Alis Cowok Jepang

Saya lagi pengen ngomongin cowok Jepang. 

Waktu tinggal di Jepang, saya suka memperhatikan orang lokal entah fashionnya, cara jalannya, cara mereka ngomong, dan sibuknya mereka bermain gadget di kereta.

Jujur aja, saya paling suka lihat cowok Jepang saat mereka berangkat atau pulang kerja. Rata-rata cowok Jepang posturnya tinggi dan langsing. Mereka berpakaian slim fit, rapi, pakai jas dan celana warna gelap, serta menenteng tas. Plus sepatu kerja warna hitam yang kinclong.

Gimana? Terlihat fashionista sekali kan.😁

Karena saya penggemar tas, tiap kali lihat tasnya mas-mas Jepang, rasanya mupeng, hahaha. Tasnya bagus, boookkk.

Setelah melihat postur dan tas, yang saya lihat dari mereka yaitu alisnya. Yes, alis. Bukan yang lain. Tapi saya cuma melirik lho nggak sampai melotot gitu, hahaha.

Udah seneng lihat cowok cakep dan fashionista, kekaguman saya rontok setelah melihat alis cowok Jepang. Saya kaget banget nget nget.

Kenapa?

Karena alis cowok Jepang dicukur. Nggak semua dicukur sih tapi mayoritas cowok Jepang mencukur alisnya.

Pertama kali lihat hal ini, saya risih dan nggak percaya sampai saya lihat lagi alisnya. Beneran dicukur nggak sih?

Iya lho, ternyata bener alisnya dicukur. Bagi saya, secakep apa pun cowok kalau alisnya dicukur, aduh enggak deh. Bye, bye.

Di Indonesia urusan alis dan mencukur itu urusan cewek. Jarang banget lihat cowok mencukur alisnya. Kalau ada cowok yang alisnya dicukur atau dikerok, identik dengan cowok melambai.

Pixabay


Tapi di Jepang beda.

Orang Jepang konon suka kebersihan termasuk kebersihan diri. Saking bersihnya, cowok Jepang nggak suka ada rambut di tubuh kecuali rambut kepala. Makanya jarang lihat cowok Jepang berkumis atau berjenggot. Bahkan alisnya juga banyak yang dicukur. Meskipun dicukur, tapi mereka tetap cowok normal nggak melambai.

Selidik punya selidik ternyata perlengkapan lenong cowok Jepang juga banyak kayak cewek. Saya pernah ke toko Welcia, Matsumoto Kiyoshi atau semacamnya. Waktu itu saya mau beli kosmetik.

Nah, di toko-toko yang menjual kosmetik, biasanya kosmetik cowok sebelahan ama kosmetik cewek. Saya coba lihat di etalase cowok. Gile, kosmetik cowok lengkap banget. Ini termasuk peralatannya juga. Jadi tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dan kantong, semua ada. Hahaha.

Melihat ini saya bengong dan senyam senyum sendiri. Soalnya kosmetik saya nggak selengkap cowok Jepang. Apalagi saya nggak bisa bikin alis. Malah saya nggak bisa mencukur alis. Hhmmm, kayaknya saya harus berguru ama mas-mas Jepang nih.😂

Sewaktu sahabat saya ke Jepang untuk pertama kalinya dan kami janjian buat ketemuan, saya nanyain hal ini.

'Eh, kamu merhatiin alisnya cowok Jepang nggak?'

Sahabat saya menjawab dengan antusias,

'Iya, Pit, iya. Alisnya pada dikerok ya. Gue juga juga lihat ada yang dibentuk pakai pensil alis.'

Saya tertawa melihat reaksi sahabat saya. Apa yang dikatakan sahabat saya bener banget. Beberapa dari mereka ada yang pakai pensil alis.

Lain hari, waktu pertama kali ke dokter anak, saya ke klinik pediatric di daerah Motomachi, Yokohama. Di situ ada klinik pediatric yang ratingnya bagus. Saya dan keluarga ke sana karena anak panas.

Sesampainya di klinik, kami bertemu dengan dokter anak. Dokternya cowok, masih muda, cakep, dan rambutnya dikasih pomade. Pikir saya, wah masih muda udah jadi dokter spesialis. Saya kagum dong. Eh, begitu melihat alisnya, oh nooooo. Alisnya rapi banget karena dicukur.

Kami ngobrol sebentar tentang anak. Dokter menjelaskan lalalili tentang anak kenapa panas dan obatnya.

Begitu pak dokter tahu kami dari Indonesia, dia bilang suka Bali dan udah ke Bali 3x. Dia pengen balik ke sana lagi. Saya yang ada di situ cuma senyam senyum dan rasanya pengen cepat pulang, hahaha.

Sejak pertemuan itu, saya nggak pernah balik lagi ke kliniknya. Alasannya karena untuk ke sana transportasinya cuma naik bus dan jalan kaki mayan jauh. Pak suami saya suruh hunting klinik pediatric lain. Jauh nggak apa-apa asal dekat stasiun.

Alasan lainnya saya nggak mau balik ke klinik pak dokter tentu saja karena pak dokter alisnya dicukur. Alasan yang wow sekali bukan?😂


2 comments

  1. pantesan aku baru sadar mba pipit wkwkwkkw...abis kelingan ama dorama jepang memang cowok cowoknya alise pada ga ada..makanya kelihatan keciri banget mana wajah asia sing wong jepang dan asia lainnya hihi

    ternyata para pekerja pria di jepang rapi rapi ya mba pit, pakaian slim fit dan licin sepatu kinclong naik kereta, dah kayak di film film hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul, Nit. Kalau wajah cowok Asia lainnya jujur aku belum bisa bedain hehe.

      Hu um, adegan di film biasanya mengambil kehidupan masyarakat sehari-hari.

      Delete