9 comments
Saya suka banget mengamati orang. Nggak yang kepo atau gimana, ya. Suka aja mengamati hal-hal kecil yang ada di sekitar. Apalagi mengamati hal-hal yang jarang atau belum pernah saya jumpai.

Sebetulnya melihat kehidupan di Jepang tuh asyik banget karena budaya mereka yang beda dengan Indonesia. Oke, saya nggak akan membandingkan karena masing-masing punya keunikan sendiri.

Kehidupan di Jepang pun nggak selalu yang enak-enak aja, kok. Ada juga yang bikin melas. Di mana-mana pasti ada enak dan nggak enaknya, kan?

Kali ini saya mau cerita tentang kurir jalan kaki aja ya. Apalah ini bahasanya, hahaha.

4 comments
Lama banget nggak nulis tentang Depok. Kangen juga sama kota ini meski macet di mana-mana, hahaha. Bagaimana pun Depok adalah rumah kedua saya. Karena keluarga kecil saya tinggal di kota ini.

Saya tertarik menulis tentang mobil dan garasi karena beberapa hari lalu baca berita di portal online yang menyebutkan bahwa Pemkot Depok akan mengeluarkan Perda tentang hal ini. Inti dari Perda tersebut adalah kalau punya mobil ya harus punya garasi.

Sebegitu pentingkah aturan punya garasi ini sehingga sampai dibuatkan Perda?
6 comments
Jadi gini, pak suami kan dinas di Jepang statusnya single bukan family status. Artinya, dapat apartemen untuk single jadi tampak mungil saat ketambahan saya dan sinok. Selain itu, jika ada keluarga yang datang ke Jepang, tiket pesawat ditanggung sendiri. Pihak kantor hanya memfasilitasi pembuatan surat menyurat yang diperlukan.

Kalau dipikir dengan statusnya yang bukan family, saya dan sinok nggak dapat apa-apa kan ya. Kenyataannya malah saya dan sinok mendapat hak layaknya warga Jepang. Alhamdulillah pemerintah Jepang baiiikkk banget. Saya dan sinok dimudahkan segala urusan selama tinggal di sini.


Kabar baiknya lagi, saya nggak nyangka kalau sinok malah dapat tunjangan anak selama hidup di Jepang. Yes, TUNJANGAN ANAK TIAP BULAN. Alhamdulillah, sesuatu banget kan. Mamak langsung semangat untuk hidup di Jepang, hahaha.