pengen anak cowok. Soalnya kan anak pertama cewek. Wajar lah ya. Ketika tahu anak kedua bakal cewek lagi, dia kekeuh saya pengen hamil lagi. Siapa tahu bisa dapat anak cowok.

Eits, tunggu dulu.

Maaf, yang hamil siapa ya? Saya yang tahu gimana rasanya hamil dan melahirkan. Saya yang merasakan begahnya badan saat mau melahirkan. Saya yang merasakan sakitnya melahirkan.

Itu belum seberapa. Masih ada proses menyusui dan merawat anak.

Berapa anaknya yang dirawat? Nggak cuma satu lho.

Belum lagi jika memikirkan biaya pendidikan yang mahalnya minta ampun. 

Masih mau nambah anak lagi? Hahahaha.

Suami tugasnya mah menenangkan istri saat melahirkan. Yah, sambil panik dikit lah, hahaha. Tapi jujur ya, momen saat melahirkan itu sangat indah untuk dikenang. Meski disertai panik, kesakitan, jeritan, dan tangisan tapi begitu melihat bayi udah lahir semua rasa itu hilang. Yang ada cuma syukur dan bahagia. Beneran deh.

Pak suami tahu gimana saya saat hamil kedua. Karena hamil di atas 35 tahun, saya ngos-ngosan euy. Mau olahraga, nggak bisa karena ada gangguan dari si sulung. Pokoknya kehamilan pertama dan kedua beda banget lah.

Kalau misal mau nambah anak lagi, usia saya mau 40 atau bisa jadi di atas 40 tahun. Nah, saya bakal jompo banget. Udahlah saya memilih mengibarkan bendera putih. Nyerah. Hahahaha.

Dulu waktu awal nikah, saya punya cita-cita pengen punya 4 anak, hahaha. Tapi begitu tahu rasanya hamil dan melahirkan, udahlah cukup 2 saja. Nggak mau nambah lagi.

Toh, niat punya anak kedua biar si sulung ada temannya karena kami nggak punya saudara di Depok. Bahkan saudara di Jabodetabek cuma dua. Pertama, sepupu saya yang tinggal di Bekasi. Kedua, ponakan pak suami yang baru setahun kerja di Jakarta.

Berhubung impian udah terpenuhi, akhirnya pak suami mau menerima kenyataan kalau anaknya cewek semua. Yang penting mereka sehat, nggak kurang suatu apa pun.

Maka dengan ini saya nyatakan pabriknya ditutup, hahaha. Semoga saya nggak kebobolan. Cukup 2 saja, Ya Alloh. Please. Hamba lelah jika harus hamil-melahirkan-menyusui terus-terusan.

Teman-teman yang udah punya anak gimana pengalamannya? Anaknya udah sepasang apa belum? Hahaha.

3 comments

  1. anakku 2 cowok semua mbak, hehehe, kalo dibilang pengen anak cewek ya pasti pengen, tapi ya sama kayak mbak, mikirnya lebih panjang, soalnya yang diurus tambah banyak, tapi pasrah aja deh, kalo memang dikasih rezeki alhamdulillah, kalo gak ya alhamdulillah, dijalanin aja lah, jangan terlalu dipikirin malah tambah pusing

    ReplyDelete
  2. Wah mba, saya sama adik saya juga dua-duanya perempuan 😂 Berbanding terbalik sama si kesayangan yang keduanya anak lanang. Tapi memang dulu ibu saya ingin punya anak sepasang, jadi berharap anak ke dua laki, walau yang ke luar tetap perempuan 😆 Mungkin karena itu adik saya tumbuh agak tomboy dan hobi kegiatan outdoor kayak naik gunung dan sejenisnya 😁

    Well eniweis, apapun itu yang diberi Tuhan, yang terpenting sehat ya, mba 😍

    ReplyDelete
  3. Mbakkkk apa kabar?semoga sehat selalu yaa....
    Udah di Indo?
    Kadang nggak ngeh juga kalau ada yang bilang, anaknya cewek lagi, gpp ya... itu maksudanya gimana sih ahahaha.

    ReplyDelete