2 comments

Kemarin saat leyeh-leyeh, saya merasakan gempa yang lumayan kencang. Perabotan dapur pada goyang. Apartemen yang saya tempati bergoyang. Kejadian ini lumayan lama. Yang terpikir saat itu adalah sinok.

Saya segera lari menuju tempat tidurnya dan memastikan barang-barang yang ada di dekatnya aman, nggak jatuh menimpa sinok.

Bila terjadi gempa di Jepang, saya seringnya diam di apartemen. Merapal doa sebisanya dan berusaha tetap tenang. Selain itu, saya biasanya nengok keluar apartemen, melihat reaksi tetangga apartemen sebelah gimana. Tapi kemarin saya cuma diam aja menunggu sinok yang tertidur lelap.

Hm, emang sih di Jepang sering banget terjadi gempa. Dulu pas dinas pertama, pernah juga ngalami gempa yang cukup kencang. Kata tetangga sebelah, orang-orang India pada keluar apartemen saking takutnya.
2 comments
Akhir tahun 2017 saya dan pak suami jalan-jalan ke Bandung. Tujuan ke Bandung mau silaturahmi dengan keluarga besar saya yang ada di sana. Selain itu, saya dan pak suami pengen menikmati malam pergantian tahun di kota Bandung.

Saya dan pak suami menginap semalam di Air BnB yang lokasinya dekat dengan Gedung Sate. Jarak dari penginapan ke Gedung Sate nggak jauh. Cukup jalan kaki sekitar 10 menit aja. Jadi kami memutuskan melihat pesta kembang api di Gedung Sate.

Selama menuju ke Gedung Sate, banyak sekali pedagang yang berjualan. Mereka tak henti-hentinya menawarkan dagangan. Ada nasi ayam, sosis bakar, mie instant, dll. Saya cuma lirik-lirik aja. Nggak beli karena udah kenyang dan nggak niat jajan.

Tahu sendiri kan kalau malam tahun baru ramenya kayak apa. Jalanan macet karena orang-orang mau tahun baruan. Saya aja ngeri kalau jalan di keramaian gitu. Kalau misal terjadi hal-hal yang nggak diinginkan, cara kaburnya gimana? Jalanan sampai macet cet nggak gerak sama sekali.

4 comments
Menjelang lebaran saya melakukan introspeksi selama ramadan. Hal-hal apa yang sudah saya lakukan dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan pribadi.

Jujur aja, ramadan tahun ini saya keok. Beda banget dengan ramadan tahun lalu. Ramadan tahun lalu meski lagi hamil, saya masih bisa puasa. Bolongnya cuma 2 hari. Sedangkan ramadan tahun ini saya puasa cuma 4 hari. Selebihnya nggak puasa sama sekali. Hal ini dikarenakan saya masih menyusui.

Udah nggak puasa, ibadah yang lain juga standar banget. Duh, Gusti, nyuwun ngapura. Saya merasa bahwa kecanduan pada media sosial yang membuat saya begini.

Install app beberapa media sosial di hape tujuannya supaya nggak kudet kalau ada info dari grup komunitas yang saya ikuti. Setelah install kenyataannya malah lain. Bukannya mengikuti update kegiatan di komunitas malah sekrol nggak karu-karuan. Dari yang awalnya sekrol timeline teman jadi merambah ke akun-akun yang nggak jelas, hahaha. Kepo sana kepo sini, mantengin timeline dan akhirnya kerjaan rumah jadi berantakan.

Siapa yang begitu juga? *nyari teman, hahaha.

Pixabay 

3 comments
Disclaimer dulu ya: ini bukan postingan berbayar lho. Saya menulis ini karena pengen sharing aja. Siapa tahu ada yang mau download app-nya dan bikin ngeblognya makin asyik lewat hape.^-^

Kegiatan ngeblog saya makin lama makin turun. Tiap tahun jumlah postingan bukannya tambah tapi malah sedikit. Awal-awal ngeblog sih rajin banget. Setahun bisa posting sampai ratusan. Makin lama kok males, hahaha. Hm, teman-teman juga ngerasain juga, nggak?

Alhamdulillah banyak yang mampir ke blog ini karena tulisan organik bukan yang berbayar. Jadi saya yakin di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan informasi sebagai acuan sebelum melakukan sesuatu. Entah mau beli apa, traveling, nyari info di kota tertentu, dll. Seneng banget kalau ada yang sampai email meski sekadar curhat atau nanya-nanya hal yang saya tulis.


Akhir-akhir ini saya ngeblog pakai hape. Alasannya biar lebih praktis. Maklumlah, sebagai mamak baru saya harus gercep kalau tiba-tiba anak nangis. Kan repot kalau misal ngetik di laptop atau desktop. Dikit-dikit shutdown malah membuat peralatan tersebut rusak.

No comments
Postingan ini saya buat karena geli mendengar cerita pak suami. Hhmm, kok ya sampai segitunya ada yang nanya soal beras halal.

Biar enak, teman pak suami disebut Pak Hamdan aja, ya. Ini nama samaran, kok.

10 comments
Belum lama saya tinggal di Jepang. Tepatnya bulan April, saya dan sinok menyusul pak suami yang udah tinggal duluan di sini.

Saya tinggal di Yokohama (lagi) karena kantor pak suami ada di sini. Tempat tinggal kali ini sama seperti dinas yang pertama. Tinggal di apartemen yang mungil sekali, hahaha.