Jualan di Facebook Marketplace

No comments

Belum lama ini saya jualan di Facebook marketplace.

Jujur aja, saya agak bingung main fitur Facebook karena udah lama nggak buka media sosial tersebut. Lebih katroknya lagi saya baru tahu kalau Facebook punya marketplace. Hahaha.

Saya lagi beberes rumah dan ada beberapa barang yang saya jual diantaranya mixer heavy duty dan oven. Kondisi barang tersebut masih bagus karena pemakaian hanya sesekali. Toh, belinya juga pas pandemi. Malah yang oven belinya setelah lebaran kemarin.

Berhubung jarang buka FB, saya menyuruh pak suami buat jualan. Soalnya dia sering pakai FB marketplace buat jualan atau beli barang. Jadi dia udah familiar sama fitur tersebut.

Setelah pak suami jual mixer dan oven malah urusannya ribet.

Berhubung barang yang dijual milik saya, yang kasih harga juga saya, jadi kalau ada calon pembeli yang nanya-nanya, pak suami nanya balik ke saya.

Daripada ribet akhirnya pak suami menyuruh saya jualan sendiri di Facebook marketplace.

Setelah sekian lama akhirnya saya buka web Facebook lagi. Agak bingung juga sih sama fiturnya. Marketplace-nya di sebelah mana, ya. Tanya-tanya pak suami, saya disuruh pakai app Facebook Lite.

Kata pak suami, dengan app jadi lebih mudah karena fitur marketplace kelihatan. Dengan memakai app, sebagai penjual kita bisa memberikan respon yang cepat kepada pembeli.

Ya udah lah ya, saya sat set install app Facebook lite. Lalu mulai posting barang yang dijual. Nggak berapa lama, saya dapat respon dari pembeli. Agak kaget juga sih. Kok cepet banget ya responnya.

Barang yang saya jual di FB marketplace

Ada satu..dua..tiga..lama-lama banyak juga yang nanyain barang yang saya jual. Dari calon pembeli tersebut, ada yang bener-bener serius nanya tapi ada juga yang kelewatan bener nawarnya. Beli peralatan elektronik kok nawarnya kayak beli cabe di pasar. Hahaha.

Kalau menghadapi pembeli yang seperti ini, saya harus tegas tapi tetap sopan. Jadi mereka nggak bakal nanya lagi.

Selang beberapa hari, barang dagangan saya laku. Duh, senengnya. Pembelinya satu orang. Awalnya beliau cuma pengen beli mixernya aja. Setelah lihat oven saya, malah jadi tertarik. 

Jadi, udah deal dong!

Proses jual belinya nggak langsung deal. Pembeli mau cek kondisi barangnya dulu baru bayar. Jadi beliau datang ke rumah saya untuk melakukan transaksi jual beli.

Berhubung pembeli saya ternyata ibu-ibu yang pakai akun suaminya, setelah cek barang beliau masih nawar, lho. Ya ampun nawarnya terus-terusan dan nggak menyerah. Tipe ibu-ibu yang suka belanja di pasar deh.😂

Setelah terjadi kesepakatan harga antara saya dan si ibu, beliau transfer dan proses jual beli selesai.

Dari pengalaman menjual barang di Facebook marketplace, saya bisa mengambil beberapa kesimpulan:

1. Ternyata Facebook nggak cuma berisi status orang pamer atau hoax aja ya. Sebagai user, kita bisa berbisnis di sini, euy.

2. Jualan di Facebook marketplace mudah, nggak ribet, dan cepat. Tinggal upload foto, kasih keterangan lalu publish.

Berhubung saya belum pernah jualan di ecommerce jadi nggak bisa bikin perbandingan lebih enak jualan di sana atau di FB marketplace.

3. Adanya setting 'no shipping' memudahkan penjual dalam pengemasan dan pengiriman. Urusan pengiriman barang menjadi tanggung jawab pembeli. 

Mereka yang datang ke rumah kita untuk membeli. Atau mereka bisa pakai jasa pengiriman barang online seperti Gosend, Maxim, Lalamove, dll.

4. Biasanya pembeli menanyakan nomer Whatsapp. Katanya sih biar enak komunikasinya.

Jujur aja, saya pilih-pilih pembeli yang minta nomer WA. Saya punya aturan yaitu kalau pembeli udah deal dengan harganya, baru saya kasih nomer kontak pribadi. Jaman sekarang ngeri euy kasih nomer pribadi ke sembarang orang.

5. Pembayaran cepat karena pembeli bisa transfer, COD, atau cash. Di kasus saya, pembeli melakukan transfer setelah melihat kondisi barang.

6. Sebagai penjual, kita harus jujur dengan kondisi barang yang kita jual. Biasanya pembeli akan menanyakan minus barangnya apa kok sampai dijual.

Saran saya, ceritakan kondisi barang apa adanya dan alasan kita menjual barang tersebut.

Ini ada hubungannya dengan emosi pembeli yang akan mempengaruhi harga barang. Misal, kita jual barang karena lagi declutter. Biasanya kondisi barang yang declutter masih bagus sebab tujuannya ingin mengurangi barang di rumah.

Hal ini beda kalau kita menjual barang karena butuh uang atau karena barang tersebut udah lama dipakai yang bisa jadi ada minusnya. Nah, kondisi ini akan mempengaruhi pembeli dalam menentukan harga atau menawar.

***

Itu tadi pengalaman saya menjual barang di Facebook marketplace. Seru sih karena saya bisa berkomunikasi dengan berbagai tipe orang. Setelah barang terjual hal ini nggak membuat saya untuk sering buka Facebook, lho. Jadi, saya tetep jarang buka FB.

Kalau kamu pernah jualan di Facebook marketplace juga nggak? Cerita dong.^^

No comments